
Dugg..
Sebuah bola basket mengenai tepat dikepala Rachel saat jam pelajaran olahraga. Rachel langsung pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah.
"Hel, bangun Hel, Rachel.." Rania menepuk pipi Rachel dengan pelan.
"Bawa ke UKS aja." seru Tasya yang berada disamping Rachel juga.
Guru Olahraga membawa Rachel ke UKS.
"Ran, kita panggil Kakaknya Rachel yuk di SMA." ajak Tasya.
"Engga ah Tas, gue malu kalo harus nyamperin anak SMA. Telpon aja kakak lo, bukannya satu kelas sama Kak Fazel ya?" Tanya Rania.
"Lebih baik samperin langsung Ran, ya udah kalo lo gak mau gue aja deh yang nyamperin." Tasya meninggalkan Rania dengan perasaan kesal, pasalnya Rania itu sahabat Tasya dan Rachel, tapi seolah tidak perduli dengan keadaan Rachel.
"Tas, tunggu gue Tas.. Iya gue ikut." Jawab Rania yang mengejar Tasya.
Tasya tersenyum dan mengangkat kedua jempolnya, "Gitu dong." Jawba Tasya tersenyum.
"Ras, itukan Tasya adik lo yang di SMP ya?" Ucap Rino pada Rasya yang sedang berkumpul bersama Fazel dan Vanessa juga teman yang lainnya.
Rasya berdiri, "Iya, mau ngapain ya?" Tanya Rasya bingung. Pasalnya Tasya tidak pernah mau meyapa Rasya jika disekolah.
"Minta duit jajan kali." Celetuk Kenzo.
"Mau ngapain kesini dek?" Tanya Rasya sesaat setelah Tasya dekat dengan Rasya dan teman-temannya.
"Mau ke Kak Fazel Kak, ada perlu." Jawab Tasya.
Rasya menoleh kearah Fazel, dan Fazel yang merasa namanya disebut langsung menatap Tasya.
"Kak Fazel." Panggil Tasya.
Fazel berdiri, "Iya, ada apa?" Tanya Fazel dingin.
"Rachel Kak.. dia...." Ucap Tasya terbata-bata.
"Rachel kenapa?" Tanya Fazel dengan sorot mata tajam.
"Rachel dibawa ke UKS, tadi kepalanya kena bola basket, hidungnya berdarah dan ping....." Belum sempat Tasya menyelesaikan ucapannya, Fazel langsung berlari menuju kawasan SMP dan menuju UKS SMP.
Tasya dan Rania juga berlari mengikuti Fazel dan disusul oleh Vanessa juga Rasya dan Kenzo.
Fazel langsung masuk kedalam UKS dan melihat Rachel yang masih terbaring dengan wajah pucatnya, dibagian hidungnya masih terdapat sisa bercak darah.
"Hel.." Lirih Fazel yang membelai rambut Rachel.
"Rachel gapapa Zel, tadi sudah sadar, sepertinya sekarang tertidur." Jawab suster UKS.
Fazel duduk disamping brankar Rachel, matanya terus menatap wajah pucat Rachel, tangannya masih terus mengusap kepala Rachel.
__ADS_1
Teman-teman Fazel dan Rachel yang melihat kasih sayang Fazel terhadap kepada Rachel sangat terharu.
"Fazel sayang banget sama adiknya." Bisik Vanessa kepada Rasya yang terdengar oleh Tasya dan Rania diluar UKS yang melihat dari jendela.
"Jelaslah, kan adiknya, gue juga sayang sama adik gue." Jawab Rasya.
"Sayang dari hongkong, lo mah dzolim terus sama gue Kak, gak ada baik-baiknya kayak kak Fazel ke Rachel." Sahut Tasya.
"Tapi Kak Fazel ke Rachel kaya kepacar ya, mereka kayak pacaran." Kali ini Kenzo berbicara.
Rachel perlahan mengerjapkan matanya,
"Kak Fazel.." Lirih Rachel.
"Sakit Hel? yang mana yang sakit? Kakak Panggil Mommy ya?" Tanya Fazel bertubi-tubi.
Rachel menggelengkan kepalanya. "Jangan Kak, Mommy udah sibuk dirumah sakit, kasian kalo harus repot kesini juga. Lagian Rachel gapapa." Jawab Rachel sambil memegang pelipis matanya.
"Istirahat disini ya, nanti pulang sama Kakak." Ucap Fazel.
Rachel mengangguk. "Kakak balik kekelas aja dulu, Rachel tunggu sini ya."
"Rachel gapapa kakak tinggal dulu?" Tanya Fazel.
"Gapapa Kak." jawab Rachel.
Fazel mengusap pipi Rachel kemudian mencium keningnya, "Maafin Kakak gak bisa maksimal jaga Rachel ya."
Fazel mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap adik-adiknya. Ia sangat menyayangi Rachel, Zio dan juga Nabil. Slalu merasa bersalah jika membuat adiknya marah ataupun sakit. Fazel slalu mengalah terhadap adik-adiknya, slalu ingin membahagiakan juga menjaga adik-adiknya itu.
Pulang sekolah dan bubar kelas, Fazel bergegas kembali ke UKS, namun langkahnya terhenti saat Vanessa memanggilnya.
"Fazell.." Panggil Vanessa.
Fazel membalikan tubuhnya menghadap orang yang memanggilnya.
"Buru-buru ya?" Tanya Vanessa.
"Iya Van, gue harus antar Rachel pulang." Jawab Fazel.
"Tapi hari ini ada kelas melukis kan Zel?" Vanessa dan Fazel memang mengikuti kelas melukis yang khusus ada disekolah mereka, bahkan mereka berdua slalu menjuarai dan slalu mendapatkan tawaran untuk mengikuti pameran-pameran.
"Gue udah ijin sama ibu Diana, gue udah bilang Rachel sakit. Sory ya Van, gue duluan." Ucap Fazel kemudian berbalik arah kembali dan berlari kecil agar segera sampai menjemput Rachel.
Rachel memeluk Fazel diatas motor dengan begitu erat, kepalanya ia sandarkan dipunggung Fazel. Fazel mengendarai motor dengan kecepatan sedang bahkan agak pelan, tangan satunya memegang tangan Rachel sambil mengusap punggung tangan Rachel yang melingkar diperutnya dan tangan satunya mengendari motor.
Fazel membelokkan motornya kesebuah mini market. "Mau Ice cream Hel?" Tanya Fazel dengan lembut."
Rachel mengangguk.
Fazel masuk ke dalam mini market sementara Rachel menunggunya diteras mini market sambil duduk dengan kursi yamg disediakan.
__ADS_1
"Kak Fazel gak masuk kelas melukis hari ini?" Tanya Rachel saat menerima ice cream dari tangan Fazel.
"Engga, tadi kelasnya kebetulan libur." Jawab Fazel dengan berbohong sambil membuka minuman ringannya.
"Tadi kenapa bisa sampai kena bola?" Tanya Fazel.
"Gak tau, kata Rania Gery gak sengaja." Jawab Rachel.
"Lain kali hati-hati. Jangan dekat dengan orang yang lagi main bola ya." Ucap Fazel dengan lembut.
"Kakak Khawatir sama Aku?" Tanya Rachel pelan.
"Kamu ngomong apa Hel? ya jelaslah Kakak khawatir."
Rachel tersenyum, "Ini baru Kakaknya Rachel." Jawab Rachel.
Fazelpun tersenyum, "Ayo cepet habiskan ice creamnya, kita pulang, kamu harus istirahat."
Tiba dirumah, Fazel yang baru saja selesai memarkirkan motornya langsung dihampiri Zio dan Nabil.
"Kak Fazel, Zio dan Nabil ada tugas melukis pot untuk tanaman hias." Ucap Zio yang kini duduk dikelas dua SD bersama Nabil.
"Mau kakak bantuin?" Tanya Fazel.
Zio dan Nabil mengangguk.
"Baiklah tunggu dihalaman belakang ya, Kakak ganti baju dulu." Tangan Fazel mengusap kepala Zio dan Nabil.
Rachel mengekori Fazel.
"Hel tidurlah dikamarmu." Ucap Fazel saat menyadari Rachel terus mengekorinya.
"Tapi aku udah biasa tidur siang dikamar kak Fazel." jawab Rachel.
Fazel yang slalu mengalah hanya bisa diam dan mengikuti kemauan Rachel. Fazel mengambil pakaian gantinya dan berganti pakaian didalam toilet, setelahnya ia bergegas menyusul Zio dan Nabil untuk membantu melukit pot tanaman hiasnya.
"Zel, makan dulu." Panggil Bunda.
"Iya Oma, nanti aja. Fazel belum lapar, mau bantu dulu Zio dan Nabil." Jawab Fazel dengan santun.
Bunda tersenyum, terus memandangi Fazel yang penuh tanggung jawab terhadap adik-adiknya itu. Fazel sangat menyayangi dan slalu menjaga adik-adiknya.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1