MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
KEPERGIAN SASHA


__ADS_3

Siang itu Sasha berniat mengunjungi Reyvan dikantor pada saat jam istirahat.


Sasha memasak untuk yang terakhir kalinya.


Sasha datang kekantor Rivano Group, dan disambut oleh Vivi sekertaris Reyvan.


"Siang bu Sasha." Ucap Vivi dengan hormat.


Sasha tersenyum lalu memberikan Paperbag berisikan cake yang tadi sempat ia beli dijalan.


"Siang mba Vivi, oh iya Mba Vivi ini ada kue untuk Mba Vivi."


"Waah terimakasih Bu, jadi ngerepotin bu Sasha nih." Vivi menerima paperbag tersebut.


"Hmm Mba, ini ada Vitamin untuk suami saya, tolong diberikan setiap habis makan siang ya, mulai besok aja." Sasha kembali memberikan paper bag kecil berisikan vitamin.


"Baik bu." jawab Vivi.


"Suami saya ada didalam?" tanya Sasha.


"Ada bu, sedang bersama Pak Billy, mau saya panggilkan?"


"Tidak usah mba, biar saya langsung masuk aja ya." Jawab Sasha kemudian berjalan kearah ruangan Reyvan.


"Boleh masuk?" tanya Sasha saat membuka pintu.


Reyvan terkejut, pasalnya Sasha sudah mulai jarang datang kekantor untuk mengunjunginya.


"Masuk sayang." Jawab Reyvan sambil berdiri dan berjalan kearah Sasha lalu memeluk istri kecilnya itu.


"Aku bawa makan siang untuk kamu." Ucap Sasha sambil memperlihatkan lunch bagnya.


"Ehemmm." Suara Billy berdehem seolah mengkode bahwa dirinya masih ada diruangan itu.


"Hai Bill." Sapa Sasha.


"Hai bu dokter." Jawab Billy.


"Nih aku juga bawain lo makan siang Bill."


"Waahh Kakak ipar memang baik banget." Ucap Billy dengan mata berbinar.


"Kamu duduk dulu ya sayang, aku ke toilet dulu." Ucap Reyvan sambil berjalan menuju toilet didalam kamar istirahatnya.


Sasha dan Billy duduk di sofa.


"Bill, bentar lagi ya nikah sama Naya."


"Iya Sha, akhirnya penantian gue berakhir."


"Jagain Naya ya Bill, dia anaknya ceroboh, lo harus maklumin dia kalau dia masih manja. Tapi gue salut sama Naya, berapa banyak dokter muda yang deketin Naya, hati dia tetep ke lo."


"Oh ya? pasti lah gue jagain. By the way lo ngomong gini kaya mau kemana aja."

__ADS_1


Sasha tertawa, "Kan gue jarang-jarang bisa ngobrol sama lo Bill."


"Iya lo udah sibuk banget sekarang, kasian Rey tuh galau terus."


Sasha hanya tersenyum.


Rey keluar dari toilet. "Lah lo masih disini Bill, gak balik keruangan lo apa?"


Billy berdecak, "Ck, ga boleh banget gue makan siang disini."


"Bawa makan siang lo keruangan lo Bill, gue mau berduaan sama Sasha." Ucap Reyvan.


"Dasar bucin" Billy mengambil rantang miliknya lalu bergegas keluar, Reyvan dengan sigap mengunci pintu ruangannya.


"Masak apa Sayang." Tanya Reyvan sambil duduk disebelah Sasha.


"Beef teriyaki, salad dan Fish roll." Ucap Sasha.


"Waahh enak nih." Reyvan mengambil rantangnya dan membukanya. "Kamu udah makan?" Tanya Reyvan.


"Udah tadi dirumah sama Bunda." Jawab Sasha.


"Mau aku suapin Mas?" Tanya Sasha.


"Gak usah Sha, biar cepet aku makan sendiri aja."


"Masih banyak kerjaan ya Mas?" Tanya Sasha.


"Bukan, abis makan aku mau makan kamu, kita pulang keapartemen ya." Jawab Reyvan dengan nada menggoda.


Reyvan menghela nafas, dia menaruh kembali rantang ke meja yang belum sempat ia makan.


"Hari ini aja Sha, udah lama kita gak sama-sama." lirih Reyvan.


"Gak bisa Mas, hari ini aku harus kerumah sakit."


Reyvan mendekatkan wajahnya kewajah Sasha, perlahan mencium bibir merah muda Sasha, Sasha membalas ciuman Reyvan, bagi Sasha ini adalah ciuman perpisahan dengan Reyvan.


Tangan Reyvan mulai mengeksplore tubuh Sasha, Sasha hanya diam membiarkan Reyvan puas melakukan apapun.


"Sayang, aku ingin kamu sekarang." Ucap Reyvan dengan suara parau.


Sasha mengangguk, Reyvan menggendong Sasha kekamar pribadinya didalam ruangan itu, dengan begitu semangat Reyvan mencumbui istrinya yang sudah lama tak ia sentuh itu. Sasha memberikan pelayanan terakhir untuk suaminya itu.


Keduanya larut dalam rindu dan cinta yang menjadi satu, hingga Reyvan tiba dipelepasan dan mengerang menyebut nama Sasha.


Air mata Sasha perlahan menetes, tentunya Reyvan tidak melihatnya karna posisinya sedang memeluk Sasha dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sasha.


"Terimakasih Sayang." Ucap Reyvan sambil mencium kening Sasha.


Sasha hanya tersenyum. "Mas temenin aku mandi ya, aku harus segera kerumah sakit." Ucap Sasha.


Reyvan tersenyum dan mengangkat Sasha ke toilet, mereka mandi bersama dan hanya sekedar mandi karna Sasha menolak lebih.

__ADS_1


Reyvan makan dengan lahapnya masakan dari Sasha. "Aku antar kerumah sakit ya Sha." Ucap Reyvan.


Sasha tidak menolaknya, baginya ini adalah me time terakhirnya bersama suaminya.


Sasha memeluk Reyvan didalam mobil, seolah pelukan itu menjadi pelukan terakhir Sasha.


"Aku pergi ya Mas." Pamit Sasha sebelum turun dari mobil di depan Loby rumah sakit.


Reyvan kembali kekantor dan menyelesaikan sisa pekerjaannya, dia akan lembur karna mengingat Sasha hari ini tidak pulang.


Sementara Sasha bertemu dengan Fitto dan Mami Papinya yang akan mengantar kebandara. Ya hari ini Sasha dan Fitto akan pergi meninggalkan jakarta untuk sementara waktu sampai hatinya tertata kembali. Ia memilih pergi saat jadwal Naya libur agar tidak curiga.


"Siap Sha?" Tanya Fitto saat mereka tiba dibandara.


"Gue pergi dengan hati gue yang hancur Fitt."


"Sha, kembalilah dengan hidupmu yang baru, selama dijerman, kamu harus mulai menata hati kamu lagi." Ucap Mami Dhea.


"Trimakasih Mami, Papi udah baik sama Sasha."


Sasha naik kebadan pesawat bersama Fitto, "Selamat tinggal Mas Rey, Naya, Ayah, Bunda, Mami, Kak Darren dan Kak Farah. Sasha pamit pergi untuk menata hidup Sasha kembali. Semoga kalian slalu bahagia." Batin Sasha dengan tetesan air mata dipipinya.


Fitto menggenggam tangan Sasha seolah menyalurkan kekuatan untuk Sasha.


Jam sebelas malam Reyvan tiba dirumah, dia langsung masuk kedalam kamarnya yang sepi tanpa Sasha.


seketika dahinya bertaut saat melihat dua buah map diatas tempat tidur, dengan cincin Sasha diatas ponsel Sasha, kartu kredit yang Rey berikan pada Sasha, STNK dan kunci mobil Sasha.


"Sasha gak bawa ponsel?" Tanya Reyvan dalam hati.


Hatinya mulai tidak enak, lalu Reyvan membuka map pertama, dia terkejut saat melihat Surat hasil tes DNA miliknya bersama Fazel, dia juga terkejut melihat foto Reyvan sedang menggendong Fazel. " Sasha tau ini? Sasha udah tau soal Fazel? sejak kapan?" Gumamnya.


Reyvan kembali membuka Map satunya lagi, betapa terkejutnya saat melihat surat cerai yang sudah ditandatangani oleh Sasha, dan ada sepucuk surat tulisan tangan Sasha.


"Hai Daddy nya Fazel, senang kan udah punya Fazel? aku mohon Mas, jadilah Daddy yang baik untuk Fazel, dia anakmu, menikahlah dengan Sherin dan buatlah akta kelahiran untuk Fazel, aku mundur dari pernikahan kita Mas, maafkan aku yang tidak sempurna, aku yakin Sherin dan Fazel akan membahagiakanmu."


"Sasha pergi?" Tanyanya pada diri sendiri.


.


.


Mau ngomong apa sama Reyvan?


Mau ngomong apa sama Sasha?


Tulis dikomentar yukk 💕


.


.


.

__ADS_1


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2