
Seminggu berlalu, hari ini kepulangan Billy dan Naya. Pulang praktik dari rumah sakit, Sasha langsung kerumah Bunda untuk menjemput Rachel.
"Mommy..." Seru Rachel saat mobil Sasha tiba dihalaman rumah Bunda.
Rachel dan Fazel berlari kearah Sasha berebut untuk memeluknya.
"Anak-anak Mommy nakal apa engga?" Tanya Sasha kepada Fazel dan Rachel.
"Engga dong Mommy." Jawab Rachel dan Fazel kompak.
"Daddy sudah pulang?" Tanya Sasha lagi.
"Belum Mom, Daddy kan langsung jemput Uncle Bill sm Auntie Naya ke Bandara." Jawab Fazel.
Sasha membawa Rachel dan Fazel masuk kedalam rumah, Bunda menyambutnya diruang tamu.
"Makan malam disini ya Sha, sekalian menyambut Billy dan Naya pulang." Ucap Bunda.
Sasha hanya mengangguk dan tersenyum.
Pukul lima sore Billy dan Naya yang dijemput oleh Reyvan tlah tiba dirumah dengan selamat.
"Hmm wangi-wangi penganten baru nih." Ledek Sasha sambil memeluk Naya.
"Ishh lo kaya gak penganten baruan aja."
Sasha tertawa, "Emang gw gak pernah ngerasain pengantin baruan Nay, lo lupa?" Tanya Sasha dengan nada bercanda.
Reyvan yang mendengarnya merasa tidak bersemangat karna mengingat perbuatannya dulu. Saat menikah dulu, Reyvan bukannya memperlakukan Sasha layaknya pengantin baru tapi malah menyodorkannya kertas yang berisikan kertas nikah kontrak.
Mereka duduk bersama diruang TV,
"Besok mulai masuk Nay?" Tanya Sasha.
"Masuk Sha, besok ada dua jadwal operasi SC."
"Widih bu dokter langsung sibuk aja." Ledek Sasha.
"Iyalah, pasien kan tetap nomer satu." Jawabnya dengan mantap.
"Lo kapan mulai cuti? kapan pergi keparisnya?" Tanya Naya.
"Besok gue udah mulai cuti, dan sore hari itu juga gue keParis."
"Jadi dua minggu Sha?" Kali ini Bunda yang bertanya.
"DiParisnya satu minggu Bun, perjalanannya gak dihitung, kemungkinan sih sepuluh hari, sisanya untuk istirahat dulu dirumah." Jawab Sasha.
"Kak Farah lagi hamil tujuh bulan, kuat buat pergi jauh?" Tanya Naya.
"Udah dapet surat ijin perjalanan dari dokternya Nay, dan lagi Kak Farah rencananya lahiran disana, jadi nanti gue balik cuma berdua sama Rachel."
Selesai makan malam bersama seperti biasa Rachel penuh drama enggan untuk pulang.
"Hel, please Mommy harus pulang. Kita kan harus siapin untuk besok pergi keParis." bujuk Sasha.
"Lahel gak ikut Mommy kePalis ya, Lahel disini aja sama Daddy." Ucap Rachel sambil memeluk leher Reyvan dengan erat.
Sasha hanya menghela nafas. "Mommy pergi keParis dan gak pulang lagi ya Hel, Rachel jangan cari Mommy lagi." Ucap Sasha.
__ADS_1
"Sha, jangan dipaksa." Sahut Reyvan.
"Mas kamu tolong bujukin Rachel." Pinta Sasha.
Reyvan sedikit membisikan sesuatu ditelinga Rachel dan Rachel mengangguk sambil mentautkan jari kelingking mereka berdua.
"Lahel mau pulamg tapi diantel Daddy." Ucap Rachel.
"Yaudah, biar Mommy pulang sendiri, nanti kita ketemu diloby apartemen Papa Ren ya."
Reyvan menarik tangan Sasha, "Biar aku antar Sha, mobil kamu biar taro disini aja sampai kamu pulang." Ucap Reyvan.
Sasha berfikir sejenak kemudian mengangguk. Kemudian Sasha menunduk mensejajarkan dirinya kepada Fazel.
"Fazel mau ikut anter Mommy atau dirumah?" Tanya Sasha.
"Fazel dirumah aja Mom." jawabnya singkat.
"Fazel kenapa diam terus, Fazel marah sama Mommy?" Tanya Sasha.
Fazel menggelengkan kepalanya, "Fazel gak mau Mommy pergi, Fazel mau Mommy disini terus sama Fazel." Jawab Fazel dengan mata berkaca-kaca.
Sasha memeluk Fazel, "Mommy janji akan terus bersama Fazel sepulang dari Paris." Bisik Sasha ditelinga Fazel.
Sasha melepaskan pelukannya dan Fazel tersenyum.
Diperjalanan pulang, Rachel terlelap dipangkuan Sasha.
"Sha.." Panggil Reyvan dengam ragu-ragu sambil matanya fokus kedepan karna sedang mengemudi.
"Hem." Jawab Sasha singkat.
Sasha menghela nafas kemudian menatap Rachel yang tertidur dalam dekapannya.
"Aku kesana untuk Mami Mas, bukan untuk menghindarimu, aku pasti pulang kembali." Jawabnya.
"Tapi aku tidak bisa jauh dari kamu dan Rachel Sha. Fazel terlihat bersedih akan berpisah denganmu."
Sasha hanya diam tidak menjawab.
"Boleh aku tanya sesuatu Sha?" Tanya Reyvan.
"Silahkan."
"Perasaanmu terhadapku Sha, gimana perasana kamu sama aku sekarang. Masih adakah harapan itu untukku?" Tanya Reyvan.
"Aku jawab nanti ya mas, saat aku pulang dari Paris."
"Aku tidak akan menahanmu lagi jika memang kamu mau lepas dariku Sha, aku juga lelah seperti ini terus. Semoga kamu bahagia dengan segala keputusanmu Sha."
"Mas.." Panggil Sasha dengan lirih.
"Sudahlah Sha, aku tidak mau kamu terpaksa, aku juga sudah tidak bisa membuktikan kesungguhanku lagi. Mau bagaimanapun aku berusaha, kamu hanya mengingat semua keburukanku tanpa melihat perjuanganku." Lirih Reyvan.
Mereka kembali diam hingga akhirnya tiba diapartemen Darren.
"Terimakasih sudah mengantarku." Ucap Sasha sambil membuka pintu mobil.
"Sampaikan salamku pada Kak Darren, dan maaf aku tidak bisa mengantarmu besok." Ucap Reyvan tanpa melihat kearah Sasha.
__ADS_1
Sasha masuk kedalam Apartemen dengan perasaan bingung, dirinya bingung akan perasaanya sekaligus takut jika benar-benar Reyvan menyerah.
"Mommy harus gimana Hel?" Tanya Sasha pada Rachel yang tertidur pulas didalam gendongannya.
***
Siang hari Sasha, Rachel, Darren, Farah dan Radzka sudah berada dibandara. Meskipun penerbangan mereka sore hari, namun mereka sudah bersiap dibandara untuk perisiapan pemeriksaan dokumen dan lain-lain.
Ponsel Sasha berdering. Terlihat Billy memanggilnya.
^^^"Iya Bill.."^^^
"Sha.. Maaf ganggu, Fazel sakit, dia demam tinggi dan terus manggil lo."
^^^"Fazel sakit? dari kapan?"^^^
"Tadi subuh Fazel demam tinggi, terus dikompres sama Naya dan udah dikasih obat penurun panas, tapi Fazel malah muntah, kata Naya tubuhnya menolak obat, dan sekarang masih demam dan terus manggil nama lo."
^^^"Gue udah dibandara Bill, gue kirim resep obat aja ya, nanti beli aja diapotik, takutnya obat yang Naya kasih gak cocok. Berapa derajat panasnya?^^^
"Terakhir 39.8 Sha."
^^^"Tinggi banget itu Bill."^^^
Tak lama kemudian Sasha menutup ponselnya.
"Ada apa Sha?" Tanya Darren saat menghampiri Sasha.
"Fazel sakit Kak, demam tinggi dan terus manggil aku." Jawab Sasha dengan menatap ponselnya.
"Pulanglah Sha, dari tadi kakak perhatikan, kamu tidak semangat untuk berangkat keParis. Jangan bohongi perasaanmu, kamu masih mencintai Reyvan, kembalilah padanya sebelum semua terlambat. Bahkan Fazel dia tidak bisa lepas darimu." Ucap Darren dengan penuh ketulusan.
"Tapi Mami Kak?" Tanya Sasha.
"Mami pasti mengerti, Kakak akan menjelaskan semuanya, setelah hubunganmu dan Reyvan membaik, ajaklah Reyvan dan Fazel keParis, Kakak akan lama disana dan menunggu kalian."
Sasha meneteskan air mata, kemudian menangis sambil memeluk Darren.
"Kejarlah kebahagiaanmu Sha, jangan takut lagi, setelah ini semua akan berakhir indah." Ucap Darren menenangkan Sasha.
Sasha membawa Rachel dan kopernya kembali, mereka menaiki taxi untuk menuju Rumah Bunda.
"Yeaayy kita gak jadi pelgi." Ucap Rachel dengan senangnya.
"Kenapa Rachel senang?" Tanya Sasha.
"Kalna Lahel maunya pelgi sama Daddy dan Kak Fazel." Jawab Rachel dengan jujur.
Sasha tersenyum sambil merangkul Rachel.
.
.
.
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...
__ADS_1