
Reyvan dan Billy baru saja bertemu dengan klien disebuah Cafe.
"Goal lagi Rey." Ucap Billy bersemangat karna akan mengerjakan tender baru.
"Yup, kerja kita gak sia-sia Bill."
"Ayah pasti makin bangga sama lo Rey."
"Sama kita berdua Bill, lo juga kan anaknya juga, by the way kapan lo lamar Naya?"
"Habis Naya lulus jadi dokter sebelum masuk ke spesialis, gue udah obrolin ini sama Naya."
"Bagus deh, lo harus happy ending sama Naya."
"Kaya lo ama Sasha ya, kapan Rivano junior datang?" Tanya Billy dengan nada menggoda.
"Sasha masih mau nunda sampe koas nya selesai, ya gue hargai keputusan dia, jadi ibu kan gak gampang Bill, apa lagi usia Sasha masih muda dan jadwal dia di rumah sakit padat banget."
Seseorang datang dan cukup membuat Reyvan dan Billy terkejut.
"Hai Rey, sudah lama ya gak ketemu."
Rey merasa tidak asing dengan suara orang itu, dia melihat ternyata seseorang yang dia kenal dulu sedang menggandeng anak lelaki yang berusia sekitar ampat tahun.
"Sherin." Panggil Reyvan seolah tak percaya.
Sherin tersenyum, "Boleh ikut duduk?"
Reyvan memandang kearah Billy, dan Billy berkata. "Silahkan duduk Rin, kebetulan gue sama Reyvan udah selesai dan kita mau balik ke kantor."
Billy mulai melangkahkan kakinya dan diikuti Reyvan.
"Tunggu!!" Seru Sherin.
"Kamu boleh menghindar dari aku Rey, tapi gak boleh menghindar dari anak kamu sendiri, Fazel." Ucap Sherin dengan tegas.
Reyvan terkejut, "Anak?" Guamamnya.
"Jangan ngada-ngada lo Rin." Ucap Billy yang tidak percaya.
"Duduklah dulu Rey, aku mau bicara." Ucap Sherin.
Mereka duduk bersama.
"Kamu blacklist aku dari perusahaan kamu sehingga aku sulit sekali bertemu dengan kamu, kamu juga memblokir kontakku, aku tidak tau alamat rumah dan apartemenmu."
"Untuk apa lo nyari Reyvan." Billy yang bertanya.
"Saat itu aku hamil."
"Jangan gila Rin, aku gak mungkin nyebar benih aku kesembarang orang, aku slalu pakai pengaman setiap berhubungan."
Sherin menatap lekat Reyvan. "Kamu lupa Rey, terakhir kita berhubungan saat diapartemenku, kamu tidak memakai pengaman, silahkan kamu ingat-ingat, dan saat kamu memutuskan kontak denganku, tak lama dari situ aku baru tau aku hamil Rey."
__ADS_1
Rey menggusar rambutnya kebelakang, "Gak mungkin Rin."
"Aku berjuang sendiri Rey, aku hamil sembilan bulan dan melahirkan seorang diri, bahkan aku menghidupi anak kamu sendirian."
"Terus mau lo apa sekarang? Reyvan sudah menikah."
"Aku cuma mau serahin anak ini, karna aku gak bisa terus menghidupinya, jadi silahkan kamu bawa anak ini Rey, aku gak minta kamu untuk nikahin aku, tapi bawalah anak ini, dan buatkan surat-surat resminya karna sampai sekarang anak ini tidak punya akta karna tidak ada surat pernikahan kita."
"Jangan gila Rin, gak mungkin aku bawa anak ini, Bunda bisa kena serangan jantung."
"Rey!! dia darah daging kamu, sebenci apapun kamu ke aku, dia tetap anak kamu."
"Apa buktinya kalo anak ini anak Rey?" Tanya Billy.
"Aku memang gak ada bukti, tapi aku berani untuk tes DNA."
"Baiklah lusa bawa anak ini ke rumah sakit X." ucap Billy.
"Jangan gila Bill, rumah sakit X tempat koas Sasha dan Naya, bisa tau mereka."
^^^"Rupanya kelemahan kamu di Sasha, baiklah setidaknya aku sudah tau dimana Istri kecilmu itu berada." Batin Sherin.^^^
"Kita kerumah sakit Z, lusa jam 1 siang." ucap Sherin.
"Oke fix."
Sherin pergi membawa Fazel anak lelaki yang dia bawa itu. Sherin tersenyum licik saat meninggalkan cafe itu.
"Tunggu pembalasanku Rey" Gumamnya.
Sherin bergegas kerumah sakit Z, dia bertemu dengan Gio mantan partner s*x nya yang merupakan seorang dokter dan meminta bantuan untuk memanipulasi hasil tes DNA Reyvan dan Fazel.
"Apa imbalannya?" Tanya Gio.
"Kapanpun kamu butuh tubuh aku, aku siap melayani."
"Baiklah cantik, aku pegang omongan kamu."
"Sebenarnya dia anak siapa?" Tanya Gio mendalam.
"Dia anak sepupuku yang meninggal dan menitipkan anaknya padaku, tadinya mau aku serahkan kepanti asuhan, tapi aku tidak tega." jawabnya.
"Baiklah, tapi malam ini kamu datang keapartemenku." ucap Gio.
"No.. tunggu sampai tes DNA yang kamu manipulasi itu keluar, baru aku akan melayanimu, dan pastikan istrimu tidak tau. Aku tidak ingin ada keributan."
Sherin meninggalkan Rumah sakit Z.
"Gimana ini Bill?" Tanya Reyvan masih didalam Cafe.
"Gila ini sih Rey, kalo dilihat umur dari anak itu dan terakhir lo berhubungan sama Sherin, ada kemungkinan anak itu anak lo, tapi lo tau sendiri Sherin juga suka berhubungan dengan pria lain."
"Gue bener-bener lupa kejadian terakhir itu, masa iya gue bisa seceroboh itu gak pake pengaman."
__ADS_1
"Udahlah Rey, sekarang pikirin kalau sampai tes itu hasilnya benar bahwa anak itu adalah anak lo, selanjutnya lo mau bagaimana?"
"Yang jelas gak mungkin gue bawa anak itu kerumah Bunda Bill, bisa jantungan Bunda, Ayah bisa murka banget sama gue, dan Sasha, dia pasti ninggalin gue." lirih Reyvan.
"Lo harus pikirin dari sekarang Rey langkah apa yang mau lo ambil."
"Sherin cuma mau duit gue, gue akan kasih berapapun yang dia butuhkan."
"Tapi anak itu, lo gak mau anak itu? gimanapun anak itu anak lo Rey."
"Gue harus gimana Bill? gue mencintai Sasha dan ini diluar kendali gue."
"Kita pikirin nanti saat hasilnya udah keluar, test DNA butuh waktu dua minggu sampai hasilnya keluar."
Sore hari, Reyvan menjemput Sasha dan Naya kerumah sakit.
"Kak makan diluar dulu kek." Ajak Naya.
"Dirumah aja Nay, gue lagi caoe banget." Jawab Reyvan dengan datar sambil mengusap pelipisnya.
"Kamu sakit Mas?" Tanya Sasha.
"Engga Sayang, cuma lagi cape aja dikantor banyak kerjaan."
Tiba dirumah Reyvan langsung masuk kedalam kamarnya, Sasha yang melihat Reyvan tak seperti biasanya itu segera menyusulnya, Sasha melihat Reyvan merebahkan dirinya dikasur masih dengan pakaian kantornya.
"Mas." Panggil Sasha yang duduk dipinggir ranjang.
"Sha, kasih aku satu anak, aku ingin satu anak dari kamu." ucap Reyvan masih dengan memejamkan matanya.
Sasha mengusap kening Reyvan. "Baiklah Mas, Koas ku juga enam bulan lagi berakhir, aku rasa memang sudah waktunya kita punya anak."
Reyvan membuka matanya kemudian duduk lalu memeluk Sasha, "Terimakasih sayang." Reyvan memeluk Sasha dengan erat, seperti enggan kehilangan Sasha.
.
.
.
.
Sampai disini mau bilang apa sama Reyvan?
Mau bilang apa sama Sherin?
Mau bilang apa sama Bang Billy?
Mau bilang apa sama Sasha?
.
.
__ADS_1
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...