MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
KAMU APAKAN DADDYMU?


__ADS_3

"Dan ijinkan aku terus menjalani hidupku berdua dengan Rachel."


"Apa maksud kamu Sha? Kamu mau ninggalin aku lagi Sha?" Reyvan menggelengkan kepalanya, "Aku gak mau Sha, lebih baik kamu bunuh aku aja dari pada aku harus kehilangan kamu lagi." Ucap Reyvan dengan putus asa.


Sasha hanya diam, dia melihat kesedihan dimata Reyvan.


"Kamu sudah ada Fazel Mas, kamu harus lebih dewasa lagi." Ucap Sasha.


"Bukan hanya Fazel Sha, tapi ada Rachel juga. Fazel dan Rachel sama-sama anak kita Sha, kamu tega Sha misahin aku dari Rachel?"


"Kapan aja kamu bisa bertemu dengan Rachel, aku tidak akan melarangnya."


"Kamu egois Sha." Lirih Reyvan.


"Mas.. Mengertilah, aku sudah terlalu lelah jalani ini semua. Aku hanya ingin fokus untuk Rachel dan pekerjaanku."


Lama mereka terdiam, hingga akhirnya Reyvan yang berbicara terlebih dulu.


"Apa aku terlalu menyakitimu Sha, apa aku terlalu mengecewakanmu?" Lirihnya.


"Aku hanya lelah Mas, aku butuh waktu untuk terbiasa dengan semua ini."


"Baiklah Sha, tapi aku mohon jangan hindari aku, aku akan terus menunggu kamu untuk menerima maafku." Ucapnya meyakinkan sambil menggenggam tangan Sasha.


Sasha mengangguk dan sedikit tersenyum.


"Kapan kamu akan mengenalkan aku sebagai Daddy nya Rachel?" Tanya Reyvan.


Tak lama Rachel kembali bersama Fazel menghampiri Sasha.


"Mommy, Lahel haus banget." Ucapnya dengan nafas tidak beraturan.


Sasha dengan sigap membuka air mineral kemasan untuk Rachel.


Sasha juga membuka satu air mineral lagi untuk diberikan pada Fazel, Fazel menerimanya dan tersenyum.


Sasha mengambil tissue dimeja dan mengusapkannya pada kening Rachel yang berkeringat, dia juga melakukan hal yang sama pada Fazel.


"Asik banget ya mainnya sampai pada keringetan gini."


"Kak Fazel tadi dolong lahel gak belenti mom, telus gantian pas kak Fazel naik ayunan, lahel dolong yang kenceeeeng banget." Ucap Rachel bercerita dengan riang.


Sasha tertawa mendengarnya, Reyvan juga tak berhenti mengulas senyum.


"Mommy kita jadi pelgi cali boneka unicorn dan pinsil mewalnai?" Tanya Rachel.


"Jadi dong." Jawab Sasha.


"Kak Fazel ikut juga Mom?"


"Kak Fazel juga ikut." Jawab Sasha sambil tersenyum kearah Fazel.


"Uncle itu ikut juga Mom?" Tanya Rachel berbisik yang masih terdengar oleh Reyvan.


"Rachel suka sama Uncle itu? Itu Daddynya Kak Fazel." Jawab Sasha.

__ADS_1


"Sasha juga mau punya Daddy Mom. Mommy bilang kita pulang kejakalta untuk ketemu Daddy." Bisiknya lagi yang masih terdengar oleh Reyvan.


Sasha tersenyum. "Daddy nya Kak Fazel, Daddynya Rachel juga. Kak Fazel itu Kakaknya Rachel." Ucap Sasha sedikit menjelaskan pada Rachel.


"Mommy bohong." Ucap Rachel dengan tidak percaya.


"Rachel, sini Daddy gendong." Sahut Reyvan.


Rachel yang duduk dipangkuan Sasha langsung memeluk Sasha.


"Loh kenapa Hel? katanya mau ketemu Daddy, itu Daddynya Rachel." Ucap Sasha menjelaskan.


Perlahan Reyvan duduk dan mendekat pada Sasha dan Rachel. Lalu dengan lembut mengambil alih Rachel dalam pelukan Sasha.


"Anak Daddy yang cantik." ucap Reyvan sambil mencium kening Rachel dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Reyvan merasa takjub melihat dan bisa menggendong anak kandungnya sendiri.


Sasha dengan peka langsung menarik Fazel agar dirinya tidak merasa minder dan merangkulnya.


"Benelan Daddy Lahel?" Tanya Rachel.


Reyvan mengangguk, "Maaf Daddy tidak mengenalimu, Kamu tumbuh dengan sangat baik dan cantik."


Rachel memeluk Reyvan dan berulang kali mengecup pipi Reyvan kanan dan kiri bergantian, membuat Reyvan tertawa lepas.


Sasha yang merangkul Fazel juga langsung membisikan sesuatu kepada Fazel, "Panggil aku Mommy ya." Ucapan itu seperti mantra, membuat Fazel langsung memeluk Sasha.


"Anak pintar." Ucap Sasha kepada Fazel sambil mencium puncak kepala Fazel.


Selesai makan dicafe mereka berjalan-jalan di Mall, menuju toko buku Gr*media untuk membelikan Rachel dan Fazel perlengkapan menggambar.


"Sejak kapan Fazel suka mewarnai mas?" Tanya Sasha sambil sibuk memilih buku gambar.


"Dari mulai teraphy, Fazel sulit berkomunikasi karna tidak mau berbicara, dia mengalami trauma karna menjadi saksi saat kecelakaan bersama orang tuanya." jawab Reyvan.


"Apa Fazel tidak bersekolah?" Tanya Sasha.


"Home Schooling Sha." Jawab Reyvan.


"Daddy ayo belikan Lahel boneka Unicorn." Rengek Rachel.


"Okey princess." Jawab Reyvan bersemangat.


Dari toko buku mereka memasuki toko boneka, Mata Rachel berbinar menelusuri isi toko tersebut. "Daddy Lahel mau boneka unicorn yang itu." Tunjuk Rachel dengan antusias.


Sementara Rachel dan Reyvan asik sendiri, Sasha dan Fazel menunggu diluar ditoko.


"Fazel capek?" Tanya Sasha dengan lembut.


"Ti... dak." Jawabnya.


"Panggil aku apa Zel?" Tanya Sasha lagi dengan terus mengajak Fazel berbicara.


"Mom..my." Jawabnya lagi dan sedikit tersenyum.


"Rachel, adik Fazel dan Fazel harus menyayangi Rachel ya." Ucap Sasha.

__ADS_1


"Aa..dik? Fazel punya adik Mom?" Tanya Fazel dengan mulai sedikit lancar.


Sasha mengangguk. "Iya, Fazel suka?"


Fazel mengangguk.


Reyvan keluar dengan menggendong Rachel dan beberapa Paperbag ditangannya. Reyvan pun memakai bando Unicorn yang ditunjuk oleh Rachel. Melihat hal itu Sasha tertawa.


"Rachel, kamu apakan Daddymu?" Tanya Sasha.


"Daddy lucu Mom." Jawabnya cekikikan.


"Kenapa beli bonekanya banyak sekali?" Tanya Sasha mengintrogasi.


"Daddy yang belikan Mom, Daddy bilang nanti Daddy mau buatkan kamar isinya Uncorn semua." Ucap Rachel dengan antusias.


Sasha hanya menghela nafas.


"Ya udah, ini udah sore, kita pulang ya." Ajak Sasha.


"Lahel mau pulang kelumah Daddy, kata Daddy lumah Daddy ada kolam lenangnya, lahel bisa naik floaties unicorn Mom."


"Tidak sekarang ya, sekarang kita pulang kerumah Papa Ren."


Seketika wajah Rachel menjadi cemberut.


"Besok kita kerumah Daddy nya sekalian nengok Oma ya." Bujuk Sasha.


Masih dengan wajah cemberut, Rachel mengangguk.


Mereka masuk kedalam mobil.


"Mas antarkan aku kerumah sakit dulu. Mobilku masih disana, besok aku libur jadi gak kerumah sakit." Ucap Sasha.


"Aku antar kamu ke apartemen Kak Darren aja ya, kunci mobil kamu kasih ke aku, nanti aku suruh Billy ambil bawa kerumah Bunda. Besok aku jemput kamu sama Rachel."


"Ga usah Mas, kamu kan harus jemput Bunda."


"Dan Bunda pasti lebih nyuruh aku untuk jemput kamu dan Rachel." jawab Reyvan.


"Mom, Rachel tidur." sahut Fazel dari kursi belakang.


"Apa Zel? Mom?" Tanya Reyvan tak percaya mendengar Fazel memanggil Sasha dengan panggilan Mom.


"Aku yang menyuruhnya." Jawab Sasha.


Reyvan tersenyum mendengarnya, dia merasa Sasha akan kembali kepadanya, hanya soal waktu yang akan mengantarkannya untuk kembali bersamanya.


.


.


.


.

__ADS_1


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2