
Sasha memeluk Bunda saat Bunda tiba dirumah. "Sasha beneran pulang." Ucap Bunda dengan penuh haru.
Sasha kemudian memeluk Ayah mertuanya.
"Yah maafin Sasha." ucapnya dalam pelukan sang Ayah mertua yang sudah seperti ayah kandungnya sendiri.
"Sasha gak salah, Ayah yang minta maaf karna belum maksimal menjaga Sasha." Jawabnya sambil mengusap punggung Sasha.
"Dimana cucu Bunda?" Tanya Bunda sambil mengedarkan pandangannya.
"Cucu cucu Bunda dihalaman belakang, Rachel sudah akrab sama Fazel Bun, mereka sedang mewarnai bersama di gazebo." Ucap Sasha.
"Bunda lebih baik istirahat dulu." Ajak Naya yang mendorong kursi roda Bunda.
"Engga Nay, Bunda udah cukup istirahat selama dirumah sakit. Bunda pulang karna mau main sama cucu Bunda."
Reyvan masuk sambil menggendong Rachel dan tangan satunya menuntun Fazel.
"Oma udah pulang." Seru Rachel lalu minta turun dan berlari menghampiri Bunda.
Fazel hanya diam seperti tidak percaya diri melihat keramaian. Dengan penuh kasih sayang Sasha menghampiri Fazel.
"Kita samperin Oma yuk." ajak Sasha yang kemudian menuntun Fazel kearah Bunda.
"Ayo Fazel, cium tangan Oma." Titah Sasha dengan lembut.
Fazel dengan ragu-ragu mengulurkankan tangannya kepada Bunda dan Bunda yang melihatnya pun langsung menarik tangan Fazel dan mencium keningnya. "Fazel juga cucu Oma, sama seperti Rachel." Ucap Bunda.
Sasha tersenyum, Reyvan melihat kelembutan dihati Sasha, diluar dugaan ternyata tanpa dimintapun, Sasha menerima Fazel.
"Ya sudah, kita makan siang bersama, tidak biasanya rumah ini sedang ramai." Sahut Ayah.
Mereka duduk bersama, Sasha duduk disebelah Reyvan, bersama Rachel kemudian Fazel. Sementara disebrang meja, Bunda duduk bersama Naya dan disebelahnya ada Billy. Tentu saja Ayah yang berada di kursi utama.
"Sha, makan dulu." ucap Bunda saat melihat Sasha yang menyuapi Rachel dan sesekali membantu Fazel untuk memotong lauk saat melihat Fazel kesulitan.
"Iya Bun, biar Sasha bantu anak-anak dulu." Jawabnya dengan lembut.
"Bunda seneng rumah ini Ramai, Sasha nginep disini kan?" Tanya Bunda.
"Maaf Bun, tapi besok Sasha harus masuk kerja lagi, nanti aja ya Bun Sasha kesini kalo libur lagi." Jawab Sasha dengan santun.
"Kenapa gak tinggal lagi disini aja Sha?" Tanya Ayah.
"Nanti Yah, Sasha masih mau dirumah Kak Darren." Jawab Sasha dengan ragu-ragu.
"Tapi kan Bunda pengen ketemu Rachel tiap hari Sha."
"Iya Bun, nanti kalo jadwal Sasha ada praktik siang, Sasha usahain antar Rachel kesini dulu ya Bun."
__ADS_1
"Rumah ini sepi Sha, Kalo ada Rachel, Fazel pun mau diajak bicara, jadi ramai." Sahut Ayah lagi yang melihat Fazel dan Rachel sedikit bercanda sedari tadi meskipun sedang makan.
Sasha tersenyum, "Nanti tambah rame lagi kalo cucu Ayah dan Bunda bertambah." Ucap Sasha dengan melirik kearah Naya.
Yang dilirik malah salah mengartikan, "Lo mau kasih ade buat Rachel Sha? udah baikan sama Kak Rey dong?" Tanyanya dengan polos.
Uhuk.. Uhukk..
Sasha tersedak makanan yang sedang ia telan, Reyvan dengan segera memberikan Sasha air minum dan Sasha meminumnya.
"Kok gue Nay? ya lo lah, lo emang gak nikah-nikah sama Billy? udah lama kan nikahan lo ditunda, kalo lo sekarang cepet nikah, semakin cepet juga kan punya anak, nah cucu Bunda jadi bertambah kan." Jawab Sasha panjang lebar.
Naya tertawa, "Kirain lo mau kasih adik buat Fazel dan Rachel. Ahahaaa."
"Tenang Sha, gue udah nentuin tanggal sama Bang Billy, bulan depan gue sama Bang Billy jadi nikah." Jawabnya.
"Beneran Nay? koq gak bilang Ayah?" Tanya Ayah.
"Ayah sama Bunda tau beres ajalah, Naya sama Bang Billy udah serahin semua ke WO, tinggal nanti ada yang ukur baju untuk Ayah, Bunda, Kak Rey, Sasha, Fazel dan Rachel." Jawab Naya.
"Serius udah semua Nay?" Tanya Bunda.
"Udah Bun, rencananya bulan depan. Ballroom hotelnya juga udah kita dp, ya kan Bang?" Tanya Naya ke Billy.
"Iya Yah, Bun, Naya emang udah obrolin ini sama Billy, persiapan udah 70% koq." Jawab Billy.
"Bagus deh Nay, Bulan depan soalnya soalnya gue mau ngajuin cuti." Ucap Sasha.
"Abis lo Cuti, gue ngajuin Cuti koq Nay, gue sama Rachel mau nengok Mami ke Paris, Sama Kak Darren dan istrinya juga." jawab Sasha.
"Mami Martha sekarang diParis Sha?" Tanya Ayah.
"Iya Yah, rencananya Mami akan menikah lagi disana, sama-sama rekan bisnisnya." Jawab Sasha.
"Hem baguslah, akhirnya Mamimu itu move on juga Sha, Bunda ikut seneng dengernya." Sahut Bunda.
"Berapa lama Sha?" Tanya Reyvan.
"Mungkin dua minggu Mas." jawab Sasha.
Reyvan tidak memberi komentar, dirinya hanya diam.
Menjelang sore, Sasha mengajak Rachel pulang.
"Sayang kita pulang yuk." Ajak Sasha ke Rachel.
"Ahh Mommy, Lahel masih mau disini." Rengek Rachel.
"Ini udah sore sayang, besok Mommy harus kerja."
__ADS_1
"Tapi lahel masih mau dilumah Daddy Mom, ayolah Mom, kita nginep aja disini ya." Ajak Rachel.
"Gak bisa sayang, nanti Papa Ren dan Mama Farah nyariin." Sasha terus membujuk Rachel.
"Mommy telpon aja Papa Len dan Mama Falah, bilang kita nginep dilumah Daddy, Lahel gak mau pulang kelumah Papa Len, Lahel mau disini." Rachel berbicara dengan nada ngambek khas anak kecil.
"Udah sih Sha, nginep disini aja, biasa juga lo suka bawa baju ganti kan dimobil, besok berangkat kerumah sakit bareng gue."
Sasha menghela nafas. "Gak bisa Nay.." Lirih Sasha.
"Sha, please nginep disini ya." Bujuk Reyvan.
"Mommy jangan pu.. lang." Ucap Fazel.
Sasha tersenyum kearah Fazel. "Kenapa Mommy tidak boleh pulang?" Tanya Sasha sambil mengusap rambut Fazel.
"Fazel mau ceritain yang dibuku Fazel, Fazel udah janji sama Mommy." ucap Fazel.
"Fazel masih inget? sudah bisa bercerita?" Tanya Sasha.
Fazel mengangguk.
"Baiklah Mommy akan menginap disini untuk mendengarkan cerita Fazel ya, Fazel janji harus bercerita ya." Ucap Sasha dengan lembut.
Fazel tersenyum lalu mengangguk.
Sasha baru saja selesai memandikan Rachel dikamar Naya. "Kenapa gak dikamar Mas Rey Sha?" Tanya Naya dengan iseng.
"Lo udah tau jawabannya gak usah pake nanya lagi Nay." Jawab Sasha.
"Gue sama Rachel tidur disini ya Nay." Ucap Sasha.
Rachel yang mendengar obrolan Sasha dengan Naya langsung bicara. "No Mommy, Lahel mau tidul sama Daddy, boneka unicorn Lahel yang kemalin Daddy belikan ada dikamal Daddy, Daddy juga janji mau celitain Lahel buku celita."
Sasha menghela nafas, "Kalau gitu kita pulang ya Hel, Mommy gak mau kalo Rachel gak nurut sama Mommy."
"Sha.. udah sih jangan terlalu keras sama Rachel. Rachel kan baru ketemu sama Daddy nya, wajarlah dia kangen. Lo jangan egois Sha." ucap Naya.
Sasha hanya menghela nafas. "Okey kalo gitu, tapi gue tetep tidur disini ya Nay, abis Rachel tidur, gue pindah kesini."
Naya tersenyum dengan senyuman yang tidak bisa diartikan, "Okey." Jawabnya seraya memikirkan sesuatu.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...