
HP miliknya berhenti tepat setelah mencapai angka 1%. Tubuhnya terasa semakin panas. Rey jatuh dan mengerang kesakitan sambil memegangi dadanya. Ia tidak bisa melakukan apa pun. Saat itulah api di sekitarnya bergerak membuat pusaran. Api itu terus berputar hingga berkumpul di satu titik. Dengan cepat api itu masuk ke dalam tubuh Rey. Rasa sakit yang ia terima semakin bertambah. Rey menggigit lidahnya agar kesadarannya tetap terjaga.
MMO memiliki sistem Pain Absorbent yang berguna mengurangi rasa sakit yang diterima seorang pemain saat terkena serangan. Namun, yang saat ini ia rasakan bukanlah berupa serangan. Hal itu juga menjelaskan kenapa ia belum juga mati. Namun, Rey tetap tidak tahu kenapa rasa sakit yang ia rasakan sangat tinggi. Jika rasa sakit yang Rey terima sudah sebesar ini, ia tidak bisa membayangkannya jika di dunia nyata. Rey begitu tak bisa berkutik. Ia terus mengerang hingga beberapa saat.
Perlahan, tubuh Rey mulai berwarna merah kehitaman. Saat itu juga rasa sakit yang ia rasakan berkurang. Namun, rasa sakit itu kembali saat tubuhnya bersinar terang. Tepat saat cahaya itu memudar, rasa sakitnya berkurang perlahan sebelum benar-benar hilang.
Rey bersyukur karena ia tidak mati. Sambil terus berusaha menstabilkan pernafasannya, Rey mulai beranjak duduk. Ia bernafas tersengal-sengal. Rey mengedarkan pandangannya dan melihat api di sekelilingnya telah hilang sepenuhnya. Peti itu juga baik-baik saja dan tak terlihat rusak. Sayangnya, pedang yang Rey gunakan tadi sekarang patah. Rey tidak tahu mengapa, yang jelas pedang itu sudah tidak bisa digunakan. Dengan kata lain ia saat ini tidak bisa mendapatkan salah satu bonus Job miliknya.
Rey terus duduk untuk mengatur pernafasannya menjadi lebih stabil sambil memperhatikan peti di hadapannya. Seperti yang ia duga, selalu saja ada masalah saat ia menemukan peti tersebut. Kali ini ia hampir saja mati. Mengingat misi yang ia emban kali ini begitu sulit dan memakan waktu yang cukup banyak, Rey berniat untuk libur dari Might Magic Online selama beberapa hari. Walaupun Rey begitu menyukai game ini, tetapi game ini hanyalah ilusi belaka. Dunia yang benar-benar ia jalani adalah dirinya yang saat ini terbaring di tempat tidur.
"Ah, ada yang aneh dengan bar HP yang kumiliki," ucap Rey. Ia memperhatikan bar HP yang berada di sudut atas kanan pandangannya. HP yang dimiliki Rey memang tersisa sangat sedikit, hal itu bisa dilihat ada satu garis hijau di dalam bar itu dan sisanya kosong. Namun di sebelah garis hijau itu mulai terisi 20% warna merah. Rey menjadi bingung. Ia baru pertama kali melihat hal tersebut.
Rey menghirup nafasnya dalam. Ia bangkit perlahan dan berjalan santai ke arah peti di hadapannya. Rey berniat mencari tahu keanehan bar HP miliknya di perjalanan nanti. Pria itu berjalan memutari peti itu sambil memperhatikannya lekat-lekat. Rey juga meminum beberapa botol ramuan Potion untuk mengisi penuh bar HP miliknya. Akan sangat malu jika ia mati karena jebakan-jebakan kecil pada peti itu yang tak ia sadari.
Karena Rey tak melihat apa pun yang mencurigakan, ia berhenti tepat di depan peti itu. Ia melihat ada lubang kunci di peti itu, tapi sejauh ini ia tak menemukan adanya kunci di ruangan ini. Rey juga tak ingat Ivan pernah memberikan kunci padanya.
__ADS_1
"Apa Selena tahu hal ini?" gumam Rey menduga-duga. Ia menggelengkan kepalanya pelan, tak mungkin Selena menyembunyikan sesuatu seperti ini. Rey memperhatikan peti itu sekali lagi. Barulah ia sadari peti itu memiliki motif-motif api yang tidak terlalu jelas. Rey hendak melangkah ke depan untuk meneliti corak tersebut, tetapi ia batal melangkah. Pundaknya terasa panas dan sedikit menjadi berat. Rey sontak kaget dan segera menepis sesuatu yang berada di pundaknya itu.
"Ciit." Rey terkejut saat mengetahui sesuatu yang ia tepis adalah burung kecil berbulu merah menyala. Burung itu terbang rendah di sekitar Rey sebelum kembali hinggap di pundaknya. Rey ingat, burung inilah yang ia temui saat pertama kali Rey serta Selena jatuh ke dalam lubang dan menelusuri lorong di dekat mereka itu. Rey mengelus bagian kepala burung itu, saat itulah tangan Rey terasa panas. Rey kembali terkejut, tetapi kali ini ia tidak menepis burung itu. Setelah diperhatikan lagi, warna merah pada bulu burung itu terlihat menyala.
"Burung api? Bukan, ini bayinya," ucap Rey terkejut. Ia terkejut dengan makhluk yang ia temukan itu.
Rey sebenarnya sedikit tahu tentang mitologi dewa yang menjaga 4 mata angin pada kepercayaan di Jepang, China, dan Korea. Dan burung kecil ini adalah burung api Phoenix atau di Jepang disebut dengan nama Suzaku. Rey ingat Derec mengatakan nama tersebut tadi. Suzaku adalah elang api yang memiliki bulu ekor panjang. Burung ini juga terkenal tidak bisa mati atau abadi. Jika ia terbunuh, abu dari burung ini akan menghasilkan bayi dari burung baru.
"Tidak mungkin burung kecil ini adalah Suzaku," Rey tak ingin mempercayai burung ini adalah Suzaku yang telah mati dan terlahir kembali. Namun, jika burung ini benar-benar Suzaku, maka wajar saja ras Demon kembali bangkit. Genbu tidak ada di Midgard Utara dan Suzaku berada di Midgard Barat, maka tidak heran Ras Demon mulai kembali bangkit. Masalah yang akan datang ke Midgard memang sedikit besar. Dan masalah ini ia emban sendirian.
Burung kecil itu kembali terbang mengelilingi peti itu. Ia hingga di atas peti dan berdecit pelan. Saat itulah sebuah api keluar dari lubang kunci perlahan. Saat suara "Klek" terdengar, api yang keluar dari lubang kunci itu pun hilang. Rey berkeringat dingin. Tidak ada alasan lagi untuk Rey tidak mempercayai makhluk di hadapannya adalah Suzaku dan burung ini barusan menunjukkan keahliannya agar Rey percaya. Atau ada hal lain yang ingin Rey lakukan kepadanya setelah Rey mengetahui identitas asli burung tersebut.
"Kau ingin aku melakukan sesuatu?" tanya Rey. Burung itu mengangkat sayap kanannya. Sesuai dugaan Rey, burung itu memang meminta pertolongan darinya.
"Apakah hal ini ada kaitannya dengan isi dalam peti itu?" tanya Rey lagi. Namun, kali ini burung tersebut mengangkat sayap kirinya. Ia lalu terbang perlahan mengitari tubuh Rey beberapa kali sebelum hinggap lagi di pundak pria itu.
__ADS_1
"Kau ingin aku mengikutimu ke suatu tempat?" Rey tak bisa memikirkan kemungkinan lain setelah melihat burung itu. Kali ini ia mengangkat sayap kanannya. Rey mengangguk perlahan.
"Aku akan mengantar benda yang berada di dalam peti itu sebelum mengikutimu," kata Rey pelan. Burung itu menatap Rey tajam sebelum mengangkat sayap kirinya. Rey segera paham bahwa mereka harus cepat. Rey mengangguk sekali lagi.
"Baiklah. Namun, aku akan mengajak wanita yang ada di luar itu," ucap Rey sambil menunjuk ke arah lorong di belakangnya. Kali ini burung itu memberikan respon dengan mengangkat sayap kanannya.
Rey mengangguk dan berjalan pelan ke arah peti di hadapannya. Ia segera membuka peti itu dan menemukan 2 barang di dalamnya. Yang pertama adalah sebuah pedang satu tangan berwarna putih dengan garis-garis hitam. Terdapat logo kepala harimau di bagian atas pegangan pedang itu.
[ White Fang Sword (Mystic)
Req: 50
Attack: 806
Speed: 669]
__ADS_1
Rey begitu bersyukur bisa mendapatkan pedang baru, walaupun ia tahu itu bukan miliknya. Rey segera menyimpan pedang yang masih berada di punggungnya ke dalam Inventori dan mengambil pedang di dalam peti tersebut. Rey lalu melihat benda satu lagi yang berbentuk cincin berwarna perak. Rey tak begitu mengetahui apa kegunaan cincin tersebut. Saat Rey memeriksanya, level yang ia miliki tak cukup tinggi. Rey menghela nafasnya dan menyimpan cincin itu di dalam Inventori. Ia lalu memutuskan kembali dan menunggu esok hari untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka.
...***...