MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
FAZEL SAKIT


__ADS_3

Tiba dirumah Bunda, Sasha beregegas turun membawa Rachel setelah membayar ongkos taxi.


"Pak tolong turunin koper saya dibagasi ya." Titah Sasha kepada Security dirumah Bunda.


Sasha naik kelantai dua, dimana letak kamar Fazel dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Terlihat Fazel sedang muntah-muntah sambil dibantu oleh Reyvan, Sasha langsung mendekat pada Tempat tidur Fazel.


"Fazel Sudah berapa kali muntah mas?" Tanya Sasha.


"Empat kali sama sekarang."


"Obat apa yang dikasih Naya?"


Reyvan memberikan botol obat yang diberikan untuk Fazel oleh Naya.


"Gak ada yang salah sama obatnya." Gumam Sasha yang terdengar oleh Reyvan.


"Mas bisa ambilkan stetoskop milik Naya? mungkin ada dikamarnya." Pinta Sasha.


Reyvan berdiri dan bergegas kekamar Naya, tak lama kemudian, Reyvan membawa tas berisikan perlengkapan medis milik Naya.


Sasha mengambil stetoskop didalam tas itu dan mulai memeriksa Fazel.


"Alergi.. Fazel ada alergi obat."


Kemudian Sasha mengambil note untuk menuliskan resep dan memberikannya pada Reyvan.


"Tolong tebuskan ini diapotik ya mas, jangan lama-lama." ucapnya.


"Mommy.. Sakit." Lirih Fazel.


"Mana yang sakit Zel?" Tanya Sasha dengan tatapan teduhnya.


"Kepala Fazel sakit."


"Tunggu Daddy pulang bawa obat ya. Sekarang Fazel makan dulu, Mommy suapin."


Sasha meraih piring dinakas sebelah tempat tidur Fazel dan kemudian menyuapinya.


"Ga enak Mom."


"Dikit aja Zel, biar keisi perutnya dulu ya sebelum minum obat. Nanti Mommy janji masakin soup yang enak untuk Fazel."


Fazel mengangguk dan menerima suapan dari tangan Sasha.


"Anak Mommy yang pintar." ucap Sasha saat melihat Fazel menghabiskan setengah mangkuk buburnya.


Reyvan datang dan memberikan obat pada Sasha. Sasha dengan telaten memberikan obat untuk Fazel. Tak lama dari itu, Fazel tertidur.


Sasha merasa lega karna Fazel tidak lagi memuntahkan makanan dan obat yang sudah diminumnya, malah ia terlihat pulas tidur.


Sasha melihat kearah Reyvan dan Rachel yang ikut tertidur juga disofa, mungkin Reyvan lelah karna menjaga Fazel semalaman.


Sasha turun kedapur, berniat membuatkan Soup untuk Fazel.


"Bi Sumi.. bisa tolong siapkan bahan-bahan untuk membuat soup." Ucap Sasha.

__ADS_1


"Soup ayam atau soup daging Non?" Tanya Bi Sumi.


"Ayam aja Bi." Jawab Sasha sambil mendudukan dirinya dikursi meja bar dan meminum air mineral digelasnya.


Sasha mulai meracik dan menyiapkan untuk memasak. Tiba-tiba bi sumi mengajaknya mengobrol.


"Non, anu.." Ucap Bi Sumi ragu-ragu.


"Anu kenapa Bi?" Tanya Sasha sambil memotong wortel.


"Semalam Den Reyvan sama Non Naya bertengkar." Bi Sumi berbicara dengan sangat pelan.


Sasha berhenti sejenak memotong wortel. "Bertengkar? bertengkar kenapa Bi?" Tanya Sasha.


"Semalam den Fazel Demam, Non Naya mau telpon Non Sasha, tapi dilarang sama den Reyvan. den Reyvan bilang kalau den Fazel itu tanggung jawabnya, gak usah manggil non Sasha kesini."


Sasha menghela nafas.


"Sampai tadi siang, den Billy nelpon karna den Fazel gak berhenti muntah-muntah. Terus den Reyvan marah sama den Billy."


Sasha memasak sambil menyimak apa yang dikatakan oleh Bi Sumi. Dirinya berfikir, apa benar Reyvan akan menyerah. Sungguh Sasha merasa bersalah.


Sasha duduk digazebo seorang diri setelah menyelesaikan masakannya. Dirinya tengah merenung bagaimana kedepannya hubungannya dengan Reyvan. Jika bercerai, Sasha akan melukai banyak orang, terutama Rachel dan Fazel. Tapi jika diteruskan, Sasha merasa dari dulu rumah tangganya dengan Reyvan sudah banyak bermasalah.


"Tuhan.. aku harus bagaimana?" Batin Sasha.


"Sha..." Panggil Bunda yang menghampiri Sasha dihalaman belakang.


"Eh Bunda."


"Bunda perhatikan dari tadi kamu melamun terus, ada apa?"


Mereka berdua terdiam sampai akhirnya Bunda berbicara.


"Reyvan sangat mencintaimu Sha, Mungkin sekarang adalah hukuman untuk Rey dari perbuatannya di masa lalunya. Tapi percayalah Sha, sewaktu kamu pergi, Rey benar-benar kehilangan hidupnya, yang membuatnya bertahan karna tanggung jawabnya terhadap Fazel yang sudah terlanjur Rey sayangi."


Sasha menghela nafas. "Aku juga mencintai mas Rey Bun, sangat mencintainya. Bahkan aku juga menyayangi Fazel, anak itu tidak bersalah. Tapi entah kenapa rasanya Sasha takut untuk memulai lagi." Ucapnya dengan jujur.


"Tapi jangan terlalu lama ambil keputusan Sha, kasian Rachel harus terpisah dari Daddynya dan Fazel harus terpisah dari Mommynya."


Sasha mengangguk. "Terimakasih Bun."


Sasha membawakan soup untuk menyuapi Fazel. Sementara Reyvan menyuapi Rachel diruang makan.


"Mom, maafin Fazel." Ucap Fazel.


"Maaf kenapa?" Tanya Sasha.


"Karna Fazel sakit, Mommy dan Rachel gak jadi pergi."


Sasha tersenyum kemudian mengusap kepala Fazel. "Gapapa Zel, Mommy bisa pergi lain waktu, dan Rachel bilang mau pergi bareng sama Fazel nanti." Ucapnya dengan lembut.


Menjelang malam, Ayah mengajak Kumpul diruang keluarga.


"Jadi kamu gak jadi pergi Sha?" Tanya Ayah.


"Engga Yah, Sasha bisa pergi lain waktu." Jawabnya.

__ADS_1


"Menginaplah disini, tinggalah disini lagi. Ayah tidak akan mengijinkanmu pulang karna Darren tidak ada disini, Ayah tidak mengijinkan kamu untuk tinggal berdua saja dengan Rachel diapartemen Darren."


"Tapi yah.." Belum sempat Rachel meneruskan omongannya, Ayah sudah memotongnya.


"Tinggal disini Sha, Ayah bertanggung jawab penuh slama Darren berada diParis."


Sasha hanya bisa pasrah.


Sasha masuk kedalam kamar Fazel untuk memeriksa kondisi Fazel.


"Fazel gimana Sha?" Tanya Billy yang masuk bersamaan dengan Naya.


"Panasnya udah stabil, yang penting udah gak muntah-muntah terus Bill."


"Cuti lo liburannya disini Sha." Ledek Naya.


Sasha tertawa. "Enggalah Nay, Lusa gue udah masuk kerja lagi, gue batalin sisa cutinya buat nanti kalau gue mau pergi nengok Mami."


Setelah mereka ngobrol sebentar, Naya dan Billy kembali kekamarnya.


Reyvan masuk kekamar Fazel.


"Sha tidurlah dikamarku bersama Rachel, biar aku yang jaga Fazel."


"Gak usah mas, kamu tidur sama Rachel aja, aku jaga Fazel takut nanti malam dia demam lagi."


"Fazel tanggung jawabku Sha, kamu istirahatlah bersama Rachel."


Sasha yang sedang duduk langsung berdiri dan menatap mata Reyvan.


"Fazel juga anakku kan mas, dia juga tanggung jawab aku."


Perlahan Reyvan mendekat pada Sasha, "Jangan marah Sha, aku hanya tidak ingin kamu sakit."


"Aku menyayangi Fazel mas, biar aku disini."


Reyvan mencoba mengalah, dirinya kembali kekamarnya dan tidur menemani Rachel.


Pagi hari Sasha bangun dan langsung mengukur suhu tubuh Fazel.


Semalaman Sasha bangun dua jam sekali hanya untuk memastikan suhu tubuh Fazel.


"Kamu anak yang kuat Zel." Gumam Sasha.


Reyvan masuk kekamar Fazel untuk melihat keadaan Fazel, Reyvan menggendong Rachel yang terus menempel dan melingkarkan tangannya dileher Reyvan.


"Kak Fazel udah sembuh Hel, bisa main lagi sama Rachel." Ucap Reyvan.


"Mommy Lahel doktel yang hebat." Kata Rachel sambil mengacungkan dua jempolnya.


Sasha tersenyum, kemudian membantu Fazel untuk menyeka tubuhnya.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2