
"Gimana Bill?" Tanya Sasha dan Reyvan saat bertemu dengan Billy diKantor.
Billy duduk disofa kemudian menyerahkan sebuah map coklat berisikan info Fazel, Sasha membuka dan membacanya dengan cermat.
"Jadi benar Fazel mempunyai kembaran?" Tanya Sasha saat membaca informasi dibeberapa lembar kertas.
Reyvan pun melihatnya. "Mereka tidak selamat dikecelakaan itu kecuali Fazel." Lirih Reyvan.
Billy menganggukan kepalanya, "Ayah, Ibu kembaran Fazel dan seorang pengasuhnya tewas dilokasi kejadian. Hanya Fazel yang selamat tapi ia mengalami trauma berat. Hak asuhnya jatuh pada teman kencannya Sherin, dan mereka mengambil alih dana asuransi yang harusnya untuk Fazel. Tak lama dari itu, teman kencannya Sherin meninggal karna diracun oleh seseorang dan orang itu adalah Sherin."
"Gila, demi Uang Asuransi keluarga Fazel, Sherin nekat berbuat itu." Ucap Reyvan.
"Bukan cuma uang asuransi Rey, tapi beberapa harta peninggalan Ayahnya Fazel mereka habiskan dan berakhir ditangan Sherin." Sahut Billy.
"Gak kebayang kalau Fazel gak kita ambil, bagaimana dia sekarang." Lirih Sasha.
"Sekarang semua sudah jelas Rey, Sha.. Fazel mempunyai kembaran dan pantas saja jika Rachel kini mengandung anak kembar."
Sasha mengangguk, "Fazel harus tau soal ini, Gue akan bicara pada Fazel."
"Sayang, biar aku sama Billy yang bicara pada Fazel."
"Jangan Mas, Biar aku saja."
Bulan silih berganti, Fazel menerima takdirnya yang harus kehilangan seluruh keluarganya dimasa kecilnya. Ia juga lega setelah tau mempunyai saudara kembar meski saudaranya tidak selamat dalam kecelakaan itu.
Kini Fazel hanya akan fokus terhadap Rachel istri tercintanya itu dan calon anak-anaknya kelak, juga berjanji slamanya akan mengabdikan hidupnya pada keluarga Rivano yang begitu menyayanginya dari kecil. Fazel juga berjanji akan menjaga Reyvan dan Sasha di masa tuanya nanti, juga akan menjaga Zio adik satu-satunya.
***
"Sudah mulai bengkak ya Sayang?" Tanya Fazel pada Rachel yang sedari tadi memutar-mutar tubuhnya didepan cermin.
"Aku gendut ya Kak."
Fazel memeluk Rachel dari belakang, "Maafkan Kakak, karna kamu mengandung anak-anak Kakak jadi membuat tubuhmu begini." Lirih Fazel ditelinga Rachel.
Rachel memutar tubuhnya kehadapan Fazel dan melingkarkan kedua tangannya dileher Fazel. "Aku senang bisa mengandung anak-anak Kakak." Jawabnya kemudian mengecup sekilas bibir Fazel.
"Terimakasih.. Kakak janji akan slalu bahagiain kamu." Fazel mencium kening Rachel dengan penuh perasaan.
"Kak.. sudah siapkan nama?" Tanya Rachel saat Fazel memijat kaki Rachel yang mulai membengkak itu.
"Belum, Kakak bingung.. Rencananya Kakak mau minta Mommy yang memberikan namanya. Apa kamu keberatan Hel?"
Rachel menggelengkan kepalanya. "Aku tidak keberatan Kak, aku juga ingin Mommy dan Daddy yang nanti memberikan namanya."
"Aww sshhh.." Rintih Rachel..
"Kenapa Hel?" Tanya Fazel panik dan dengan segera mengusap perut Rachel yang kian membuncit.
"Twins nendang Kak." Seru Rachel.
"Benarkah?" Kemudian Fazel mendekatkan wajahnya keperut Rachel sambil mengusap perutnya itu.
"Anak Papa, setuju juga kalau Oma dan Opa yang memberikan nama ya? pasti nama yang diberikan Oma dan Opa nanti sangat bagus untuk kalian. Baik-baik diperut Mama ya, jangan buat Mama susah." Fazel mencium perut Rachel.
"Sepertinya Twins minta ditengokin deh Kak." Sahut Rachel.
Fazel tersenyum, "Tidak lelah?" Tanyanya.
Rachel menggelengkan kepalanya, "Aku juga ingin Kakak sentuh. Kata Auntie Nay, harus sering-sering buat jalan lahir untuk Twins Kak."
"Ahh Kakak menang banyak deh.." Fazel mulai merangkul Rachel dan menciuminya dengan begitu penuh perasaan.
Fazel selalu memperlakukan Rachel dengan lembut, kasih sayang dan perhatian Fazel begitu banyak tercurah pada Rachel.
"Hmm Kakk.." Desah Rachel disela-sela penyatuannya.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Fazel menuntaskan aksinya, dan menghujani Rachel dengan banyak kecupan diwajahnya.
"Sakit?" Tanya Fazel yang membantu Rachel membersihkan bagian intinya.
Rachel menggelengkan kepalanya. "Engga Kak."
Fazel tersenyum, kemudian membawa Rachel kedalam pelukannya dan tidur dalam satu selimut yang sama.
***
Rachel berjalan-jalan dengan Sasha untuk mencari perlengkapan Bayi kembarnya, padahal sudah banyak yang ia beli, bahkan kamar dan perlengkapan semua sudah siap menyambut kehadiran sikembar.
"Mom, ini bagus." ucap Rachel.
"Bagus, ambil aja Hel." Jawab Sasha antusias.
"Nanti Kak Fazel cuma geleng-geleng kepala nih Mom kalau lihat aku belanja untuk twins lagi."
"Abisnya gimana ya Hel, lucu-lucu sih.. Mommy aja rasanya mau borong semua."
dan kedua wanita beda generasi itu tertawa bersama.
***
"Koq basah ya, apa aku ngompol?" Gumam Rachel saat mendapati bagian belakangnya yang basah.
"Tapi gak bau." Gumamnya lagi.
"Kak.. Kak..." Panggil Rachel sambil mengguncangkan tubuh Fazel yang sudah tertidur.
Fazel perlahan mengerjapkan matanya. "Iya sayang." Ucapnya dengan suara berat khas bangun tidur.
__ADS_1
"Kak, koq aku basah ya." Lirih Rachel.
Fazel langsung duduk dan meraba bagian kasur Rachel.
"Apa Sakit perutnya?" Tanya Fazel khawatir.
"Sedikit mules Kak, tapi nanti hilang lagi rasa mulesnya."
"Kontraksi palsu, atau bisa jadi kamu mau melahirkan, kita kerumah sakit sekarang."
Fazel dengan telaten membantu Rachel mengganti pakaiannya yang sudah basah, tidak lupa ia sempatkan untuk mengelap tubuh Rachel sekilas.
"Kakak Panggil Zio dulu ya, kamu tunggu dulu sebentar."
Fazel mengetuk pintu kamar Zio.
Tok..tok..tokk
"Zi.. Zioo.. Bisa bantu Kakak Zi?"
Tidak lama Zio membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Kak? ini masih jam satu malam." Jawabnya sambil menggaruk kepalanya.
"Kak Rachel mau melahirkan, bisa bantu Kakak bawa mobil kerumah sakit?"
"Ya ampun, sebentar Kak, aku cuci muka dulu dan ambil jacket."
"Kakak tunggu dibawah ya."
Fazel menggendong Rachel ala bridal ke mobil. perlengkapan bayi yang sudah tinggal diangkut sudah Zio bawa dan berada ditangannya.
Zio berinisiatif membangunkan Sasha dan Reyvan.
Tok.. tok.. tok..
Mom.. Dadd..
Mommy.. Daddyyy.. Teriak Zio karna tidak sabaran.
"Mas lepas, Zio diluar." Ucap Sasha.
"Sebentar sayang, tanggung sebentar lagi aku selesaikan ini dulu."
"Mass agak cepetan dikit."
"Eummm.." akhirnya Reyvan menuntaskan penyatuannya.
"Hah anak itu, menganggu saja." Gerutu Reyvan sambil memungut celana boxernya dan memakainya, sementara Sasha langsung masuk kedalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
Ceklekk..
"Ada apa Zi, gak lihat ini masih jam satu malam." Kesal Reyvan pada anak bungsunya itu.
"Haisshh Daddy ini,, sudah tua masih aja senang bermain malam mengganggu Mommy."
Zio tau bahwa Daddy nya itu habis melakukan pergulatan malam dengan Sasha, terlihat tanda merah didada Reyvan karna Reyvan hanya memakai Boxer tanpa kaos oblongnya dengan rambut yang acak-acakan.
"Dimana Mommy?" Tanya Zio.
"Ada apa Zi?" Tanya Sasha yang sudah berpakaian lengkap.
"Mom, Kak Rachel mau melahirkan, sudah dimobil sekarang, Zio mau mengantarnya kerumah sakit."
"Rachel mau melahirkan? Baiklah Zi, kamu antar Kakakmu, Mommy dan Daddy akan segera menyusul."
Sasha segera menelpon Naya, dan untungnya Naya stay dirumah sakit karna baru saja melakukan operasi secar pada passiennya.
"Aku harus mandi malam-malam, kamu sih Mas, seperti tidak bisa esok lagi aja." Gerutu Sasha.
"Maaf sayang." Ucap Reyvan sambil membantu Sasha menuntaskan mandinya, setelah itu mereka segera menyusul kerumah sakit karna Sasha sendiri yang akan menjadi dokter anak dari cucu-cucunya itu.
"Bagaimana Zi?" Tanya Sasha saat menghampiri Zio di depan ruangan bersalin.
"Masih pembukaan lima Mom." Jawab Zio.
Sasha bergegas masuk kedalam ruangan bersalin, terlihat Rachel yang sedang menahan rasa sakitnya.
"Sabar ya sayang." Ucap Sasha.
"Mom, rasanya sakit.." Lirih Rachel.
Sasha tersenyum, "Rasa sakitnya akan segera hilang dan berganti kebahagiaan setelah kamu melihat Twins."
"Gimana Nay?" Tanya Sasha ke Naya,
"Pembukaanya hampir sempurna, air ketuban masih aman, bisa lahir normal."
"Rachel sepertimu Sha, dia kuat sekali ingin melahirkan normal dengan kondisi hamil kembar." Sahut Fitto yang kini ikut bergabung mendampingi Sasha dan Naya.
"Ayoo Hel, sedikit lagi.." Ucap Naya.
"Emmm, sakit Kak..." Rintih Rachel.
"Sabar Sayang, ayo kamu bisa ya, demi twins." Fazel tak henti-hentinya memberinya semangat.
"Oeekk.. Oeekkk.." Lahir satu bayi berjenis kelamin laki-laki.
"Yang pertama laki-laki Hel." Ucap Naya sambil menunjukan sekilas bayinya itu.
__ADS_1
Sasha langsung mengambil alih bayi mungil itu sementara Rachel kembali merasakan mulas.
"Satu lagi Hel, ayo kamu pasti bisa.." Seru Fitto.
"Oeekk.. oeekk.." Satu bayi lagi terlahir kedunia.
"Baby girl Hel.. cantik sepertimu." Ucap Naya tersenyum.
Satu bayinya diambil oleh bidan untuk diserahkan pada Sasha yang masih mengurus bayi pertamanya itu.
"Kalian kenapa begitu tampan dan cantik?" Ucap Sasha pada kedua bayi kembar yang kini sudah bersih dan terus Sasha pandangi.
"Cucu gue nih." Sahut Fitto.
"Tampan seperti Fazel dan cantik seperti Rachel." Gumam Sasha.
Setelah kondisi Rachel stabil, Rachel dipindahkan keruangan VVIP.
Saat pagi menjelang, kedua bayi kembar itu dibawa masuk kedalam ruangan untuk diberi Asi.
Fazel menggendong bayi lelaki itu, ia merasa takjub melihat miniatur dirinya berada dalam dekapannya. "Mom, dia nyata, dia sangat lucu dan tampan." Lirih Fazel.
"Dia tampan sepertimu Zel.."
Setelah bayi perempuan selesai menyusu, kini bergantian dengan bayi lelaki yang akan menyusu. Fazel mengambil alih bayi perempuan itu.
"Mom, lihat dia, begitu lucu dan menggemaskan, seperti Rachel."
"Kamu benar Zel, bayi ini seperti Rachel sewaktu Mommy melahirkan Rachel dulu."
"Siapa namanya?" Tanya Billy.
"Mom bantu kami memberikan nama." Pinta Rachel.
"Kalian belum menyiapkan nama?" Tanya Reyvan.
"Kami ingin Mommy dan Daddy yang memberikan nama." Jawab Fazel dengan mantap.
Sasha menatap bayi mungil didalam gendongan Fazel. "Allea Gracia Rivano." Ucapnya.
"Baby Cia.. Princess Cia." Sahut Billy yang kemudian mengusap pipi merah bayi mungil itu.
"Satunya lagi?" Tanya Billy.
"Axelle Reygan Rivano." Kini Reyvan yang memberikan nama untuk cucu laki-lakinya itu.
"Kerenn, nama yang keren sekali." ucap Rachel.
"Allea dan Axelle, keluarga baru di Rivano."
Fazel tak hentinya mencium kening Rachel, "Terimakasih sudah berjuang dan kuat untuk mereka." Ucapnya dengan lembut.
***
Sasha berada dalam kamarnya, ia melihat foto lamanya bersama Naya dan Fitto saat masih memakai seragam SMA, Sasha pun melihat foto pernikahannya bersama Reyvan.
Pikirannya terus menelusuri masa lalunya itu, sungguh ia sangat bahagia mempunya kedua sahabat seperti Naya dan Fitto.
"Lihat apa sayang?" Tanya Reyvan sambil memeluk Sasha dari belakang.
"Foto lama Mas." Jawabnya tersenyum.
"Kamu rindu masa-masa mudamu dulu?"
"Sangat rindu, sebagian hidupku aku habiskan bersama Naya dan Fitto. Dan apa kamu tau Mas? aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan kakak sahabatku sendiri."
"Kamu bahagia? hem?"
"Sangat bahagia Mas.. terimakasih sudah mau berubah dan bertahan sejauh ini. Aku sungguh mencintai kakak dari sahabatku."
.
.
T A M A T
.
.
Jangan minta Up lagi ya sayang-sayangku.. karna ceritanya memang sudah habis sampai disini. Intinya Sasha bahagia menikah dengan kakak dari sahabatnya.
kalau di Up lagi pasti akan keluar dari alurnya, dan readers pasti akan bosan.
Terimakasih untuk Readers yang setia memberikan Like, hadiah, komen dan bantu Vote.
Untuk Readers yang baru mampir, jangan lupa Like, Komen, hadiah dan Votenya ya.
.
.
Yang lagi bingung cari bacaan selanjutnya, boleh banget lho mampir di karya aku selanjutnya, masih on going, cek ya di profilku,
dengan judul TAKDIR CINTA (Ghea&Tristan). Bantu Like, koment, hadiah dan Votenya.
Sayang banget deh sama kalian.. Terimakasih Readersku semua 🤗😘
__ADS_1