MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
MAMI MARTHA KEMBALI


__ADS_3

Dua minggu berlalu, Lusa hasil tes DNA antara Reyvan dan Fazel akan keluar. Slama dua minggu ini juga, Reyvan slalu berusaha membuat Sasha hamil, dia ingin istrinya segera hamil agar Sasha terikat dan tidak pergi meninggalkan Reyvan saat Sasha mengetahui soal Fazel.


"Yahh masa periodeku datang." Gumam Sasha saat berada ditoilet dirumah sakit.


Sasha langsung mengirim pesan kepada Reyvan.


"Mas, sepertinya gagal, periodeku datang."


"Gak apa apa sayang, nanti kita coba lagi, kamu jangan lupa konsultasi sama dokter kandungan disana ya, minta vitamin atau apa gitu."


"Iya Mas, maaf ya."


"Aku sayang kamu Sha, nanti kita berusaha lagi ya sayang, Love U."


Sasha menaruh ponselnya dan menghela nafas.


"Harusnya dari awal gue gak usah tunda-tunda, Mas Rey Benar-benar pengen banget punya anak."


Pulang dari rumah sakit, Sasha mampir kebutik Aluna milik Maminya yang sedang dikelola oleh Farah.


"Kak Farah.." Panggil Sasha saat masuk kedalam butik dan melihat Farah sedang berada di loby butiknya.


"Lho koq gak ngabarin Sha." Sapa Farah sambil memeluk adik iparnya itu.


"Aku mau curhat." Ucap Sasha.


"Naiklah keruangan, nanti Kakak nyusul ya." jawabnya lembut.


Sasha naik keruangan dan duduk bersandar pada sofa, seolah melepas lelah karna dia baru saja pulang piket dirumah sakit.


Farah menyusul dengan membawa minuman ice coffe yang dia pesan dari caffe sebelah butiknya itu.


"Kenapa cantikk?" tanya Farah.


"Aku lagi datang bulan Kak, periodeku datang lagi, gagal lagi deh punya anak. Padahal mas Rey udah berharap banget aku hamil bulan ini." Ucapnya masih dengan memejamkan matanya.


"Sabar Sha, coba lagi terus, Jangan dibawa stres, kamu kan calon dokter, paham dong kalau harus menjaga mood" Ucap Farah.


Tok.. tokk... tokk


Suara seseorang mengetuk pintu.


"Masuk" Jawab Farah.


Salah satu pegawainya masuk, "Maaf Miss Farah, ada tamu." Ucapnya grogi.


"Siapa Din?" Tanya Farah.


"Ibu Martha." Jawab Dini ragu-ragu.


Sasha dan Farah langsung berdiri, "Kenapa gak langsung naik keatas Din?" Tanya Farah.


Sasha langsung keluar dan melihat Maminya yang sudah lama tidak bertemu sedang duduk diruang tunggu didepan ruangan Farah.

__ADS_1


"Mami" Panggil Sasha dengan tatapan mata berkaca-kaca.


Mami Martha berdiri kemudian berjalan kearah Sasha. Sasha berhambur memeluk Mami Martha.


"Mami kemana aja? Sasha kangen." lirih Sasha didalam pelukan Mami.


Sementara Farah berdiri di depan pintu menyaksikan pertemuan anatara Sasha dan Mami Martha.


"Sha ajak Mami kedalam, kita bicara didalam." Ajak Farah.


Mami Martha menatap Farah dengan tatapan tidak bisa diartikan, dia sedikit tau dari pagawainya kalau Farah adalah istri dari Darren dan memegang butik ini setelah Tania mengundurkan diri karna akan menikah.


Mami Martha dan Sasha duduk di sofa, Pandangan Mami Martha beredar mengelilingin ruang kerjanya dulu, masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah.


"Kamu sehat Sha?" Tanya Mami dengan lembut.


Sasha mengangguk, "Aku baik-baik aja Mam, Mas Rey dan keluarganya begitu baik sama aku, Kak Darren juga sudah kembali, dan ini Kak Farah istri Kak Darren Mam." Jawab Sasha.


Mami menengok kearah Farah, sementara Farah hanya menunduk tidak berani menatap mata mertuanya, ya Farah memang mempunyai sifat kurang percaya diri, dan Darren slalu mampu menutupinya, tapi saat ini Darren sedang tidak ada disisinya.


"Kamu istri Darren?" Tanya Mami dengan lembut.


"I..iya Bu." Jawab Farah grogi.


"Hey, kenapa grogi, dan jangan panggil aku ibu, aku Maminya Darren, berarti Mamimu juga. Kemarilah Nak, duduk disebelah Mami." Ajak Mami Martha.


Farah pindah duduk disebelah Mami Martha, sehingga terlihat Mami Martha duduk diapit oleh Sasha dan Farah.


"Anak itu setelah lama menghilang dan kini berani menikahi anak gadis orang secantik ini." Ucap Mami Martha dengan menangkup wajah Farah.


Sasha menceritakan hubungan Darren dan Farah hingga akhirnya menikah, sesekali Farah ikut bercerita juga. Dan Mami Martha sangat senang, Farah mempunya hobi yang sama dengannya yaitu dalam hal desaign dan Fashion.


Farah membawa pulang Mami Martha keapartemennya, Sasha pun ikut dengan mereka.


"Mami tinggalah disini bersama aku dan Darren." Ucap Farah.


"Terimakasih sayang, Anak nakal itu terlalu beruntung mendapatkan gadis sebaik kamu."


Ceklek..


Pintu apartemen terbuka, terlihat Darren bergegas masuk dan langsung memeluk Maminya.


Sebelum mereka pulang dari butik, Farah mengirimkan pesan ke Darren untuk segera pulang keapartemen karna Maminya sudah kembali, dan Darren yang saat itu sedang rapat pun langsung meninggalkan rapat tanpa berfikir lebih panjang lagi.


"Mami.." Panggil Darren sambil memeluk Maminya itu.


"Anak nakal." Jawab Mami Martha.


Darren mengendurkan pelukannya, "Mam, ini istriku." Ucap Darren sambil menarik tangan Farah.


"Mami sudah tau."


"Apakah Mami merestui kami?" Tanya Darren.

__ADS_1


"Mami sangat merestui, tidak perduli dengan latar belakang Farah, yang Mami tau dia adalah Istrimu dan Menantu Mami. Sayangi dia Darren." Ucap Mami.


Darren mengangguk.


...***...


Dikamar, Sasha melihat Reyvan tidur dengan gelisah, tubuhnya berkeringat pedahal dikamar mereka memakai pendingin ruangan.


"Mas, bangun mas." Ucap Sasha pelan.


Reyvan terbangun kemudian duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur.


"Ada apa Mas?" Tanya Sasha dengan lembut sambil memberikan air minum untuk Reyvan.


"Gak tau Sha, mungkin karna kerjaan aku lagi banyak jadi membuat aku lelah." Jawab Reyvan sambil mengusap pangkal hidungnya.


"Mas tiduran aja, biar aku pijit kepalanya ya." Ucap Sasha.


Reyvan menggelengkan kepalanya, "Gak usah sayang, aku mau kamu peluk aku aja ya, rasanya tenang banget kalau kamu peluk."


Sasha merangkul kepala Reyvan, membuat Reyvan menjadi sangat tenang mencium aroma tubuh Sasha.


"Mas.." Panggil Sasha pelan.


"Hemm." Reyvan hanya berdehem.


"Ada apa? cerita sama aku." Tangan Sasha masih setia mengusap kepala Reyvan.


"Aku lelah Sha, lelah dengan pekerjaanku."


"Kenapa gak ambil cuti untuk istirahat."


"Aku istirahat tapi kamu sibuk dirumah sakit, lebih baik aku lelah dikantor daripada harus sendirian istirahat."


"Maaf." Lirih Sasha.


"Gapapa Sayang, aku cuma takut kamu terlalu sibuk dan ninggalin aku."


"Haiisshh kamu ngomong apa sih Mas, mana mungkin aku ninggalin kamu. Emangnya kamu selingkuh? Engga kan? Kesalahan apapun akan aku maafkan kecuali selingkuh." Ucap Sasha.


Reyvan tidak berani memjawab perkataan Sasha, dirinya memilih diam seolah tertidur.


Sasha terus mengusap kepala Reyvan hingga dengkuran halus khas tidur terdengar.


"Tidurlah Mas, aku gak kemana-mana. Akan slalu bersamamu." Bisik Sasha sambil mengecup kening, kemudian bibir Reyvan sekilas.


"Maafkan aku Sha, sungguh maafkan aku." Batin Reyvan.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2