
Tiga hari berlalu, kesehatan Fazel terus membaik, tapi hubungan Sasha dengan Reyvan seperti menjauh dengan sendirinya.
Mereka hanya bicara seperlunya, itupun hanya sebatas membahas Fazel maupun Rachel, tidak lebih dari soal anak-anak.
"Sha hari ini mulai kerumah sakit lagi?" Tanya Naya saat sarapan bersama.
"Lho bukannya kemarin ngajuin cuti dua minggu Sha?" Sahut Ayah.
"Iya Yah, awalnya ngajuin cuti dua minggu, tapi hari ini aku mau kerumah sakit, batalin sisa cuti aku biar nanti bisa aku pake kalau aku mau nengok Mami keParis." Jawab Sasha.
Sementara Reyvan tidak berkomentar, dia hanya diam sambil memakan sarapan dipiringnya sebelum akhirnya berangkat kekantor.
Sasha berangkat bareng Naya kekantor memakai mobil yang ditinggalkannya dirumah Bunda.
"Lo sama Kak Rey kelihatan semakin kaya orang asing Sha." Ucap Naya.
Sasha yang fokus menyetir hanya bisa menghela nafas.
"Apa lo gak mau kasih kesempatan kedua sama Kak Rey Sha?" Tanya Naya.
"Entahlah Nay." Jawaban singkat dari Sasha.
Mereka tiba dirumah sakit, Naya langsung ke polinya sementara Sasha mengurus perijininan cutinya.
"Dokter Natasha.." Panggil Pras yang satu divisi.
"Iya dokter Pras." Jawab Sasha.
"Besok ada seminar tentang kesehatan Anak diPuncak, kebetulan perwakilan dari rumah sakit ini dokter Febri dan dokter Shinta. Tapi dokter Shinta tidak bisa karna harus menghadiri wisuda anaknya yang diadakan besok, bisakah dokter Natasha menggantikan dokter Shinta untuk mengisi acara tersebut?"
Sasha tampak berfikir, "Untuk berapa hari dok?" Tanya Sasha.
"Tiga hari dua malam. terhitung besok kamis, jumat, dan sabtu pagi acara penutupan dan selesai. Tapi kalau acara penutupan tidak dihadiri juga tidak apa-apa, jumat malam dokter Natasha bisa pulang, tapi acara Jumat malam bisa sampai malam dok."
Sasha mengangguk tanda menyetujui, mungkin dengan cara tidak bertemu dengan Reyvan akan memberinya pikiran jernih.
Selesai urusannya, Sasha masuk keruangan Fitto, disana sudah ada Naya dan Indira.
"Sha jadi lo yang berangkat kePuncak isi seminar?" Tanya Fitto.
Sasha mengangguk, "Gak ada lagi yang bisa berangkat selain gue sama dokter Febri Fitt." jawab Sasha.
"Koq aku kurang sreg ya sama dokter Febri, dia tuh kaya punya kepribadian ganda." sahut Indira.
"Kamu nerawang udah kaya orang pintar aja Beib." Ucap Fitto.
"Tapi gue juga mikir gitu sih, gue pernah lihat dokter Febri jalan sama cewek, dan gossip yang beredar dokter Febri pernah check in dihotel sama suster disini yang akhirnya suster itu resign Fitt." Kali ini Naya yang berbicara sambil melipat tangannya didada.
__ADS_1
"Sha, jangan lo deh yang jalan." bujuk Fitto.
"Gue diminta langsung sama dokter Pras kepala divisi, gak enak lah kalo batalin." Jawab Sasha.
"Mudah-mudahan lo bisa jaga diri ya Sha, hindari dekat-dekat sama dokter Febri deh." Sahut Naya.
Sasha hanya tersenyum dan mengangguk.
Malam hari Sasha mulai membereskan pakaiannya, dia meminjam koper kecil milik Naya karna tidak sempat kembali pulang keapartemen Darren.
"Mommy nginepnya lama?" tanya Rachel yang terus bertanya sedari tadi.
"Cuma dua malam ya sayang, Sabtu siang Mommy usahain sudah dirumah."
Rachel tampak cemberut, sementara Reyvan tetap diam sambil memainkan ponselnya. Jujur, hati Reyvan tak menentu, apalagi Sasha pergi dengan Febri, dokter yang sudah lama menyukai Sasha.
"Lahel mau ikut Mommy." lirih Rachel.
Sasha menggendong Rachel, ini pertama kalinya mereka akan berpisah. "Baik-baik dirumah sama Kak Fazel ya Hel, nurut sama Daddy, Oma, Opa, Onti Nay dan Uncle Bill. Mommy janji cepet pulang." Ucap Sasha.
Pagi hari Rachel terus merengek karna tidak mau ditinggal oleh Sasha, dirinya tidak mau lepas dari gendongan Sasha.
"Rachel anak Mommy, nurut sama Mommy ya Sayang, Mommy kerja dulu, nanti Mommy pulang kita sama-sama lagi." Bujuk Sasha.
Reyvan mengambil alih untuk membujuk Rachel. "Princess nya Daddy, yuk sama Daddy dulu, kita berenang sama Kak Fazel yuk."
"Kita beli boneka unicorn yuk." Ajak Reyvan.
"No Dad, Lahel maunya sama Mommy." Rachel terus menempel dan enggan lepas dari Sasha.
Billy mencoba membujuk Rachel. "Princess, mau ikut Mommy?" Tanya Billy
Rachel mengangguk,
"Nanti kita nyusul Mommy ya, mau?" Tanya Billy.
"Uncle Bill bohong." Ucap Rachel.
"Uncle Bill gak bohong, yuk sekarang sini sama Uncle dulu ya, Mommy nanti kesiangan." Ucap Billy, dan Rachel mau berpindah lepas dari Sasha.
Sasha mengecup kening Rachel kemudian kening Fazel.
"Titip anak-anak ya Bill." Ucap Sasha.
"Lo gak pamitan sama Reyvan?" Tanya Billy dengan pelan.
"Urusan gue sama dia cuma sebatas anak-anak Bill, dia juga udah ga respect sama gue koq." Sasha tersenyum getir dan kemudian pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri.
__ADS_1
"Lo mau begini terus sama Sasha Rey?" Tanya Billy.
"Dia yang terus-terusan ngegantung hubungan gue sama dia Bill, Sasha dari dulu gak pernah percaya sama gue." Jawab Billy.
"Terus status kalian jadi mau gimana? lo bakal nerima kalo Sasha mau cerai dari lo? lo bilang lo mau berusaha kejar Sasha lagi, ternyata omongan lo ga sesuai Rey. Gue kecewa sama lo." Ucap Billy kemudian membawa Rachel dan Fazel masuk kedalam rumah Bunda.
DiPuncak, Sasha sebisa mungkin menghindar dari Febri, hanya sebatas pekerjaan dan kemudian Sasha masuk kedalam kamarnya sendiri.
Sasha menelpon Naya untuk menanyakan kondisi Rachel, bahkan Sasha melakukan Video call via ponsel Naya dan bukan melalui Reyvan.
Saat malam, Reyvan terus memikirkan Sasha. Reyvan bodoh jika dia terus mendiami Sasha, dia mengusap rambut Rachel sambil mamandangi wajah Rachel yang begitu mirip dengan Sasha.
"Aku Rindu kamu Sha.." gumam Reyvan.
Dikantor, Reyvan tidak fokus untuk bekerja. Billy terus memperhatikan gerak gerik Reyvan.
"Telpon kalau rindu, jangan gengsi." Ucap Billy yang menyadarkan lamunan Reyvan.
"Gue gak enak perasaan Bill, kenapa ya?" Lirih Reyvan.
"Susul gih Rey, mana tau disana juga Sasha rindu lo."
Reyvan terdiam.
"Sasha disana sama orang yang gak baik Rey, gue udah selidiki soal dokter Febri. Dia duda cerai karna kebiasaanya yang sering berselingkuh, terakhir dia hamili suster yang bekerja dirumah sakit milik keluarga Fitto, bukannya tanggung jawab malah dia kasih obat penggugur kandungan. Naya juga gak tenang Sasha pergi sama dia walaupun cuma sebatas kerjaan."
"Koq masih bisa bertahan kerja dirumah sakit Bill?" Tanya Reyvan dengan heran.
"Karna suster itu itu tidak menuntut, dan tidak mengakui juga, mungkin malu dan takut tidak diterima kerja dirumah sakit lain lagi. Jadi karna kurang bukti dan tidak adanya pengakuan, pihak rumah sakit gak bisa mecat dokter Febri." Jawab Billy santai.
Reyvan melihat jam di ponselnya, waktu menunjukan pukul lima sore.
"Ikut gue ketempat Sasha Bill, gue jadi semakin gak enak perasaan."
"Tenang Rey, gue udah suruh orang-orang gue ngawasin dan jagain Sasha dari jauh. Sampai detik ini Sasha aman."
"Lo emang terbaik Bill, tapi tetap hati gue gak tenang."
.
.
.
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...
__ADS_1