MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
TRAGEDI


__ADS_3

"Mom, Fazel pamit ya mau antar Zidney kebandara." Pamit Fazel di sabtu pagi.


"Lho Zidney sudah mau pulang?" Tanya Sasha.


"Engga Mom, Fazel dan Zidney mau jemput Kak Leo, pacarnya Kak Ara." Jawab Fazel.


"Baiklah, hati-hati dijalan Zel." Ucap Sasha kemudian Fazel mencium pipi Sasha dan bergegas berangkat.


"Kak Fazel.." Panggil Rachel tepat setelah Fazel membuka pintu mobil.


"Iya Hel." Fazel menoleh kearah Rachel.


Rachel sudah berada didekat Fazel. "Bisakah Kak Fazel tidak pergi?" Tanya Rachel.


Fazel mengusap Pipi Rachel. "Hel, Kakak sudah terlanjur janji sama Zidney, dan Kak Leo itu juga teman Kakak." Ucap Fazel.


Rachel meunduk, "Tapi aku gak suka Kakak dekat dengan dia."


Fazel menghela nafas dan mengusap pangkal hidungnya. "Hel kasih Kakak waktu." Lirih Fazel.


"Kak!! aku udah lama nunggu Kakak, delapan tahun Kakak ke Amrik gak buat perasaan aku berubah dan sekarang Kakak pulang tapi Kakak membagi waktu Kakak yang harusnya sama aku malah ke dia." Kesal Rachel.


"Rachel..!!"


"Kalau Kakak emang ga ada perasaan sama aku ya bilang aja Kak." Rachel tersenyum sinis, "Harusnya aku terima Arlan dari empat tahun yang lalu dan gak nunggu Kakak. Kakak tuh pengecut!!" Rachel berbalik dan berlari menuju kamarnya.


Fazel tidak mengejar Rachel melainkan masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya. Rachel yang melihat itu semakin emosi mengira bahwa memang Fazel tidak mencintainya.


"Kamu jahat Kak!! Rachel menutup wajahnya dan menangis didalam kamarnya.


"Iya.. Gue emang pengecut. Gue emang gak pantes buat Rachel" Umpat Fazel didalam mobilnya.


Fazel menelpon Kenzo dan meminta menggantikannya menemani Zidney untuk menjemput Leo diBandara, kebetulan saat itu Kenzo sedang tidak ada aktifitas dan dirinya sangat senang bisa berdekatan dengan Zidney.


Fazel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya sangat kacau, ia memutuskan untuk menghindar sementara dan menenangkan pikirannya.


Hingga malam semakin larut, Fazel belum juga pulang kerumah. Sasha sudah menelpon Fazel namun tidak aktif, kemudian menelpon Kenzo dan Kenzo memberitahu bahwa Fazel tidak jadi mengantar Zidney dan digantikan olehnya.


"Kamu kemana Zel, kenapa membuat Mommy khawatir." Gumam Sasha.


Fazel berada didalam club bersama Rasya,


"Jadi lo sama Rachel gak ada ikatan darah Zel, dan lo sama Rachel saling mencintai?" Tanya Rasya tak percaya.


"Gue anak adopsi Ras." Jawab Fazel.


"Lo harus tau Zel, kenapa surat adopsi lo gak kunjung turun dari pengadilan, mungkin tuhan mau kasih lo jalan yang lain untuk mempunyai keluarga, lewat Rachel." Ucap Rasya menenangkan.


"Tapi gue terlalu pengecut untuk Rachel, gue gak bisa ngakuin perasaan gue sendiri Ras, gue takut Daddy dan keluarga besar Rivano nentang gue Ras. Gue bukan cuma kehilangan Rachel, bahkan gue bisa kehilangan Mommy dan Daddy." Lirih Fazel.


"Mana tau mereka setuju Zel."


Fazel menggelengkan kepalanya, "Gue gak pede Ras, Rachel itu seperti princess dikeluarga Rivano, sedangkan gue? bahkan otak gue aja pas-pas an Ras."


"Hellow Fazell.. otak lo pas-pas an tapi lo punya kelebihan. Tender lo pernah ada yang gagal? Engga kan? penyakit lo cuma kurang percaya diri aja." Rasya mengemukakan pendapatnya untuk menguatkan sahabatnya itu.

__ADS_1


Terdengar suara keributan dari table lain, perhatian Fazel teralihkan saat dia melihat orang yang ia kenali.


"Lepas.. lepas.. kita udah gak ada hubungan." Ucap seorang wanita yang dipaksa oleh seorang pria yang Fazel kenali.


"Arlan." Gumam Fazel yang terdengar oleh Rasya.


"Lo kenal Zel?" Tanya Rasya.


"Dia yang empat tahun ini dekat dengan Rachel, kelihatannya alim tapi ternyata brengsek juga." Jawab Fazel yang kemudian berdiri dan menghampiri meja Arlan.


"Lepas!!" Teriak Fazel pada Arlan yang sudah setengah mabuk itu.


Arlan menatap sinis Fazel dan menghempaskan tangan wanita itu.


"Hai Kakak ipar." Racau Arlan sambil menepuk pundak Fazel karna sudah mabuk.


Fazel menyingkirkan tangan Arlan.


"Sok sekali kau ini, jangan karna Kau Kakaknya Rachel bisa berbuat semaumu, Kau kira aku takut.!!" Bentak Arlan tepat diwajah Fazel.


Fazel menarik kerah baju Arlan. "Jangan lagi lo deketin Rachel." Lalu Fazel menghempaskan Arlan hingga terduduk di kursinya dan tangan Arlan menyenggol botol minuman keras terjatuh hingga pecah.


Arlan tertawa, "Gue gak akan lepasin Rachel, dan gue akan rusak Rachel lalu membuangnya." Racau Arlan.


Fazel geram mendengarnya kemudian menghadiahi bogem mentah diwajah Arlan. "Lo sentuh Rachel, lo mati!!" Ancam Fazel.


Rasya menarik Fazel, "Udah Zel, kita lepasin dia. Orang mabuk jangan didengar." Bujuk Rasya.


Fazel kembali menghempaskan tubuh Arlan kemudian berbalik ingin meninggalkan Arlan. Arlan mengambil pecahan botol minuman yang terjatuh tadi.


"Arghhh." Fazel merasakan tubuhnya tersayat hingga membolakan matanya.


Rasya melihat wajah Fazel yang seperti kesakitan kemudian melihat kebelakang sebuh botol tertancap di pinggang Fazel.


"Zel!!! Seru Rasya.


Beberapa bodyguard club langsung mengamankan Arlan. Pemilik Club yang juga masih saudara Rasya segera menelpon ambulan.


"Zel, tahan Zel." Ucap Rasya panik saat diambulan, karna melihat darah Fazel yang keluar begitu banyak.


"Mommy.." Lirih Fazel.


"Gue pasti hubungi Nyokap lo Zel. Lo harus kuat Zel."


Tiba dirumah sakit, Rasya langsung menelpon Kenzo dan menceritakan semuanya, lalu meminta Kenzo untuk memberitahu keluarga Fazel.


"Panggil dokter bedah." Ucap salah satu dokter jaga di IGD pada susternya. Kebetulan Rumah sakit itu adalaha milik keluarga Fitto dan Fitto baru saja selesai rapat dengan manajemen rumahsakit.


"Dokter Fitto, ada passien gawat darurat memerlukan tindakan, tertusuk benda tajam." Ucap Suster.


Fitto bergegas ke IGD, betapa terkejutnya Fitto saat mengenali bahwa pasien tersebut adalah Fazel.


"Fazel." Kamudian Fitto bergegas memeriksa Fazel.


"Siapkan ruang operasi!!" Titah Fitto.

__ADS_1


"Belum ada keluarganya yang datang dok." Jawab Suster.


"Ini anaknya dokter Natasha, saya yang akan bertanggung jawab." Ucap Fitto.


"Mommy..." lirih Fazel disela-sela kesadaran yang hampir habis.


"Zel, ini Uncle Fitt, Uncle akan menyelamatkanmu."


Sementara dirumah Reyvan, Kenzo sudah memberitahu soal Fazel yang kini berada dirumah sakit. Seketika Sasha melemas.


"Sayang, tenang, kita akan kerumah sakit sekarang." Ucap Reyvan.


Rachel pun terus menangis dan Kenzo membantu menenangkannya.


Dirumah sakit sudah ada Billy, kebetulan Billy hendak menjemput Naya yang ada operasi secar dadakan dirumah sakit yang sama.


"Fazel gimana Nay?" Tanya Sasha.


"Tenang Sha, kita percayakan pada Fitto." Jawab Naya.


"Fitto yang nanganin Fazel?"


"Iya Sha."


Sasha melihat kearah Rasya, melihat baju Rasya penuh dengan lumuran darah Fazel.


Rasya menceritakan kejadian diclub tersebut, dan Reyvan merasa geram dengan Arlan.


"Daddy tidak akan melepaskan Arlan." Gumam Reyvan.


Billy menelpon orang-orang kepercayaanya untuk mengamankan Arlan hingga dirinya yang akan turun tangan sendiri.


Sasha terus berdiri didepan pintu kamar operasi.


"Passien kehilangan banyak darah, golongan darahnya AB, Stock rumah sakit masih kurang."


Reyvan bingung karna dikeluarganya tidak ada yang bergolongan darah AB.


"Saya dok." Ucap Billy. "Darah saya AB."


"Bill." Panggil Reyvan.


"Fazel akan baik-bail saja Rey, gue janji." Jawab Billy yang kemudian berlalu mengikuti Suster.


Dua jam berlalu, Sasha masih setia berdiri didepan pintu operasi, hatinya begitu takut akan kehilangan Fazel. Sementara Rachel terus menangis dipelukan Naya.


Fitto keluar dari ruangan operasi dengan wajah lelahnya. Dia menatap Sasha yang terus menatapnya, kemudian Fitto memeluk Sasha dan tangis Sasha pecah dipelukan Fitto.


.


.


.


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2