
Semua berkumpul dirumah Reyvan, sebelum Fazel berangkat keluar negri, Reyvan dan Sasha memutuskan untuk pindah kerumah mereka sendiri. Sementara Naya dan Billy yang akan tetap menemani Ayah dan Bunda.
Malam ini malam kumpul bersama, besok pagi Fazel akan berangkat keluar Negri.
"Kak Rachel, dipanggil Mommy." Panggil Zio.
Rachel bangun dengan rasa malas, pada akhirnya harus tetap keluar dari kamar juga.
"Iya Mom." Sapa Rachel saat menghampiri Sasha di dapur.
Sasha menengok kearah Rachel, dan menatap matanya. "Semua orang sedang berkumpul, kenapa kamu hanya dikamar aja?" Tanya Sasha.
"Sasha ga ada temennya Mom, semuanya laki-laki. Kak Fazel, Zio, Nabil dan Juga anak Uncle Fitt Eksa dan Mahesa. Semua laki-laki gak ada perempuannya." Rachel duduk sambil menopang dagunya.
"Princess uncle Fitt kenapa?" Tanya Fitto yang memang sedari bayi sudah dekat dengan Rachel, bahkan Fitto dan Indira pun sangat menyayangi Rachel.
"Badmood." Jawab Rachel singkat.
"Nginep lah dirumah Uncle Fitt, biar Auntie Indira ada temennya, sama tuh kaya Rachel, sering badmood." Ucap Fitto.
"Iya Uncle Fitt, nanti Rachel akan sering nginep dirumah Uncle Fitt." Jawab Rachel.
"Mom, Rachel balik kekamar ya." Rachel beranjak meninggalkan Sasha bersama Fitto.
"Rachel kenapa sih Sha?" tanya Fitto.
"Rachel marah Fitt, karna Fazel pergi. Udah lama Rachel gak ngomong sama Fazel. Gue juga bingung." Jawab Sasha.
"Mereka udah terbiasa bersama-sama Sha. Mungkin Rachel takut kehilangan." Sahut Naya yang mendengar obrolan Fitto dan Sasha lalu ikut nimbrung dimeja bar.
Sasha menghela nafas. "Rachel jatuh cinta sama Fazel, gue yakin itu Fitt, Nay."
Fitto dan Naya saling melirik, kemudian mereka menatap Sasha.
"Rachel anak gue, gue tau apa yang Rachel rasain meski dia gak cerita. Nay, Fitt, masalahnya Fazel juga anak gue." Ucap Sasha.
"Cinta pertamanya Rachel Sha.. sama kaya lo dulu ke Kak Rey." Ucap Fitto.
Sasha tersenyum dan mengangguk.
"Tapi ini cinta terlarang Sha, masa Rachel jatuh cinta sama kakaknya sendiri." kali ini Naya ikut membahas.
"Rachel sama Fazel kayak lo sama Billy Nay. cuma bedanya Billy dulu belum sempet diadopsi sama Ayah dan Bunda." Sahut Reyvan yang kini juga berada ditengah-tengah mereka.
"Jadi gimana? rumit begini." Tanya Fitto.
"Lihat nanti sewaktu Fazel pulang dari Amrik. Apa perasaan mereka tetap sama atau udah berubah dan punya pasangan masing-masing." Jawab Sasha dengan ragu-ragu.
Jam sebelas malam, Fazel masuk kedalam kamar Rachel, dia menghampiri Rachel yang sedang tertidur pulas.
Perlahan tangan Fazel membelai rambut Rachel, "Harus bahagia ya Hel, harus bisa jaga diri, dan jangan cengeng." Lirih Fazel kemudian mencium kening Rachel. "Maafkan Kakak." Fazel berdiri dan kembali kekamarnya.
__ADS_1
Rachel membuka matanya, gadis remaja itu belum sepenuhnya tidur, Rachel duduk dan memeluk kedua lututnya, "Aku menyayangimu Kak." Gumamnya.
Pagi hari Fazel sudah mempersiapkan keberangkatannya, dia sedang mengecek kembali bawaanya didalam kamar. Sasha masuk kedalam kamar Fazel.
"Zel..." Panggil Sasha.
"Iya Mom.." jawab Fazel yang menoleh kearah Sasha.
"Mommy koq sedih ya." Lirih Sasha.
Fazel memeluk Sasha, tubuhnya kini bahkan lebih besar dari Sasha.
"Mom, jangan sedih. Selamanya Fazel anak Mommy."
"Jadi anak yang baik ya Zel, jangan salah pergaulan. Ingat semua apa yang Momny ajarkan, Mommy ingin Fazel jadi pria yang baik." Entah sudah berapa kali Sasha mengucapkan kalimat ini pada Fazel.
"Fazel janji Mom, tidak akan mengecewakan Mommy dan Daddy. Fazel janji akan jadi contoh yang baik untuk Rachel, Zio dan Nabil."
Reyvan dan Sasha mengantar Fazel kebandara. Sementara Rachel tidak ikut, beralasan sudah ada janji dengan temannya. Fazel merasa kecewa dengan sikap Rachel, padahal ia sangat ingin nemeluk Rachel.
Tanpa diketahui, Rachelpun mengikuti Reyvan dan Sasha kebandara. Ia melihat dari jauh kepergian Fazel. "Kak Fazel.." lirihnya. "Maafin Rachel."
Rachel menatap sedih kepergian Fazel, ia bergegas kembali mencari taxi setelah Fazel tidak terlihat lagi sebelum akhirnya keberadaanya diketahui oleh Reyvan dan Sasha.
***
Fazel tiba diAmerika setelah dua puluh tiga jam perjalanan, turun dari badan pesawat dengan kondisi hati yang tidak percaya diri. Fazel tetap sama, hatinya masih terus diselimuti ketakutan, hanya saja ia slalu mencoba untuk menguatkan dirinya, menerapkan apa yang diajarkan oleh Sasha sang Momny.
"Fazel?" Tanya seorang yang gadis yang ternyata adalah Ara, anaknya Radit semata wayang.
"Kak Ara ya?" Tanya Fazel balik.
Ara tersenyum. "Yuk Zel, kita kerumah. Daddy sudah menunggu dirumah." Ajak Ara.
Ara dan Fazel hanya selisih empat tahun.
"Bagaimana kabar Auntie Sasha dan Uncle Rey?" Tanya Ara yang duduk disamping Fazel dalam mobilnya.
"Baik Kak." jawab Fazel.
"Zel ini Amrik, panggil aku Ara aja, jangan pake Kak, kesannya aku tua banget." Ucap Ara dengan tertawa.
"Tapi kan Kak Ara anak Uncle Radit, aku harus tetap menghormati." jawab Fazel.
"Terserah kamu deh kalau gitu." Ara tersenyum.
"Hai Boy.." sapa Radit.
"Hai Uncle." Fazel mencium punggung tangan Radit.
"Semoga betah disini ya Zel, Uncle akan ajarkan kamu banyak bisnis disini." Ucap Radit.
__ADS_1
"Terimakasih Uncle." Jawab Fazel.
Selama di Amrik Fazel berkuliah dengan begitu rajin, pergaulan Fazel diluar negri membuat Fazel berubah menjadi anak yang penuh percaya diri, bahkan Fazel menguasai beberapa strategi bisnis dengan cepat. Ara membantu banyak perkembangan Fazel, ia dengan senang hati membantu segala kesulitan Fazel.
Fazel sering berkomunikasi dengan Sasha maupun Reyvan, Sasha sering menyuruhnya pulang ketika libur semester. Namun Fazel menolak untuk pulang, karna ketika libur, ia akan belajar mengelola perusahaan langsung dari Radit bersama Ara.
Bahkan Fazel berencana langsung meneruskan S2 di Amrik, dan keputusannya didukung oleh Reyvan meski Sasha sudah sangat rindu terhadap anak sulungnya itu.
"Yakin gak pulang Zel?" Goda Ara yang tengah bersama Leo kekasihnya.
"Maunya sih pulang Kak, tapi kalo udah pulang takut males balik lagi kesini, apalagi kalo udah ketemu Mommy, rasanya gak tega ninggalin Mommy." jawab Fazel.
"Auntie Sha emang dari dulu sangat baik, aku kira dulu Auntie Sha akan jadi Mommy ku."
"Aku beruntung Kak, dibesarkan oleh Mommy Sha." Ucap Fazel.
Fazel mulai berkuliah S2 di Amrik, tapi dia tidak pernah lupa dengan kewajibannya untuk berkomunikasi via telpon maupun videocall dengan Sasha dan Reyvan.
Selama empat tahun ini Fazel tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Rachel, hanya saja Fazel sering menstalking Media social milik Rachel.
"Kamu tumbuh jadi anak yang cantik Hel, seperti Mommy." Gumam Fazel ditengah-tengah aktifitasnya.
"Zel.." panggil Zidney seorang wanita yang tengah dekat dengan Fazel.
Zidney adalah sepupu Leo kekaksihnya Ara, mereka dikenalkan oleh Ara dan juga Leo. Zidney juga berasal dari Indonesia, hanya saja keluarganya sudah terbiasa tinggal Amrik karna memiliki usaha retoran di Amrik
"Hai Zid, udah keluar kelas?" Tanya Fazel.
"Udah.." jawab Zidney dengan ceria.
Mereka menjalani hari-hari bersama, meski tak ada ikatan resmi karna Fazel belum pernah menyatakan cintanya. Akan tetapi, Zidney menganggap lain, Zidney menganggap Fazel adalah kekasihnya, Zidney slalu bermanja-manja pada Fazel, membuat Fazel slalu teringat akan Rachel.
.
.
.
Mana tim Fazel-Rachel?
Mana tim Fazel-Zidney?
Tulis dikomentar dong Readers.. Pleasee..😉
.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....