Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 87: Lari


__ADS_3

"Hindari serangan pria itu, jangan coba untuk menahannya," bisik Rey pada Yun.


Rey melompat ke depan sambil mengayunkan pedangnya cepat. Tak lupa, Rey juga mengaktifkan Skill Chaos Heart. Ia harus bertarung sekuat tenaga agar dapat meloloskan diri.


Raph menahan tebasan itu dengan tangannya. Dengan cepat, ia memberikan serangan balasan untuk Rey. Hanya saja Rey telah bergerak lebih dulu memperlebar jarak di antara mereka. Khell maju dengan pedangnya berniat membantu Raph. Namun, sebuah bola api telah lebih dahulu mengenainya. Saat ia berniat bangkit, tiga bola api kembali melesat ke arahnya. Tubuhnya segera dipenuhi luka. Heilige segera tiba untuk membuat Khell sibuk.


Celine tersenyum lebar di kejauhan. Ia segera membuat beberapa bola api lagi untuk membantu. Psycho-B juga tak jauh beda terus melepaskan tembakan untuk menutup celah dari kombinasi serangan Yun dan Rey.


"Hei, bantu juga musnahkan Ogre itu!" teriak Psycho-B pada Celine.


"Cih, kau selalu saja marah. Dasar kakek-kakek." Celine bersungut kesal sambil mengarahkan serangannya pada Ogre.


Vale bergerak cepat di belakang Rey sebelum menghilang. Rey mengayunkan pedangnya lagi untuk memberikan luka pada Raph. Namun, serangan Rey masih saja tertahan oleh tangan Raph. Vale bergerak cepat keluar dari bayangan Raph. Ia lalu memberikan sebuah tebasan menyilang menggunakan tombaknya di dada pria itu. Namun, tetap saja hanya pakaian pria itu yang rusak, tidak dengan tubuhnya.


Yun datang dari samping. Dengan dua pedangnya, ia berusaha memutus kaki kanan Raph. Yun terkejut saat pedangnya terasa mengenai sebuah bongkah batu karang. Kekuatan Raph sungguh sangat jauh di atas mereka.


"Awas!"


Rey menoleh dan menemukan PeAce melesat cepat ke depan. Rey segera memberi aba-aba pada Yun dan Vale untuk menjauh. Mereka bertiga segera melompat mundur secara bersamaan.


PeAce datang dengan cepat dan meninju perut pria itu. Saat itulah keluar air dengan kekuatan tinggi dari pukulannya dan segera menghantam Raph.


Raph termundur, ia bisa merasakan serangan yang diberikan PeAce memberikan sebuah luka. Rey buru-buru menarik PeAce mundur saat menyadari Raph berniat menyerang dengan pedangnya.


"Te-terima kasih," ucap PeAce pada Rey.


"Ya," jawab Rey singkat.


Rey bisa melihat serangan PeAce membuahkan hasil. Hanya saja, ia tidak tahu apa perbedaan serangan mereka dan PeAce. Jelas-jelas serangan kombinasi Rey, Yun, dan Vale tidak membuahkan hasil.


"Mungkinkah?" Rey bergumam pelan sebelum memeriksa salah satu Skill miliknya.


[Chaos Wave (Active)

__ADS_1


Beginner 2


Melepaskan sebuah gelombang energi pedang dengan menggunakan 20 Mana setiap satu gelombang. Semakin banyak Mana yang dimasukkan, maka semakin kuat pula kerusakan yang diberikan.


Memberikan true damage jika dikombinasikan dengan Chaos Heart]


Rey tidak tahu bahwa Skill miliknya mengalami perubahan. Serangan Rey sebelumnya juga sempat memberikan damage pada tangan Raph. Dengan kata lain, Raph bisa dilukai dengan serangan yang menghasilkan true damage.


"Apakah Blood of Horus menghasilkan true damage bukan magic damage?" tanya Rey pada PeAce.


"Sepertinya begitu. Ada apa?"


"Hanya serangan true damage yang berpengaruh padanya," sahut Rey. Rey segera memberikan kode dengan tangan untuk memberitahu Yun menyerang di saat-saat terakhir. Yun menganggukkan kepalanya pelan, mengerti kode yang diberikan Rey. Rey lalu berjalan pelan ke arah PeAce.


"Aku akan membukakan jalan untukmu menyerang. Terus serang dengan kekuatan rahasiamu. Apa kau paham?" tanya Rey. PeAce mengangguk sambil tersenyum senang.


Rey menghirup nafas dalam sebelum maju ke depan. Vale di sini lain juga berlari ke arah Raph sebelum tubuhnya menjadi gelap dan menghilang masuk ke dalam tanah. Yun melemparkan kedua pedangnya ke arah Raph. Ia tahu Raph dapat dengan mudah menghindarinya, tetapi setidaknya hal itu bisa mengalihkan perhatiannya.


Vale keluar dari bayangan Raph. Ia mengayunkan tombaknya cepat. Raph sudah mengetahui serangan tersebut dan berniat menangkap pedang Vale. Namun, sebuah gelombang pedang berkekuatan tinggi telah menghantamnya terlebih dahulu dari belakang. Vale melompat menjauh sebelum kembali menghilang masuk ke dalam bayangan.


Raph segera bangun. Ia lalu menatap Rey dan Yun penuh amarah. Sebenarnya ia tidak dalam kondisi baik untuk bertarung. Semenjak perang besar beberapa puluh tahun lalu, kekuatannya banyak berkurang. Biarpun begitu, tetap saja ia tidak mungkin dikalahkan.


"Berengsek kalia-akh." Raph terjatuh sekali lagi karena sebuah peluru melesat cepat masuk dalam mulutnya. Semua orang menoleh dan menemukan Psycho-B sedang mengelus senapan miliknya.


"1 tembakan dariku karena telah membuat banyak masalah," ucap Psycho-B sambil tertawa pelan.


Raph kembali bangkit. Wajahnya merah padam, ia sungguh marah kali ini. Pedangnya hilang, tetapi tubuhnya mulai dikelilingi aura gelap. Ledakan energi segera terjadi di sekeliling Raph. Ia sungguh tidak bisa memaafkan penghinaan yang telah ia terima.


"Bersembunyi di belakangku, kekuatannya meningkat. Ia menyembunyikan kekuatan aslinya sejak tadi," ucap Rey pada PeAce.


Raph menatap Rey tajam. Tubuhnya mulai bertransformasi. Tumbuh sebuah ekor yang cukup panjang di tubuhnya. Selain itu, dua tanduk mencuat secara perlahan di dahinya. Tubuhnya mulai berwarna kebiruan. Matanya berubah menjadi merah menyala seolah api yang membara.


Ia lalu bersiap sebelum melesat ke arah Rey dengan kecepatan tinggi. Rey terkejut, kecepatan Raph sungguh tidak dapat ia ikuti. Rey mendorong PeAce menjauh. Saat itu juga tinjuan Raph tepat mengenai perutnya.

__ADS_1


Rey terpental cukup jauh, ada rasa perih di perutnya. Rey sangat terkejut saat menyadari HP yang ia miliki hanya tersisa 20%. Dengan cepat Rey meminum Potion untuk memulihkan poin nyawa yang ia miliki.


"Menjauh semua!" pekik Rey keras. Ia lalu segera bangkit kembali.


PeAce segera melompat mundur mendengar teriakan itu. Namun, saat ia hendak menjauh Raph telah lebih dahulu mendapatkan tangannya. Sebuah tinjuan tepat mengenai perut wanita itu. Namun, bukannya terpental, tinjuan itu menembus tubuh PeAce seolah Raph meninju udara.


"Ternyata benar. Kau memiliki salah satu tetes darah iblis, Blood of Horus. Kalau begitu ...." Raph mengangkat tangan kanannya. Sebuah bola api biru muncul di sana.


Psycho-B yang melihat itu segera menembak, berusaha mengganggu fokus Raph. Celine hendak membantu, tetapi ia takut serangannya akan mengenai PeAce. Psycho-B mengumpat kesal saat menyadari tembakannya tak berarti apa pun.


Vale melesat keluar dari bayangan Raph. Ia segera memberikan tusukan pada tubuh Raph. Vale termundur saat ia menyadari sesuatu. Tangannya bergetar hebat. Ia seolah baru saja menusuk sebuah baja yang tebal.


"Tidak, jangan ke sana!" Psycho-B berteriak keras saat menyadari Heilige berlari cepat untuk menolong temannya.


"Lepaskan temanku!" Heilige berteriak keras sambil menodongkan pedangnya. Raph tersenyum saat melihat Heilige berlari ke arahnya berniat menikam.


"Dasar siput betina tidak tahu malu!" Raph memutar tubuhnya. Saat itu juga ia menggerakkan ekor miliknya untuk mencambuk Heilige.


Heilige terkejut dengan serangan itu, ia terlalu gegabah. Ia tidak bisa menghindari serangan yang datang ke arahnya. Tiba-tiba seseorang datang dengan cepat dan mengangkat senjatanya dengan kedua tangan. Lecutan ekor itu tertahan.


"Jangan remehkan aku. Senapan ini bukan hanya untuk menyerang," ucap Psycho-B sambil berusaha untuk tertawa. Ia sekuat mungkin untuk menahan serangan tersebut.


"Awas!" Sebuah teriakan terdengar keras.


Saat itu pula sebuah gelombang pedang berbentuk huruf x menghantam Raph. Ia terpental, dan PeAce ikut terpelanting beberapa meter. Raph segera bangkit. Namun, Rey telah tiba di depannya. Rey sekali lagi menyerang Raph dengan Skill Chaos wave yang diperkuat Chaos Heart.


Hanya saja, Raph telah bersiap. Ia dapat menahan serang tersebut, walaupun masih ada luka di tubuhnya. Rey kembali mengayunkan pedangnya. Warna pedang Rey berubah gelap.


Raph menyilangkan tangannya berusaha menahan serangan Rey. Namun, tiba-tiba Rey bergerak cepat melompat ke arah PeAce. Saat itulah sebuah tombak es melesat cepat mengenai Raph. Tombak itu tidak dapat menembus kulit Raph. Namun, tombak itu segera membekukan dirinya saat bersentuhan.


"Lari!" Rey berteriak keras.


Ia segera menggendong PeAce layaknya seorang putri yang digendong pangeran. Vale segera menyusul diikuti Yun dan Celine.

__ADS_1


"Ayo!" Psycho-B segera menarik tangan Heilige untuk segera menjauh. Mereka akhirnya mundur karena tahu lawan sangat kuat dan tidak bisa mereka kalahkan untu saat ini.


__ADS_2