
Reyvan menyiapkan baju Sasha, dia juga menelpon Bunda untuk memberitahunya bahwa malam ini mereka tidak pulang karna akan bermalam diapartemen hingga hari minggu. Kemudian Reyvan memesan makanan via driver food online.
Reyvan membereskan seprai yang berantakan, dirinya tersentuh saat melihat noda merah di seprai tersebut, menandakan bahwa ia adalah orang pertama yang benar-benar menyentuh Sasha lalu Reyvan mengganti seprai tersebut dengan yang baru.
Ceklek, Sasha keluar dari toilet dengan menggunakan bathtrub yang sudah tersedia didalam toilet.
"Udah sayang? bisa jalan?" tanya Reyvan dengan penuh khawatir.
"Udah mas, udah mendingan setelah berendam." Jawab Sasha.
"Masih sakit?"
"Masih sedikit perih"
"Maaf ya Sayang" Reyvan mengecup kening Sasha.
"Gapapa mas, itu kan udah kewajiban aku. Kita pulang kapan mas?"
"Kita pulang minggu aja ya, aku sudah telpon bunda dan bilang kita menginap disini."
"Apa Ayah tidak apa-apa mas?"
"Gapapa Sha, kita kan minggu pulang lagi kerumah bunda."
Sasha hanya mengangguk.
"Mas kamu keluar dulu dong bentar."
Reyvan mengernyitkan dahinya, "Kenapa?"
"Aku mau dibaju dulu."
"Ya dibaju aja disini."
"Tapi kamu keluar dulu, aku malu."
Reyvan tertawa pelan, "Malu? aku udah lihat semua Sha, udah sih cuek aja."
Sasha berdiri dan mengambil baju yang sudah Reyvan siapkan.
"Mau kemana Sha?"
Sasha tidak menjawab dan masuk kedalam toilet. Reyvan hanya tersenyum melihat istri kecilnya yang masih malu-malu itu.
Suara bel berbunyi, driver food online mengantar makanan yang dipesan oleh Reyvan tadi.
Selesai berpakaian, Sasha keluar dari toilet, dia tidak menemukan Reyvan didalam kamarnya. kemudian Sasha keluar dari kamarnya dan mencari Reyvan.
"Pesan makanan mas?" Tanya Sasha.
"Iya Sayang, makan dulu nih."
Mereka makan malam bersama, kemudian Reyvan masuk kekamar Sasha dan membereskan pakaian Sasha.
"Lho mas koq diberesin?"
"Aku mau pindahin baju dan barang-barang kamu kekamar aku."
"Nanti aja mas, sama aku."
"Kamu istirahat aja, masih sakit kan? biar ini semua aku yang beresin."
Sasha tersenyum, hatinya begitu merasa senang melihat Reyvan begitu perduli dan perhatian.
Sasha menunggu Reyvan didalam kamar utama, dan lama-lama dirinya mengantuk lalu tertidur.
Setelah selesai memindahkan barang-barang Sasha kekamar utama, Reyvan menyusul Sasha tidur dan memeluknya.
.
.
Pagi dirumah Bunda.
"Kak Rey gak pulang ya Bun?" Tanya Naya ke bunda saat menyiapkan sarapan.
"Rey dan Sasha nginap di Apartemen, besok minggu baru pulang."
"Nay, temanin Ayah olahraga ditaman kota selesai sarapan." Titah Ayah.
"Naya Mager banget Yah."
__ADS_1
"Udah cepetan Nay, nanti keburu panas."
Ayah sudah menunggu Naya didalam mobil, tak lama Naya masuk kedalam mobil Ayah.
"Tumben sih yah olah raga, biasanya juga treadmill dirumah." gerutu Naya.
"Kita bukan mau olah raga, tadi ayah hanya beralasan didepan bunda."
"Hah terus kita kemana Yah?"
"Ke apartemen Reyvan, Ayah mau melihat Reyvan dan Sasha, jangan-jangan Reyvan bohongin kita lagi soal hubungannya sama Sasha, bisa aja mereka disana pisah kamar lagi."
"Yah, tapi Nay slalu melihat Kak Rey tuh udah berubah."
"Ya lihat aja nanti Nay."
Ayah dan Naya tiba diapartemen.
"Kamu tau kode akses masuknya Nay?"
"Kenapa gak pencet bel aja yah?" Tanya Naya heran.
"Kita mau mergokin mereka, kalau pencet bel nanti ketauan Nay!!"
"Kode aksesnya tgl, bulan, tahun pernikahan mereka Yah." Naya menekan tombol dan Blipp pintu terbuka.
Mereka langsung masuk kedalam apartemen.
"Sepi Yah?" Ucap Naya berbisik.
"Coba cek kamar Sasha Nay." Titah Ayah.
Naya masuk kedalam kamar Sasha dan mengedarkan pandangannya. "Kosong Yah, dan barang-barangnya Sasha juga gak ada."
Lalu Ayah perlahan membuka pintu kamar utama dengan sangat hati-hati.
Ayah tersenyum saat melihat Reyvan yang masih tertidur dalam posisi memeluk Sasha dalam satu tempat tidur, dibawah selimut yang sama.
kemudian Ayah keluar dan menutup pintu kamar utama dengan pelan-pelan.
"Ayo Nay kita pulang."
"Ayah udah lega sekarang, Rey benar-benar sudah berubah."
Ayah dan Naya bergegas meninggalkan Apartemen Reyvan.
"Tapi kak Rey jangan dibiarin pindah lagi ke apartemen Yah." ucap Naya saat mereka sudah berada diperjalanan pulang.
"Memang kenapa Nay?" tanya Ayah bingung.
"Nanti dirumah kita sepi lagi Yah."
"Ya semoga mereka mau terus tinggal dirumah Nay."
.
.
Hari senin mereka kembali ke aktifitasnya masing-masing.
"Sayang pulang kuliah jam berapa nanti?"
"Jam dua belas selesai koq Mas, jadwal kuliah udah gak padat lagi, tinggal menyelesaikan tugas-tugas aja."
"Kalau gitu pulang kuliah ke kantor aku ya sayang."
"Ada apa emang Mas?"
"Hari ini penandatanganan kontrak kerja bersama Aldio Company, aku mau kamu dampingin aku, bisa?"
"Jam berapa?"
"Jam dua siang."
"Baiklah Mas, pulang kuliah aku langsung kekantor mas ya."
Kuliah hari ini berjalan lebih cepat, jam sebelas mereka sudah bubar kelas.
"Masih jam sebelas, kita kemana nih?" Tanya Naya.
"Gue harus kerumah sakit Nay, papi nyuruh gue kesana."
__ADS_1
"Ya gak rame dong."
"Kita kekantor Mas Rey Nay, gue disuruh kesana."
"Oh ada apa sha?"
"Katanya suruh dampingin mas Rey tanda tangan kontrak sama Aldio Company."
"Ya udah kalau gitu, yuk jalan Sha, kita sekalian makan siang disana aja."
Sasha mengemudikan mobilnya kekantor Reyvan.
Tiba dikantor Reyvan, Billy sudah menunggunya di Lobby karna sebelumnya Naya memberi kabar sudah dalam perjalanan menuju kantor.
"Tumben cepet, gak bolos kan?"
"Enak aja bolos, kita mahasiswa baik-baik Bang." jawab Naya.
"Ahahaha, ya udah ayo naik keatas."
Billy membawa mereka naik ke lift khusus pimpinan perusahaan, naik ke lantai tempat ruangan Reyvan berada.
"Selamat siang Pak Billy, mba Naya dan ibu Sasha." Sapa Vivi sekertaris Reyvan, lalu membukakan pintu ruangan Reyvan.
"Udah datang?" tanya Reyvan yang kemudian berdiri dan menghampiri Sasha lalu mencium lembut keningnya.
"Udah pada makan?" Tanya Reyvan lagi.
"Belom lah, pesenin dong Kak." ucap Naya.
"Bill pesenin makanan." titah Reyvan.
Setelah mereka bersantai bersama sambil makan siang, Sasha mulai membuka laptopnya.
"Aku sambil ngerjain tugas ya Mas."
"Gak bisa nanti dirumah aja Sha?" Tanya Naya.
"Daripada gak ada kerjaan Nay, mending sambil ngerjain tugas dikit-dikit biar cepet kelar."
"Gue keruangan Ayah dulu aja ya." ucap Naya.
"Yuk sama gue, gue harus kasih berkas langsung ke Ayah." Reyvan berdiri kemudian berkata pada Sasha, "Sayang tunggu disini dulu ya sama Billy, aku cuma bentar."
"Iya mas," jawab Sasha sambil terus menatap layar laptopnya.
Reyvan dan Naya keluar dari ruangan Reyvan menuju Ruangan Ayah. Sementara Sasha ditemani oleh Billy diruangan Reyvan.
"Sha" Panggil Billy.
"Hem" Jawabnya masih dengan terus menatap layar laptop.
"Hubungan lo sama Rey, gimana sekarang?"
"Baik"
"Ishh lo tuh kalo jawab bisa gak sih gak seperlunya." Gerutu Billy
Seketika Sasha mengalihkan pandangannya dari layar laptop dan menatap Billy sambil tertawa.
"Lo mau tau apa sih Bill?"
"Ya hubungan lo sama Reyvan Sha."
"Bill, hubungan gue sama Mas Rey udah membaik, bahkan jauh lebih baik, dia suami gue dan gue istrinya. Paham? Ada lagi yang mau lo tau?"
Billy menggaruk keningnya yang tak gatal itu.
"Reyvan banyak berubah semenjak hubungan lo sama Rey membaik Sha, belum pernah gue lihat Rey seserius sekarang dalam hidupnya."
Sasha hanya tersenyum menanggapinya.
.
.
.
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...
__ADS_1