MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BUCIN PARAH


__ADS_3

"Nay telpon Billy, suruh nyusul ke Cafe" Titah Reyvan."


"Gak usah lah Kak, cuma makan doang juga"


"Lo gak kangen sama Billy Nay?" Tanya Sasha yang sedang mengemudikan mobil barunya itu.


"Besok sabtu juga ketemu Sha, sering sering ketemu nanti malah bosen"


Reyvan mengambil ponselnya dan mendial nomer Billy.


"Bill lo dimana ?"


"Gue dirumah, baru bangun tidur"


"Nyusul gue ya, gue lagi sama Sasha dan Naya"


"Okey, share loc aja ya"


Reyvan menutup ponselnya.


"Dih lo ngapain sih Kak manggil Billy" Ucap Naya sambil cemberut.


"Emang kenapa Nay, Billy disana inget lo terus, tiap nelpon gak lo angkat, lo berantem sama Billy? ada masalah sama Billy?"


"Gue lagi jenuh aja sih sama Billy, ditambah gue juga banyak tugas dari kampus, lagian Billy juga sibuk terus."


"Billy sibuk juga kan ngumpulin duit Nay buat nikahin lo, lo lupa kalau Billy itu anak yatim piatu, kalau bukan karna lo sama Billy punya hubungan, Ayah udah adopsi Billy jadi anak dan saudara kita Nay, lo harus inget kalau semua ini lo yang mulai"


"Billy yatim piatu Mas?" tanya Sasha yang memang tidak tau soal Billy.


"Iya Sha, waktu aku lulus SMA, Ayah ketemu sama Billy dilampu merah, dia kerja sebagai pedagang asongan, waktu itu Ayah dirampok pas tengah malam dilampu merah, Billy nolongin Ayah, dari situ Billy dibawa kerumah, disekolahin bareng aku di SMA, dan Kuliah bareng juga waktu di London, pulang dari London, Ayah mau adopsi Billy biar jelas statusnya, tapi taunya Naya bilang suka sama Billy, dari situ Ayah jodohin Naya sama Billy, nah pas mulai kerja juga Billy udah gak tinggal dirumah karna gak enak serumah sama Naya, akhirnya Billy pindah ke Apartemen" Jawab Reyvan menjelaskan panjang lebar.


"Lo gak cerita ini ama gue Nay" ucap Sasha.


"Diceritain juga buat apa Sha, yang jalanin gue"


"Terus mau lo sekarang gimana?"


"Gak gimana-gimana, ya jalanin aja Sha"


"Lo gak lagi mainin perasaan Billy kan Nay? dikantor tuh banyak yang naksir Billy, tapi Billy setia banget sama Lo, nungguin lo" sahut Reyvan.


"Aduh kalian ini kompak banget sih, suami istri yang kompak, nyeramahin gue semua" Ucap Naya sambil tertawa. "Gue cuma bilang jenuh, gak bilang ilfeel kan, ya namanya hubungan udah lama pasti adalah titik jenuhnya, tapi bukan berarti gue udah ilfeel gitu aja sama Billy, gue tetep sayang sama Billy"


"Ya bagus deh Nay, gue cuma gak mau aja sahabat gue patah hati sama adik gue sendiri"


"Sama dong, gue juga gak mau sahabat gue sakit hati terus sama kakak gue sendiri"


Seketika Reyvan memutar tubuhnya kebelakang, "Lo bilang apa Nay?"


"Mas udah sih jangan ribut" Sahut Sasha.


"Nay lo juga udah ya, kita lagi bahas lo sama Billy, jangan jadi kemana-mana, gue sama Mas Rey baik-baik aja koq"


Mereka hening sejenak sampai akhirnya tiba disebuah cafe.


"Gimana sayang mobilnya?"


"Namanya mobil baru mas, pasti enaklah bawanya" Reyvan menggandeng Sasha masuk kedalam Cafe, sementara Naya jalan duluan didepan.


selang lima belas menit, Billy juga datang dan menghampiri mereka lalu duduk disebelah Naya.

__ADS_1


"Mau makan apa Bang?" Tanya Naya ke Billy.


"Gak laper Nay, minum aja deh"


"Lah ngapain nyusul kesini kalau gak makan"


"Ya mau ketemu kamu lah, udah lima hari gak ketemu, ditelpon gak diangkat terus"


"Maaf Bang, banyak tugas tau" Jawab Naya santai.


Billy menatap Reyvan dan Sasha yang tampak mulai akrab, "Pengantin baru nempel terus" ledeknya.


"Abis digigit nyamuk tau Bang, Nyamuknya ganas" Ucap Naya sambil tertawa.


"Sstt Nay!!" pekik Sasha.


"Nyamuk apaan Nay?" Tanya Reyvan dengan heran.


"Nyamuk dikamar lo lah Kak"


Sasha mencubit perut Reyvan, "Bisa gak sih gak usah ladenin omongan Naya" Bisiknya.


Naya berbisik ke Billy, dan Billy tampak mengerti lalu sedikit tersenyum, "Udah mulai ternyata" gumamnya yang terdengar oleh Naya.


"Kayanya sih Bang" jawab Naya.


Sementara Sasha hanya menunduk karna malu.


Setelah cukup waktu lama, akhirnya mereka memutuskan pulang, Billy mengantar Naya pulang dengan alasan masih kangen, sementara Reyvan tetap bersama Sasha, kali ini Reyvan yang mengemudikan mobilnya.


Tiba dirumah Bunda, Sasha langsung menuju kamar untuk membersihkan diri, Reyvan menyusulnya saat Sasha sudah selesai mandi. Reyvan memeluk Sasha dari belakang kemudian mencium ceruk leher belakang Sasha.


"Mas lepas, geli"


"Lepas mas, nanti kelepasan, aku gak mau diledekin Naya lagi ya"


"Hah, diledikin gimana Yank?"


Sasha menaikan rambutnya lalu memperlihatkan bekas kiss mark dari Reyvan di dekat telinganya. "Karna kamu nih, seharian Naya ledekin aku terus"


Reyvan tertawa, "Jadi yang dimaksud Naya nyamuk buas itu ini Yank?"


"Baru nyadar lagi!!" Ucap Sasha dengan cemberut.


"Iya maaf sayang, kelepasan kalau yang ini, janji deh gak lagi bikin disitu" bujuknya.


Reyvan duduk disofa dan mengajak Sasha untuk duduk dipangkuannya, perlahan Reyvan mengarahkan kedua tangan Sasha melingkar dilehernya.


"Pagi tadi aku cari kamu, kamunya ternyata udah berangkat, aku masih kangen" Ucap Reyvan dengan lembut sambil membelai rambut Sasha.


"Tiap jumat aku kuliah pagi Mas"


Reyvan mengangkat dagu Sasha, perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Sasha dan mulai mencium Sasha dengan lembut, Sasha mulai membalas setiap ciuman dari Reyvan.


"Bibir kamu manis Sha" Ucap Reyvan setelah melepas pagutannya.


"Kamu ciuman pertama aku mas"


Reyvan tersenyum, "Aku janji akan terus sayangin kamu Sha, jagain kamu."


Sasha hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


"Turun yuk mas, gak enak ada Billy kan dibawah"


"Masih kangen berduaan yank"


"Nanti malam masih bisa mas, besok sabtu minggu juga aku libur"


Reyvan mencubit hidung mancung Sasha. "Masih kaya mimpi Sha kita kaya begini"


Sasha hanya tersenyum kemudian berdiri dari pangkuan Reyvan dan mengajak Reyvan untuk keluar kamar"


Billy sedang ngobrol bersama Ayah, sedangkan Naya duduk nonton televisi bersama Bunda.


Sasha menghampiri Bunda dan Naya, sementara Reyvan menuju dapur untuk mengambil minum.


"Lama banget dikamar Sha" Ucap Naya.


"Ngobrol dulu tadi sama mas Rey Nay"


"Kirain digigit lagi Sha" Ledek Naya lagi.


"Sstt Nayy, ada bunda!!"


"Digigit apa Nay?" Tanya bunda dengan polos.


"Ehh engga bund, bercanda koq" jawab Naya.


Reyvan memghampiri Sasha dan duduk disebelah Sasha.


"Mas kenapa gak kesana aja, ngobrol sama Billy dan Ayah" Tanya Sasha.


"Males Sha, paling ngomongin kerjaan" jawab Reyvan santai kemudian menyenderkan kepalanya dibahu kanan Sasha.


"Mas ada bunda juga ih, kalau mau tidur dikamar aja"


"Yaudah ayo temenin"


"Mas!!" pekik Sasha.


Reyvan hanya tertawa berhasil menggoda istri kecilnya itu.


"Kak Rey, gue baru tau sisi lain dari lo, ternyata lo bucin parah ya" sahut Naya.


"Gapapa Nay, sama istrinya koq, asal jangn sama cewek lain" jawab Bunda.


"Masalahnya kak Rey suka gak tau tempat Bun, main nyosor aja dimana aja"


"Itu namanya sayang istri Nay" bunda tetap membela Reyvan,


sementara Sasha hanya terus menunduk menahan wajah malunya karna ulah suami.


.


.


Author akan Up 2 Bab sehari kalo banyak likenya ya, bantu like dan komen nya biar semangat. apa lg kalau diskh vote 😊😊


.


.


.

__ADS_1


.


...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2