MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
PULANG KERUMAH BUNDA


__ADS_3

Reyvan segera kembali keruang perawatan Sasha, melihat Sasha yang sedang memakan makan malamnya, Reyvan duduk dibrankar Sasha sambil menghadap Sasha.


"Anak manis udah bisa makan sendiri" goda Reyvan.


"Apa sih mas, Mas kelamaan, aku keburu lapar."


"Ya udah sini aku suapin" Reyvan meraih sendok dan piring kemudian menyuapi Sasha.


Billy datang kerumah sakit setelah pulang bekerja.


"Hai Sha" sapa Billy.


"Hai Bill, baru aja Naya pulang"


"Iya gue tadi ketemu di lobby rumah sakit, gue kesini disuruh bos Rey nih" jawabnya sambil menyenggol Reyvan.


"Ada urusan kerjaan ya?" tanya Sasha mendalam.


"Ya sekalian laporan juga Sha" jawabnya sambil nyengir.


Sasha selesei makan, Reyvan memberikan obat untuk Sasha dan menidurkan Sasha di brankar.


"Istirahat ya Sha"


"Iya mas"


"Kita ngobrol diluar Bill" ajak Reyvan ke Billy


Billy berdiri dan keluar dari ruang perawatan Sasha.


Reypun hendak berdiri dan menyusul Billy.


"Mas" Panggil Sasha ragu-ragu.


"Iya sayang?" tanya Rey.


"Nanti nemenin aku tidur lagi kan?" ucapnya ragu-ragu.


Reyvan tersenyum, "Iya, aku keluar dulu ya, ada yang harus dibahas dengan Billy, sebentar" jawabnya dengan lembut.


Reyvan mencium puncak kepala Sasha dan menarik selimut untuk Sasha lalu segera menyusul Billy.


"Mana pesenan gue?" tanya Reyvan.


Billy mengeluarkan paperbag berisikan ponsel dan memberikannya pada Reyvan, ya tadi siang Reyvan menelpon Billy untuk membelikannya ponsel untuk mengganti ponsel Sasha yang rusak.


"Thanks Bill, gimana kantor?"


"Aman Rey, mas Radit banyak bantu kerjaan lo yang gue handle"


"Oh ya?"


"Iya.. mungkin mas Radit percaya kalau lo benar-benar berubah dan memperbaiki hubungan lo sama Sasha"


Rey hanya tersenyum tipis.


"Gue hampir kehilangan Sasha Bill, taunya Sasha malah kasih gue kesempatan, gue bersyukur banget ternyata Sasha adalah Little yang slama ini gue cari"


"Berubahlah Rey, Sasha memang gadis yang baik"


"Pasti Bill, gue gak akan sia-siain kesempatan ini, gue akan jagain dan mencintai Sasha"


"Yaudah kalo gitu, gue balik dulu, besok pagi gue harus jemput Naya buat ke apartemen lo ambil barang-barang Sasha"


"Sekali lagi thanks Bill, lo memamg sahabat gue"


"Santai Rey"


Billy berlalu dan Reyvan kembali masuk kedalam ruang perawatan Sasha.


"Kamu belum tidur Sha?" Reyvan melihat Sasha yang masih terjaga.


"Aku gak bisa tidur, belum ngantuk"

__ADS_1


Rey naik keatas brankar Sasha,


"Apa yang kamu pikirkan?" tanyanya sambil membawa Sasha kedalam dekapannya.


"Gak ada" jawab Sasha singkat.


Reyvan meraih paperbag dan memberikannya pada Sasha. "Untuk kamu"


Sasha membuka paperbag dan melihat dus berisikan ponsel dengan keluaran terbaru.


"Ponsel mas?"


"Iya, kamu butuh ponsel untuk info-info kuliah kamu kan?"


"Tapi aku udah minta Fitto untuk belikan aku ponsel mas"


Reyvan menyentil kening Sasha,


Pletakk


"Auuww sakit mas"


"Suami kamu tuh aku atau Fitto? kenapa minta ponsel sama Fitto?" tanyanya.


"Aku gak minta, cuma minta tolong belikan"


"Sekarang masukin simcard kamu, dan telpon fitto, bilang kalo kamu sudah ada ponsel"


"Tapi kenapa mas gak nanya sama aku dulu?"


"Karna aku suami kamu Sha"


Reyvan membuka segel ponsel dan memakaikan simcard diponsel baru Sasha dan mulai mnyetingnya.


"Nih udah selesai" Ucap Rey sambil menyerahkan ponsel milik Sasha.


"Makasih Kak, ponsel nya bagus" jawab Sasha sambil mencium pipi Reyvan.


Sasha mengirimkan sebuah chat untuk Fitto.


"Fitt, gue dah ada ponsel, gak usah beliin gue ponsel lagi ya"


"Lah udah ada lagi aja Sha? baru gue mau pesan online"


"Iya, mas Rey yang beliin gue ponsel, besok jangan lupa jemput gue kerumah sakit ya, thanks"


"Okey Sha, besok gue ikut jemput kerumah sakit"


Sasha menaruh ponselnya diatas nakas sebelah brankar.


"Udah?" tanya Rey.


"Udah" jawab Sasha.


Sasha tertidur dalam dekapan Rey, rasa hangat dan nyaman begitu Sasha rasakan.


Pagi hari Ayah mengantar Bunda datang kerumah sakit sebelum berangkat kekantor,


Ayah melihat Sasha yang tertidur dalam dekapan Reyvan.


"Smoga tidak ada sandiwara lagi Rey" Batin ayah.


"Anak ini, nempel banget sama Sasha, udah tau Sasha lagi sakit, masih harus berbagi tempat tidur sama Rey" Gerutu bunda.


Rey mengerjapkan matanya dan perlahan melepaskan dekapannya dari Sasha.


"Bunda pagi banget"


"Iya sekalian Ayah mau ada meeting pagi dikantor" jawab Bunda.


"Maaf yah, Rey belum bisa masuk kerja"


"Gapapa, yang penting kamu urusin dulu Sasha sampai Sasha pulih"

__ADS_1


Rey turun dari brankar dan membersihkan diri di toilet.


Ayah berangkat kekantor.


Perlahan Sasha mulai terjaga dari tidurnya.


"Bunda udah dari tadi?" tanya Sasha.


"Engga Sha, baru lima menit, tadi diantar Ayah sekalian ayah kerja"


"Gak sama Naya juga Bun?"


"Naya sama Billy ke apartemen dulu ambil barang-barang kamu, nanti siang langsung kerumah"


Menjelang siang, Reyvan dan Sasha pulang kerumah Bunda, disana sudah ada Naya, Billy dan Fitto yang memutuskan langsung datang menunggu Sasha dirumah Naya.


"Rey ajaklah Sasha kekamarmu, biarkan Sasha istirahat sebelum makan siang nanti"


"Iya bun"


Sementara Naya, Billy dan Fitto meneruskan obrolan di taman belakang, Sasha dan Reyvan beristirahat dikamar Reyvan.


Sasha perlahan masuk kedalam kamar Reyvan, kamar dengan warna dominan putih-abu itu terlihat maskulin.


Sasha mendudukan dirinya diatas ranjang, dia melihat snowball panda di nakas sebelah tempat tidurnya.


"Naya bawain snowball aku juga, dia tau aku gak bisa tidur kalo gak lihat snowball ini" gumam Sasha yang terdengar oleh Reyvan.


"Apa Sasha gak tau ya, itu Snowball bukan punya dia, itu snowball gue yang memang sepasang sama snowball punya Sasha" batin Rey.


Sasha meletakan kembali snowball itu di nakas dan bersandar pada headboard ranjang.


"Cape yank?" tanya Rey sambil duduk disebelah Sasha.


"Engga, sebenernya aku mau ngobrol sama Fitto dan Naya, tapi gak enak sama bunda"


"Istirahatlah dulu Sha, bunda begitu karna sayang sama kamu"


"Baju-baju aku dimana mas?" tanya Sasha.


"Sudah dirapihkan bibi dilemariku Sha, dan buku-buku kamu ada dimeja kerja aku"


"Apa Naya bawa semuanya Mas?"


"Engga dibawa semua Sha, hanya sebagian, nanti kalo ada yang ketinggalan kita ambil sendiri ke apartemen ya"


"Iya mas"


"Kamu seneng tinggal disini atau diapartemen?"


"Dimana aja mas, yang penting aku bisa tinggal" jawabnya dengan senyum tipis.


"Kamu masih ragu ya Sha sama aku?"


Sasha diam tidak menjawab.


"Aku tidak akan memaksa kamu Sha, aku akan buktikan kalau aku benar mencintai kamu, dan aku akan menunggu sampai hati kamu terbuka"


"Maaf mas" lirih Sasha.


"Kamu gak salah Sha, aku yang terlalu bodoh sia-siain kamu slama hampir dua tahun ini"


Sasha tersenyum, "Aku akan coba buka hatiku mas"


.


.


.


.


...Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...

__ADS_1


__ADS_2