
Tujuh tahun berlalu, kini Fazel sudah berusia tujuh belas tahun, Rachel berusia dua belas tahun dan Zio berusia tujuh tahun.
"Mommy... Lihat deh nilai ujian harian Rachel bagus semua." Ucap Rachel yang kini duduk dikelas enam SD.
"Wahh Princess Mommy memang pinter sekali." Jawab Sasha yang memuji hasil ujian Rachel.
"Dimana Kak Fazel Hel?" Tanya Sasha.
"Kak Fazel dikamarnya Mom."
"Zio dimana?" Tanya Sasha lagi.
"Zio main game dikamar Nabil." Jawab Rachel lagi.
"Panggilkan Zio untuk mandi sore ya, Rachel juga mandi sore dulu ya. Mommy mau lihat dulu Kak Fazel." Ucap Sasha yang sore itu baru saja pulang bekerja sebagai dokter anak dirumah sakit.
Tok.. tok.. tokk..
"Zel, ini Mommy."
Fazel menoleh kearah pintu, "Masuklah Mom."
"Hai sayang, gimana kabarmu hari ini?" Tanya Sasha yang duduk disebelah Fazel.
"Hasil ulangan Fazel semester ini masih tetap sama Mom, Jelek. Fazel tidak sepintar Rachel." jawab Fazel malas.
Sasha tersenyum dan membelai rambut putra sulungnya itu. "Apa Fazel mencontek?"
Fazel menggelengkan kepalanya. "Fazel sudah berusaha belajar Mom, tapi otak Fazel tidak mampu menguasai semua mata pelajaran. Mommy dan Daddy pasti kecewa." Lirih Fazel.
"Mommy bangga sama Fazel, karna Fazel sudah berusaha semaksimal mungkin, nilai ujian bukan akhir dari pencapaian, Mommy bangga dengan Fazel yang slalu menjuarai olimpiade catur dan melukis. Disana bakat Fazel, dan apapun pasti Mommy akan mendukung jika itu sesuai dengan kenyamanan Fazel."
"Apa Mommy tetap bangga dengan Fazel?" Tanya Fazel.
"Tentu, Mommy tetap dan akan slalu bangga dengan kemampuan Fazel."
"Thanks Mom, Mommy slalu membuat Fazel percaya diri." Fazel memeluk tubuh Sasha yang lebih kecil darinya.
"Mandi sore, dan kita tunggu Daddy pulang ya." Ucap Sasha yang diangguki oleh Fazel.
***
"Tahun depan Aku akan mandaftarkan Fazel kuliah di London, apa kamu setuju?" Tanya Reyvan yang sedang merangkul bahu Sasha saat mengobrol bersama diatas tempat tidur.
"Aku tidak setuju Mas. Fazel masih membutuhkan kita untuk penyemangatnya, rasa percaya diri Fazel masih kurang maksimal Mas."
"Justru itu Sayang, diluar Negri Fazel akan lebih belajar mengenal dunia luar. Dia akan lebih mandiri."
"Bukan mandiri mas, aku takut Fazel akan sepertimu, salah pergaulan dan mengenal...." Sasha tidak meneruskan ucapannya.
"Hem, mengenal apa?"
"S*x bebas." jawab Sasha ragu.
Reyvan tertawa, "Enggalah sayang, gimana orangnya, aku yakin Fazel tidak sepertiku. Lihat Billy, dulu juga Billy kuliah bersamaku diLondon, tapi dia tetap jadi orang yang baik."
__ADS_1
"Kamu juga dulu orang yang baik, Panda yang slalu aku tunggu, gak taunya kehidupan diluar negri bisa merubahmu. Aku gak mau Fazel nanti sepertimu."
"Hmm ya sudahlah, kita kuliahkan Fazel disini biar kamu bisa terus mengawasinya." Ucap Reyvan mengakhiri obrolan itu. Ia sangat tau bahwa Sasha mempunyai rasa khawatir yang tinggi akan Fazel.
***
Ceklekk..
Pintu kamar Fazel terbuka.
"Kak.." Panggil Rachel.
"Iya Hel.." Jawab Fazel.
"Rachel takut tidur sendiri." Ucap Rachel. Memang kini diluar tengah hujan lebat disertai petir.
"Tidurlah dikasur Kakak bersama Zio." Jawab Fazel singkat.
"Zio disini juga?" Tanya Rachel yang melihat kearah tempat tidur Fazel.
"Tadi Zio belajar disini, terus ketiduran." Jawab Fazel singkat.
"Lalu Kak Fazel tidur dimana?"
"Biar Kakak disofa, tidurlah Hell, ini sudah malam." Fazel membuka lemari dan mengambil selimut cadangan yang berada dilemarinya.
Rachel menghela nafas, biasanya dia akan tidur bersama Fazel, namun seiring bertambah dewasanya Fazel, Fazel seakan menjauh dari Rachel dan Rachel tidak menyukai itu.
***
"Iya Hel, Kamu akan satu sekolah sama Kak Fazel biar bisa berangkat bareng sama Kak Fazel. Gimana Zel?" Tanya Reyvan.
Fazel yang kini duduk dikelas dua SMA dan akan naik kekelas tiga SMA berubah menjadi remaja yang sangat tampan. Meski Fazel tidak unggul dipelajaran, namun Fazel adalah ketua tim Futsal dan slalu menjuarai olimpiade catur bahkan juara melukis yang membuat dirinya menjadi salah satu murid berprestasi.
"Tidak masalah Dad, tapi jam pulang Fazel berbeda dengan Rachel." Jawab Fazel.
"Gapapa, nanti biar Rachel dijemput supir saja kalo pulang sekolah." Kali ini Sasha menyahuti.
"Zel, jangan-jangan kamu punya pacar ya, pulang sekolah anter dulu pacar kamu." Goda Billy.
"Uncle Bill, Fazel kalo pulang sekolah latihan futsal dan catur dulu. Bukan sama pacar." Jawab Fazel.
"Pacar juga gapapa Zel." Billy semakin menggoda Fazel.
"Stop Uncle Bill. Uncle Bill kaya anak kecil." Rachel mengerucutkan bibirnya.
"Lho kenapa princess? harusnya dukung Uncle Bill dong biar Kak Fazel cepet punya pacar."
Rachel berdiri, "Rachel udah kenyang, ayo Zio, Nabil kita berangkat." Ucap Rachel dengan melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan.
"Rachel, cium tangan Daddy dan Mommy dulu." Panggil Reyvan dengan lembut.
Rachel menahan langkahnya dan memutar kembali tubuhnya lalu mencium tangan Reyvan, Sasha, Billy, dan Naya juga Ayah dan Bunda.
"Bang, jangan ledekin terus Rachel sih." Naya menyenggol Billy.
__ADS_1
"Aku gak lagi ledekin Rachel lho sayang, malah aku lagi ledekin Fazel. Kenapa Rachel yang marah?" Tanya Billy heran.
"Rachel tuh terlalu sayang sama Fazel, jadi gak suka kalau ada obrolan Fazel punya pacar, takut kasih sayang Fazel berkurang pada Rachel." Sahut Ayah.
"Iya itu bener Bill, Rachel kan satu-satunya cucu perempuan disini, mungkin dia takut ada saingan." Kali ini Bunda ikut menyahuti.
***
Hari ini tim Futsal Fazel merayakan kemenangan antar sekolah. Mereka memilih berkumpul dirumah Fazel dan sudah mendapati ijin dari Reyvan. Beberapa teman wanita disekolahnya juga ikut merayakannya.
Rachel yang melihat Fazel membawa teman-temannya seolah tidak senang terlebih saat melihat ada teman-teman wanitanya.
"Kak Fazel apa-apaan sih koq bawa-bawa cewek." Gumam Rachel.
Rachel dengan sengaja menghampiri Fazel dan teman-temannya.
"Kak.." Panggil Rachel.
Semua teman-teman Fazel menengok kearah Rachel.
Fazel berdiri saat Rachel menghampiri dirinya.
"Ada apa Hel?" Tanya Fazel.
"Rachel laper, tapi mau makan ditemenin sama Kak Fazel." Ucap Rachel.
"Hel.. Kak Fazel lagi ada temen-temen disini. Rachel makan sendiri dulu ya." Kata Fazel dengan lembut.
Rachel menghela nafasnya. " Rachel gak mau makan." Jawab Rachel.
"Adik lo ya Zel?" Tanya seorang teman Fazel yang bernama Lisa.
Fazel menengok kearah Lisa, "Iya Lis. Ini adik gue Rachel." Jawab Fazel.
"Hai Rachel kelas berapa?" Tanya Dita teman Fazel satunya lagi.
"Kelas enam SD Kak." Jawab Rachel.
"Gabung sini Hel." Kali ini Kenzo teman sebangku Fazel mengajak Rachel bergabung.
Rachel menggelengkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya.
"Rachel makan sendiri dulu ya, Kakak ada teman-teman Kakak, ya?" Bujuk Fazel dengan lembut.
Rachel langsung mengercutkan bibirnya dan kembali kekamar. Namun ia bukan kembali kekamarnya tapi masuk kedalam kamar Fazel.
"Kak Fazel gak sayang Rachel lagi, kak Fazel lebih pilih teman-teman kak Fazel." Umpat Rachel yang kemudian tertidur ditempat tidur Fazel
.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....