MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
PERTEMUAN SHERIN DAN SASHA


__ADS_3

"Jadi kapan kamu akan bertanggung jawab dengan anak ini Rey?" Tanya Sherin setelah mereka mendapatkan hasil tes DNA yang tentu saja sudah dimanipulasi oleh Sherin dan dokter Gio.


"Aku akan bertanggung jawab dengan anak ini, tapi tidak dengan menikahimu!!" Jawab Reyvan dengan tegas.


Sherin tertawa, "Apa karna istri kecilmu itu? bahkan sudah hampir lima tahun kalian menikah dan belum memiliki anak, apa kamu akan bertahan dengan dia?"


"Diam Rin!! kamu tidak ada hak untuk mengomentari pernikahanku dengan Sasha."


"Rey, anak ini butuh legalitas, sampai detik ini Fazel tidal mempunya akta kelahiran karna tidak ada surat pernikahan orang tuanya."


"Aku akan mengurusnya, setiap bulan aku akan transfer kamu uang untuk biaya Fazel, dan jangan lagi kamu ganggu aku kecuali soal Fazel."


"Rey, apa kamu tidak tau kalau anakmu ini berkebutuhan khusus, dia tidak mau bicara dengan siapapun, kamu harus membawanya ke psikiater anak, dan maaf aku tidak bisa mendampinginya, jadi silahkan pikirkan sendiri."


"Ibu macam apa kamu Rin, kamu tidak mau mengurusnya."


"Ya, yaa, yaaa, aku memang bukan ibu yang baik, tapi Rey, lebih baik kamu bawa anak ini pulang bersamamu daripada harus aku yang mengurusnya."


"Gila kamu!! aku belum siap untuk bawa Fazel pulang."


"Kalau begitu, nikahilah aku, akan aku urus Fazel dan tentunya mengurusmu juga sayang." Goda Sherin.


"Jangan mimpi kamu, pilihannya hanya dua, Fazel tetap bersamamu atau aku tidak akan bertanggung jawab apapun!!."


Reyvan menatap kearah Fazel yang terus menunduk, anak kecil berusia empat tahun itu memang pendiam dan tidak bersuara.


Pada akhirnya, Sherin mengikuti kemauan Reyvan, karna yang ia butuhkan adalah uang dengan memanfaatkan Fazel.


Hampir setahun berlalu, Reyvan dan Billy masih merahasiakan soal Fazel, sesekali Reyvan dan Billy mengantar Fazel konsultasi ke psikiater anak, Fazel mengalami trauma yang menyebabkan dirinya susah berbicara, dan ini bukan bawaan lahir sehingga Fazel masih bisa disembuhkan.


"Hai anak Daddy, jagoan Daddy, apa kabar hari ini?" Tanya Reyvan ke Fazel.


Ya, Sikap Reyvan begitu hangat ke Fazel, meski hatinya tidak yakin Kalau Fazel adalah anaknya, tapi hatinya tersentuh saat melihat Fazel.


Fazel hanya diam dan hanya menatap sorot mata Reyvan.


"Mau Ice cream" Tanya Reyvan.


Fazel mengangguk.


"Yuk.." Reyvan menggendong tubuh mungil Fazel.


Sementara Sasha dia bersama Fitto dan Naya sudah menyelesaikan Koas nya dan Internshipnya, bahkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia sudah ia kantongi. Dengan STR tersebut Sasha, Fitto dan Naya sudah boleh bekerja di Rumah Sakit, Puskesmas, atau membuka praktik sendiri. Namun mereka memutuskan untuk bekerja di rumah sakit milik keluarga Fitto karna Papinya Fitto yang memintanya langsung secara pribadi.


"Fitt, lo jadi keJerman untuk ambil specialis?" Tanya Naya.


Fitto mengangguk, "Ngejar cita-cita Nay."


"Tinggal gue sama Sasha dong, balik lagi ke Universitas ambil specialis dan nyambil kerja juga."


"Kita kan bisa Video call, lagi gak lama, paling tiga sampai empat tahun, moga gue pinter jadi gak sampe empat tahun."

__ADS_1


"Pulang-pulang bawa cewek ya Fitt."Ledek Sasha.


"Besok Naya nikah juga gue balik koq Sha. Lo kapan nikah jadinya Nay?" Tanya Fitto.


"Tiga bulan lagi Fitt, lo bisa balik kan?"


"Pasti gue balik Nay."


Sasha berlari kearah toilet, dia memuntahkan apa yang baru saja ia makan. Naya menyusulnya.


Hoek,, hoekk..


"Lo sakit Sha, makan lo gak teratur." Ucap Naya sambil memijit tengkuk Sasha.


"Berapa hari ini gue kurang tidur Nay, dan benar juga makan gue gak teratur."


"Badan lo kurusan, muka juga pucet, lo istirahat aja dulu, biar gue telpon mas Rey buat jemput lo."


"Jangan Nay, Mas Rey lagi sibuk banget kerjaanya, gue gak mau ganggu kerjaan dia, gue cukup istirahat aja diruangan."


Sherin semakin geram, sudah hampir satu tahun ini Reyvan benar-benar tidak tergoda olehnya, segala hal sudah Sherin lakukan tapi tetap saja Reyvan tidak goyah, perhatian Reyvan hanya untuk Fazel.


"Gue harus nemuin istrinya Rey, dan bilang semuanya. tapi gimana caranya ya bisa nemuin dia." Gumam Sherin.


Sejenak Sherin berfikir dan menemukan ide busuknya itu.


"Sha, lo dampingin dokter firdaus lagi dipoli anak hari ini?" Tanya Fitto.


"Iya Fitt, gue dipoli anak dampingin dokter firdaus."


Mereka jalan bersama kelantai empat dimana lantai khusus poli anak.


"Sha, itu kalau gak salah...?" Tanya Fitto sambil menunjuk seseorang dengan dagunya.


"Sherin, itu Sherin Fitt, dia ngapain disini, bawa anak kecil juga."


"Mungkin dia anaknya, nganter anaknya berobat mungkin Sha." jawab Fitto dengan enteng.


"Berarti Sherin udah nikah dong Fitt?" Tanya Sasha.


Fitto mengangkat kedua bahunya, "Udahlah dokter Sasha, gak usah kepo sama mantannya suami." ledeknya.


"Fittoooo." teriak Sasha pelan dengan wajah cemberut.


Fitto dan Sasha sedang berada di Nurses station atau area fasilitas perawatan kesehatan, tempat perawat dan staf layanan kesehatan lainnya bekerja ketika tidak bekerja secara langsung dengan pasien dan di mana mereka dapat melakukan beberapa tugas mereka.


"Anak Fazel." Panggil salah satu suster.


Sherin berdiri dan mengantar Fazel untuk ditimbang dan diukur berat badannya.


"Ke dokter Bayu ya ya Bu, psikiater anak." Tanya susternya.

__ADS_1


"Iya sus." jawab Sherin dengan mata menatap tajam pada Sasha yang sedang memeriksa berkas pasien dokter firdaus.


"Hai dokter Sasha." Sapa Sherin.


Sasha dan Fitto mendongakkan kepalanya dan menatap Sherin.


"Udah Sha, jangan diladenin." bisik Fitto.


"Bisa kita bicara sebentar dokter Sasha?" ajak Sherin.


"Saya sedang bekerja, tidak bisa bicara dengan anda saat ini." Ucap Sasha dengan sopan.


"Yakin dok? tidak mau tau tentang anak ini." Ucap Sherin dengan berbisik.


Pandangan Sasha beralih pada Fazel, "Ada hubungan apa Sherin dengan anak ini dan kenapa Sasha harus tau." batinnya.


"Hanya sebentar dokter Sasha." bujuk Sherin.


"Fitt, bisa handel kerjaan gue sebentar, dokter firdaus masih dua jam lagi datangnya." bisik Sasha.


"Lo jangan ladenin dia Sha." Bisik Fitto kembali.


"Sebentar Fitt, gue gak mau dia ganggu gue lagi."


Fitto mengangguk, Sasha mengajak Sherin untuk bicara diruangannya. Sementara Fitto, hatinya tidak tenang, diam-diam mengikuti Sasha dan menguping pembicaraan mereka.


"Silahkan duduk." Ucap Sasha.


Sherin duduk dan Fazel duduk disebelahnya.


"Aku gak mau basa basi ya Sha. Aku mau langsung jujur sama kamu soal Reyvan."


Sasha masih dengan tenang menanggapi Sherin.


"Setahun ini, aku dan Reyvan kembali berhubungan dengan intens, dan Reyvan kembali bermain dibelakang kamu Sha." Ucap Sherin.


"Lalu?" Tanya Sasha dengan tetap tetang, meskipun hati dan pikirannya mulai memanas.


.


.


Mau bilang apa sama Sherin?


M**au bilang apa sama Sasha**?


Mau bilang apa sama Fitto?


Yuk komentarr..


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2