MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
TEKA TEKI SNOWBALL PANDA


__ADS_3

Seminggu berlalu, Sasha dan Reyvan tenggelam dalam kesibukan masing-masing.


Reyvan sibuk dikantor dengan segala urusan kerjasama dengan klien nya, sedangkan Sasha sibuk dengan jadwal kuliah yang padat dan tugas yang menumpuk.


Reyvan sering pulang malam, saat Reyvan pulang, Sasha sudah tertidur, tak jarang Reyvan menemukam Sasha yang tertidur di meja kerja Reyvan didalam kamar, sehingga Reyvan harus memindahkan Sasha ke tempat tidur.


Pagi itu Sasha bangun pagi sekali, seperti biasa, setiap jumat slalu ada kuliah pagi.


Sasha keluar dari kamar Naya menuju kamarnya, karna semalam ia mengerjakan tugas bersama Naya hingga larut dan tertidur disana, dia melihat Reyvan yang tertidur di sofa dalam kamarnya dan bukan ditempat tidur. Perlahan Sasha mendekati Reyvan.


"Mas.." Panggil Sasha dengan lembut sambil menggoyangkan tubuh Reyvan.


Reyvan menggeliat, "Jam berapa ini sayang?"


"Masih jam lima subuh, kamu kenapa tidur di sofa, kenapa gak dikasur?" tanyanya lembut sambil membelai rambut Reyvan.


"Morning kiss dulu Sayang." Ucapnya sambil menunjukan pipinya.


Sasha tersenyum dan mencium pipi Reyvan.


"Pagi Hubby"


"Pagi Sayang" kemudian Reyvan duduk dan bersandar di Sofa. "Kamu kenapa tidur dikamar Naya?"


"Ngerjain tugas bareng Mas, sekalian video call juga sama Fitto untuk ngerjain tugas, tugasnya banyak banget mas, sampe ketiduran. Maaf ya Mas."


"Iya gapapa, aku ngerti."


"Terus kenapa mas tidur di sofa?" Gantian Sasha yang bertanya.


"Karna gak ada kamu, gak ada yang bisa dipeluk, jadi mending di sofa aja."


Sasha memeluk Reyvan dan mencium pipinya.


"Sekarang kalau masih ngantuk, pindah ke kasur ya, aku ada kuliah pagi hari ini."


"Aku antar ya, aku juga sekalian kekantor, ada meeting pagi, nanti pulang dijemput supir ya Sayang."


Sasha tersenyum dan mengangguk, "Aku mandi dulu, nanti aku siapin air hangat untuk kamu."


"Makasih Sayang."


Sasha bergegas membersihkan diri, setelah selesai, Sasha menyiapkan air hangat untuk Reyvan.


"Hubby, air hangatnya udah siap." Ucap Sasha sambil menyiapkan pakaian kerja untuk Reyvan, kemudian Sasha merias dirinya dimeja rias dengan dandanan tipis khas anak Mahasiswa.


Reyvan masuk kedalam toilet, sementara Sasha menyiapkan buku dan laptopnya, kemudian keluar kamar untuk membantu Bi Sumi menyiapkan sarapan.


"Non Sasha sudah siap berangkat?" sapa Bi Sumi.


"Iya Bi, Bi Sumi masak apa?"


"Masak Soup Cream dan Roti isi Non."


Sasha mengambil tiga cangkir kopi, dia membuat kopi untuk Ayah mertuanya, dirinya dan suaminya.


Bunda turun kedapur. "Pagi Sayang" Sapa Bunda.


"Pagi Bunda." Jawab Sasha.


"Kuliah pagi Sha?"

__ADS_1


"Iya Bund, biasa setiap Jumat ada kuliah pagi."


Naya turun bersamaan dengan Reyvan, dan Reyvan langsung menghampiri Sasha yang masih mengaduk kopi di meja bar dapur.


"Wangi banget kopinya Sayang" Ucap Reyvan sambil memeluk Sasha dari belakang didepan Bunda, Naya dan Bi Sumi.


"Mas lepas, ada orang ihh." Sasha sedikit mendorong Reyvan.


"Ya emang orang Sha, ya kali gue sama bunda hantu." Ledek Naya.


Seketika muka Sasha memerah, "Mas tau tempat dikit sih, malu dilihat orang." bisiknya yang terdengar oleh bunda dan Naya.


"Ya biarin sih Yank, udah halal ini, Bunda juga ngerti." Reyvan melihat kearah Bunda, "Ya kan Bun?"


"Iya gapapa koq Sha." jawab Bunda dengan tersenyum.


"Udah sana mas, aku mau bawa kopinya ke meja makan."


"Bunda seneng Reyvan banyak berubah Sha." Ucap Bunda sambil memperhatikan Reyvan yang berjalan menuju meja makan.


"Sekarang Kak Rey banyak berubah ya Bun, lebih tanggung jawab juga dikantor, Billy yang bilang."


"Iya Nay, Bunda benar-benar ga nyangka aja ya, Reyvan dulu dan sekarang jauh banget, dari nikah sama Sasha udah banyak berubah."


"Bukan dari nikah Bun, dari semenjak tinggal disini."


Bunda mengernyitkan dahinya, pasalnya Bunda tidak mengetahui hubungan Reyvan dan Sasha sebelum pindah kerumahnya.


"Mas Rey berubah karna dirinya sendiri mau berubah koq Bun, bukan karna aku." Jawab Sasha mengalihkan obrolan. "Yuk sarapan Bun, Nay." Ajak Sasha untuk menuju meja makan.


Sasha dan Naya diantar oleh Reyvan kekampus, diparkiran mereka sudah ditunggu oleh Fitto.


"Fitt nitip Sasha ya" Teriak Reyvan dari dalam mobilnya yang kacanya terbuka.


"Gue gak perlu dititip-titip Fitt, gak akan ilang." Sahut Naya dengan cemberut.


"Idihh ngambekk, lo itu udah gue titipin ke Sasha, tanpa harus lo tau Nay." Jawab Reyvan.


Sasha hanya tersenyum melihat kelakuan Kakak beradik itu yang merupakan suami dan sahabatnya sendiri. Mereka selalu ribut, tapi saling menyayangi dan menjaga satu sama lain.


Pulang kuliah, Sasha teringat akan buku-bukunya yang masih tertinggal di apartemen.


"Nay, gue balik ke apartemen ya, mau ambil buku yang ketinggalan."


"Lahh Sha, kita bukannya mau pergi sama bunda ke salon spa?"


"Duh gue harus ambil buku dulu Nay, lo balik aja sama supir ya, takutnya bunda nungguin, gue biar nanti dijemput Mas Rey."


"Hem, ya udah kalo gitu, lo sama siapa kesananya?"


"Siapa lagi Nay kalo bukan sama gue?" sahut Fitto.


Sementara Sasha hanya tersenyum.


"Yaudah kalau gitu gue balik ya." Naya masuk kedalam mobil dan diantar oleh supir untuk pulang.


Sementara Sasha diantar Fitto ke apartemen, sebelumnya Sasha menelpon Reyvan untuk menjemputnya nanti diapartemen.


"Mampir beli makan dulu Sha, laper gue"


"Ya udah, take a way aja ya Fitt, makan di apartemen, gue juga takut disana sendirian, udah lama gak kesana."

__ADS_1


"Lah kak Rey gapapa gue ikut masuk ke apartemen Sha?"


"Tadi gue udah bilang Kak Rey ditemenin Lo, dia sih gapapa, tau lo sama gue dan Naya sahabatan, mana mungkin lo ada perasaan lain ke gue kan?"


"Ahahaha iyalah, kiamat kali kalau gue suka sama adik adik gue sendiri."


Mereka tiba diapartemen, Bi Asih ART yang suka membersihkan apartemen pun pas kebetulan sedang ada disana juga.


Blipp..


Pintu apartemen terbuka,


Bi Asih menoleh kearah pintu masuk, "Non Sasha!!" Serunya sambil menghampiri dan.


memeluk nona muda nya itu.


"Bi Asih lagi disini?"


"Iya.. Non apa kabar, Bi Asih kangen deh sama Non Sasha. Maafin Bi Asih gak nengokin Non waktu kecelakaan."


"Gapapa Bi, aku udah sehat koq."


"Non sama Pak Reyvan juga?"


"Engga Bi, Mas Rey nanti jemput aku kesini, ini aku diantar Fitto, sahabat aku."


"Oh iya Non, kalau gitu saya buatkan minum dan lanjut bebenah lagi ya Non."


"Iya Bi, makasih."


Fitto duduk diruang tamu yang merangkap ruang televisi juga sembari memakan makan siangnya yang tadi sempat dibeli.


"Lo makan duluan Fit, gue siapin buku yang mau gue bawa kerumah Bunda."


"Makan siang dulu Sha, entar lo sakit."


"Sebentar doang Fit, biar nanti santai pas gue makan."


Sasha bergegas masuk kedalam kamarnya, dia mengedarkan pandangannya, melihat isi kamar yang dua tahun ia tempati, kamar yang jadi saksi bisu akan segala perjuangan dan kesedihannya.


Sasha mulai memasukan buku-buku yang akan dibawanya, dia juga memasukan kotak berisikan perhiasan yang masih tersimpan di lemarinya. Hanya beberapa pakaian yang ia tinggalkan karna Reyvan pun menyimpan pakaian di apartemen ini.


Sekilas mata Sasha melihat snowball diatas nakas sebelah tempat tidurnya.


"Lho koq snowball gue disini, bukannya udah Naya bawa kerumah Bunda dan ada dikamar Mas Rey." Gumamnya.


Sasha memegang snowball itu dengan kedua tangannya lalu memandanginya.


"Semalam gue lihat masih ada dikamar Mas Rey, kenapa sekarang ada disini? atau yang dikamar Mas Rey itu snowball sama tapi lain?" Sasha masih terus bergumam.


"Tapi dulu Kak Panda bilang, snowball panda ini cuma gue dan kak Panda yang punya, terus kenapa Mas Rey bisa punya juga?."


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2