MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
HADIAH DARI FAZEL


__ADS_3

Sasha berjalan menuju kamarnya. Reyvan tengah menunggunya sambil menonton televisi.


Sasha menghela nafas dan membuat Reyvan penasaran.


"Ada apa?" Tanya Reyvan dengan lembut.


"Fazel Mas.. Dia mencintai Rachel." Jawab Sasha dengan tidak bersemangat.


"Aku sudah menduganya, bagaimana menurutmu Sha?"


Sasha menatap mata Reyvan. "Apa aku salah jika aku mengijinkan Fazel mengejar hati Rachel Mas?"


Reyvan tersenyum kemudian merangkul kembali Sasha. "Mereka tidak ada ikatan darah Sha, Cinta tumbuh dengan sendirinya. Mungkin aku juga begitu tenang jika Rachel bersama Fazel dibanding Arlan."


"Tapi aku gak tau Mas, apa perasaan Rachel masih sama seperti dulu ke Fazel, atau sudah berubah seiring jalannya waktu. Aku hanya takut salah seorang dari mereka kecewa dan sakit hati lalu meninggalkan kita Mas."


"Sha, hilangkan kecemasanmu itu. Fazel maupun Rachel sangat menyayangi mu."


"Aku hanya takut kehilangan salah satu anakku Mas."


"Percayalah pada takdir Sha, semua yang nanti terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua. Aku percaya Fazel. Biarkan Fazel berusaha sendiri."


Sasha mengangguk. "Kamu benar Mas, Fazel cuma butuh restu kita. Selanjutnya kita harus mempercayakannya pada Fazel. Aku yakin Fazel tidak akan sampai hati menyakiti Rachel."


Reyvan tersenyum, matanya tertuju pada kotak yang sedari tadi dipegang oleh Sasha.


"Apa itu Sayang?" Tanya Reyvan.


"Lihatlah Mas, Anak sulung kita memberikan hadiah, katanya ini dibeli dari gaji pertamanya. Selama Fazel diAmrik dan membantu Mas Radit mengelola Kantor cabang, Ia diberi gaji oleh Radit." Ucap Sasha dengan antusias


"Benarkah?" Reyvan membuka kotak berisikan jam tersebut. "Ini mahal sekali. Fazel benar-benar berhati baik. Dia slalu mengingat kita Sha."


"Iya Mas, aku tidak ingin kehilangan Fazel. Mau Fazel jadi anak ataupun menantu kita nantinya, dia tetap istimewa dihati aku Mas."


Sementara dikamar Fazel.


Fazel terus mengamati gelang yang ia beli sewaktu di Amrik. Sebuah gelang yang akan ia berikan untuk Rachel. Gelang yang ia pesan Khusus berinisialkan FR yang berarti Fazel dan Rachel.


Tenggorokan Fazel merasa haus, ia lupa mengambil air mineral untuk ia simpan dikamarnya. Fazel keluar dari kamar menuju dapur. Namun saat Fazel melangkahkan kakinya keluar kamar, ia melihat sosok Rachel yang berjalan menuju kamar Zio yang terletak percis didepan kamar Fazel.


"Hel mau kemana?" Tanya Fazel.


"Diluar hujan Kak, petirnya kenceng-kenceng. Rachel takut mati lampu. Jadi Rachel mau pindah kekamar Zio."


Fazel tersenyum, memang diluar tengah hujan deras disertai petir Dan Fazel sangat tau Rachel memang penakut.


"Dikamar Zio kan ada Nabil, kamu mau tidur dimana?" Ucap Fazel.


Rachel menggigit bibir bawahnya. "Dikarpet juga gapapa Kak, yang penting gak tidur sendirian."


Fazel meraih tangan Rachel dan membawanya kedalam kamar, dulu sebelum Fazel berangkat ke Amrik jika Rachel ketakutan pasti akan tidur dikamarnya Fazel.


"Tidurlah dikamar Kakak Hel." ucap Fazel.

__ADS_1


"Tapi nanti Kak Fazel tidur dimana?"


"Seperti dulu saat kamu slalu tidur dikamar ini, Kakak akan tidur disofa."


Rachel menunduk, Fazel merasa gemas dengan Rachel.


"Gak mau tidur disini?" Tanya Fazel.


Rachel mengangguk. "Mau Kak." Jawabnya pelan.


"Ya udah kamu tidur ditempat tidur Kakak ya, Kakak mau turun dulu ambil minum." Fazel membalikan tubuhnya namun Rachel menarik ujung baju Fazel.


"Ikut." lirih Rachel yang hampir tidak terdengar oleh Fazel.


Fazel tersenyum dan menggandeng tangan Rachel.


Fazel mengambil satu botol air mineral dari dalam lemari es.


"Yuk Hel." Ajak Fazel ketika selesai menutup lemari es.


"Kak aku belum ngantuk." Ucap Rachel.


Fazel menaikan satu halisnya seolah bertanya, dan hal itu membuat Fazel semakin terlihat cool dan tampan.


"OMG demi apa, kenapa Kak Fazel tampan sekali." Batin Rachel.


Fazel memetik kedua jarinya tepat didepan wajah Rachel. "Helloww.. Bengong mikirin apa Princess."


"Aku lapar." Kata-kata itu tercetus begitu saja dari bibir Rachel.


"Tidur aja deh." Jawab Rachel yang salah tingkah kemudian membalikan tubuhnya namun tangannya ditarik oleh Fazel sehingga mereka saling dekat dan hidung mereka hampir bersentuhan.


Jantung Rachel begitu berdegup kencang, mungkin Fazel bisa mendengarnya. Sementara mata Fazel terus menatap mata Rachel tak berkedip.


"Mau makan apa? mau Kakak masakin?" Tanya Fazel dengan lembut.


Rachel mengangguk. "Bisa buat spagheti Kak?" Tanya Rachel.


"Bisa dong. Duduk ya." ajak Fazel.


Rachel duduk dikursi meja bar, Ia terus memperhatikan Fazel yang cekatan meracik bumbu dan memasak.


"Belajar masak dari siapa Kak?" Tanya Rachel.


"Sewaktu di Amrik, Kak Ara sering ngajarin Kakak masak. Bukan ngajarin sih tapi seringnya ngerjain." Fazel tertawa.


"Kakak seneng ya selama tinggal di Amrik."


"Hemm ya seneng gak seneng sih." Jawabnya sambil mengaduk sauce bolognes diwajan.


"Senengnya kenapa? Gak senengnya kenapa?" Tanya Rachel lagi sambil menopang dagu dengan tangannya.


"Hemm senengnya karna punya pengalaman baru, Uncle Radit banyak ngajarin Kakak strategi bisnis disana, Kak Ara juga bantu Kakak untuk mengenal dunia luar yang slama ini gak pernah ada dipikiran Kakak. Kalau gak senengnya karna tiap hari Kakak slalu kangen sama Mommy dan Daddy."

__ADS_1


"Hemm sama Mommy dan Daddy aja Kak? Sama Zio engga gitu?" Tanya Rachel lagi, padahal dirinya ingin disebut oleh Fazel juga.


Fazel tersenyum dan memberikan piring berisikan spagheti untuk Rachel. "Kangen lah, sama Rachel juga kangen."


Rachel tersenyum, Lalu tangannya mengambil garpu dan mulai menyuapi spagheti yang Fazel buat.


"Enak?" Tanya Fazel.


"Enak." Jawab Rachel sambil mengacungkan jempolnya.


Fazel tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Rachel. "Cepat habiskan, lalu tidur."


***


Sinar matahari mulai menembus gorden dikamar Fazel, masih terlihat Rachel yang tertidur di tempat tidur sementara Fazel tidur disofa didalam kamarnya.


Sasha masuk kedalam kamar Fazel, Ia tersenyum melihat Fazel yang slalu mengalah terhadap Rachel, mengorbankan dirinya tidur diatas sofa dan membiarkan Rachel yang tidur ditempat tidurnya.


"Zel." Sasha mencoba membangunkan Fazel dengan membelai kepalanya.


Perlahan Fazel mengerjapkan matanya dan duduk.


"Kesiangan ya Mom." Ucap Fazel dengan suara berat khas bangun tidur.


"Rachel tidur disini?" Tanya Sasha.


Fazel melihat kearah Rachel yang masih asik tidur sambil memeluk gulingnya. "Semalam pas Fazel mau ambil minum, Fazel lihat Rachel mau pindah kekamar Zio, takut mati lampu katanya Mom karna hujan petir semalam. Karna ada Nabil juga dikamar Zio, jadi Fazel ajak tidur disini." Ucap Fazel tanpa sadar dengan tersenyum.


Sasha megusap kepala Fazel. "Dari dulu kamu slalu perduli dengan Rachel."


"Mommy mau berangkat kerumah sakit?" Tanya Fazel yang melihat Sasha sudah siap berangkat.


"Iya, Mommy berangkat ya, ada praktik pagi di Poli."


"Mau Fazel antar Mom?" Tanya Fazel.


"Gak usah, kamu antar aja Rachel kekampus, hari ini Rachel masih ada bimbingan skripsi, mobil Rachel masih dibengkel. Sepulang nanti mampirlah ke showroom mobil. Pilih mobil yang Fazel suka, Daddy udah janji mau belikan untuk Fazel ya."


"Thaks Mom." Ucap Fazel dan mencium pipi Sasha.


"Bangun, mandi dan lekas sarapan ya." Ucap Sasha lalu berdiri menghampiri Rachel dan mencium kening Rachel.


Sasha meninggalkan kamar Fazel, lalu Fazel menuju meja kerjanya dan membuka lacinya, ia mengambil sebuah gelang lalu memakaikannya dipergelangan tangan kanan Rachel.


"Cantik.." Gumam Fazel.


.


.


.


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2