Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 10: Keanehan


__ADS_3

Kelompok pemburu goblin itu telah berjalan sekitar 4 jam. Mereka kini beristirahat di sebuah padang rumput. Karena saat itu sedang berawan dan cuaca sedang mendukung, ditambah angin sepoi-sepoi yang menerpa mereka menambah kedamaian saat itu.


Hubungan Rey dan Yun sedikit menjadi lebih baik. Dan kini mereka berdua tengah berburu monster.


Yun merasakan kekuatannya meningkat karena masukan-masukan yang diberikan Rey. Cara bertarungnya juga berubah hampir sepenuhnya. Kini Yun bisa membunuh sekawanan Dire Wolf tanpa bantuan orang lain dengan mudah. HP miliknya juga tak terkuras banyak setelah menghabisi sekawanan Dire Wolf.


Rey sendiri berdecak kagum karena kemampuan Yun. Ia mudah beradaptasi dengan cara bertarungnya yang baru. Yun juga memiliki daya serap ilmu yang tinggi. Dengan mudah ia segera mempraktekkan gerakan yang diajarkan Rey tanpa kesulitan. Rey percaya di masa depan Yun akan membuat namanya terkenal. Yun memiliki potensi yang begitu tinggi. Jika ia mendapatkan arahan yang diperlukan, bukan tak mungkin dirinya menjadi pemain nomor satu di Might Magic Online.


Rey mengajak Yun sedikit lebih jauh masuk ke dalam hutan. Yun mengangguk karena berpikir hal yang sama. Dire Wolf yang mereka kalahkan tak memberi mereka banyak Exp lagi. Akhirnya mereka melangkah memasuki hutan. Rey sedikit berjalan di depan karena ia memiliki reflek yang bagus. Jadi saat ada serangan tiba-tiba, Rey bisa bergerak cepat menghalangi serangan tersebut. Mereka bergerak perlahan tanpa menurunkan kesiagaan mereka sedikitpun. Walaupun samar, Rey bisa mendengarkan sesuatu di kejauhan. Rey memberitahu Yun sebelum melangkah lebih jauh.


Mereka bergerak perlahan mendekati tempat tersebut. Rey menarik pedangnya. Semakin lama, suara itu semakin jelas. Bahkan Yun pun sekarang mendengar suara tersebut. Tak butuh waktu lama, mereka berdua segera tahu darimana suara itu berasal. Rey dan Yun bersembunyi sejenak sebelum kembali mengintip ke arah makhluk itu. Mereka bisa melihat dengan jelas dua makhluk buas itu. Rey mengenali kedua makhluk itu. Yang pertama bernama White Python. Monster itu berbentuk seekor ular berwarna putih dengan loreng-loreng abu-abu. Monster selanjutnya berbentuk seekor macan berwarna biru langit. Rey sudah lupa namanya, tetapi ia pernah berhadapan dengan macam itu beberapa kali saat pertama kali bermain God Reason. Dan suara yang mereka dengar tadi berasal dari sang macan. Macam itu mengerang kesakitan karena ia kini dililit dengan erat oleh sang piton. Rey berdecak kagum melihat monster ini saligg bertarung walaupun tak ada player di dekat mereka. Ultra Techno memang tak bisa mengontrol makhluk hidup di MMO secara langsung. Jadi pertengkaran monster buas ini tentunya adalah hal yang alami. Yun menarik lengan baju Rey pelan.


"Apakah kita akan menyerang mereka?" tanya Yun. Sejujurnya ia dari tadi menunggu Rey bergerak duluan. Melihat Rey belum juga bergerak untuk menyerang kedua makhluk itu, Yun memutuskan untuk bertanya.


"Tunggu saat HP macan itu tinggal sedikit. Saat itu . .." Rey pun menjelaskan rencananya untuk membunuh macam itu duluan. Rey masih ingat kecepatan monster itu begitu mengerikan untuk pemula. Dan jika dilihat dari ukuran macan itu, ia setidaknya memiliki level 25. Rey juga menjelaskan ia akan membuat piton itu kerepotan. Setelah Yun berhasil membunuh sang macan, bukan hal yang sulit untuk membunuh ular putih itu. Yun mengangguk sejenak dan segera membentuk pedang esnya.


Rey kembali menoleh ke arah dua monster itu. Erangan sang macan semakin kuat. Rey bisa melihat macan itu berada di ambang batasnya. Saat itulah Rey meloncat keluar diikuti Yun. Rey segera menebaskan pedangnya beberapa kali hingga membuat lilitan piton itu terlepas pada sang macan. Ular putih itu segera bergerak cepat merayap tak beraturan untuk melilit Rey. Rey sendiri perlahan memancing ular itu sedikit menjauh.


Di sisi lain Yun menyerang sang macan yang baru terlepas itu. Kecepatannya berkurang lebih dari separuh. Macan itu sulit menghindari serangan yang dilancarkan oleh Yun. Macan itu meloncat ke kiri sebelum meloncat lagi menerkam Yun. Yun sendiri lebih dulu menebaskan pedangnya secara horizontal. Macan itu terjatuh kesakitan. Poin nyawanya berkurang drastis. Yun melihat macan itu hendak melarikan diri. Dengan sigap, Yun merubah pedang di tangannya menjadi sebuah tombak. Ia melemparkan tombak itu tepat sasaran. Sejumlah Exp segera didapatkan Yun dan Rey. Ia lalu berlari pelan sambil memunculkan pedang es lain. Rey menjadi lebih leluasa bertarung. Kecepatan monster ular ini memang tidak secepat macan tadi. Namun, sulit menghadapi ular ini. Ia selalu menyerang dari dua sisi menggunakan kepala dan ekornya. Itulah yang membuat Rey repot. Rey bernafas lega saat Yun telah membunuh macan tadi. Dengan bantuan Yun, poin nyawa ular itu menurun dengan drastis. Tak sampai lima menit, nasibnya sama dengan sang macan oleh pedang es Yun.

__ADS_1


Rey tertawa pelan. Ia dan Yun mendapatkan sejumlah Exp. Rey saat ini berada di level 22 dan Yun memberitahu levelnya berada di angka 20, nyaris tembus ke level 21. Itu adalah hal wajar karena Yun yang membunuh dua monster tadi. Jadi dia juga mendapatkan Exp yang lebih banyak daripada Rey.


Rey berniat kembali ke tempat yang lainnnya berada. Namun, pandangannya segera terhenti saat melihat sesuatu. Rey menarik lengan Yun perlahan ke bawah. Rey segera menunduk. Yun terkejut dan hampir berteriak. Ia ingin memarahi Rey karena mengejutkannya. Namun, setelah mengetahui alasan Rey melakukan itu, Yun hanya diam dan memakluminya.


Perlahan, sekelompok makhluk yang dilihat Rey sedari tadi itu bergerak. Sekelompok makhluk itu segera berjalan menembus semak. Rey benafas lega. Barulah sadar sedari tadi ia menahan nafas. Rey menoleh ke arah Yun yang juga menunduk sebelum berkata "Ayo!"


Mereka pun mengikuti kelompok makhluk hijau itu. Kelompok itu tak lain dan tak bukan adalah goblin. Rey bisa melihat setidaknya ada 14 Goblin Knight di kelompok itu. Juga ada 10 Goblin Archer, 10 Goblin yang menaiki Dire Wolf, dan 20 Goblin biasa. Perbedaan Goblin biasa dan Goblin Knight terletak pada armor dan senjata yang mereka pakai. Goblin biasa menggunakan senjata gada dan tak memakai armor. Sedangkan Goblin Knight memakai pelindung dada dan tangan. Ia juga memiliki senjata pedang yang ia dapatkan dari manusia.


Rey dan Yun terus mengikuti kelompok itu. Rey tentunya tak ingin menyerang kelompok itu. Jika mereka bertarung, bisa dipastikan Rey dan Yun akan segera tumbang. Goblin Knight itu setidaknya berada di level 35. Dengan ditambah pasukan sebanyak itu, Rey tidak bisa berbuat banyak bahkan jika ia menggunakan bonus Job yang ia miliki.


Kelompok goblin itu terlihat berhenti. Rey juga berhenti dan mengintip dari semak-semak. Rey bisa melihat salah satu Goblin Knight mengambil sesuatu di tanah. Itu seperti potongan kayu. Goblin Knight itu juga mengambil beberapa potongan kayu lain di tanah.


Kelompok Goblin itu terlihat bergerak kembali, namun mereka lebih cepat. Mereka seakan terburu-buru. Rey dengan cepat mengikuti kelompok itu tanpa mengurangi penjagaannya. Yun sendiri hanya mengekor tanpa tahu apa pun. Ia juga sempat melihat Rey mengambil sesuatu di tanah.


Dua puluh menit berselang, mereka melihat kelompok Goblin itu memasuki sebuah kawasan. Rey sangat terkejut melihat ukuran dari tempat tinggal Goblin itu. Rey segera menarik Yun pergi secepat yang mereka bisa. Yun yang melihat ekspresi Rey hanya pasrah. Mereka baru berhenti saat mereka cukup jauh dari kawasan Goblin itu. Rey segera melepas tangan Yun yang sedari tadi ia tarik. Rey berjalan pelan ke sebuah pohon. Ia lalu memukul pohon itu dengan keras.


"Rey, apa yang kau lakukan?" tanya Yun bingung. Rey terlihat begitu kesal. Yun tak tahu apa yang membuat pria di hadapannya itu begitu kesal. Rey menatap Yun sejenak. Ia lalu menghela nafas berat.


"Aku ingin bertanya satu hal. Jika ini benar, maka akan ada sesuatu yang terjadi," ucap Rey. Yun terdiam. Ia menunggu pertanyaan yang akan dilontarkan Rey.

__ADS_1


Rey menghelas nafas berat sekali lagi sebelum melontarkan pertanyaan.


"Apakah yang mengajak perburuan ini pertama kali adalah Light Crusader?" tanya Rey.


Yun mengangguk pelan.


"Apakah kalian sengaja diperintahkan untuk mengajak Guild lain?"


"Ya."


"Apakah Guild Azure Rose dan Aozora termasuk Guild yang kalian undang?"


"Benar."


"Apakah markas Guild Azure Rose dan Aozora berada di Midgard Barat?"


"Mungkin."


"Kalau begitu, ayo! Jika tebakanku benar, kita berada dalam konflik besar," ucap Rey. Ia segera berlari cepat untuk segera kembali ke tempat yang lainnya.

__ADS_1


Yun tak begitu mengerti maksud perkataan Rey, namun ia menurut dan juga menambahkan penjelasan tentang pertanyaan yang dilontarkan oleh Rey tadi.


__ADS_2