
Empat hari sudah Reyvan dan Billy berada di Singapura, slama itu juga Reyvan menepati janjinya untuk slalu memberi kabar pada Sasha,
Sasha mulai merindukan suaminya.
"Apa gue udah jatuh cinta sama Mas Rey ya, Koq kayanya gue kangen banget?" Gumamnya.
Hari ini Sasha merasa tubuhnya tidak enak bertepatan dengan masa periodenya yang baru saja datang bertamu.
Sementara di Singapura, Waktu menunjukan jam makan siang, Reyvan menyempatkan diri untuk melakukan Vidio call ke Sasha.
"Halo Mas"
"Halo Sayang, lagi ngapain?"
"Baru keluar kelas, mau pulang sama Naya"
"Hmm.. kangen gak?" Goda Rey.
"Maunya?"
"Maunya ya dikangenin, biar semangat kerjanya"
Sasha tersenyum, "Pulang dong Mas, Aku kangen"
"Tiga hari lagi ya Sayang, aku juga kangen, tapi kerjaan aku belum selesei disini"
"Ya udah Mas, hati-hati disana ya, jangan lupa makan, aku pulang dulu sama Naya"
"Iya Sayang, hati-hati juga ya"
Reyvan menuntup ponselnya, tanpa Reyvan sadari, Darren sudah berada didekatnya saat ia asik ber video call bersama Sasha.
Darren sangat bahagia, melihat Reyvan yang sangat baik terhadap adiknya itu.
"Pak Reyvan" Panggil Darren.
"Eh iya Pak Aldio"
"Kerjaan kita selesei sampai disini saja, selanjutnya kita teruskan pertemuan diJakarta saja"
"Benarkah Pak Aldio?" Tanya Reyvan dengan heran, pasalnya masih ada kontrak kerjasama yang masih belum dibahas.
"Kita tinggal tanda tangan kontrak saja, nanti Asisten saya akan mengatur jadwal untuk pertemuan selanjutnya diJakarta, Karna minggu depan saya akan menetap diJakarta"
"Baiklah Pak Aldio kalau begitu, saya akan menunggu kedatangan pak Aldio diJakarta"
Reyvan dan Darren saling berjabat tangan.
"Pak Reyvan akan pulang kapan?" Tanya Darren penasaran.
"Inginnya sih sekarang juga, saya harus cek dulu penerbangan hari ini"
"Sudah kangen istri rupanya" Goda Darren.
Reyvan tertawa ringan, "Dia tempat saya pulang Pak, Istri yang slalu membuat saya nyaman" Jawabnya.
Darren pun tersenyum, dia benar-benar merasa bahagia karna adiknya berada ditangan orang yang tepat.
Reyvan dan Billy pulang memakai penerbangan malam, setibanya di Jakarta, Reyvan langsung pulang menuju rumah Bunda.
__ADS_1
"Lho Rey sudah pulang?" Tanya Ayah dan Bunda yang heran melihat Reyvan pulang Jam sepuluh malam.
"Iya yah, urusan selanjutnya diteruskan diJakarta, Pak Aldio akan menetap diJakarta minggu depan"
"Baguslah kalau begitu, sudah berapa persen Rey?"
"Sembilan puluh persen Yah, tinggal tanda tangan kontrak saja, Pak Aldio bilang nanti kita dikabari lewat Asistennya"
"Sasha dimana Bun?"
"Ini sudah malam Rey, jelas tidurlah dikamarmu"
"Rey cape Bun, Rey langsung istirahat ya, Oh ya Yah, Rey cuti sehari ya, lanjut sabtu minggu, Rey disana cape banget"
Ayah hanya mengangguk, kemudian Rey langsung naik keatas kamarnya.
Rey membuka pintu kamar dan memasukinya, dia melihat Sasha yang sudah tertidur lalu mengernyitkan dahinya.
"Tumben nih anak tidur pake dres terbuka, biasanya pake piyama terus, apa karna gak ada gue jadi berani tidur pake baju begini?" Batinnya.
Reyvan kemudian masuk ketoilet untuk membersihkan diri, setelah lima belas menit, Reyvan keluar dengan tubuh yang segar, dia langsung naik keatas tempat tidur, masuk kedalam selimut bersama Sasha, memeluknya dari belakang dan menempelkan wajahnya diceruk leher Sasha, dia juga mencium bahu Sasha yang sedikit terbuka kemudian ikut tertidur.
Lewat tengah malam Sasha merasa ada yang berat melingkar ditubuhnya, dia sedikit terbangun dan membalikan diri, terlihat Reyvan sedang pulas tertidur.
"Sudah pulang Mas?" Ucap Sasha dengan pelan,
Reyvan tidak memberikan respon, karna dirinya begitu lelah. Sasha terus mengamati wajah Reyvan, wajah yang begitu tampan dengan pesonanya, dia mengusap lembut pipi Reyvan dengan tangannya, kemudian mengecup bibir Reyvan sekilas. Entah dapat keberanian dari mana Sasha bisa melakukan itu.
Kemudian Sasha menyandarkan kembali kepalanya didada bidang Reyvan.
Reyvan yang sedikit tersadar saat jari Sasha menyentuh pipinya, kemudian terkejut saat Sasha yang tiba-tiba mengecup bibirnya sekilas, Reyvan merasa hatinya sangat senang, dia masih tetap pura-pura tertidur untuk mengerjai Sasha.
"Mas Rey kirain tidur" Ucap Sasha sedikit terbata-bata sambil mendongakan wajahnya melihat wajah Reyvan.
"Tadi tidur, pas kamu sentuh pipiku, aku jadi bangun, apalagi pas dicium, jadi hilang ngantuknya" Jawab Rey dengan nada iseng.
"Ishh apa sih Mas, sengaja ya" Sasha menahan malu karna ketahuan telah berani mencium sekilas bibir Reyvan, kemudian Sasha tidur membelakangi Reyvan.
Reyvan tersenyum melihat istri kecilnya yang malu-malu itu kemudian memeluknya dari belakang dan mencium bahunya yang terbuka itu.
"Aku kangen kamu Sayang" Ucapnya dengan lembut sambil terus mengecup bahu Sasha.
Sasha membalikan badannya menghadap Reyvan kemudian memegang pipi Reyvan,
"Aku juga kangen mas" ucapnya pelan.
Reyvan mulai mendekatkan wajahnya kewajah Sasha, Reyvan mengecup sekilas bibir Sasha, tidak ada penolakan dari Sasha, Reyvan memberanikan diri mencium Sasha lebih dalam, perlahan Reyvan ******* bibir Sasha, Sasha hanya diam, bukan dia tidak merespon, tapi ini adalah pengalam pertamanya, ciuman pertamanya, dia tidak tau cara merespon ciuman dari Reyvan.
Perlahan Reyvan melepaskan pagutannya,
"Respon aku sayang" ucapnya pelan,
"Ini ciuman pertamaku Mas" Ucapnya dengan pelan.
Reyvan tersenyum, dia sedikit mengerti kenapa Sasha tidak meresponnya.
Perlahan Reyvan mulai mendekati bibir Sasha kembali dan menciumnya, sedikit menggigit bibir Sasha agar sedikit terbuka, Reyvan mencium Sasha dengan sangat lembut, perlahan Sasha mulai membalas ciuman Reyvan.
Ciuman yang hanya sebatas ciuman itu kian memanas, Reyvan mulai menelusuri leher jenjang Sasha, semakin turun dan tiba didua gunung Sasha yang sangat indah dan masih kencang itu karna belum pernah disentuh oleh pria manapun, Reyvan memberi tanda cinta di buah dadanya itu, Seketika Sasha tersadar.
__ADS_1
"Mas stop!!" ucap Sasha,
Namun Rey semakin menggila, menahan hasrat yang sudah dua tahun ia tahan.
"Mas please stopp!!" Sasha sedikit mendorong tubuh Rey dari atasnya.
Rey berhenti seketika didorong oleh Sasha, dia merasa bingung, perlahan ingatannya tersadar.
"Maaf Sha, aku khilaf" Ucapnya lirih.
Rey merasa mendapatkan penolakan dari Sasha, apakah Sasha belum mencintainya sehingga enggan disentuh oleh Reyvan.
Rey mengambil posisi duduk di tepi ranjang dan menarik nafas dengan dalam lalu meghembuskannya dengan kasar, ia mengambil gelas berisikan air di nakas sebelah tempat tidur dan meminumnya hingga tandas.
"Mas maaf." lirih Sasha
Reyvan membalikan tubuhnya melihat Sasha yang juga terduduk dibelakangnya, sehingga mereka duduk berhadapan.
"Hey, jangan merasa tak enak, maafkan aku" Ucap Rey sambil memegang kedua pipi Sasha.
"Kamu gak salah mas, itu hak kamu, tapi aku lagi datang bulan" ucapnya pelan dengan sedikit malu.
Reyvan menerik sudut bibirnya dan tersenyum. "Jadi karna ini dia menghentikan aksi gue" Batinnya.
"Aku kira kamu belum siap Sha"
"Dari kita menikah juga aku sudah siap mas, itu hak kamu, aku akan memberikan hak kamu, dan itu kewajiban aku"
"Benarkah itu sayang?" Reyvan memeluk Sasha dan membawa kedalam dekapannya.
Reyvan merasa senang dengan apa yang ia dengar langsung dari mulut Sasha.
"Mas, ada yang mau aku bilang" ucapnya ragu.
"Ada apa Sayang?" tanyanya sambil membelai rambut Sasha.
"Sepertinya aku mulai mencintai Mas" ucapnya dengan sangat pelan.
Lagi-lagi Rey tersenyum, "Terimakasih Sha, terimakasih telah mencintai orang seperti aku"
"Tidur yuk mas, aku ngantuk" Sasha bangun dari pelukan Rey kemudian menghadap wajahnya.
"Sebentar Sha, dari kapan kamu tidur pake dres begini, biasanya pake piyama"
"Aku memang biasa tidur begini, diapartemen juga aku tidur pake baju begini, karna disini aja aku pake piyama terus, tapi pas Mas gak ada, ya aku pake baju begini lagi"
Reyvan mencubit hidung mancung Sasha, "Mulai hari ini, tidur sama aku harus pake baju begini terus ya"
Sasha tersenyum dan mengangguk.
"Anak manis" Ucap Reyvan kemudian mencium bibir Sasha sekilas.
.
.
.
.
__ADS_1
...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...