MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
SAYANG


__ADS_3

"Hasilnya bagus. Besok Fazel bisa pulang." Kata Fitto dokter yang sedari awal menangani Fazel."


"Syukurlah.. Makasih banyak Fitt, maaf gue slalu repotin lo." Ucap Sasha.


Fitto menyenggol Sasha dengan sikunya, "Udah anggep orang lain ya? Anak-anak lo kan anak-anak gue juga."


"Uncle Fitt memang terbaik." Sahut Rachel yang dari lahir sudah dekat dengan Fitto.


Hari ini Rachel harus berangkat kekampus karna ada yang harus diselesaikan sebelum sidang, Sasha menjaga Fazel dirumah sakit.


"Mom.. apa tidak apa-apa jika Fazel dan Rachel ada hubungan?" Tanya Fazel.


"Apa yang kamu takutkan Zel? bukankah Mommy dan Daddy sudah memberi restu padamu."


Fazel menghela nafas. "Keluarga Daddy Mom, bagaimana dengan Oma dan Opa. Rachel princess kesayangan Oma dan Opa."


"Kamu juga bagian dari keluarga Daddy Zel, Oma dan Opa juga menyayangimu. Biar itu jadi urusan Mommy dan Daddy ya." Ucap Sasha menenangkan Fazel.


"Boleh Fazel menikahi Rachel Mom?" Tanya Fazel ragu-ragu.


Sasha menatap wajah Fazel dan menangkup kedua pipi Fazel dengan tangan lembutnya. "Mommy dan Daddy percaya sama Fazel, Fazel bisa menjaga Rachel dan bisa jadi suami yang baik untuk Rachel."


"Kenapa Mommy begitu baik sama Fazel?" Tanya Fazel.


"Pertanyaan macam apa itu Zel, tentu saja karna kamu anak Mommy, meski bukan Mommy yang mengandung dan melahirkan kamu. Tapi posisi kamu begitu istimewa dihati Mommy. Mommy menyayangimu tanpa syarat."


"Terimakasih Mom, Fazel janji akan menjaga Rachel, tetap membanggakan Mommy dan Daddy, juga menjaga Zio."


Sasha tersenyum,


Suara pintu terbuka, Reyvan menyempatkan diri menjenguk Fazel dijam istirahat.


"Sehat Boy?" Tanya Reyvan pada Fazel sambil mengajaknya Tos.


"Sehat Dad, sangat Sehat." Jawab Fazel.


"Besok Fazel boleh pulang Mas." Ucap Sasha saat Reyvan mengecup keningnya.


"Benarkah, akhirnya pulang juga kerumah Zel."


"Fazel bilang mau menikah dengan Rachel Mas, tadi Fazel minta ijin." Sasha mencoba memberitahu Reyvan dan menggoda Fazel.


"Mom..!!" Seru Fazel karma merasa tidak percaya diri.


Sasha dan Reyvan tertawa. "Sudah ngebet nikah Zel?" Tanya Reyvan semakin menggoda Fazel.


"Bolehkah Dad?" Tanya Fazel ragu-ragu.


"Sayang, anak kita sedang dilamar. Menurutmu bagaimana?" Tanya Reyvan pada Sasha didepan Fazel.


"Hmm aku sih terserah kamu Mas, apa kamu akan melepas Rachel untuk Fazel?"


Reyvan menatap Fazel, "Yakin bisa membahagiakan Rachel?" Tanya Reyvan.


"Yakin Dad, kalo Daddy dan Momny ijinkan. Aku ingin menikahi Rachel." Jawab Fazel.


"Dengan satu syarat Zel." Ucap Reyvan yang kemudian merangkul pundak Sasha.


"Jangan tinggalkan rumah, tetaplah tinggal bersama Mommy dan Daddy. Daddy tidak bisa kehilangan dua anak Daddy sekaligus." Kata Reyvan dengan wajah serius.


Fazel mengangguk, "Fazel tidak pernah punya pikiran untuk meninggalkan Mommy dan Daddy, selamanya Fazel akan tinggal bersama Mommy dan Daddy. Kalau Fazel pindah pun, pasti Fazel akan bawa Mommy dan Daddy tinggal bersama Fazel." Ucap Fazel mantap.


"Kamu tetap anak Daddy selamanya Zel. Kapan kamu akan menikah dengan Rachel?"

__ADS_1


"Setelah Oma dan Opa memberikan restu dan setelah Rachel wisuda. Tapi Rachel bilang ingin bekerja dikantor Daddy, entahlah Dad, nanti Fazel tanyakan lagi sama Rachel."


***


"Istirahatlah Hel, selama dirumah sakit kamu kurang istirahat." Ucap Fazel saat Rachel mengantar Fazel kembali kekamarnya.


Rachel duduk disisi tempat tidur Fazel.


"Kak.." Panggil Rachel.


"Hem.."


"Hubungan kita kedepannya seperti apa?" Tanya Rachel ragu-ragu.


"Kenapa nanya seperti itu? Tentu saja kamu sekarang kekasihku Hel, dan untuk kedepannya kita akan menikah."


"Daddy dan Mommy?" Suara Rachel semakin pelan.


"Biar itu jadi urusan Kakak, kamu jangan khawatir." Jawab Fazel yang sebenarnya sedang mengerjai Rachel.


"Aku kekamar dulu ya Kak, Kakak istirahatlah. Panggil aku kalau butuh sesuatu."


"Iya Hel, terimakasih." Jawab Fazel dengan lembut.


Fazel menghela nafasnya, kini dia sudah berada dikamarnya. Pikirannya terus melayang memikirkan masa depannya bersama Rachel hingga dirinya terlelap tidur.


***


Hari-hari berlalu, kondisi Fazel semakin membaik.


Hari ini Fazel berencana kembali kekantor, Ia bangun dengan semangat, memakai dasinya didepan cermin dan segera keluar kamar.


Sebelum turun, Fazel menyempatkan kekamar Rachel, terlihat Rachel masih tertidur pulas dibawah selimut tebalnya, Fazel menutup kembali pintu kamar Rachel, hanya dengan melihat Rachel dari ambang pintu sudah membuat mood nya baik hari ini.


"Pagi Mom.." Sapa Fazel sambil mencium pipi Sasha.


"Tadi Fazel lihat masih tidur Mom." Jawabnya singkat sambil meminum kopinya.


"Siap kerja lagi Zel?" Tanya Reyvan.


"Siap dong Dad, kasian Kenzo handel semua sendiri."


"Good Boy." Ucap Reyvan yang sedari dulu selalu memanggil Fazel dengan sebutan Boy.


Dikantor Fazel langsung memulai pekerjaannya, dia menghadiri beberapa meeting untuk proyek yang tertunda. Belum lagi berkas-berkas yang harus ia periksa lalu ia tandatangani.


"Zel udah jam dua, lo belum makan siang." Ucap Kenzo.


Fazel melirik jam dipergelangan tangannya, "Waktu berjalan cepat banget."


"Jangan terlalu workaholic Zel, kasian sama diri sendiri juga butuh istrirahat." Ledek Kenzo.


"Gue udah terlalu banyak istirahat Ken."


"Lo itu emang dari dulu gak pernah berubah, irit bicara dan gila kerja. Apa sih yang Rachel suka dari lo, gue jadi penasaran."


Seketika Fazel menarik sudut bibirnya dan tersenyum, "Rachel.. Dia nyaman sama gue Ken, dan gue juga nyaman sama dia."


Kenzo berdecak, "Ck, baru denger nama Rachel aja udah senyam senyum lo. Gimana kalo orangnya ada didepan mata."


Dengan semangat Fazel menyelasaikan sisa pekerjaanya, hingga tak terasa waktu sudah malam dan Fazel.memutuskan untuk pulang.


Fazel pulang dengan pakaian yang kusut dan dasi yang sudah tidak rapih, terlihat wajahnya yang terlihat lelah sekali.

__ADS_1


"Pulang malam Zel?" Tanya Sasha.


"Iya Mom, banyak banget kerjaan hari ini." Fazel bersandar pada bahu samg Mommy.


"Sudah makan?" Tanya Sasha dengan lembut.


"Belum Mom, belum sempat makan dari siang." Jawab Fazel dengan mata terpejam.


"Mandilah dulu, nanti Momny siapkan makan malam."


"Rachel dimana Mom?" Tanya Fazel.


"Dikamarnya, dari tadi Rachel cemas nelponin kamu tapi gak diangkat."


Fazel bangun dari sandarannya. "Nelpon Mom?"


Sasha mengangguk, "Ponselmu kemana?"


"Ya ampun Mom, seharian ini Fazel ga pegang ponsel. Fazel lihat dulu Rachel ya Mom." Ucap Fazel panik lalu bergegas naik kelantai dua.


Tok.. tok.. tokk..


"Hel...ini Kakak." Ucap Fazel sambil mengetuk pintu.


Fazel mencoba membuka pintu kamar Rachel dan terlihat Rachel yang sedang asik memaikankan ponselnya diatas sofa. Dengan segera Fazel menghampiri Rachel lalu membelai rambut Rachel.


"Sayang, maaf ya." Ucap Fazel dengan lembut.


Rachel menatap wajah Fazel. "Apa Kak?" Tanyanya.


"Maaf."


"Bukan itu Kak."


Fazel mengernyitkah dahinya, "Terus apa?" Tanya Fazel.


"Tadi Kakak panggil aku apa?"


"Sayang." Jawab Fazel dengan santai.


Rachel tersenyum dan mencubit kedua pipi Fazel "Kakak bisa romantis juga."


Fazel pun ikut tersenyum, hal yang paling membahagiakannya adalah melihat senyum Rachel.


"Maafin Kakak ya." Masih dengan ucapan lembut Fazel.


"Sibuk banget ya Kak?" Tanya Rachel dengan manja.


"Iya sayang, Maaf ya...seharian ini Kakak gak sempet pegang ponsel."


Rachel mengangguk. "Tapi besok Kakak harus sering kabarin aku ya."


Fazel tersenyum, "Iya Kakak usahakan ya Sayang. Sekarang Kakak mau mandi terus mau makan dulu. Kamu temenin kakak makan ya, tunggu dibawah."


"Iya Kak." Rachel mencium sekilas bibir Fazel.


"Ahh hilang deh capenya." ucap Fazel yang membuat hati Rachel berbunga-bunga.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2