
Sasha dan Rachel tiba dirumah sakit, mereka berpapasan dengan Naya dan Fazel yang diantar oleh Billy.
"Ontii Aya..." Seru Rachel dan berlari kearah Naya.
Naya berjongkok dan memeluk Rachel, "Anak Onti kenapa semakin cantikk." Goda Naya.
Billy yang melihatnya merasa heran, meski sudah tau dari Naya soal Sasha yang pergi slama lima tahun ini, namun Naya tidak menceritakan soal Rachel.
"Sayang, siapa anak ini, kenapa dia bareng Sasha?" Tanya Billy pelan sambil menarik Naya untuk berdiri.
Sasha mendekat kearah Naya. "Gue titip dulu ya Nay, beres praktek di poli nanti gue nyusul kekamar Bunda."
"Tenang Sha, pasti gue jaga Rachel sepenuh hati koq. Lo tenang aja." Jawab Naya.
Sasha menatap wajah Billy, "Lo pasti mau nanya kan Bil?? Ini Rachel anak gue sama Mas Rey, dan gue harap lo hargai gue untuk gak bilang soal Rachel dulu ke Mas Rey, gue mau gue yang ngomong langsung sama mas Rey. Lo bisa gue percaya kan Bill?" Tanya Sasha.
Billy yang terkejut pun hanya mengangguk.
Sasha menunduk mensejajarkan diri dengan Rachel. "Sayang, Mommy kerja dulu ya, baik-baik sama Auntie Naya dan jangan nakal ya." Sasha mengecup sekilas kening Rachel.
Mereka berpisah diLoby, Sasha ke Poli anak sedangkan Naya menuju lantai lima keruang perawatan Bunda.
Dikamar perawatan ada Bunda dan Ayah, sementara Reyvan sedang cari sarapan dan kopi dicafetaria.
"Lho Nay, anak siapa ini?" Tanya Ayah dengan heran saat melihat Naya menggendong Rachel.
"Yah, Bun.. Ini anak Sasha dengan Mas Rey, Sasha sedang praktik dibawah, dan dia akan kesini nanti saat selesai praktik nya."
"Benarkah Nay?" Ayah merasa terkejut, Naya memang sudah menceritakan soal kepulangan Sasha ke Ayah, tapi Ayah sama sekali belum tau soal Rachel.
"Cucu Oma, kesini Nak." Panggil Bunda.
Rachel yang merasa asing berbalik melingkarkan tangannya dileher Naya dan menyembunyikan wajahnya juga disana.
"Rachel sayang, gak usah takut. Ini Oma sama Opa, mereka sayang sama Rachel."
Namun Rachel tidak bergeming, dia terus saja menyembunyikan wajahnya diceruk leher Naya.
"Bun, Yah, pelan-pelan aja ya mungkin Rachel masih malu." Ucap Naya sambil mengusap punggung Rachel.
"Oh iya, kalo ada Mas Rey, jangan bilang soal Rachel ini anak Sasha ya, ini Sasha sendiri yang minta, dia mau nanti dia sendiri yang bilang."
Ayah dan Bunda saling bertatapan kemudian Bunda mengisyaratkan dengan menganggukan kepalanya dan disetujui oleh ayah.
Lama Rachel berada diruangan itu, dirinya sudah mulai bisa beradaptasi, kini Rachel duduk dibrankar Bunda percis bersebelahan.
"Kenapa Oma tangannya ditusuk jalum?" Tanya Rachel.
"Karna Oma nakal gak mau minum obat, jadi dihukum sama dokter." Jawab Ayah yang terus memandangi wajah Rachel.
"Tapi kasian tangan Oma nanti kesakitan." Ucap Gadis kecil itu.
Semua yang ada diruangan itu tertawa, bahkan Fazel menarik bibirnya seperti tersenyum.
Ceklek,
Pintu kamar perawatan Bunda terbuka, Reyvan masuk dan merasa heran saat melihat Rachel.
__ADS_1
"Hai" Panggil Reyvan kearah Rachel.
Rachel melihat Reyvan "Hai Uncle, koq Uncle disini?" Tanya Rachel.
Naya mendekati Reyvan. "Lo kenal Kak?" Tanya Naya.
"Gue ketemu sekali sama anak manis ini ditaman rumah sakit, dia lagi nunggu baby sitternya yang ninggalin dia beli minum ke kantin rumah sakit, terus gue ajak ngobrol sebentar sampe susternya balik lagi." Jawab Reyvan.
Naya menghela nafasnya.
"Koq dia bisa disini Nay?" Tanya Reyvan.
"Rachel anak dokter disini, dia lg praktik, jd dititipin ke gue."
Reyvan hanya menganggukan kepalanya. kemudian Reyvan menghampiri Fazel yang sedang duduk.
"Hai Boy, sudah makan?" Tanya Reyvan.
"Sudah Dad, sama Onti dan Uncle Bill." Jawab Fazel.
"Lihat itu, kamu punya teman sekarang." Reyvan menunjuk kearah Rachel dan Fazel melihatnya.
"Iya Dad." Jawab Fazel.
"Anak pintar." Ucap Reyvan sambil mengusap kepala Fazel.
"Ontii, Lahel mau tulun." Ucap Rachel kepada Naya.
Naya menggendong Rachel turun dari brankar.
Ponsel Naya berdering panggilan dari rumah sakit dan ternyata ada pasiennya yang akan melahirkan.
Rachel hanya diam dan mengeratkan pelukannya pada boneka Unicorn nya.
"Hai anak manis. Sama Uncle disini ya. Nanti kita beli lolipop." Bujuk Reyvan.
Rachel tetap diam namun matanya tertuju pada pinsil warna dimeja.
"Rachel mau mewarnai? kak Fazel jago loh mewarnainya, nanti Rachel diajarin Kak Fazel mewarnai ya." Bujuk Naya lagi.
Rachel menatap Fazel yang hanya diam. Dan tanpa diduga, Fazel mengambil pinsil warna itu, kemudian berdiri lalu memberikannya pada Rachel. Rachel dengan malu-malu menerima pinsil warna itu.
Naya tersenyum.
"Kak gue nitip Rachel dulu ya." Ucap Naya.
Reyvan hanya mengangguk sambil melihat interaksi Fazel dengan Rachel.
Reyvan membawa Fazel dan Rachel duduk disofa, lalu Fazel membuka tasnya dan memberikannya buku untuk mewarnai kepada Rachel "Telimakasih Kak." Ucap Rachel dengan ceria.
Reyvan melihat untuk pertama kalinya Fazel mau berinteraksi dengan orang disekitarnya.
"Apakah Fazel masih menjalani teraphy Rey?" Tanya Ayah.
"Sudah sebulan ini Fazel tidak ikut teraphy Yah." Jawab Reyvan.
Siang hari Sasha baru selesai dari tugasnya, Ia langsung menuju lantai lima untuk menjemput Rachel dan sekalian mengunjungi Bunda.
__ADS_1
Sasha terkejut saat melihat Reyvan sedang menggendong Rachel yang sudah tertidur dalam gendongannya. Reyvan pun terkejut melihat Sasha yang datang disiang hari dan bukan sore hari.
Perlahan Reyvan menidurkan Rachel dikasur khusus penunggu pasien, entah kenapa hatinya merasa bersedih.
Sasha mencoba untuk tenang dan menghampiri brankar Bunda, terlihat Bunda sedang terlelap, sepertinya baru saja tertidur. Ayah sudah tidak ada diruanganya karna pulang untuk beristirahat sebentar.
Terlihat kecanggungan didiri Sasha, dia mendekat pada kasur yang Rachel tiduri lalu mengecup keningnya perlahan.
"Rachel sudah lama tidurnya mas?" Tanya Sasha mencoba tidak gugup.
"Lumayan Sha, tadi sedikit rewel nanyain Mommy nya dan Naya juga. Aku gendong dan tertidur. Kamu kenal ibunya Sha?"
Sasha tersenyum tipis dan mengangguk sambil membelai rambut Rachel.
"Sha kita harus lanjut bicara." Ucap Reyvan.
"Nanti ya Mas, gak sekarang." Jawab Sasha.
"Kapan lagi Sha?" Tanya Reyvan.
Rachel menggeliat dan perlahan bangun. "Mommy..." Panggilnya lalu memeluk Sasha.
Reyvan terkejut saat melihat dan mendengar Rachel memanggil Sasha dengan sebutan Mommy. "Mommy?" Tanyanya didalam hati.
"Mommy ayo pulang, lahel bosen disini, kata Mommy kita mau jalan-jalan beli boneka unicorn."
"Iya sayang, tunggu Onti Naya dulu ya sebentar lagi. Tadi Rachel ngapain aja?" Tanya Sasha dengan lembut dan tatapan hangat.
"Lahel tadi diajarin mewalnai sama kak Fazel, kak Fazel jago mewalnai Mom." Jawab Rachel.
Rachel turun dari kasur dan mengambil hasil mewarnainya.
"Punya lahel jelek Mom, ini punya kak Fazel bagus ya Mom." Ucapnya sambil menunjukukan dua gambar berbeda.
"Berarti Rachel harus banyak belajar dari Kak Fazel ya." Lalu Sasha menatap Fazel yang duduk tidak jauh darinya. "Kak Fazel maukan ngajarin Rachel?" Tanya Sasha dengan senyum lembutnya.
Fazel mengangguk.
"Nanti kita pulang mampir beli dulu peralatan mewarnai ya, biar Rachel tidak usah pinjam punya Kak Fazel."
"Iya Mommy." jawab Rachel.
"Sha..." Panggil Reyvan.
Sasha menoleh kearah Reyvan.
"Jelasin keaku ini apa maksudnya?" Tanya Reyvan.
"Tunggu Naya dulu ya Mas, nanti kita bicara." Jawab Sasha.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...