MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BONUS CHAPTER 5 ROMANTISNYA FAZEL


__ADS_3

Sebulan berlalu, Kini Fazel dan Rachel tetap tinggal dirumah Reyvan dan Sasha.


Suara mobil berhenti dihalaman rumah, terlihat Reyvan baru saja pulang dari kerjanya.


"Dad, gak bareng Kak Fazel?" Tanya Rachel.


"Hmm anak Daddy yang udah jadi istri Fazel, sekarang yang ditanyain Fazel terus, Daddy sampe lupa gak dicium." Ledek Reyvan.


Rachel hanya nyengir, lalu memeluk Reyvan dan mencium pipinya.


"Sudah pulang Mas?" Tanya Sasha yang ikut menghampiri Reyvan dan Rachel lalu mencium pipi Reyvan.


Semenjak Rachel menikah, Sasha mulai mengurangi jadwal praktik dirumah sakit, Ia hanya akan berpraktik seminggu tiga kali dihari dan jam kerja.


Makan malam tiba, namun Fazel masih belum pulang juga. Rachel terlihat cemas karna seharian ini Fazel tidak bisa dihubungi.


"Dad, apa Kak Fazel ga titip pesan apa-apa?" Tanya Rachel yang mulai sedikit kesal.


"Tadi Daddy terakhir ketemu dikantor pas lagi rapat. Terus pas Daddy pulang, Daddy lihat Kenzo masih bolak balik keruangan Fazel, sepertinya mereka masih bahas proyek baru yang akan berjalan." Jawab Reyvan.


"Ponsel Kak Fazel tidak bisa dihubungi." ucap Rachel.


"Mungkin Kakakmu sibuk Hel." Sahut Sasha.


"Suami sayang, Fazel bukan lagi Kakak Rachel tapi suaminya." Ucap Reyvan sambil merangkul bahu Sasha.


Sasha tertawa, "Maafkan Mommy sayang, kalian tumbuh bersama, Mommy terkadang lupa kalau anak gadis Mommy sudah menikah dengan Anak yang sudah Mommy anggap anak sendiri."


Ditempat yang berbeda, Fazel melirik jam di tangannya, waktu sudah menunjukan pukul delapan malam.


"Sudah malam Ken, besok kita lanjut lagi." Ucap Fazel sambil mematikan layar laptopnya.


"Besok sabtu Zel, libur. Lo jangan terlalu workaholic, kasian Rachel."


"Iya Ken, lo bener. Gue udah nikah dan ada istri yang nunggu gue balik." Fazel tersenyum lalu berdiri.


Mereka turun ke lobby dan berpisah saat menaiki mobil masing-masing.


"Pak berhenti dulu ya ditoko bunga Amora." Titah Fazel pada sang sopir.


Fazel membeli dua buket bunga, satu buket bunga mawar merah untuk Sasha sang Mommy dan satu lagi bunga mawar merah muda untuk istrinya tercinta.


Setelah dari toko bunga, Fazel bergegas dan akhirnya tiba dirumah. Ia segera turun dan Sasha menyambutnya.


"Malam Mom." Ucap Fazel sambil memberikan satu buket mawar merah untuk Sasha.


"Malam Sayang, wah cantik sekali bunganya. Terimakasih Anak kebanggaan Mommy." Ucap Sasha sambil menerima lalu menghirup aroma bunga mawar tersebut.



By the way kenapa malam sekali?" Tanya Sasha pada Fazel.

__ADS_1


Fazel mengusap pelipis matanya, "Banyak kerjaan Mom." Jawabnya dengan wajah lelahnya.


"Masuklah, Istrimu dari tadi menunggumu." Ucap Sasha.


"Iya Mom, apa Rachel sudah makan Mom?" Tanya Fazel seolah mengkhawatirkan istrinya itu.


"Sudah Zel, malah harusnya Momny nanya kamu, apa kamu sudah makan? kamu terlalu mencemaskan Rachel sampai melupakan dirimu sendiri."


Fazel tersenyum, "Karna Rachel itu mood booster aku Mom, aku gak mau Rachel sampai sakit."


"Aku lihat Rachel dulu ya Mom." Fazel mencium pipi Sasha kemudian langsung naik kelantai dua.


Ceklek..


Fazel membuka pintu kamarnya, terlihat Rachel sedang memainkan ponselnya diatas tempat tidur.


Rachel melihat kearah Fazel kemudian segera menaruh ponselnya dan berhambur memeluk Fazel.


"Kenapa baru pulang?" Tanya Rachel dengan manja didalam dekapan Fazel.


"Maaf sayang, kerjaan lagi banyak banget dan ponselku lowbat." Jawab Fazel yang mengeratkan pelukannya lalu menciumi puncak kepala Rachel.


"Untuk Kamu." Ucap Fazel lagi sambil mengendurkan pelukannya dan memberikan sebuket bunga mawar merah muda kesukaan Rachel.



Wajah Rachel langsung sumringah karna menerima buket mawar dari Fazel.


Fazel tertawa, "Stop sayang, aku mandi dulu ya. Nanti lanjut lagi ciumnya."


Rachel tersenyum, "Biar aku siapkan air hangatnya ya Kak."


"Jangan sayang, aku mandi air hangat langsung dari shower aja, tidak perlu mengisi bathup."


"Kalau gitu aku siapkan makan malam ya Kak."


Fazel mengangguk, "Terimakasih Mood Boosterku. I love U."


"Hemm.. I love u too Hubby." Jawab Rachel dengan nada sensual.


Fazel masuk kedalam toilet dan Rachel menyiapkan pakaian ganti untuk Fazel lalu meninggalkan kamarnya untuk menuju dapur dan menyiapkan makan malam untuk Fazel.


"Kak Rachel belum tidur?" Tanya Zio yang sedang membuka kulkas dan mencari sesuatu.


"Belum Zi, mau hangatin makanan untuk Kak Fazel." Jawab Rachel.


"Aku mau juga dong Kak, laper nih."


"Lagi suka kebiasaan, waktunya makan malam malah tidur. Ya udah duduk aja disana, nanti Kakak siapin, kamu makan bareng sama Kak Fazel."


"Terimakasih Kakak cantik. I love u deh pokonya" Ucap Zio sambil menunjukan jari telunjuk dan jempol memberikan kode love.

__ADS_1


Zio sudah duduk di kursi meja makan, tak lama Fazel menyusulnya.


"Hai Zi.." Sapa Fazel.


"Kak Fazel semenjak menikah kenapa jadi semakin tampan." Ucap Zio.


Fazel tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Zio. "Bisa aja kamu Zi."


"Itu tandanya kakak bisa ngurusin Kak Fazel Zi." Sahut Rachel sambil membawa dua buah piring untuk Fazel dan Zio.


Lalu mereka bertiga tertawa.


"Dengar itu Mas? Fazel bahagia sekali bersama Rachel, dan Zio juga slalu bersama mereka." Ucap Sasha saat menata bunga mawar merah diVas kamarnya yang Fazel berikan.


Reyvan memeluk Sasha dari belakang. "Aku tau Fazel memang tepat untuk anak-anak kita sayang, aku tidak pernah menyesal membawa Fazel kekeluarga kita."


Selesai makan malam yang kemalaman, Fazel masuk kamar bersama Rachel, sementara Zio kembali kekamarnya setelah perutnya kenyang.


Fazel tidur di pangkuang Rachel, dan Rachel memijat pelan kepala Fazel.


"Cape sekali ya Kak?" Tanya Rachel.


"Hem.. Lumayan sayang." Jawabnya bergumam seperti sudah setengah tidur.


Tiba-tiba Fazel mencium perut Rachel, "Aku ingin segera mempunyai anak, anak yang cantik sepertimu." Gumamnya yang terdengar oleh Rachel.


"Tidak sekarang Kak, aku baru saja datang bulan." Jawab Rachel.


Ini pertama kalinya Rachel mendapatkan tamu bulanannya setelah menikah dengan Fazel.


"Apa perutmu baik-baik saja? tidak keram?" Tanya Fazel dengan posisi duduk.


"Baik kak, aku gapapa." Jawab Rachel sambil menangkup kedua pipi Fazel dan mencium bibir Fazel sekilas.


Fazel tersenyum, Rachel memanglah mood booster untuk Fazel, Rachel yang slalu manja tetapi ada saatnya Rachel bisa jadi tempat berpulang yang nyaman untuk Fazel.


.


.


Sambil nunggu Up Bonus Chapter, mampir yuk ke karya aku selanjutnya yang berjudul Takdir Cinta (Ghea&Tristan).


Jangan lupa bantu Vote Vote Vote dan Like Like Like ya.. Juga tinggalkan Jejak Comment.. Trimakasih Readers 😊🙏



.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2