
Empat tahun berlalu. Usia Rachel kini menginjak Empat tahun, kuliah Sasha, Fitto dan Indira pun sudah selesai, mereka berencana akan kembali ke Indonesia.
"Mommy, apa kita akan pulang ke jakalta?" Tanya Rachel yang belum bisa mengucapkan R.
"Yes, apa Rachel suka?"
"Apa disana lahel bisa ketemu Daddy?"
Sasha meghentikan aktivitasnya mengepak pakaiannya dan memangku Rachel. "Rachel mau ketemu Daddy?"
"Yes Mommy, Lahel mau ketemu Daddy, teman teman Lahel semua punya Daddy, Lahel cuma punya Mommy, Uncle Fitt dan Auntie Dila."
Sasha memeluk Rachel dan mencium puncak kepalanya. "Mommy akan pertemukan Rachel dengan Daddy nanti ya."
Indira yang diam-diam melihat hal itu tersenyum, dia menjadi saksi Melihat perjuangan Sasha dari mengandung, melahirkan dan membesarkan Rachel seorang diri tanpa suami.
Sasha berencana akan pulang keapartemen Darren, dan tinggal sementara waktu sambil mencari tempat tinggal untuk mereka berdua.
Fitto memeluk Indira dari belakang, "kamu siap aku lamar?" Tanya Fitto.
"Secepat itukah?" Tanya Indira.
"Aku sudah menunggu empat tahun, mami slalu mendesakku untuk segera menikahimu."
Indira mengangguk.
Fitto, Sasha, Rachel dan Indira kembali ke indonesia, supir keluarga Fitto sudah menjemput mereka di Bandara.
"Fitt antarin gue ke apartemen Kak Darren dulu ya, lo mau kan nemenin gue dulu?"
"Iya Sha, gue anter lo sampai ketemu kak Darren."
"Kamu juga ikut ya Ra, nanti tidur dulu dirumah aku, lusa aku antar kamu kebandung. Besok aku mau kenalin kamu ke Naya dulu" Ucap Fitto ke indira.
"Gak dijakarta dulu aja Ra?" Tanya Sasha.
"Aku rindu keluargaku Sha. hampir lima tahun aku gak pulang." Jawab Indira.
"Onti Dila nanti ketemu lagi sama lahel ya, janji?" Sahut Rachel yang duduk dalam pangkuan Sasha kemudian memberikan jari kelingkingnya pada Indira."
"Onti janji sayang, Rachel jangan nakal ya." Jawab Indira sambil menautkan kelingkingnya ke kelingking mungil Rachel.
"Kapan kamu kejakarta lagi Ra?" Tanya Sasha.
"Bulan depan Sha, Maminya Fitto minta aku bergabung dirumah sakit."
"Baguslah, kita nanti sama-sama terus ya." Ucap Sasha.
Mereka tiba diapartemen Darren. Sasha menekan bel.
seorang wanita yang tengah hamil sambil menggendong anak kecil membuka pintu.
"Sasha.." Seru Farah lalu memeluk Sasha.
Farah memberikan Radzka putra pertamanya kepada suster.
"Kamu kemana aja Sha, ya ampun Sha." Farah terus memeluk Sasha.
__ADS_1
"Kakak lagi hamil?" Tanya Sasha sambil berjalan masuk kedalam apartemen Darren.
"Ini anak kedua aku dan Darren Sha" Ucap Farah sambil mengusap perut yang sudah semakin membuncit. "Dan yang tadi aku gendong, itu Radzka, anak pertama kami, berusia tiga tahun." Jawab Farah.
"Aku seneng banget dengernya kak."
"Jadi lima tahun ini kamu kemana Sha?" Tanya Farah.
"Aku cerita nanti ya Kak, pas ada kak Darren. dan dimana Mami Kak?"
"Mami lagi keParis, ada undangan peragaan busana disana." Jawab Farah.
"Mommy, lahel ngantuk." Sahut Rachel yang berada dalam pangkuan Fitto.
"Mommy? apa dia anakmu Sha?" Tanya Farah dengan heran.
"Iya Kak, ini anak aku. Waktu aku pergi, aku gak tau kalau lagi hamil." Jawab Sasha sambil memangku Rachel.
"Ya ampun Sha, sebentar biar Kakak telfon dulu Darren."
Farah mengambil ponselnya dan mendial nomer Darren.
^^^"Iya sayang?"^^^
^^^Jawab Darren.^^^
"Pah, kamu bisa pulang, Sasha ada disini."
^^^"Sasha pulang? kamu yakin?"^^^
"Pulang lah Pa sekarang juga."
Tiba diapartemen, Darren langsung memeluk Sasha. "Ini benar kamu Sha, maafkan Kakak tidak bisa menjagamu." Ucap Darren sambil menangis.
"Maafin aku Kak, udah buat Kakak cemas."
"Jangan lagi kamu lakuin hal ini Sha."
Sasha tersenyum.
Sasha mulai menceritakan keputusannya untuk pergi, walaupun Sasha tau kalau dia salah karna tidak mencari tau lebih jauh soal masalah Reyvan.
"Kamu akan kembali pada Reyvan Sha?" Tanya Darren.
"Entahlah Kak, tapi Rachel slalu menanyakan Daddy nya." jawab Sasha sambil mengusap rambut Rachel.
"Kakak udah menyelidiki semuanya, Reyvan hanya difitnah Sha, walaupun dia juga salah."
Sasha mengangguk. "Aku hanya butuh keberanian untuk mempertemukan Rachel dengan Daddynya."
Darren tidak menyalahkan Fitto, bahkan Darren sangat berterimakasih kepada Fitto karna slalu menjaga Sasha, entah apa jadinya jika Sasha tidak bersama Fitto dan pergi seorang diri dalam keadaan hamil.
Keesokan harinya Fitto menjemput Naya di kampusnya, Naya sedang menyelesaikan administrasi dirinya untuk keperluan wisuda. Betapa senangnya Naya bertemu dengan Fitto yang sudah lima tahun tidak bertemu, dan Naya semakin senang karna Fitto sudah menggandeng soerang wanita cantik bernama Indira.
"Nay, gue mau keapartemen Kak Darren." Ucap Fitto.
"Lo mau nanyain kabar Sasha ya Fitt, Sasha masih belum ada kabar." Jawab Naya lirih.
__ADS_1
"Kita kesana yuk Nay, temenin gue." bujuk Fitto yang diangguki oleh Naya.
Naya sangat terkejut ketika melihat Sasha berada didepan matanya. Air matanya jatuh begitu saja.
"Nay, Sasha udah pulang." Bisik Fitto.
Naya maupun Sasha saling berhambur dan berpelukan, menumpahkan rasa rindu jadi satu "Lo tega sama gue Sha, harusnya lo kasih tau gue." Ucap Naya.
"Maafin gue Nay, gue cuma gak mau bebanin lo."
Mata Naya tertuju pada seorang gadis kecil yang memeluk boneka unicorn berwarna pink.
"Sha.. dia?.."
Sasha mengangguk, "Anak gue Nay." Jawab Sasha sambil mengusap air mata dipipinya.
"Apa dia anak...."
"Dia anak mas Rey, gue pergi dalam kondisi hamil dan gue sama sekali gak tau Nay."
"Mas Rey harus tau Sha, dia terus cari lo dan hidup dalam penyesalan, dia pasti bahagia banget kalau tau punya anak dari lo."
"Tapi gak sekarang ya Nay, gue mau ketemu sama lo karna gue percaya sama lo sebagai sahabat gue, bukan sebagai adik ipar gue. Please Nay."
"Baiklah Sha, yang penting gue bisa ketemu terus sama lo kapan aja dan gendong ponakan gue yang lucu dan menggemaskan ini." Jawab Naya sambil menggendong Rachel.
"Rachel, say hi sama auntie Naya." titah Sasha.
"Hai ontie Nay, lahel suka lihat foto onti Nay di laptop Uncle Fitt." Ucap Rachel.
"Oh ya?"
"Fitto slalu ceritain lo ke Rachel, lihatin foto kita jaman dulu Nay, jadi Rachel gak asing sama lo." Ucap Sasha.
"Harusnya gue mutilasi tuh si Fitto, bisa-bisanya dia akting sama gue, pantes dia gak ada khawatir-khawatirnya, taunya lo sama dia." Gerutu Naya.
Fitto yang baru saja keluar dari toilet langsung mentoyor kepala Naya, "Jalan pikiran lo main mutilasi aja, mentang-mentang udah jadi dokter kandungan, udah siap cesar perut orang nih ya."
Naya, Sasha, dan Indira tertawa.
"Lo jangan tunda lagi pernikahan lo sama Billy Nay." ucap Fitto yang duduk disebelah Indira.
"Lah ngapa emang Fitt?" Tanya Naya.
"Abis lo nikah, gue juga mau nikah sama Indira, cape gue jagain lo sama Sasha terus, kali-kalilah gue bahagia. Jodoh udah didepan mata nih." Jawab Fitto sambil menggenggam tangan Indira.
"Bucin lo Fitt, nikah tinggal nikah aja sih, udah kebelet banget ya lo."
Lagi-lagi mereka tertawa, rasanya hari itu masih kurang melepas rindu. Sungguh Naya sangat merindukan Sasha dan Fitto.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...