MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
TIDUR BERSAMA


__ADS_3

Setelah makan malam dan kumpul bersama keluarga Rivano diruang santai, tiba waktunya untuk tidur.


"Billy nginep disini boleh Bun?" Tanya Billy.


"Boleh dong Bill, ini kan rumah kamu juga, kamar kamu juga masih bisa kamu tempatin." Jawab Bunda.


Billy dan Naya hanya saling melirik dan tersenyum, seperti merencanakan sesuatu.


Sasha menemani Fazel dikamar untuk mendengarkan Fazel bercerita. Sasha merasa perkembangan Fazel sangat baik, dia dengan cermat mendengar Fazel menceritakan buku yang berisikan gambar tanpa cerita itu.


Reyvan yang menemani Rachel bermain lego brick di kamar Fazel, sedari tadi terus memperhatikan Sasha yang mendampingi Fazel yang sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


Sesekali Sasha membantu Fazel mengekspresikan cerita dalam buku itu.


"Anak Mommy pintar sekali, kalo begini terus nanti Mommy daftarkan Fazel sekolah disekolahan aja ya, gak usah home schooling lagi." Ucap Sasha.


Fazel mengangguk dan menutup bukunya.


"Sekarang udah malam, Fazel tidur ya." Sasha membenahi selimut yang dipakai Fazel dan mencium kening Fazel.


Sasha bersama Reyvan dan Rachel keluar dari kamar Fazel. Kini giliran Sasha menemani Rachel tidur dikamar Reyvan.


Reyvan membuka pintu kamarnya dan membawa Rachel yang masih setia didalam gendongannya.


Sasha juga ikut mengekori Reyvan masuk kedalam kamarnya, dia mengedarkan pandangannya melihat isi kamar Reyvan.


"Tidak ada yang berubah, kamar ini masih sama saat dulu gue meninggalkan kamar ini." Batinnya.


"Wahh boneka Lahell.." Seru Rachel.


"Rachel mau main boneka?" Tanya Reyvan.


"No Daddy, Lahel ngantuk, mau dibacain celita sama Daddy." Jawab Rachel.


"Okay, lets go princess." Jawab Reyvan sambil membawa Rachel ketempat tidurnya dan mulai membacakan buku cerita untuk Rachel.


"Mommy, usap punggung Lahel." Ucap Rachel.


Ya begitulah Rachel, ritual sebelum tidurnya adalah usapan punggung oleh Sasha.


Mau tidak mau Sasha naik ketempat tidur dan mulai mengusap punggung Rachel, sementara Reyvan mulai membacakan buku cerita untuk Rachel.


Kurang dari lima belas menit Rachel sudah tertidur lelap, terdengar dengkuran halus dari Rachel.


"Cepat sekali kamu tidurnya Nak." Ucap Reyvan sambil mengecup kening Rachel.


Sasha mulai beranjak dari tempat tidur setelah sebelumnya mencium kening Rachel.


"Sha mau kemana?" Tanya Reyvan yang merasa heran melihat Sasha berdiri.


"Kekamar Naya Mas." Jawabnya sambil pergi keluar kamar.


Tiba didepan kamar Naya, Sasha tidak bisa membuka pintu kamarnya, "Si*alan nih Anak, ngerjain gue, pintu kamar dikunci segala." Gumam Sasha.

__ADS_1


Lalu Sasha beranjak kekamar Fazel, memutuskan untuk tidur bersama Fazel.


Dan Sasha terkejut saat membuka kamar Fazel dan ada Billy tidur bersama Fazel.


"Benar-benar nih anak dua, ngerjain gue banget. Pantes aja tadi mereka senyum-senyuman dan Billy tau-tau nginep disini." Batin Sasha.


Mau tidak mau Sasha kembali kekamar Reyvan. Sepertinya Reyvan sedang berada ditoilet karna tidak ada didalam kamar dan terdengar suara gemercik air dari dalam toilet. Sasha bergegas masuk kedalam selimut dan memeluk Rachel yang sudah tertidur.


Reyvan keluar dari toilet, dan matanya tertuju pada Sasha yang sudah berbaring disebelah Rachel, seketika Reyvan tersenyum. Malam ini mereka akan tidur bertiga.


Reyvan masuk kedalam selimut, tidur disebelah Rachel yang diapit oleh Reyvan dan Sasha. Tangan kekar Reyvan memeluk Sasha yang terjangkau olehnya.


Deg..


Sasha merasa jantungnya berdebar.


"Sha.." Panggil Reyvan.


Sasha tidak menjawab hanya memejamkan mata padahal dirinya mendengar suara panggilan Reyvan.


"Aku tau kamu belum tidur Sha.." ucap Reyvan.


Perlahan Sasha mengerjapkan matanya dan menatap mata Reyvan yang berada didepannya meski sedikit terhalang oleh Rachel.


"Sha, aku mohon maafkan aku, kembalilah bersamaku disini, demi Fazel dan Rachel." Lirih Reyvan.


Sasha membelai rambut Rachel dlsambil mendengarkan perkataan Reyvan.


"Kasih aku waktu sedikit lagi Mas, setidaknya sampai aku pulang dari Paris." Jawab Sasha.


Kamar itu menjadi hening seketika, Sasha juga merasa bingung dengan perasaanya.


Menjelang subuh, suara pintu kamar Reyvan terbuka, Sasha yang memang tidak nyenyak tidurnya mengerjapkan matanya, terlihat Fazel berdiri diambang pintu.


"Fazel sudah bangun? sini Nak." Panggil Sasha yang kemudian duduk ditepi tempat tidur.


"Fazel nyari Mommy, kirain Fazel Mommy pulang." jawabnya pelan.


"Mommy kan udah janji nginep disini. Fazel masih ngantuk?" Tanya Sasha.


Fazel melihat kearah Rachel yang tidur dipeluk oleh Reyvan, Sasha yang peka terhadap anak-anak pun tau apa yang Fazel mau.


"Ini masih jam empat subuh, tidur lagi ya, tidur disini sama Mommy. Mau?"


Mata Fazel berbinar dan langsung mengangguk.


"Anak Mommy memang pintar, sini Mommy peluk tidurnya." Sasha mengajak Fazel tidur disebelahnya dan memeluk anak berusia sembilan tahun itu, anak yang memiliki trauma dan kurang kasih sayang.


"Mommy sayang Fazel, Fazel harus ingat itu ya." Bisiknya sambil mengusap kepala Fazel dan tertidur kembali.


Pagi hari Reyvan bangun, dia melihat Sasha tidur membelakangi Rachel dan dirinya, Reyvan juga melihat Rachel yang begitu menempel dengan dirinya. Reyvan perlahan bangun dan dirinya terkejut saat melihat Sasha yang memeluk Fazel.


"Fazel tidur disini?" Gumam Reyvan.

__ADS_1


Seketika bibirnya tersenyum melihat pemandangan didepan matanya. Mereka tidur berempat dalam satu tempat tidur.


Sashapun mulai mengerjapkan matanya, dia perlahan melepaskan Fazel dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun.


"Sejak kapan Fazel disini Sha?" Tanya Reyvan.


"Tadi jam empat subuh, Fazel masuk kesini Mas, dia nyari aku, Fazel kira aku pulang." Jawab Sasha.


"Dia menyayangi kamu Sha."


"Aku juga menyayangi Fazel Mas, dia anak yang butuh kehangatan, kamu harus lebih perhatian lagi mas biar Fazel cepat melupakan traumanya."


"Iya Sha.." Jawab Reyvan.


"Kamu ke rumah sakit jam berapa?" Tanya Reyvan.


"Jam delapan Mas, aku ada praktik jam sembilan dipoli. Kamu kerja Mas?" Tanya Sasha.


"Sepertinya hari ini engga, aku mau habiskan waktu sama Fazel dan Rachel."


"Kamu pulang jam berapa?" Tanya Reyvan.


"Jam empat sore biasanya, nanti tolong antarkan Rachel kerumah sakit ya Mas, biar pulang sama aku dari sana."


"Sha, tinggalah disini." Bujuk Reyvan.


"Nanti mas, aku kasih jawaban setelah aku pulang dari Paris. Biarkan aku untuk memantapkan hati aku dulu." Jawabnya.


"Fazel membutuhkanmu Sha, dan Rachel membutuhkan aku."


"Aku tau mas, bahkan akupun berat untuk jauh dari Fazel, tapi aku juga butuh waktu sedikit lagi. Tolong mengerti."


"Hemm Mommy..." Suara Rachel yang mulai terbangun dari tidurnya.


"Hai anak Mommy sudah bangun, ayo mandi dulu." Ajak Sasha.


"Lahel mau belenang Mommy, Daddy bilang mau belenang."


"Tapi Mommy hari ini kerja, Rachel gapapa sama Daddy dulu hari ini?"


"Gapapa Mommy." Jawab Rachel sambil berdiri dan naik kepunggung Reyvan.


"Ayo Daddy, Daddy jadi Unicorn yang Lahel naikin. Lahel mau tulun kebawah." Ajak Rachel antusias.


"Siapp princess, are you ready? go!!" Seru Reyvan menanggapi Rachel sambil mengepalkan tangannya keatas.


Sasha tersenyum melihat kelakuan Rachel dan Reyvan, kemudian dirinya membangunkan Fazel dan menyuruhnya untuk segera menyusul Rachel. Sementara Sasha bersiap untuk berangkat kerumah sakit.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya....


__ADS_2