MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
TIDAK ADA PILIHAN


__ADS_3

"Hari ini libur Sha?" Tanya Reyvan yang sedang menyisir rambutnya.


"Iya Mas, aku mau pergi sama Kak Darren dan Kak Farah ke butiknya Mami."


"Hem tumben, ada apa kesana?"


"Kak Darren mau cari info soal Mami disana, Miss Tania pasti tau dimana Mami, karna keuangan butik dan salon dia yang kelola."


Darren tiba-tiba memeluk Sasha dari belakang, "Aku takut Sha." lirih Reyvan tepat ditelinga Sasha.


"Kamu kenapa mas?" Tanya Sasha heran.


"Aku takut ngecewain kamu dan kamu ninggalin aku."


Ya, hari ini adalah hari dimana Reyvan akan masuk kedalam perangkap Sherin untuk test DNA yang sudah Sherin rancang bersama dokter Gio.


Sasha mengendurkan pelukannya dan menatap mata Reyvan, lalu berkata,


"Selama kamu gak selingkuh, aku gak akan ninggalin kamu mas, karna selingkuh itu adalah hal yang paling tidak bisa dimaafkan, mungkin aku akan seperti Mami yang pergi tanpa jejak ninggalin Papi yang sudah selingkuh dari Mami."


Reyvan pergi kekantor untuk menyelesaikan pekerjaannya bersama Billy sebelum akhirnya menemui Sherin dirumah sakit.


Sementara Sasha sudah dijemput oleh Darren dan Farah dikediaman orang tua Reyvan. Setelah berpamitan pada Bunda, Sasha pergi bersama Darren dan Farah.


"Mba Sasha." panggil Miss Tania yang mengelola butik dan salon Mami Martha.


"Miss Tania." Sapa Sasha kemudian memeluk Tania.


Mereka masuk kedalam ruangan Mami Martha.


"Mba Sasha kemana aja, Miss hubungin nomernya gak aktif terus."


"Maaf Miss, Hp ku rusak dan aku ganti nomer."


"Miss bingung, bulan depan Miss mau nikah dan ikut suami Miss ke Australia, Butik ini Miss gak bisa pegang lagi. Ibu Martha juga sudah lama ga hubungin Miss, semua uang penghasilan dari butik dan salon ini Miss simpan di rekening Butik." Jelas Tania panjang lebar.


"Terus gimana Miss, aku juga gak bisa kelola butik dan salon Mami."

__ADS_1


"Mau gak mau kamu harus teruskan butik dan salon Mami Sha, kasian Mami kalau butiknya ditutup."


Sasha menatap Darren seolah bertanya harus bagaimana. kemudian Sasha melirik Farah yang sedang berdiri sambil memperhatikan beberapa sketsa desaign Mami yang tertumpuk rapih di meja kerja Mami.


"Kak Darren, bagaimana kalau butik dan salon ini Kak Farah aja yang pegang, Kak Farah kan juga seorang desaigner, dan sudah biasa mengelola butik selama diParis." Ucap Sasha.


Darren menatap Farah yang masih asik memperhatikan lembaraan-lembaran sketsa itu lalu memanggil Farah agar duduk disebelahnya.


"Miss Tania, ini Kak Darren, kakak aku dan anak Mami yang pertama, dan ini istrinya kak Darren." Sasha memperkenalkan Darren dan Farah karna selama ini Darren tidak pernah datang berkunjung ke butik maupun salon Mami.


"Aku rasa Kak Farah yang akan cocok mengelola butik dan salon Mami, Kak Farah sudah pengalaman selama diparis, dan dia juga seorang desaigner kan Kak."


"Sha, jangan Kakak Sha." Pinta Farah.


"Kak Farah, aku gak bisa kelola butik dan salon Mami, aku ingin jadi dokter, tapi aku juga gak mau salon dan butik Mami tutup gitu aja, tolonglah Kak, setidaknya sampai Mami ketemu." Bujuk Sasha.


"Sayang, apa yang dibilang Sasha benar, kamu juga butuh kegiatan kan, bukankah kamu ingin punya butik sendiri, tadinya aku mau buatkan kamu butik, tapi apa salahnya kamu tolong pegang dulu butik dan salon Mami, ini impian Mami." Bujuk Darren.


"Tapi Sasha anak perempuan Mami Ren, dan Mami Martha belum mengenal aku."


"Kak, kak Farah juga Anak Mami, Aku yakin Mami pasti setuju, Mami menyayangi Kak Darren, pasti menyayangi Kak Farah juga." Ucap Sasha meyakinkan.


Perjalanan Reyvan dan Billy menuju rumah sakit.


"Gue ngerasa berdosa sama Sasha Bill." Lirih Reyvan.


"Ya mau gimana lagi Rey, mau gak mau lo harus lewatin proses ini."


"Sasha bilang kalau gue selingkuh, dia mau ngilang tanpa jejak seperti Maminya."


"Kalau begitu berusahalah jangan sampai Sasha tau soal Fazel. Pasti sangat menyakitkan untuk Sasha kalau Sasha tau lo punya anak lain Rey, sementara Sasha belum kasih lo anak."


"Karna itu, kemarin gue minta Sasha untuk segera punya anak, gue mau ngiket dia biar ga pergi ninggalin gue kalau ada anak Bill."


"Hah!! otak lo masih licik aja Rey, bisa-bisanya lo ngiket Sasha dengan cara begitu."


"Kalau ada cara yang jamin Sasha gak pergi dari gue, gue akan lakuin Bill."

__ADS_1


Mereka tiba dirumah sakit Y, Sherin dan Fazel sudah menunggu diruang tunggu.


Reyvan dan Fazel masuk untuk diambil sample yang akan jadi bukti otentik tes DNA tersebut.


"Hasilnya paling cepat akan keluar dua minggu lagi ya." Ucap dokter Gio.


Reyvan terus memperhatikan anak laki-laki tersebut, anak itu hanya diam dan tidak banyak bicara, tidak ada keceriaan seperti anak-anak lainnya yang seumuran dengannya.


"Rey, kalau hasilnya semua sama dan menunjukan bahwa Fazel anak kamu, aku mau kamu menikahi aku."


Reyvan terkejut. "Jangan mimpi kamu Rin, aku sudah menikah dan tidak mungkin menikahimu."


"Kamu egois Rey, Anak ini bukan hanya butuh materi, tapi Fazel juga butuh Akta kelahiran untuk syarat masuk sekolah, dan Akta itu tidak akan jadi kalau tidak ada pernikahan diantara orangtuanya. Anak ini butuh legalitas Rey, dia bukan anak haram, Fazel anak kamu!!" Ucap Sherin dengan tegas.


"Kita bertemu dua minggu lagi." Ucap Reyvan yang berdiri dari duduknya.


"Kita menikah, atau anak ini kamu bawa sendiri. Hanya itu pilihannya Rey, pikirkan baik-baik." Ucap Sherin dengan senyum liciknya.


Reyvan masuk kedalam mobil bersama Billy.


"Shit, gue nyesel punya masa lalu sama cewek iblis kaya Sherin." Umpat Reyvan.


"Udahlah Rey, sekarang lo tinggal memperbaiki diri." Ucap Billy


"Gue lagi terus memperbaiki diri Bill, gue mau jadi suami yang baik buat Sasha dan Ayah yang baik untuk anak-anak gue nanti. Tapi perlahan kebejatan gue dimasalalu terbongkar terus Bill, Gue capek."


Billy merasa kasihan terhadap sahabatnya itu, dia tau percis perjuangan Reyvan berubah demi Sasha, namun perlahan semua masa lalu Reyvan terbongkar, yang Reyvan takutkan bukan dia akan diusir oleh Ayahnya dari rumah maupun dari perusahaan, yang Reyvan takut adalah Sasha berhenti mempercayainya dan meninggalkannya.


"Bisa lo kasih tau gue harus gimana Bill?"


"Gue aja gak tau Rey, terlalu rumit, kalau lo pilih nikah sama Sherin, sama aja lo nunggu waktu buat Sasha ninggalin lo, tapi kalo lo pilih bawa anak itu, Sasha juga pasti akan shock dan ninggalin lo, Ayah akan kecewa bahkan mungkin ngusir lo karna udah bikin Sasha pergi, dan Bunda kemungkinan akan lebih shock soal anak itu. Banyak resikonya Rey."


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2