MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
DILUAR JANGKAUAN


__ADS_3

Selesei menemani Reyvan bertemu dengan klien, Sasha kembali ke meja Fitto dan Naya.


Sementara Reyvan, Billy dan Vivi masih membahas beberapa point hasil dari pertemuan.


"Ciyee yang dikenalin sebagai istrii" Goda Naya.


"Apa sih Nay, biasa aja kali, by the way lo ga nyamperin babang Billy?" ledek Sasha.


Naya berdecak, "Lo gak lihat, bangBil lagi sama bos nya, entar gue yang kena semprot bos nya"


Fitto dan Sasha tertawa,


"Bosnya Billy kan Kak Rey Nay, kakak lo sendiri" kata Fitto.


"Iya, kak Rey tuh suka marah klo urusan pribadi dibawa ke kerjaan, begitu juga sebaliknya"


"Oh ya? gue baru tau" ucap Sasha.


"Jelaslah lo baru tau, hubungan lo baru baik sama kak Rey kan baru bulan ini Sha"


"Hemm" Gumam Sasha pelan.


Mereka kembali ngobrol soal rencana kuliah akademiknya yang hanya tinggal satu semeseter lagi sebelum akhirnya mereka mengambil program profesi atau Koas.


Reyvan dan Billy menghampiri ke tiga sahabat itu, sementara Vivi kembali ke kantor.


"Hai yank" sapa Billy ke Naya.


"Lah ga balik ke kantor Bang?" tanya Naya.


"Nih dibolehin bos langsung balik" jawab Billy sambil menujuk Reyvan dengan dagunya.


"Tumben bos nya baik" sindir Naya.


"Jangan salah Nay, gue sengaja nyuruh Billy ga balik ke kantor, biar bisa anter lo balik, soalnya gue mau ajak Sasha jalan dulu, kasian Fitto kalo harus nganter lo balik, gue juga gak mau lo ngikutin gue" jawab Reyvan.


"Dihh beneran lo ya Kak, bucin banget sekarang, gak mau banget orang gangguin lo"


"Iyalah, mana ada orang pacaran mau digangguin"


"Lah lo bukan pacaran Kak, lo udah nikah"


"Ya sama aja, gue kan pacarannya udah halal Nay" jawab Reyvan sambil tertawa.


"Fitt thanks ya udah nemenin anak kembar ini jalan-jalan" ucap Reyvan.


"Santai Kak" jawab Fitto.


Setelah itu mereka berpisah, Fitto pulang sendiri, Naya pulang bersama Billy, dan Sasha pulang bersama Reyvan.


"Mas kita mau kemana?" tanya Sasha didalam mobil.


"Nonton yuk Sha" ajak Reyvan.

__ADS_1


"Jangan sekarang Mas, aku lagi cape banget, pulang aja yuk"


"Kamu cape, yaudah ayo kita pulang"


"Maaf ya Mas"


"Gapapa Sha, aku lupa kalau kondisi kamu belum sembuh bener, ya udah kita pulang ya"


Tiba dirumah Bunda, Sasha dan Reyvan langsung masuk kedalam kamar karna bunda juga belum pulang, sementara Naya dan Billy, entah mereka lanjut pergi kemana.


Sasha duduk bersandar pada sofa didalam kamar Reyvan dan meletakan paperbag diatas meja samping sofa.


"Kamu pergi kenapa gak belanja Sha? aku tadi udah transfer uang untuk kamu, aku lihat Naya tadi bawa belanjaan banyak"


"Belum ada yang aku butuhin mas, tapi tadi aku beli ini buat Mas" ucapnya sambil meraih paperbag dan memberikannya pada Reyvan.


"Ini apa sayang?" tanya Reyvan sambil menerima paperbag dari Sasha.


"Buka dong"


Reyvan membuka paperbag dan mengeluarkan isinya yang terdapat dua box, Reyvan membuka satu demi satu box dan ternyata berisikan dasi dengan motif simple tapi tetap elegan.


"Ahh ini bagus banget sayang, makasih ya" Ucap Reyvan sambil memeluk Sasha kemudian mencium puncak kepala Sasha.


"Suka mas?"


"Suka dong, apa lagi istri yang pilihin"


Selesei makan malam, Sasha kembali kekamar bersama Reyvan, menyandarkan tubuhnya pada divan tempat tidur sambil bermain ponsel, sementara Reyvan duduk di sofa berkutat dengan sisa pekerjaan yang belum ia seleseikan.


"Sha, nonton dikamar gue yuk, ada film korea terbaru nih"


"Yuk, tunggu bentar, gue ambil powerbank dulu"


"Eits mau kemana?" sahut Reyvan.


"Sasha kali-kali tidur sama gue kek Kak, gue mau nonton"


"Ga boleh-ga boleh, besok kan lo masih libur, nonton besok aja, kenapa harus malam sih, malam tuh waktunya tidur" Ucap Reyvan sambil menutup laptopnya kemudian berdiri menghampiri Naya.


"Ya elah Kak, lo posessif banget sih, Sasha nya juga mau gue ajak"


"Ini udah malam Nay, udah jam sembilan, lo mending balik kekamar aja gih sana"


"Bucin banget sih lo, tibang pinjem Sasha semalam doang" Ucap Naya sambil cemberut.


"Gapapa sih mas, malam ini aja, aku juga penasaran sama film barunya, ya mas, pleasee" kali ini Sasha memohon pada Reyvan.


"Tapi gak tidur dikamar Naya ya Sha, aku tungguin disini"


"Iya iya.. nanti beres nonton aku balik kekamar"


Sasha meninggalkan Reyvan dikamarnya sendirian kemudian masuk kekamar Naya dan mulai nonton film.

__ADS_1


"Gue gak nyangka, kak Rey bisa sebucin itu sama lo Sha"


"Masa? gue juga gak nyangka Nay, ahahaa"


"Nempel banget kak Rey sama lo, lo udah ada rasa sama Kak Rey Sha?"


"Perasaan sih ada, cuma mungkin gue belum yakin ya Nay, gue masih agak trauma, tapi serius lho kalau mas Rey sekarang itu perhatian banget sama gue dan bikin hati gue tersentuh"


"Hemm Sha.. lo udahh begituan sama Kak Rey?" tanyanya dengan penasaran.


"Maksud lo begituan tuh apa Nay?"


"Ya hubungan suami istri lah Sha"


Sasha mentoyor kepala Naya, "Rahasia ranjang suami istri itu Nay, diluar jangkauan, gak boleh dikasih tau publik"


Naya tertawa, "Gue kan mau tau Sha,, bagi dikit dong Sha"


Shasa melempar bantal kearah Naya, "Gue balik ah kekamar mas Rey, obrolan sama lo udah diluar jangkauan"


Naya masih tertawa, "Ciyee yang mau hubungan ranjang" goda Naya.


Sasha hanya menggelengkan kepalanya, wajahnya memerah seperti udang rebus.


Sasha masuk kekamar Reyvan.


"Lho udah selesei filmnya?" tanya Reyvan yang heran karna baru tiga puluh menit Sasha dikamar Naya.


"Naya gak beres, ngobrol sama dia udah diluar jangkauan mas"


Reyvan mengernyitkan dahinya.


"Ngobrol apa?"


Wajah Sasha kembali memerah,


"Ya gitu deh, udah ah mas aku ngantuk, mau tidur" Ucap Sasha sambil menarik selimut dan tidur membelakangi Reyvan.


Reyvan tersenyum, dirinya merasa sedikit penasaran dan berencana akan menayanyakan langsung pada Naya.


Reyvan pun ikut merebahkan dirinya, menaikan rambut Sasha keatas bantal, memeluk Sasha dari belakang dan menempelkan wajahnya di ceruk leher Sasha.


"Selamat tidur sayang, mimpi indah, aku mencintaimu" ucap Reyvan sambil mengecup sekilas leher Sasha.


Entah kenapa jantung Sasha berdegup kencang, merasa bingung dengan apa yang dirasakannya, dirinya merasa nyaman dengan segala perhatian dan sentuhan Reyvan.


Reyvan merasa dirinya menegang saat bersentuhan dengan Sasha, namun dirinya enggan memaksa hingga hati Sasha benar berlabuh pada Reyvan. Sungguh ia menahan hasrat untuk menyentuh lebih dalam istrinya itu, tapi Reyvan ingin semua terjadi karna cinta, bukan paksaan.


.


.


.

__ADS_1


.


...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2