MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
KEHAMILAN SASHA


__ADS_3

"Fitt.. Gue ke perpustakaan dulu ya." Ucap Sasha saat mereka bertemu dikoridor kampus.


"Okey Sha, gue tunggu dikantin ya, laper banget nih."


"Sipp.. sipp" Jawab Sasha sambil mengacungkan jempol kanannya.


Sasha mencari buku yang akan dipinjamnya, tiba-tiba kepalanya merasa pusing, tubuhnya merasa lemas, dan tidak kuat berdiri lalu terjatuh lemas disalah satu lorong perpustakaan yang saat itu sedang sepi.


Seseorang yang melihatnya langsung menghampiri Sasha.


"Hai, are you okay?" Tanya mahasiswi itu sambil mengangkat kepala Sasha dipangkuannya dan menepuk pelan pipinya.


Tidak ada respon dari Sasha.


"Help, please help me." Teriak Mahasiswi itu.


(Tolong, aku mohon tolong aku).


Beberapa mahasiswa lain dan pengurus perpustakaan mendekat dan membawa Sasha ke klinik dilingkungan kampus tersebut.


"She's your friend?" Tanya dokter yang memeriksa Sasha.


(Dia temanmu?)


"Yes, she's my friend" Jawab Mahasiswi tersebut yang bernama Indira, padahal dirinya sama sekali tidak mengenal Sasha.


(Ya, dia temanku).


"She is pregnant."


(Dia sedang hamil).


Indira menautkan halisnya, "What? pregnant?"


(Apa? hamil?).


"She better rest because she is anemic in her first trimester of pregnancy."


(Lebih baik dia beristirahat karna dia mengalami anemia dikehamilan trisemester pertamanya).


Indira mengangguk.


"Take her to the gynecologist"


(bawalah dia ke dokter kandungan).


"Okay, thank you doc."


(Baiklah, terimakasih dok).


Indira menunggui Sasha, dia bingung harus membawa Sasha kemana karna mereka tidak saling kenal.


Sampai akhirnya ponsel Sasha berdering dan Indira mencoba mengangkatnya.


"Fitto." gumam Indira.


"Seperti nama orang indonesia." Gumamnya lagi.


^^^"Hallo."^^^


"Sha, lo lama banget, gue dari tadi nungguin lo dikantin."


Ucap Fitto.


^^^"Sorry, aku Indira, temanmu tadi pingsan diperpustakaan dan aku membawanya ke klinik, bisakah kamu segera kesini." Ucap Indira ragu-ragu.^^^

__ADS_1


"Sasha pingsan? baiklah tolong tunggu sebentar, saya segera kesana." Fitto menutup ponselnya.


"Syukurlah, ternyata dia dari Indonesia." Gumam Indira.


Tidak lama kemudian Fitto datang dan Sasha sudah mulai siuman.


"Sha, lo gapapa?" Tanya Fitto dengan cemas.


Sasha hanya menggelengkan kepalanya, Fitto memberikannya minum.


"Kamu yang nolong Sasha?" Tanya Fitto yang menatap Indira.


"Iya, tadi aku yang menemukan temanmu pingsan di lorong perpustakaan." Jawab Indira.


"Kamu Mahasiswa dari Indonesia juga?" Tanya Fitto.


Indira mengangguk dan mengulurkan tangannya. "Indira." Ucapnya memperkenalkan diri.


"Aku Fitto, dan Ini Sasha, kita dari Jakarta." Jawab Fitto sambil menjabat tangan Indira.


"Kamu kekasih atau suami Sasha?" Tanya Indira.


"Bukan, kami sahabatan dari sekolah tingkat pertama." Jawab Fitto. "Apa kata dokter tadi?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Dia harus memeriksakan diri ke dokter kandungan, dia sedang hamil."


"Hamil??" Sahut Sasha yang bertanya.


"Iya dokter yang memeriksamu bilang kamu hamil dan anemia, kamu harus periksa kedokter kandungan." Jawab Indira.


Sasha terkejut lalu mengusap perutnya, "Kamu hadir disaat Mommy sudah tidak bersama Daddy, Mommy harus bagaimana." Lirihnya yang terdengar oleh Indira dan Fitto.


"Indira, bisa bantu aku membawa Sasha ke rumah sakit?" Tanya Fitto.


Sasha diperiksa oleh dokter ahli kandungan.


Kandungan Sasha sudah menginjak dua belas minggu atau tiga bulan dan Sasha tidak menyadari bahwa dirinya tengah hamil.


Dokter meresepkan vitamin untuk Sasha karna kandungannya sehat sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Indira mengantar Sasha pulang ke apartemen Fitto.


"Kamu tinggal dimana? biar nanti aku antar pulang." Tanya Fitto.


"Dekat dari sini, tidak perlu khawatir." Jawab Indira.


"Sha, lo harus kasih tau Kak Rey." Bujuk Fitto.


Sasha menggelengkan kepalanya. "Gue sama Mas Rey udah selesai Fitt, dia udah punya Fazel, biar gue urus anak ini sendirian." Jawab Sasha putus asa.


Indira yang tidak tau apa-apa hanya diam, dirinya sempat mengira bahwa Fitto adalah kekasih atau suami Sasha.


"Indira, terimakasih ya udah nolong aku." Ucap Sasha.


"Tidak masalah, aku senang bisa mempunyai teman dari negara asalku." Jawab Indira.


"Kamu darimana?" Tanya Fitto.


"Aku dari Bandung, dan ambil spesialis Mata disini."


"Baru masuk?" Tanya Sasha.


"Iya sepertinya sama dengan kalian, aku kira kalian sepasang kekasih atau suami istri."


Fitto dan Sasha tertawa, "Kita sahabatan dari SMP." Jawab Sasha.

__ADS_1


Indira tersenyum.


"Dari sekarang kamu teman kita Ra." Ucap Sasha.


"Terimakasih, senang berteman dengan kalian." Ucap Indira.


***


Darren mengetahui soal hilangnya Sasha, dia curiga karna ponsel Sasha tidak bisa dihubungi. Darren menyuruh orang untuk mencari info soal Sasha dan hasilnya membuat Darren geram karna tau Sasha telah hilang. Dengan penuh emosi Darren mendatangi kantor Reyvan dan langsung menuju ruangannya.


Tanpa permisi, Darren menerobos masuk keruangan Reyvan dan memberikan bogem mentahnya.


"Bukk, bukk.. Bukk."


Reyvan tersungkur karna menerima bogeman dari Darren.


Darren menarik kerah Reyvan. "Lo apain adik gue? harusnya lo balikin adik gue dari pada lo sakitin dia."


Billy yang ada disitu juga langsung melerai Reyvan dan Darren.


"Kak Darren udah." Ucap Billy.


Vivi memanggil Ayah dan Radit diruangannya. dan mereka bergegas masuk kedalam ruangan Reyvan.


"Darren tenang, kamu tenangkan diri kamu dulu." Ucap Ayah.


"Saya kecewa dengan keluarga Om Rivano yang menyembunyikan ini dari Saya." Jawab Darren dengan sorot mata tajam.


"Kita ada alasan Ren, kita terus berusaha mencari Sasha." Ucap Ayah.


"Saya tidak perlu kalian lagi untuk mencari Sasha, saya sendiri yang akan menemukan adik saya sendiri, dan saya pastikan Sasha tidak akan menginjakan kakinya lagi dikeluarga Rivano." Ucap Darren dengan tegas dan meninggalkan ruangan Reyvan.


Reyvan semakin frustasi, ini sudah sebulan Sasha meninggalkannya. Ayah melihat keputus asaan dari Reyvan.


Darren kembali kekantor dengan wajah yang masih marah, dia memanggil alex dan david.


Alex diperintahkan untuk mengerahkan semua orang suruhannya untuk melacak Sasha, sementara David diminta mengosongkan jadwal Darren seminggu kedepan.


"Maaf Pak Darren, Sasha hilang?" Tanya Dave yang memang mengenal Sasha.


Darren menatap Dave, dirinya sudah lama ingin bertanya dari mana dia bisa mengenal Sasha, karna Sasha type orang yang sulit sekali berteman, dan yang Darren tau, teman Sasha hanya Naya dan Fitto.


Perlahan David menceritakan awal perkenalan dengan Sasha, hingga Lost kontak dengan Sasha dan bertemu kembali dikantor ini.


"Sasha pernah jadi driver taxi online?" Tanya Darren tak percaya.


Alex juga menyelidiki soal itu dan Darren terkejut dengan laporan dari Alex soal Sasha yang awalnya pernah menikah kontrak dengan Reyvan lalu harus mencari uang sendiri.


"Kurang ajar." Darren semakin geram dengan keluarga Rivano terutama Reyvan.


Darren juga terkejut mengetahui soal masalalu Reyvan yang sering gonta ganti perempuan.


"Ternyata slama ini Sasha banyak menderita." Gumam Darren dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sha, Kamu dimana, pulanglah Sha, Kakak akan menjaga dan membelamu."


.


.


.


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...

__ADS_1


__ADS_2