
Kini Sasha berada diatas pangkuan Reyvan, tangan Sasha melingkar dileher Reyvan, Reyvan menggendong Sasha seperti koala, kakinya Sasha melingkar dipinggang Reyvan dan membawanya kedalam kamar.
Dikamar, Reyvan membanting pelan tubuh Sasha keatas kasur, Sasha menarik dasi Reyvan sehingga Reyvan ikut terjatuh diatasnya. Sasha membuka dasi dan kancing kemeja Reyvan, menciuminya secara ganas, menciumi setiap inchi tubuh suaminya itu seolah ingin menghapus jejak masa lalu suaminya.
"Kamu milikku Mas." lirih Sasha.
"Iya sayang, aku milikmu, hanya milikmu." Jawab Reyvan.
Sasha melayani Reyvan dengan begitu agresif, malam itu Sasha sungguh mengendalikan permainan. Reyvan mengambil alih posisi saat dirinya sudah tidak bisa menahannya lagi, dia menuntaskan permainannya dan mengerang sambil berkata I love u my little wife. Reyvan melihat air mata yang keluar dari kedua sisi mata Sasha, dia tau bahwa istrinya itu sedang kecewa terhadap masa lalu Reyvan.
Reyvan menarik Sasha kedalam pelukannya, mengusap punggung istrinya hingga terlelap tidur. "Maafkan aku little" Lirihnya sambil mencium puncak kepala Sasha.
Pagi hari Sasha menggeliat, melihat pantulan sinar matahari yang samar-samar masuk melalui celah gorden. Dia tak melihat Reyvan berada disisinya, perlahan Sasha duduk dengan menutup bagian tubuhnya yang masih polos dengan selimut.
Ceklek,
Pintu kamar terbuka, Reyvan masuk kedalam kamar untuk melihat istri kecilnya itu.
"Udah bangun sayang?" tanya Reyvan sambil duduk disebelah Sasha dan mencium kening istrinya.
"Jam berapa ini mas?"
"Hampir jam sepuluh."
"Siang sekali, kamu gak bangunin aku? hari ini aku ada janji mau ke apartemen Kak Darren."
"Iya nanti pergi sama aku sama-sama ya, sekarang mau mandi?"
Sasha menganggukan kepalanya, sejurus kemudian Reyvan menggendong Sasha ala bridal kedalam toilet.
"Mas turunin, aku bisa sendiri."
"Aku mau mandi bareng sama kamu, dan kamu gak boleh nolak."
Didalam kamar mandi, Sasha dan Reyvan berendam bersama didalam bath up, "Mas, hanya mandi aja ya, gak lebih." Pintanya.
"Iya sayang, takut banget sih aku apa-apain.'
"Abisnya kamu menyeramkan."
"Kamu lebih menyeramkan semalam, tapi aku suka." Bisik Reyvan tepat ditelinga Sasha.
"Mas!! bisa gak jangan dibahas."
"Iya sayang." Ucapnya sambil mengecup bahu polos Sasha.
.
.
Siang hari Sasha dan Reyvan sudah berada di apartemen Darren, mereka disambut hangat oleh Farah.
"Hai cantik." Sapa Farah sambil memeluk calon adik iparnya itu.
"Ishh cantik panggil cantik, cantikan kak Farah tau." Ucap Sasha.
"Ini cantik-cantikku semua." Sahut Darren yang baru saja keluar dari kamarnya.
Sasha langsung berhambur kepelukan Darren, "Kangen Kak." Ucapnya dalam pelukan Darren.
"Ih manja, udah punya suami juga." Kata Darren.
"Mumpung kakak belum nikah, aku mau manja-manja sama kakak, kalo udah nikah nanti gak bisa manja-manja lagi sama Kakak."
__ADS_1
"Siapa bilang Sha, walaupun udah nikah, Darren tetap Kakak yang menyayangi kamu." Sahut Farah.
"Jadi Sasha punya dua Kakak ya Kak, senengnya punya Kakak perempuan." Ucap Sasha sambil tersenyum.
Darren memberitahu soal pernikahannya bersama Farah kepada Sasha dan Reyvan, rencananya akan digelar minggu depan secara sederhana.
Sore hari Sasha pulang bersama Reyvan kerumah Bunda.
"Besok kan masih minggu Sha, kenapa kita pulang kerumah Bunda, gak ke apartemen lagi." Tanya Reyvan.
"Gapapa, cuma pengen aja kerumah Bunda mas, emang kenapa?"
"Gak bebas." Jawab Reyvan singkat.
"Gak bebasnya?".
"Naya, anak itu slalu aja recokin kalau aku lagi nempel-nempel sama kamu."
Sasha tertawa, "Makanya tau tempat mas, kan bisa nunggu malam dikamar."
"Ya tetep aja gak seenak di Apartemen Sha."
"Hmm Sha, kamu marah ya sama aku?"
Sasha tau kemana arah pembicaraan Reyvan, sedari tadi mereka memang belum membahas kejadian soal Erika.
"Engga mas, kenapa aku harus marah?"
"Aku merasa bersalah sama kamu, maafin aku Sha,
"Udahlah Mas, gak usah dipikirkan, Fitto bilang masa lalu kamu bukan urusan aku, tapi masa depan kamu ya masa depan aku juga."
"Fitto? wahh kayanya aku harus berterima kasih sama dia nih."
.
.
"Sha, kenalin ini Pak Andri, dia pengacara yang sedang mengurus hak-hak kita ambil alih rumah dan perusahaan yang sekarang dipegang Papi." Ucap Darren.
"Kak, apa kita gak terlalu jahat ambil semuanya dari Papi."
"Sasha, Papi udah keterlaluan, dia bahkan tidak memperdulikan kamu anak perempuan satu-satunya, Kakak cuma ambil apa yang jadi hak kita."
Sasha hanya mengangguk, mengikuti apa yang diucapkan oleh Darren.
.
.
Kuliah Sasha, Naya dan Fitto sudah selesai, mereka hanya tinggal menjalani program Co-*** (Koas).
Hari-hari Sasha semakin sibuk, waktunya dihabiskan di rumah sakit, harus membagi waktu antara passien, tugas dan diri sendiri. Sasha dan Naya bahkan jarang sekali pulang kerumah, bahkan Reyvan dan Billy harus mengunjunginya di rumah sakit dijam-jam istirahat.
"Kamu semakin sibuk Sha." Ucap Reyvan yang membawakan makan malam untuk Sasha karna malam ini Sasha tugas jaga di rumah sakit.
"Maaf ya Mas."
"Aku kangen kamu." Lirih Reyvan.
Sasha menggenggam tangan Reyvan, "dukung aku Mas, please."
Reyvan tersenyum, "Iya sayang, aku slalu dukung kamu. Kamu jaga kesehatan ya, kan gak lucu kalau kamu sakit."
__ADS_1
"Banyak dokter muda disini ya, termasuk sepupunya Fitto." Ucap Reyvan.
Sasha mencubit kedua pipi Reyvan, "Gemes banget kalau kamu cemburu."
"Semua dokter disini, tau kalau aku udah nikah, yang harusnya khawatir tuh Billy, banyak dokter muda deketin Naya."
Reyvan mengernyitkan dahinya, "Masa?"
Sasha mengangguk, "Serius, Naya disini banyak yang deketin, termasuk dokter juna sepupunya Fitto."
"Terus Naya nya?"
"Dia tetep setia sama babangnya itu, Naya kan kaya kamu, bucin juga dia, cuma bedanya kalau Naya bucinnya di filter dikit, kalau kamu gak pake filter." Jawab Sasha dengan polos.
"Isshh kamu Sha.. kalau bukan ditempat umum udah aku makan."
Sasha tertawa, "Tuh kan gak di filter."
"Untung sayang sha, coba kalau engga--"
"Udah ditinggal selingkuh." Sahut Sasha.
"Ishh gak boleh ngomong gitu."
Sasha hanya tersenyum.
"Belum ada tanda-tanda Sha?"
"Tanda-tanda apa mas?"
"Kamu hamil gitu."
"Belum mas, aku kan emang mau nunda mas, sampai Koas aku selesai ya."
"Bunda udah sering nanyain."
"Bilang Bunda, selesai koas, aku kasih cucu cantik dan lucu."
Reyvan tersenyum, "Semoga yang pertama cewek ya Sha, biar kalau kamu lagi sibuk, ada yang bisa aku candain dan cemberut percis kaya kamu."
"Niatnya gak bener nih."
Mereka tertawa bersama, membahas masa depan yang akan mereka lalui, tanpa Sasha tau, Reyvan tengah membangun sebuah rumah untuk dia berikan kepada Sasha saat Sasha lulus jadi dokter dan saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima nanti.
.
.
Ada bocoran ya,
Masih akan ada konflik yang bikin emosi turun naik.. jangan lupa klik Favorit ya biar gak ketinggalan notif nya..
kalau like nya makin banyak, author akan Up 2bab sehari..
yuk bantu Like, koment dan Votenya.
.
.
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...
__ADS_1