
Rey menatap desa Dark Elf dari balik semak-semak. Setelah memakan waktu hampir 5 jam, akhirnya ia bisa menemukan tempat tujuannya. Ukuran di desa itu hanya sebesar desa Goblin yang ia hancurkan beberapa waktu lalu. Namun, desa Dark Elf di hadapan Rey ini memiliki tingkat pertahanan yang lebih besar. Ada tiga menara yang digunakan untuk mengintai daerah sekitar desa. Di salah satu menara, Rey bia melihat sebuah lonceng besar. Terlihat dua Dark Elf Archer berjaga di sana.
Rey membalikkan badannya menatap ketiga temannya itu. Ia terlihat berpikir sejenak berusaha mengingat setiap kelebihan yang dimiliki teman-temannya itu. Beberapa menit berselang, barulah Rey membuka suaranya.
"Lluminos, kau pergi dan bunuh dua Dark Elf yang ada di menara itu." Rey menunjuk salah satu menara yang terdapat lonceng. "Lalu jika kau telah membunuh mereka, segera cari posisi Psycho-B di tahan. Kau memiliki kecepatan yang lebih tinggi diantara kami. Dan kurasa kau juga memiliki Skill untuk menyamarkan dirimu," ujar Rey. Lluminos mengangguk paham. Lalu tatapan Rey beralih ke arah Deon dan Scream.
"Deon dan Scream. Aku akan masuk ke dalam bersama Deon. Aku memiliki sebuah rencana untuk memancing semua perhatian Dark Elf. Namun, aku takut jika ada Dark Elf lain yang datang dari luar. Aku meminta kalian untuk menghalangi Dark Elf yang hendak masuk ke dalam," ucap Rey. Ia lalu menatap langit-langit sebelum menarik pedangnya. Pria itu lalu menyodorkan pedangnya ke tengah-tengah. Lluminos tersenyum dan mengikuti Rey menyodorkan pedangnya, begitupula dengan Scream yang menyodorkan tongkatnya. Sedangkan Deon lebih memilih menyodorkan perisainya.
"Mungkin ini terdengar seakan kita memang berada dalam situasi antara hidup dan mati. Namun, kita akan menyerbu desa itu untuk menyelamatkan teman kita. Mari kita berjuang dengan sekuat tenaga," ucap Rey membakar semangat teman-temannya sambil mengangkat pedangnya diiikuti yang lain.
Lluminos bersorak sejenak sebelum melompat ke dalam semak dan menghilang layaknya angin. Deon dan Scream segera berangkat menuju arah yabg sedikit berbeda. Rey sendiri terdiam sejenak sambil menatap birunya langit. Ia mengangguk dan segera keluar dari tempat persembunyiannya. Layaknya seorang pendekar yang tidak takut akan kematian, Rey menerobos dua Dark Elf yang berjaga di gerbang desa dengan gagah berani.
****
Psycho-B menghela nafas berat mendengar cerita Lluminos tentang rencana Rey. Mereka sudah tak berada jauh dari asal suara pertempuran itu. Terlihat sebuah pintu kayu di depan yang merupakan jalan keluar. Lluminos bergerak lebih cepat dan menghantam pintu itu dengan sebuah terjangan.
Psycho-B terdiam sejenak melihat Rey berada di lautan Dark Elf. Tangannya tak berhenti mengayun seolah staminanya tidak habis-habis. Pakaiannya penuh dengan darah membuat orang yang melihatnya sedikit jijik. Namun Psycho-B segera tersadar, dengan cepat ia mengangkat senapannya dan segera menembak.
__ADS_1
"Hantam dan terobos." Lluminos tertawa lantang dan berlari ke arah kerumunan Dark Elf itu. "Shadow Puncture!" seru Lluminos sambil menghunuskan pedangnya menembus keruman itu. Psycho-B bergerak cepat di belakangnya dan terus menembak. Beberapa Dark Elf segera rubuh dengan darah mengucur dari kepalanya.
"Line Shadow!" Lluminos bergerak cepat menusuk ke depan, bahkan gerakannya lebih cepat dari sebelumnya hingga tubuh Lluminos hanya seperti sekelebat bayangan. Lima Dark Elf segera tewas sekaligus dengan kehilangan kepalanya. Tak berhenti di sana, ia kembali mengayunkan pedangnya dan berusaha untuk terus menerobos. Sesekali ia menahan serangan pedang yang mengarah ke arah Psycho-B di belakangnya.
"True Sight!" Psycho-B tersenyum, ia bisa melihat dengan jelas lawan-lawannya baik di depan maupun di belakang seolah ia memiliki sepasang mata yang lain. Psycho-B mendapatkan Skill ini dari membunuh seekor monster yang terbang begitu cepat. Psycho-B menembak terus-menerus. Hanya perlu dua tembakan untuk membunuh Dark Elf yang menjadi targetnya. Jika ia memiliki cukup waktu untuk membidik kepala, maka hanya butuh satu peluru untuk membunuh lawannya.
Pertempuran terus berlangsung. Psycho-B dan Lluminos hampir tiba di tengah-tengah tempat Rey berada. Setelah beberapa saat, barulah Psycho-B menyadari sesuatu. Sesuatu keanehan yang sebelumnya tidak ia beritahukan kepada Rey maupun Deon.
Rey melihat Lluminos dan Psycho-B berusaha menembus musuh untuk menuju ke tempatnya. Ia menggenggam pedangnya erat. Seketika pedang itu berwarna kehitaman.
"Rey, apa rencananya?" Lluminos bertanya cepat. Mereka tak mungkin bisa terus diam selamanya.
"Sejujurnya, aku sedang memikirkan sesuatu. Ada yang menganggu pikiranku. Kau ada rencana Psycho-B?" Rey lebih percaya Psycho-B akan memiliki rencana yang lebih baik.
"Di hadapan Lluminos adalah jalan keluarnya. Lluminos mungkin bisa menerobos dan membukakan jalan. Aku dan dirimu akan menahan Dark Elf lain yang mencoba menyerangnya dari belakang. Bagaimana?"
Tanpa menunggu jawaban Lluminos, Rey segera maju ke depan dan menyerbu lawannya. Lluminos di sisi lain melawan arah yang berbeda. Psycho-B dengan cepat kembali menembakkan senapan yang segera merenggut nyawa Dark ELF yang menjadi targetnya.
__ADS_1
Setahuku mata yang dimiliki Dark Elf tidak berwarna merah. Apa yang sebenarnya terjadi? Ini sungguh membingungkan, ucap Rey dalam hatinya. Itulah yang ia pikirkan sejak tadi. Terlebih lagi biasanya Dark Elf bisa menggunakan elemen kegelapan untuk memperkuat serangannya. Namun sedari tadi, Rey bisa melihat tidak ada Dark Elf yang menggunakan elemen kegelapan.
Rey menggelengkan kepalanya pelan. Ia tak seharusnya berpikir begitu keras saat sedang bertarung. Rey baru saja menghabisi Dark Elf pengguna panah saat menyadari tidak ada lagi Dark Elf lain yang tersisa di sekitarnya. Tak berselang lama, Rey bisa merasakan sebuah serangan mengarah dari belakang. Rey segera berbalih dan berusaha menahan serangan tersebut.
Namun ia terlalu gegabah. Jika serangan itu adalah sebuah tebasan pedang maka ia bisa menahannya, tetapi serangan itu adalah sebuah tusukan tombak. Rey tak sempat mengelak hingga hanya bisa mengubah arah serangan tombak tersebut.
Mata pisau dari ujung tombak itu menusuk tepat ke perutnya. Rey bisa melihat ia kehilangan HP sebanyak 50%. Rey menatap lawan di hadapannya kesal. Dark Elf itu menarik tombaknya cepat. Bisa dipastikan ia adalah pemimpin dari desa Dark Elf ini. Seperti yang lainnya, matanya juga berwarna merah terang dan memancarkan aura kebencian.
.........
Jangan lupa ikuti Ig penulis untuk mendapatkan pemberitahuan mengenai MMO lebih lanjut. Selain mendapatkan informasi seputar MMO, kalian juga bisa melihat beberapa postingan lain yang cukup menarik.
Terima kasih
Ig:@maniak_huruhara
~Rey
__ADS_1