MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
MELEPAS BEBAN


__ADS_3

"Bunda sudah lama tidurnya Mas?" Tanya Sasha mengalihkan pembicaraan.


"Sebelum Rachel tidur, Bunda tidur duluan." Jawabnya.


Ceklek,


Suara pintu terbuka, dokter visit datang untuk memeriksa kondisi Bunda.


"Lho dokter Natasha disini?" Tanya Dokter Seno yang memeriksa Bunda.


"Iya dok."


"Ada Rachel juga, hai cantikk." Sapa dokter Seno ke Rachel.


"Hai juga uncle Seno." Jawab Rachel.


Rachel memang sering dibawa kerumah sakit, banyak dokter yang mengenal Rachel, dan karna itu mereka mengira bahwa Sasha ada seorang single parents.


"Bunda terbangun, suster mulai memeriksa tekanan darah bunda dan dokter mendekat ke brankar Bunda.


"Wah semakin bagus nih Bu, mau pulang ya bu?" Goda dokter Seno sambil melihat rekam medis Bunda.


"Iya dok, saya mau pulang dong dok."


"Boleh, asal obatnya jangan kelewat ya bu, dan kontrol seminggu sekali."


"Jadi sudah boleh pulang ya dok?" Tanya Sasha.


"Sudah stabil nih, boleh pulang besok ya." Jawab dokter Seno.


"Syukurlah Bun, besok bunda boleh pulang." Ucap Sasha ke bunda.


"Lho ini ibunya dokter Natasha? saya taunya ini ibunya dokter Naya."


"Saya memang ibunya Naya dok, dan Natasha ini menantu saya dok, Kakak iparnya Naya." Jawab Bunda.


"Oh begitu, maaf saya tidak tau." Ucap dokter Seno kemudian dokter Seno pamit keluar bersama suster.


Tak lama Naya kembali keruang perawatan Bunda.


"Beres Nay?" Tanya Sasha.


"Dua pasien lahiran normal, tapi yang satunya harus tindakan Vacum Sha, udah gitu usianya udah mau kepala empat dan gak mau secar." Jawab Naya.


Sasha hanya mengangguk. Dokter anaknya siapa?" Tanya Sasha, karna tadi dia diminta Naya untuk jadi dokter anak dari bayi yang baru lahir tapi tidak menyanggupi karna masih ada praktik dipoli anak.


"Dokter Febri, tadi doi nanyain lo Sha, dia bingung karna katanya biasanya kita pasangan terus. kayanya doi naksir lo, gosip lo sama dokter febri udah nyebar."


Sasha tertawa, "Lo kemakan gosip."


Sasha dan Naya pun tertawa, tanpa mereka sadari, Reyvan mendengar obrolan mereka dan hatinya menjadi tidak karuan.


"Sha, Naya udah datang. Bisakan kita bicara?" Tanya Reyvan.


Sasha mengangguk, kemudian menatap Naya. "Gue sekalian pamit ya Nay, oh iya tadi kata dokter Seno, besok bunda boleh pulang."


"Benarkah? Okey Sha makasih."


"Gue yang makasih, lo udah bantu jaga Rachel."


"Santaii.. ponakan gue sendiri masa iya gak gue jaga." Jawab Naya memberikan kode pada Reyvan.

__ADS_1


Sasha mengajak Rachel berpamitan pada Bunda. "Bund, Sasha dan Rachel pamit ya. Besok kalo udah pulang, Sasha langsung kerumah Bunda." Ucap Sasha.


"Benar ya Sha, bawa Rachel juga kan?" Tanya Bunda.


"Iya Bun, nanti Sasha bawa Rachel."


"Sayang ayo pamitan sama Oma." Titah Sasha ke Rachel sambil menggendongnya.


"Oma, lahel pulang dulu ya, oma cepet sembuh bial gak ditusuk jalum lagi tangannya." Ucap Rachel dengan lucu.


"Iya Rachel, besok Oma tunggu dirumah oma ya."


"Lumah Oma ada kolam lenangnya gak Oma?"


"Ssstt Rachel gak boleh nanya begitu ya." Sahut Sasha.


"Maaf Mommy, maaf Oma." Ucapnya dengan menggemaskan.


Sementara Reyvan terus bertanya-tanya dalam dirinya sendiri, sebenarnya siapa Rachel?.


"Ayo Mas, bisa antar aku pulang?" Tanya Sasha yang sedang menggendong Rachel.


Reyvan mengangguk kemudian mengambil kunci mobil dan ponselnya dimeja lalu berjalan melewati Sasha.


"Fazel gak kamu ajak sekalian Mas?" tanya Sasha.


Reyvan berbalik dan menatap Sasha.


"Aku mau Fazel ikut." Ucap Sasha.


"Bisa kamu gendong Rachel sebentar?" Tanya Sasha ke Reyvan.


"Kamu mau ikut?" Tanya Sasha dengan lembut sambil mengulurkan tangannya.


Fazel menatap Reyvan kemudian menatap mata Sasha.


"Ikut yuk." Ajak Sasha lagi.


Fazel mengangguk, dan Sasha tersenyum lalu meraih tangan Fazel untuk dituntunnya.


Mereka berjalan keluar, percis seperti seorang keluarga, hingga tiba diparkiran.


"Fazel duduk dibelakang dulu ya sama Rachel." Ucap Reyvan yang kemudian diangguki oleh Fazel.


Reyvan membuka pintu depan untuk Sasha, kemudia dirinya mengitari mobil untuk masuk kedalam kemudi.


"Kita mau kemana Sha?" Tanya Reyvan.


"Cafe aja Mas, biar enak ngobrolnya." Jawab Sasha sambil terus memandang kearah depan.


Reyvan memilih Cafe bernuansa keluarga yang ada playground nya yang cocok untuk anak-anak.


"Mommy, Lachel mau banana float dan spagheti." Ucap Rachel saat membuka buku menu.


"Fazel mau makan apa?" Tanya Sasha dengan lembut.


Fazel hanya diam tidak menjawab.


"Nasi goreng mau?" Tanya Sasha.


Fazel mengangguk.

__ADS_1


"Banana float juga mau?" Tanya Sasha lagi sambil menunjukan gambar banana float.


Fazel mengangguk lagi.


Sasha tersenyum. "Anak pintar."


Sasha memanggil pelayan cafe dan memesan apa yang ditunjuk oleh anak-anak.


Selesai makan, Rachel merengek ingin bermain diplay ground.


"Fazel bisa temenin Rachel main?" Tanya Sasha.


"Bi..sa." Jawab Fazel.


Reyvan merasa terkejut, karna untuk pertama kalinya Fazel mau membuka suaranya terhadap orang yang baru dikenalnya.


Fazel menemani Rachel bermain diplay ground dan tinggalah Sasha dengan Reyvan berdua.


"Apa yang mau kamu bicarakam Mas?" Tanya Sasha sambil meminum ice coffee latte favoritnya.


"Rachel itu siapa?" Tanya Reyvan yang sedari tadi menahan keingintahuannya.


"Rachel anakku." Jawab Sasha dengan tenang.


Reyvan menghela nafas.


"Pria mana yang berani menghamilimu Sha?" Tanyanya dengan nada yang sedikit emosi.


"Pria yang berada didepanku, dialah ayah Rachel." Ucap Sasha dengan nada bergetar seperti menahan tangisannya.


"Apa maksud kamu Sha?" Tanya Reyvan.


"Saat aku pergi meninggalkan kamu, aku tidak menyadari kalau aku sedang hamil. Aku sadar saat aku sudah tiba diJerman."


"Jerman? kamu kesana Sha?" tanya Reyvan.


Sasha mengangguk. "Aku dikuliahkan oleh orangtuanya Fitto, Fitto memaksaku untuk ikut karna dia takut aku akan hilang tanpa jejak. Aku menyetujuinya dengan syarat tidak boleh ada seorangpun yang tau, jika ada yang tau, aku akan pergi. Sampai aku tau bahwa aku hamil, Fitto terus membujukku untuk memberitahumu Mas, tapi rasa kecewa dan egois ku menahan aku untuk bersuara."


"Kamu pendam ini sendirian Sha, apa kamu tidak tau aku sungguh cemas Sha."


"Sebetulnya sewaktu kandungan aku berusia delapan bulan, saat tau Fitto memberitahuku bahwa semua rekayasa Sherin, aku ingin kembali Mas, tapi aku tidak mau mengecewakan oarang tua Fitto yang sudah membiayai kuliah dan hidupku slama diJerman."


Reyvan menghela nafas. Kemudian matanya menatap kearah Rachel yang ceria naik ayunan dan didorong pelan oleh Fazel.


"Rachel anakku Sha?" Tanya Reyvan dengan lirih.


"Dia anakmu Mas, terserah kamu mau mengakuinya atau tidak, aku hanya sudah terlajur berjanji pada Rachel untuk mempertemukannya dengan Daddynya."


"Kenapa baru sekarang Sha?"


"Karna aku tidak bisa menyembunyikan ini terus Mas, aku ingin melanjutkan hidupku dengan Rachel tanpa beban. Setidaknya aku sudah melepas bebanku dengan memberitahu Naya, Bunda dan juga kamu Mas. Dan ijinkan aku terus menjalani hidupku berdua dengan Rachel."


.


.


.


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...

__ADS_1


__ADS_2