MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
HARMONIS


__ADS_3

Reyvan menempelkan dahinya dengan dahi Sasha, Tatapan mereka bertemu dan saling mengunci.


"Aku mencintaimu." ucap Reyvan dengan lembut.


Hidung mereka bersentuhan, perlahan Reyvan memiringkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir Sasha.


"Bibir ini yang slalu aku rindukan." ucap Reyvan parau kemudian mengecap bibir mungil Sasha.


Sasha membalas setiap ciuman dari Reyvan, sungguh Sasha pun merindukan Reyvan.


Dengan sangat lembut, Reyvan menidurkan Sasha diatas bantal, Wajah mereka sangat dekat, tatapan mata mereka seolah mengartikan bahwa mereka saling mencintai dan merindukan.


"Bolehkah sayang?" Tanya Reyvan meyakinkan kembali.


Sasha tersenyum dan mengangguk dengan mata sayunya.


Reyvan menciumi wajah Sasha kemudian turun kebagian lehernya, tangannya mulai membuka sedikit demi sedikit pakaian Sasha dan dirinya, Sasha terbawa hanyut kedalam sentuhan Reyvan, Reyvan membenamkan kepalanya di dua bukit Sasha, memberi banyak kiss mark disana, semakin turun hingga kebagian sensitif Sasha.


"Mas Rey..." Lirih Sasha dengan menjepit kepala Reyvan.


"Maaf sayang, aku terlalu merindukanmu, aku akan mulai sekarang, hem?" Tanyanya untuk meyakinkan.


Sasha meraih bibir Reyvan kemudian saling mengecap satu sama lain, perlahan Reyvan mulai membenamkan miliknya dibagian sensitif Sasha.


"Ahhh..." Suara Reyvan setelah miliknya terbenam sempurna.


Reyvan semakin bergairah saat melihat mata sayu dan desahan Sasha, dirinya semakin mempercepat pergerakannya.


"Kamu enak banget sayang, sumpah.." Racau Reyvan didalam penyatuan mereka.


"Mas Rey.. Ahhh.." Lirih Sasha dnegan suara mendesah.


"Iya sayang, ini aku.. sebut namaku sayang." balas Reyvan.


Satu jam mereka terus menyatu, menumpahkan rasa rindu yang sudah lama terpendam, hingga mereka tiba di puncak pelepasan, Reyvan mengerang melepas benih yang ia harapkan kembali tumbuh dirahim Sasha.


Reyvan jatuh disamping Sasha, nafas mereka saling tidak beraturan, Reyvan membawa Sasha kedalam pelukannya dan menutup tubuh polos mereka dengan selimut.


***


Sinar matahari samar-samar menembus gorden yang menutup kamar hotel, perlahan Sasha mengerjapkan matanya. Tubuhnya terasa berat, ia melihat tangan Reyvan yang terus melingkar diatas perutnya, seolah memeluknya dengan possesif.


Sasha menatap wajah Reyvan dengan lekat, wajah yang lima tahun ia rindui, perlahan tangannya membelai pipi hingga kedagu Reyvan.


Wajah Sasha merona ketika mengingat kejadian panas yang ia lakukan bersama Reyvan tadi malam.


Sasha berusaha bangun dari tempat tidur untuk membersihkan diri, Reyvan menarik tangan Sasha.


"Mau kemana?" tanyanya dengan suara berat dan mata masih terpejam.


"Aku mau mandi mas." Jawab Sasha.


Reyvan mengerjapkan mata, "Aku ikut." Ucapnya dengan mengedipkan satu matanya.


Mereka berendam bersama didalam bath up, Sasha menyandarkan dirinya didepan Reyvan dan Reyvan memeluknya dari belakang, tangan Reyvan terus mengusap bagian perut Sasha.

__ADS_1


" Aku menyesal tidak bisa menyaksikan tumbuh kembang Rachel diperutmu." Lirih Reyvan.


"Ceritakan padaku, apa Rachel rewel saat dia diperutmu?" Tanyanya dengan terus mengusap perut rata Sasha.


"Sedari dalam Perut, Rachel anak yang kuat Mas, dia tidak pernah rewel walapun sesekali aku merasakan mual dan muntah-muntah. Sewaktu kandunganku besar, Punggungku sering sekali sakit, dan kakiku sering pegal, tapi untung ada Fitto, dia seperti suami siaga yang suka memijit punggung dan kakiku. Bahkan dia yang selalu membuatkan aku susu dipagi dan malam hari." Jawab Sasha menceritakan masa-masa kehamilannya.


"Benarkah? Aku harus berterimakasih sekali pada Fitto." Ucap Reyvan.


"Bagaimana Rachel lahir? apakah sakit?" Tanya Reyvan lagi.


"Tentu sakit, tidak ada melahirkan yang tidak sakit mas, Rachel lahir secara normal, Fitto yang mendampingi aku saat lahiran, dia yang menggendong Baby Rachel setelah suster membersihkannya." Jawab Sasha menjelaskan tentang kelahiran Rachel.


"Ahh Fitto itu, benar-benar sudah cocok jadi suami siaga, beruntung sekali yang nanti jadi istrinya." Ucap Reyvan.


"Apa Baby Rachel sangat rewel?" Tanya Sasha.


"Engga mas, Rachel sewaktu baby sangat mengerti, aku sebagai Mommy dan mahasiswa yang harus mengejar kuliahku sangat terbantu dengan Fitto dan Indira, Kami saling membagi jadwal menjaga Baby Rachel, meskipun Mami Dhea menyewakan suster pengasuh untuk Rachel, tapi aku tidak pernah membiarkan Rachel benar-benar hanya diurus oleh suster."


Reyvan mengeratkan pelukannya, "Maafkan aku Sha." Ucap Reyvan.


"Tidak apa Mas, semua sudah lewat, aku juga salah karna terlalu terbawa emosi sampai meninggalkanmu, dan yang jadi korban disini adalah Rachel."


"Dari sekarang harus terbuka sama aku ya Sha, apapun yang mengganjal perasaan dan pikiran kamu, harus kamu ceritain ke aku, jangan kamu simpan sendiri. Sekarang kita harus lebih dewasa, sudah ada Fazel dan Rachel juga, kita harus jadi contoh yang baik untuk mereka." Ucap Reyvan.


Sasha mengangguk dan tersenyum.


***


Drrtt.. drtt..


Ponsel Reyvan berdering, terlihat Billy memanggilnya.


"Rey, sudah mau jam sembilan, lo sama Sasha ga turun sarapan? kita mau lanjut kekantor polisi untuk memberikan laporan, terutama Sasha."


^^^"Iya, ini baru mau turun, Sasha masih benahin kopernya sekalian check out."^^^


"Okey, gue tunggu di restoran hotel sambil sarapan."


Reyvan mematikan ponselnya.


"Udah Sayang?" tanya Reyvan pada Sasha.


"Udah, Billy dimana?" Tanya Sasha.


"Lagi sarapan, kita langsung check out ya?"


"Iya Mas, tapi aku pulang sendiri, aku bawa mobil sendiri kan."


"Mobil kamu nanti dibawa sama orang suruhan Billy, kita pergi satu mobil aja."


Selesai dari kantor polisi dan memberikan keterangan juga saksi, Sasha, Reyvan dan Billy pulang bersama kerumah Bunda.


Setelah hampir sembilan puluh menit mereka berkendara, mereka akhirnya tiba dirumah Bunda.


"Mampus gue." Gumam Billy yang terdengar oleh Sasha dan Reyvan.

__ADS_1


"Ada apa Bill?" tanya Sasha.


"Kalian turun duluan, masukin Rachel kekamar ya." Ucap Billy.


Reyvan dan Sasha saling pandang, "Kenapa emangnya?" Tanya mereka kompak.


"Rachel pasti nagih janji ke gue, mau jemput Sasha kePuncak." Jawab Billy sambil mengintip keluar berusaha tidak melihat Rachel.


"Terus gimana?" Tanya Sasha.


"Sha lo tolongin gue, ajak Rachel kekamar dulu ya, gue cape banget belum siap disidang sama Rachel, gue mau langsung masuk kamar juga." Ucap Billy.


"Okey, nanti gue telpon lo kalo Rachel dah aman dikamar ya." jawab Sasha.


"Mommyyyy...." Seru Rachel saat melihat Sasha masuk dan menghampirnya diruang televisi.


Sasha langsung menggendong Rachel, "Anak Mami nakal tidak?" Tanya Sasha.


"No Mommy." Jawab Sasha.


"Pintarr, sekarang temani Mommy istirahat dikamar ya." ajak Sasha.


"Kak Fazel, yuk ikut, Mommy juga mau ditemani Kak Fazel." Ucap Sasha pada Fazel.


"Sini Rachel digendong Daddy ya, kasian Mommy berat dan masih cape." Sahut Reyvan kemudian menggendong Rachel menuju kamarnya.


Sebelum naik tangga, Sasha menelpon Billy yang masih menunggu kode aman didalam mobil, memberitahunya bahwa situasi aman.


Sasha bertanya pada Fazel soal kegiatannya selama tidak ada dirinya, ini adalah metode menumbuhkan rasa percaya diri pada anak saat anak menceritakan pengalamannya.


"Anak pintar." Puji Sasha terhadap Fazel.


"Dad, dimana Uncle Bill?" Tanya Rachel yang bergelayut manja pada Reyvan.


"Uncle Bill masih ada kerjaan sayang." jawab Reyvan berbohong.


"Mommy mengantuk, siapa yang mau nemenin Mommy tidur?" Seru Sasha mengalihkan perhatian Rachel yang menanyakan Billy.


Sontak membuat Rachel, Fazel dan Reyvan berebut memeluk Sasha yang sudah membaringkan tubuhnya.


"Aaaa.. Mommy berat dijepit kalian semua."


"Daddy jangan ikutan, ini Mommy Lahel dan kak Fazel." Ucap Rachel sambil mendorong tubuh Reyvan.


"Daddy juga mau deket sama Mommy dong Hel." Jawab Reyvan tidak mau kalah.


"No Daddy, ga ada tempat untuk Daddy. Lahel di kili, Kak Fazel diKanan. Daddy gak ada tempat." Rachel pun tidak mau kalah dengan Reyvan.


Sementara Sasha hanya tertawa. "Rachel memang anak kamu Dad, sama keras kepalanya. Lihat Fazel dia begitu kalem sama seperti aku, benar-benar anak Mommy." Ucap Sasha.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2