MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BERTEMU LITTLE


__ADS_3

Hari hari selanjutnya Sasha dan Naya sudah mulai bekerja dirumah sakit milik keluarga Fitto. Hanya tinggal Indira yang belum menyusul keJakarta karna masih ada urusan diBandung.


Darren menyewakan Babysitter tambahan untuk membantu Sasha mengurus Rachel diapartemennya.


Sasha masih belum mau untuk bertemu dengan Reyvan dan menyelesaikan masalah mereka.


Fitto sering pulang keBandung setiap weekend setelah jam praktiknya selesai dihari sabtu. Tak jarang Sasha dan Naya sering mengekori Fitto keBandung, seperti saat ini, selesai praktik dipolinya masing-masing mereka berkumpul diruangan Fitto.


"Jemput Rachel dulu ya Fitt." Bujuk Sasha.


Fitto menghela nafas, "Kalian gak pernah pacaran apa ya? orang mau pacaran diekorin terus." Keluh Fitto.


Sontak Sasha dan Naya tertawa, "Kalau gak diikutin, takut lo kebablasan Fitt." Ledek Naya.


"Haishh, lo kira gue gak tau batasan apa, makanya lo cepet nikah Nay, dan lo Sha cepet rujuk sana sama Daddy nya Rachel, biar gue bebas."


"Lo sewot aja sih Fitt, santai kali, Indira aja seneng-seneng aja gue sama Naya keBandung."


"Whatever you say" Ucap Fitto dengan wajah cemberutnya.


(Terserah lo aja).


***


Tiga bulan sudah Sasha berada diJakarta, Indira pun sudah bergabung dirumah sakit milik keluarga Fitto.


Dengan formasi lengkap, Fitto sebagai dokter bedah, Sasha sebagai dokter spesialis anak, Naya sebagai dokter spesialis kandungan dan Indira sebagai dokter spesialis mata.


Mereka slalu kompak, bahkan membuat jadwal praktik bersamaan agar bisa me time bersama.


Pagi itu Naya mengirim chat didalam grup bersama Sasha, Fitto dan tentunya indira.


^^^Naya^^^


^^^"Bunda sakit, diruang VVIP Lt.5 kamar 513."^^^


Fitto


"Dari kapan Nay?"


Indira


"Gimana sekarang kondisi Bunda?"


^^^Naya^^^


^^^"Dokter Irwan bilang terlalu banyak pikiran, pengaruh kejantungnya."^^^


Sasha


"Nayy bunda baik-baik aja kan??"


Fitto


"Bunda kangen lo Sha, mending le tengokin deh, udah waktunya lo keluar dari persembunyian lo. Kasian juga si Naya gak nikah-nikah sama Billy sampe lo muncul ke permukaan."


^^^Naya^^^


^^^"Sial lo Fitt."^^^


Sasha


"@Fitto, lo pikir gue siluman muncul kepermukaan yang abis sembunyi dari dasar laut?"


Indira


"@Naya, @Sasha, Jitak aja Fitto rame-rame. kalo ngomong suka asal."


Fitto.

__ADS_1


"Kabuuuuurr"


Sasha menghampiri Naya keruangannya selesai jam praktiknya.


"Gue mau ketemu Bunda Nay, bisa?"


"Serius Sha?" Tanya Naya seolah tidak percaya.


Sasha mengangguk, "Tapi gue belum mau ketemu sama Mas Rey ya Nay, bisa atur waktunya?"


"Bisa Sha, Kak Rey kesini tiap sore, dia tidur disini jaga Bunda, jadi kalo siang Kak Rey gak ada."


"Okey sebelum sore ini ya, gue keapartemen dulu jemput Rachel."


"Lo mau ketemuin Rachel sama Bunda?"


"Bukan, belum waktunya Nay, mungkin kedepannya gue bilang sama Bunda. Rachel dari semalam ngerengek terus minta ikut ke rumah sakit, biar nanti dijaga susternya."


"Hmm baiklah Sha."


Menjelang sore Sasha sudah kembali kerumah sakit dengan membawa Rachel.


"Rachel tunggu dulu ditaman sama suster ya, Mommy periksa pasien dulu sebentar." Ucap Sasha kepada Rachel sambil memberikan dua buah lolipop kesukaan Rachel.


"Okay Mommy. Lahel tunggu disini ya." Jawabnya sembari mengedipkan satu matanya.


Sasha bergegas menuju lantai lima, dimana ruang perawatan Bunda, sebelumnya Naya sudah menginformasikan bahwa dikamar Bunda hanya ada Fazel, anak lelaki itu kini berusia sembilan tahun.


Perlahan Sasha membuka kamar Bunda, terlihat Bunda sedang tertidur, Sasha hanya melihat Fazel sedang duduk disofa sambil memegang bukunya.


"Hai." Sapa Sasha ramah dan tersenyum kepada Fazel.


Fazel menatap Sasha dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Fazel hanya akan diam tidak merespon saat berhadapan dengan orang asing.


Sasha menghampiri Fazel dan mengulurkan tangannya seraya mengajaknya bersalaman. Ini adalah metode untuk interaksi terhadap anak yang mengalami trauma.


Fazel ragu-ragu menyambut tangan Sasha. "Mau jadi temanku?" Tanya Sasha dengan ramah.


Sasha tersenyum. "Good Boy." kemudian Sasha melihat buku yang dipegang oleh Fazel.


"Baca buku apa?" Tanya Sasha.


Fazel meggelengkan kepalanya dan memperlihatkan buku yang sedang ia pegang. buku yang hanya berisikan gambar-gambar tanpa tulisan, buku itu khusus untuk anak-anak yang sulit untuk menggambarkan sebuah cerita agar mampu memancing dirinya untuk berimajinasi dan bercerita.


Sasha tersenyum. "Lain kali aku mau dengar kamu bercerita ya." Ucapnya sambil mengusap puncak kepala Fazel.


Diam-diam Naya memperhatikan interaksi Fazel bersama Sasha kemudian Naya masuk kedalam kamar ruangan Bunda.


"Sha.." Panggilnya.


"Iya Nay, Bunda masih tidur, ini keburu sore, gue balik dulu aja ya."


"Ya jangan Sha, bunda pasti seneng banget dan cepet sembuh kalau ketemu sama Lo."


"Nayyy.." Suara lemah Bunda memanggil Naya.


Bunda tidak melihat kearah Sasha karna sedikit tertutup tirai.


"Iya Bun" Naya menghampiri Bunda.


"Bunda berasa mimpi dengar suara Sasha Nay, Bunda kangen Sasha." lirihnya.


Sasha yang mendengar itu tak kuasa menahan diri kemudian menghampiri brankar Bunda.


"Bunda gak lagi mimpi, ini Sasha Bun, maafin Sasha." ucap Sasha sambil memegang tangan Bunda.


"Sa.. Sasha.. Ini benar kamu sayang?" satu tangan bunda memegang pipi Sasha.


Sasha mengangguk dengan wajah yang sudah penuh air mata.

__ADS_1


Perlahan Sasha menceritakan soal kepergiannya, dan dirinya juga menceritakan bahwa belum siap bertemu dengan Reyvan kembali. Lalu Sasha juga menceritakan soal Rachel, Bunda yang mendengarnya sangat senang sekali mengetahui bahwa dirinya sudah mempunyai cucu yang cantik.


"Bunda ingin ketemu sama cucu bunda Sha, dia pasti lucu." Ucap Bunda.


"Tapi Bunda harus sembuh dulu, biar Bunda kuat mangku Rachel."


"Iya Sha, Bunda mau sembuh biar cepet ketemu sama Cucu bunda."


Sasha tersenyum, kemudian Sasha meminta untuk merahasiakan dulu semua ini dari Reyvan.


Bunda yang takut Sasha menghilang lagi, akhirnya menyetujui permintaan Sasha.


Ditaman, Rachel duduk sambil memegang lolipopnya.


"Sustel, Mommy lama ya?" Tanya Rachel yang sudah mulai bosan.


"Sebentar lagi mungkin, tunggu dulu ya." Jawab Suster.


"Lahel haus nih sustel, minum lahel dimobil Mommy."


"Kalau gitu Rachel tunggu sini ya, biar Suster belikan Rachel minum dikantin rumah sakit. Mommy bilang Rachel gak boleh masuk kedalam Rumah sakit."


Suster meninggalkan Rachel duduk dikursi taman rumah sakit. Reyvan yang kebetulan lewat melihat Rachel yang tengah duduk seorang diri sambil memegang lolipopnya dan boneka Unicorn kesayangannya. Reyvan seperti tak asing saat melihat Rachel dari dekat.


"Hai Little girl." Sapa Reyvan.


"Hai juga Uncle."


"Kenapa sendirian? dimana Mama dan Papamu?"


"Mommy lahel lagi peliksa pasien didalam, Lahel gak punya Daddy, lahel punyanya uncle fitt, onti dila dan onti aya." Celoteh Rachel.


Reyvan tertawa mendengar celotehan Rachel.


"Disini sama siapa?" Tanya Reyvan lagi.


"Sama sustel, lagi beli minum kedalam, kata mommy lahel ga boleh masuk kedalam kalna banyak vilus nya dan lahel lupa bawa maskel."


"Anak pintar." ucap Reyvan sambil mengusap puncak kepala Rachel.


Suster datang menghampiri Rachel dan memberikannya minum.


"Mbak hati-hati jangan tinggalin anak kecil sendirian apa lagi diruang terbuka, nanti kalau ada culik gimana?" Ucap Reyvan memberi peringatan kepada susternya Rachel.


"Maaf Pak, tadi saya beli minum untuk Rachel, karna minum nya tertinggal di mobil ibunya." Jawab Suster.


"Ibunya dimana?"


"Ibunya sedang periksa passien pak, dokter disini."


Reyvan hanya mengangguk. lalu berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Rachel.


"Anak manis, Uncle masuk dulu ya, lain kali tidak boleh sendirian berada diluar ya." Ucap Reyvan.


"Thankyou Uncle." Ucap Rachel dan memberikan satu buah lolipop yang masih utuh terbungkus kepada Reyvan.


Reyvan mengernyitkan dahinya, "Untuk Uncle?"


Rachel mengangguk, "Kalna uncle olang yang baik."


Reyvan mengambil satu lolipop itu dan tersenyum.


Reyvan masuk kedalam rumah sakit untuk menemui sang Bunda dan meninggalkan Rachel bersama susternya kembali.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2