
Sasha keluar dari kamarnya selesai membersihkan diri dan berdandan tipis, ia melihat Reyvan dan Fitto yang serius bermain catur, sementara Naya dan Billy hanya memperhatikan sambil memakan camilan snack yang dibeli oleh Fitto sebelum datang keapartemen Darren.
Ya mereka memang berancana menghabiskan malam minggu diapartemen Darren.
Sasha mendekati Reyvan dan kembali memeluknya dari belakang, sementara Reyvan tetap serius menatap prajurit caturnya mengawasi strategi dari Fitto, sesekali Reyvan mengusap tangan Sasha yang melingkar dilehernya.
"Skak mat" ucap Reyvan.
"Yahh kalah deh gue, gak ada jalan lain." Gerutu Fitto sambil menggaruk ceruk lehernya.
Sasha mengeratkan pelukannya kepada Reyvan, "Jago juga mainnya."
"Iya dong." Jawab Reyvan dengan percaya diri.
"Nay, ngemil mulu, gak takut gemuk?" tanya Sasha yang kemudian duduk disebelah Reyvan lalu menyambar snack yang berada di meja.
"Gak lah, masih ideal koq berat badan gue." jawabnya.
Blipp..
Pintu apartemen terbuka, terlihat tangan kanan Darren menggaret sebuah koper berwarna pink dan tangan kirinya menggenggam tangan seorang wanita.
"Cantik." Gumam Sasha dalam hatinya dan tersenyum.
Darren menghampiri mereka yang sedang berkumpul, "Wah main catur nih" seketika pandangannya beralih pada Fitto, "Hai Fitt, apa kabar?" Tanya Darren.
"Baik Kak." jawab Fitto
"Makin gagah kamu, udah gak kaya anak ingusan lagi." ucap Darren.
"Nih dirubah sama Sasha dan Naya Kak, jadi bisa sedikit keren begini lah." jawabnya sambil tertawa.
Darren manatap kekasihnya, "Farah, kenalin ini Natasha, adik aku satu-satunya."
Farah mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sasha. "Hallo." Ucapnya sambil tersenyum.
Sasha membalas uluran tangan Farah dan tersenyum, "Kak Farah cantik sekali." Pujinya.
"Sasha juga cantik." membalas pujian Sasha.
"Far, ini Reyvan suaminya Sasha, yang ini Fitto dan Naya sahabatnya Sasha, aku kenal karna dulu mereka sering main kerumah dan udah aku anggep adik-adik aku juga. Nah yang ini Billy pacarnya Naya sekaligus sahabatnya Reyvan juga." Darren memperkenalkannya satu-satu semuanya yang ada disitu kepada kekasihnya.
Farah menyalami satu persatu orang-orang tersebut.
"Makan yuk Kak, Aku udah masak." Ajak Sasha.
"Kamu yang masak?" tanya Farah.
Sasha mengangguk, "Aku hobi masak Kak."
__ADS_1
"Kalo begitu harus dicoba."
Mereka berjalan keruang makan dan duduk bersama, lalu makan bersama sambil sesekali ngobrol ringan.
"Naya, Fitto nginep kan?" tanya Darren saat mereka berkumpul di ruang televisi.
"Iya kak." Jawab Fitto
"Ya udah disini kan ada tiga kamar, Nanti Sasha, Naya dan Farah tidur dikamar utama. Fitto dan Billy tidur dikamar dikamar satunya, Kakak sama Reyvan dikamar yang sekarang Sasha ditempati."
Sasha tersenyum, sesekali melirik kearah Reyvan, dia sangat tau suaminya tidak mungkin mau pisah kamar dengan Sasha, terlihat dari muka Reyvan yang cukup pasrah.
"Aku kekamar bentar ya, ambil baju tidur." Pamit Sasha.
Reyvan mengekori Sasha dari belakang, dan memeluk Sasha dari belakang saat mengambil baju gantinya didalam koper.
"Sayang kita pulang aja yuk." Ucap Reyvan sambil mencium ceruk leher Sasha.
"Gak enaklah mas sama Kak Darren, kali ini aja kita pisah kamar ya." Sasha memutar tubuhnya menghadap Reyvan, kemudian melingkarkan kedua tangannya dileher Reyvan.
Reyvan menempelkan keningnya di kening Sasha, "Aku gak bisa yank, apa lagi aku tidurnya sama Kak Darren, canggung lah Yank."
"Ya ampun Mas, kan bisa ngobrol banyak sama Kak Darren, ngobrolin bisnis kek, apa kek."
Reyvan memasang wajah malas.
Sasha hanya tersenyum, "Besok kita pulang mas."
Dikamar Utama.
Farah selesai membersihkan diri, Naya dan Sasha sudah berada diatas ranjang yang cukup besar itu.
"Kak Farah, cantik banget pake skin care apa kak?" Tanya Naya.
"Sikin care biasa aja koq Nay, gak sampe perawatan banget." Jawab Farah.
"Tapi emang dasarnya Kak Farah cantik, pasti tanpa skin care juga tetap cantik, by the way dulu ketemu dimana sama Kak Darren Kak?" tanya Sasha.
"Dulu kita teman SMP, aku ini anak yatim piatu Sha, Nay, dan tinggal dipanti asuhan. tapi karna ada donatur yang baik hati, aku disekolahkan disekolah yang cukup mewah." Jawab Farah.
"Kak Farah yatim piatu?" tanya Sasha tak percaya.
Farah mengangguk dan tersenyum lalu kembali bercerita.
"Karna dulu aku anak panti asuhan yang beruntung bisa sekolah disekolah elite, aku ssering si Bully disekolah, dikerjain sama anak-anak lain, dan Darren sering menolong aku, dari situ Kita dekat, dan tidak ada lagi orang yang menggangguku karna akan berhadapan langsung dengan Darren."
"Kak Darren memang dari dulu baik." Sahut Naya.
"Pacaran dari SMP Kak?" Tanya Sasha lebih dalam.
__ADS_1
Farah menggelengkan kepalanya tapi tetap tersenyum, "Bahkan sampai saat ini, tidak pernah ada ungkapan rasa dari Darren ke aku Sha, aku hanya mengikuti air mengalir, aku sadar diri dengan posisiku, bahkan kalau Darren mau menikah dengan wanita lain, aku juga akan pasrah."
"Koq bisa kak? Kak Darren bilang, Kak Farah kekasihnya." Ucap Sasha.
"Mungkin Darren menganggapnya begitu, tapi tetap saja kan Sha, perempuan tetap ingin sebuah pengakuan."
"Iya betul Kak Farah, perempuan kan pasti bingung dengan status nya sendiri, jadi seperti hubungan tanpa status, atau teman tapi mesra." sahut Naya.
"Tapi kak, bukannya selama diParis kalian tinggal bersama?"
Farah mengangguk, "Kami tinggal bersama diapartemen kecil yang aku sewa, saat itu Darren baru datang dan memulai usahanya dari nol, aku fikir saat itu, aku hanya sahabat yang harus membantu dia, karna itu aku tidak keberatan saat Darren tinggal bersama ku."
"Tapi kak Farah banyak membantu kak Darren." lirih Sasha.
Darren juga banyak membantuku saat disekolah dulu Sha, dia bahkan yang membelikanku buku paket dari uang jajannya. Wajar kalau aku membantu Darren saat dia dalam kesusahan."
"Apa Kak Farah mencintai kak Darren?" Tanya Sasha ragu-ragu.
"Darren cinta pertama aku Sha, hanya saja aku tidak pernah berani mengungkapkannya, aku juga sering melihat Darren jalan bersama wanita lain, jangan ditanya hatiku saat itu seperti apa, tapi aku memang tidak bisa berbuat banyak, aku dan Darren tanpa status Sha."
"Kenapa Kak Farah mau kembali ke indonesia dan tidak menetap diParis saja?" tanya Sasha.
"Entahlah Sha, mungkin nanti aku akan kembali lagi keParis kalau aku tau hati Darren bukan ke aku." Farah tersenyum penuh harap.
Sasha mencerna semua omongan Farah, dia tidak ingin Farah kembali ke Paris dan ingin Farah menjadi pendamping untuk Kakaknya.
"Sudah malam Sha, Nay, ayo kalian tidur." Ajak Farah.
Naya labgsung mengambil posisi tidur, sementara Sasha mengambil ponselnya, mengirim pesan untuk seseorang.
"Hubby, udah tidur?"
"Mana bisa tidur sayang, kangen kamu."
"Lagi ngapain?"
"Ngobrol sama Kak Darren."
"Aku tidur ya, love u Hubby."
Sasha meletakan kembali ponselnya dan tertidur disebelah Farah.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...