
"IBU...!!" Fazel terbangun dari mimpi buruknya, dengan wajah penuh keringat dan nafas terengah-engah.
"Hanya mimpi.. Lagi-lagi mimpi kecelakaan Ayah dan Ibu. Tapi siapa anak kecil dalam pangkuan Ibu? kenapa aku bisa lupa dan tidak mengingatnya?" Gumamnya dan Fazel menggusar rambutnya kebelakang mencoba mengingat namun ia tidak berhasil mengingatnya.
Dilihatnya seorang wanita cantik yang tertidur lelap dan kini tengah mengandung anaknya,
"Aku sangat mencintaimu Hel, sangat." Lirihnya kemudian mencium kening Rachel yang sedang tertidur pulas.
Mata Fazel tertuju pada perut Rachel yang masih rata, "Hai Twins, aku Papa mu, aku akan slalu menjaga kalian." Kemudian Fazel mencium perut Rachel.
Fazel keluar dari kamar untuk mengambil minum dari dapur, lalu ia duduk dibangku pinggir kolam renang untuk mendinginkan pikirannya.
"Siapa anak kecil dalam pangkuan Ibu? kenapa begitu mirip dengan wajahku?" Gumam Fazel sambil mengusap pangkal hidungnya.
"Zel.." Sapa Sasha yang kebetulan juga mengambil minum dari dapur.
Fazel menoleh kearah sumber suara, "Mommy.. Kenapa belum tidur?"
"Mommy baru aja ambil minum dari dapur, kamu kenapa belum tidur? ini sudah hampir jam dua dini hari."
"Gapapa Mom, cuma mau hirup udara aja disini." Jawab Fazel mencoba menyembunyikan kegundahannya.
Namun Sasha slalu peka apa yang yerjadi pada anak sulung yang kini menjadi menantunya itu.
"Ada apa Zel? apa Mommy bukan lagi Mommy mu sehingga kamu tidak mau bercerita pada Mommy." Sasha duduk didepan Fazel dan menatap wajah Fazel.
"Bukan begitu Mom.. Tapi Fazel sendiri tidak mengerti apa yang Fazel pikirkan."
Sasha menggenggam tangan Fazel, "Apa ini soal kehamilan Rachel?" Tanya Sasha dengan lembut.
Fazel menggelengkan kepalanya, "Bukan Mom, Fazel justru senang Rachel hamil dan ternyata kembar." Fazel tersenyum saat membicarakan soal kehamilan Rachel.
"Lalu? apa yang membuatmu gundah?"
Fazel menghela nafas. "Lagi-lagi mimpi yang sama Mom, mimpi soal kecelakaan itu lagi, tapi rasanya kali ini lebih nyata. Ada seorang anak kecil yang dipangkuan Ibu saat kecelakaan itu. Dan anak kecil itu sangat mirip dengan Fazel Mom."
Sasha mendengarkan cerita Fazel dengan dalam.
"Apa lagi yang kamu lihat dimimpimu?"
"Anak kecil itu teriak saat mobil Ayah terbalik, Dia bilang sakit. Dan Fazel tidak bisa mengingat apa-apa lagi." Lirih Fazel.
"Zel.. Sedari dulu Mommy dan Daddy slalu cari informasi soal keluargamu, hanya saja kecelakaan itu terjadi bukan di negara kita, tapi diluar negri saat Ayahmu sedang melakukan perjalan bisnis. Satu-satunya yang tau hanya Sherin, dan entah dimana dia sekarang, apa masih dipenjara atau sudah keluarpun Mommy tidak tau. Hanya dia yang tau asal usul kamu."
"No Mommy, jangan cari Tante Sherin lagi. Fazel takut Mommy terluka lagi."
Sasha tersenyum, "Mommy tidak akan terluka lagi Zel, Mommy sudah punya kamu, Rachel, Zio, bahkan Twins yang masih diperut Rachel."
"Mom.. Jika anak Fazel kembar. Apa itu artinya Fazel mempunyai kembaran Mom? anak dimimpi Fazel sangat mirip Fazel."
__ADS_1
"Mommy akan bicara sama Daddy dan Uncle Bill soal kecelakaanmu dulu, mungkin ada informasi tentang siapa anak yang ikut dalam kecelakaan itu. Sekarang tidurlah, ini sudah malam."
Fazel mengangguk kemudian masuk kedalam rumah bersama Sasha dan menuju kamarnya masing-masing.
***
Seminggu berlalu.
Darren tiba di Jakarta dari Paris.
Darren memutuskan pulang keJakarta seorang diri dan meninggalkan Farah juga ketiga anaknya diParis.
Fitto sudah menjemputnya di Bandara.
"Jadi gimana Fitt?" Tanya Darren didalam mobil.
"Ini Kak." Fitto menyerahkan amplop coklat berisikan informasi Riko.
"Ini benar dia Fit." Mata Darren fokus menatap lembar demi lembar informasi soal Papi Riko.
Fitto dan Naya memutuskan untuk memberitahu Darren soal Papi Riko, dan untuk sementara merahasiakannya dari Sasha.
Darren yang menerima informasi dari Fitto langsung memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
"Sasha tidak tau ini?" Tanya Darren meyakinkan.
"Tidak Kak, tapi Papi Riko sepertinya sengaja mangkal Taxi Online didepan Rumah sakit. Padahal Papi Riko dulu tau Rumah sakit itu adalah milik keluargaku."
"Sepertinya tidak Kak, sepertinya kejadian tempo hari, itu hanya kebetulan saja."
Darren menghela nafas. "Yang Kakak takut, dia mengganggu Sasha dan anak-anaknya."
"Papi Riko sudah bercerai dengan wanita itu Kak, dan sudah menikah lagi lalu mengontrak rumah sederhana. Papi Riko tidak mempunyai anak lain selain Kak Darren dan Sasha." Fitto terus menjelaskan soal informasi Soal Papi Riko.
**Flashback On**
Setelah bisnisnya diambil alih oleh Darren, Riko hanya mengandalkan uang yang ia punya ditabungannya, Riko pun tidak mengajukan banding saat kalah dipersidangan melawan anaknya sendiri.
Riko yang sudah mencuci sebagian aset untuk beralih menjadi namanyapun menjual dan menjadikannya modal untuk berbisnis kembali. Namun Riko tidak beruntung, tidak ada teman-temannya yang mempercayai dan enggan berkerjasama dengan perusahaan Riko yang baru sehingga perusahaan itu pailit dan bangkrut kembali.
Anita wanita selingkuhan Riko meninggalkannya dengan selingkuhannya, Karma itu menghampiri Riko dengan sangat cepat dan tepat. Siapa sangka disaat Riko sedang merintis usahanya, Anita malah berselingkuh dengan rekan kerjanya Riko.
Dengan sisa tabungannya, Riko membeli sebuah mobil MPV biasa dan mulai menjadi driver Taxi Online.
Dia juga bertemu dengan seorang wanita yang sering menjadi pelanggannya kemudian menjalin hubungan dan menikah lalu memulai hidup dengan sederhana bersama istrinya.
**Flashback Off**
Darren dan Fitto turun dirumah sakit, lalu menyebrang ketempat Riko biasa mangkal menunggu pelanggannya.
__ADS_1
Dari kejauhan, Darren dan Fitto melihat sosok yang slama ini tidak pernah ia lihat.
"Bener Fitt. Dia Papi Riko." Ucap Fitto.
"Lalu bagaimana Kak?"
"Kita suruh orang bawa dia ketempat lain, tapi tidak sekarang. Kakak harus bertemu dengan Sasha dulu."
"Kita kasih tau Sasha Kak?"
"Harus Fitt.. Setidaknya biar Sasha bisa berhati-hati."
Fitto hanya mengangguk.
"Besok Kakak kesini lagi untuk ketemu dengan Sasha. Sekarang Kakak ke hotel dulu."
Merekapun berpisah. Darren pulang kehotel yang sudah disiapkan oleh Fitto dan Fitto kembali kerumah sakit.
***
Rachel mengusap perutnya yang masih rata itu. Tangan satunya memegang foto hasil USG.
"Benarkah kalian ada dua?" Rachel tersenyum.
Sementara dikantor Rivano Group.
Reyvan membahas dengan Billy apa yang diceritakan Sasha soal Fazel.
"Bisa jadi Fazel punya kembaran Rey. Gue akan ke negara tempat mereka kecelakaan dan menanyakan jelas korbannya. Yang kita tau dari Sherin dulu hanya kedua orangtuanya, tidak ada informasi soal ada orang lain yang ikut dalam kecelakaan itu."
"Harusnya dulu kita langsung menanyakan pada Sherin soal asal usul Fazel. Kasian Fazel terus mencoba mengingat kejadian yang sudah berlalu lama."
"Feel gue sih Rey, Fazel punya saudara atau kembaran. Cuma yang harus kita cari tau apa kembarannya itu ikut jadi korban atau selamat."
"Kapan lo berangkat?" Tanya Reyvan.
"Lusa, sekalian ada pertemuan bisnis dengan Mr. Wang disana."
"Gue serahin semua sama lo Bill. Thanks lo slalu perduli sama Fazel."
"Santai Rey, gue juga sayang sama Fazel, lihat Fazel itu sama seperti lihat diri gue sendiri."
.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....