
Reyvan tengah berkutat dengan laptopnya, dia mengerjakan pekerjaaan yang belum ia selesaikan dikantor tadi. Reyvan kesulitan mencari asisten baru setelah Billly diangkat menjabat bagian penting dikantor pusat.
Sasha mencoba mendekati Reyvan dan memeluk leher Reyvan dari belakang. "Mas masih lama?" Tanya Sasha.
Reyvan menggenggam salah satu tangan Sasha. "Sebentar lagi sayang" Kemudian Reyvan mencium tangan Sasha.
Sasha akhirnya mengalah, dia mulai membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, kemudian memejamkan matanya dan tertidur.
Akhirnya pekerjaan Reyvan selesai, dia segera membereskan berkas dan mematikan laptopnya, dia menengok kearah Sasha yang sudah tertidur dibawah selimutnya. Mata Reyvan tertuju pada jam didinding kamarnya, jelas saja Sasha sudah terlelap, ini sudah jam satu malam.
Pagi hari Sasha bangun dan segera membersihkan diri, dia tengah bersiap karna pagi ini harus mendampingi Mami Dhea yang akan mengoperasi cesar pasiennya dan Sasha yang akan menjadi dokter anak dari bayinya. Sasha melihat Reyvan yang masih tertidur pulas dan Sasha hanya bisa menghela nafas.
Entah bawaan hamil yang membuat Sasha jadi lebih sensitif dan mudah perasa, merasakan kekecewaan pada diri Reyvan. Sasha mengambil hasil foto USG dan hasil tespeknya, dia juga menulis memo yang ia tempelkan diatas laptop Reyvan yang masih tergeletak diatas meja.
Setelah melihat Fazel dan Rachel yang masih tertidur, Sasha pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa sarapan terlebih dahulu.
Reyvan bangun setelah Rachel membangunkannya. "Dad dimana Mommy." tanya Rachel.
Reyvan yang baru tersadar itupun mencari keberadaan Sasha dan tak menemukannya didalam kamar.
"Dad, Oma bilang Mommy sudah berangkat pagi-pagi." Sahut Fazel.
"Iya sayang. Mungkin Mommy sudah berangkat." Jawab Reyvan.
Fazel dan Rachel meninggalkan Reyvan dan bergegas turun untuk sarapan. Reyvan meraih ponselnya untuk menelpon Sasha, namun hingga dua kali menelponnya, Sasha masih tidak menjawabnya.
"Apa Little marah ya?" Gumam Reyvan.
"Akhh Shit, harusnya semalam gue tinggalin kerjaan gue dan nemenin Sasha tidur. Kalo udah ngambek begini bisa panjang urusannya." Reyvan mengacak-ngacak sendiri rambutnya.
Reyvan bergegas membersihkan diri, dia kembali menghela nafasnya saat tidak melihat pakaian kerjanya. "Bahkan pakaian kerja gue pun gak disiapin Sasha, benar-benar marah nih Sasha."
Reyvan membereskan berkasnya dan memasukkannya kedalam tas kerjanya, ia juga hendak memasukan laptopnya namun begitu terkejut saat melihat Dua buah tespek bergaris dua merah dan dua lembar foto usg yang disertai memo bertuliskan "Kamu terlalu sibuk, kamu mengabaikan aku, dan calon adik Fazel dan Rachel."
Lagi-lagi Reyvan menghela nafasnya, dia bahagia namun merasa bersalah juga pada Sasha. Reyvan mengingat kejadian saat Sasha pergi dalam kondisi hamil Rachel karna kecewa akan Reyvan yang tidak jujur soal Fazel.
Reyvan beregas keluar setelah menyempatkan diri mencium kening Fazel dan Rachel, tanpa pikir panjang, Reyvan menyusul Sasha kerumah sakit.
"Fit.. bisa tolong cari Sasha, penting." ucap Reyvan saat bertemu Fitto dan Indira di lobby rumah sakit.
"Kalo gak salah, Sasha dampingi Mami yang ada operasi pagi Kak, Sasha jadi dokter anak dari bayi yang lahir hari ini." Jawab Fitto.
Reyvan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ada apa Kak?" Tanya Fitto.
__ADS_1
"Gapapa Fitt. Titip pesan ya sama Sasha, kalo udah selesai tugas segera hubungi gue." Reyvan pun berangkat kekantor, pagi ini dia pun ada meeting akhir bulan."
***
"Sha, Kak Rey tadi kesini cari lo." Ucap Fitto saat masuk kedalam ruangan Sasha.
"Hem." jawab Sasha singkat.
"Kamu ada masalah sama suami Sha?" Tanya Indira.
"Gak penting sih Ra, cuma kesel aja, Mas Rey terlalu sibuk akhir-akhir ini. Sampai gue mau bicara penting aja gak bisa." Keluh Sasha yang kemudian menundukan kepalanya diatas meja kerjanya.
"Bawaan hamil ya gitu Sha, sensitif, suami gak boleh salah dikit udah ngambek aja." Sahut Fitto.
"Tumben lo pinter? Indira lagi hamil ya?" Tanya Sasha balik.
"Belum Sha, doain ya biar bisa nyusul kamu sama Naya." Jawab Indira.
"Pasti Ra, kali aja kembar, Fitto kan punya adik kembar, kemungkinan nanti anak kalian juga ada yang kembar." Ucap Sasha.
"Aamiin, kejar umur juga gue Sha, kali aja kalo Indira hamil kembar, terus nanti hamil kembar lagi. Langsung empat kan." Sahut Fitto antusias.
"Widihh, bener-bener kejar target lo Fitt."
Mereka bertiga tertawa.
"Mommy..." teriak Rachel yang berhambur lalu memeluk dirinya.
"Anak Mommy nakal tidak?" Tanya Sasha.
"Engga Mom, Rachel tadi belajar mewarnai sama Kak Fazel." jawab Rachel.
"Anak Mommy yang ganteng ini hari ini ngapain?" Tanya Sasha sambil mengusap puncak kepala Fazel.
"Belajar Mom, membuat cerita dan mengerjakan tugas dari guru." Jawab Fazel.
"Anak pintar, nanti Mommy cek ya tugasnya Fazel. Mommy mau istirahat dulu ya." ucap Sasha.
"Rachel main dulu sama suster ya, Mommy mau istirahat." Ucap Sasha ke Rachel.
Kedua anak itu mengerti bahwa Mommy nya sangat lelah dan membutuhkan istirahat.
Reyvan pulang menjelang sore, dia langsung berlari menuju kamarnya. Sasha masih tertidur pulas. Perlahan Reyvan mendekati Sasha dan duduk ditepi tempat tidur lalu mengusap rambut Sasha.
Sasha terbangun, dia mengerjapkan matanya dan melihat Reyvan yang duduk berada didekatnya.
__ADS_1
"Maafin aku sayang." Lirih Reyvan.
Sasha tersenyum, lalu mengambil posisi duduk.
"Baru pulang Mas?" Tanya Sasha.
"Maaf sayang, kerjaan akhir bulan slalu banyak, ditambah aku masih belum dapat asisten sebagus Billy. Maaf kalau aku udah mengabaikan kamu, aku janji akan lebih perhatian lagi sama kamu dan calon anak ketiga kita." ucap Reyvan sambil mengelus perut rata Sasha.
Sasha melingkarkan tangannya dileher Reyvan kemudian mengecup bibir Reyvan sekilas. "Jangan abaikan aku lagi Mas." Ucap Sasha dengan manja.
Reyvan menempelkan dahinya didahi Sasha, "Iya sayang, aku akan slalu mengutamakanmu dan anak-anak kita.. Terimakasih sudah mau mengandung anakku lagi. Aku sangat mencintaimu." Ucapnya dengan lembut dan penuh Perasaan.
"Suka Dad?" Tanya Sasha sambil mengusap perutnya sendiri.
"Sangat suka, akhirnya aku bisa menemani masa-masa kehamilanmu hingga mendampingi kelahiranmu nanti." Jawab Reyvan yang menggabungkan tangannya diatas tangan Sasha yang masih berada diatas perut Sasha.
"Fazel dan Rachel belum tau Mas."
"Kita kasih tau mereka malam ini, untuk malam ini kita tidur berempat ya Sha, Mereka pasti sangat senang akan mempunyai adik."
Sasha mengangguk, "Tapi kamu harus puasa dulu ya, kehamilanku masih trisemester pertama dan sangat rentan keguguran."
"Iya Sayang, apapun akan aku lakukan asal kamu dan calon anak ketiga kita sehat." Jawab Reyvan.
"Bisa tahan?" goda Sasha.
"Ditinggal kamu lima tahun aja aku bisa tahan Sha, apa lagi hanya nunggu melewati trisemester awal." Jawab Reyvan sambil mencubit hidung Sasha.
Malam hari Reyvan membawa Fazel dan Rachel untuk tidur bersama dikamar Reyvan. Dengan posisi Rachel didekat Reyvan dan Fazel disebelah Rachel dan tentunya dekat dengan Sasha.
Reyvan memberi tahu kedua anaknya tersebut soal mereka yang akan memiliki adik baru. Rachel sangat senang hinga melompat-lompat ditempat tidur. Fazel juga ikut senang hingga ia memeluk Sasha.
"Adik Fazel nanti ada dua, Rachel dan calon Bayi yang sekarang ada diperut Mommy." Ucap Sasha lembut.
"Fazel akan jaga adik-adik Fazel nanti Mom." Jawab Fazel.
"Harus begitu dong jagoan Daddy, jaga terus adik-adiknya ya Zel." Sahut Reyvan yang kemudian mengajak tos Fazel.
.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....