Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 16: Menyerang Desa Goblin Sendiri


__ADS_3

Rey dan Yun tak mungkin langsung menyerang ke dalam desa Goblin. Walaupun mereka berdua kuat, tetapi mereka tak ingin mengambil resiko. Setidaknya mereka harus mengurangi jumlah Goblin sebanyak mungkin. Jadi Rey dan Yun bersembunyi di sebuah semak dekat jalan setapak yang biasa di lalui oleh Goblin.


Dan benar saja, tak butuh waktu lama terlihat kelompok makhluk berkulit hijau itu datang dari hutan. Mungkin mereka ingin kembali ke dalam desa. Saat kelompok itu tepat melintasi Rey dan Yun, mereka berdua segera melompat keluar. Rey segera menyerang Goblin Archer yang terkejut itu.


"Slash!" Rey mengerahkan Skill miliknya. Sebuah kepala Goblin segera terlepas dari kepalanya. Tak berhenti disana, Rey menyerang Goblin Archer yang tersisa. Kecepatan yang dikeluarkan Rey terlalu cepat untuk mata mereka hingga Goblin Archer yang tersisa tak dapat merespon dengan baik. Mereka segera di bunuh oleh Rey. Rey lalu beralih dan melihat Yun sedikit kesusahan melawan 3 Goblin biasa. Dahi Rey mengkerut. Seharusnya Goblin biasa seperti itu bukanlah hal yang sulit untuk dikalahkan oleh Yun. Rey bisa melihat pergerakan Yun sedikit kaku. Ia juga terlihat terganggu akan sesuatu. Rey menghela nafas sebelum membantu Yun. Saat Rey maju ke depan, Yun sedikit mundur dan menutup matanya. Rey tak mengerti apa yang dilakukan Yun, jadi Rey dengan cepat memenggal 3 monster hijau itu.


Rey lalu mendatangi Yun sambil kebingungan. Yun masih terlihat menutup matanya beberapa saat menggunakan kedua tangannya sebelum ia menyingkirkan tangannya itu. Yun lalu menatap kesal ke arah Rey.


"Bisa kau hentikan itu? Sejujurnya aku menjadi mual saat kau melakukan itu," ucap Yun menatap kesal ke arah Rey.


"Hentikan apa?" tanya Rey. Ia tak tahu apa kesalahan yang ia perbuat. Seingatnya ia tak melakukan hal yang salah dari tadi.

__ADS_1


"Memenggal Goblin itu hingga kepalanya putus dan darah mengucur. Memikirkannya saja aku menjadi mual." Tubuh Yun sedikit bergetar. Ia tak ingin memikirkan hal itu terus-menerus. Rey sendiri menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal itu secara canggung. Salah satu fitur di MMO adalah tingkat keasliannya saat menyerang makhluk hidup. Seperti darah yang akan keluar dari monster saat menerima luka yang besar. Sejujurnya Yun masih bisa menahannya sejak pertarungan melawan Light Crusader. Namun, rasa mualnya sedikit bertambah saat melihatnya lekat-lekat.


Rey tersenyum canggung sebelum menjelaskan fitur itu. Rey juga menjelaskan bahwa fitur itu bisa dimatikan. Rey lalu mengarahkan Yun untuk mematikan fitur tersebut. Setelah mematikan hal tersebut, Yun melihat ke arah tumpukan monster hijau jelek itu. Perlahan darah dari monster itu menghilang. Perbedaan player dan makhluk MMO adalah raga dari seorang player akan menghilang jika di bunuh. Sedangkan makhluk MMO jika dibunuh akan meninggalkan mayat mereka seperti dunia nyata.


Yun menghela nafas sejenak sebelum mengangguk. Rey sendiri lebih suka seperti biasanya. Ia tidak terganggu dengan darah yang mengucur saat ia memotong kepala atau tangan suatu monster. Rey dan Yun kembali ke tempat persembunyian mereka. Sambil menunggu, Rey membuat Potion untuk mengisi persediaannya. Skill Sky Alchemist miliknya telah mencapai Beginner level 3. Kecepatan produksinya meningkat beberapa persen. Ia sekarang bisa membuat dua Small Potion dalam satu menit.


Yun yang melihat Rey membuat Small Potion segera terkejut. Rey tak mengerti alasan kenapa Yun sampai begitu terkejut, jadi ia menanyakan alasannya. Yun pun mulai menjelaskan bahwa tidak sembarang orang yang bisa mempelajari Alchemist. Hal itu dikarenakan NPC tidak mau memberikan Skill Book Alchemist secara langsung. Karena itulah diantara 100.000 player, mungkin hanya ada satu orang yang mempunyai Skill Alchemist karena kelangkaannya. Yun juga menjelaskan bahwa orang yang memiliki Skill Alchemist begitu dicari oleh Guild. Ia juga akan diberikan jabatan serta fasilitas yang baik.


Rey tersenyum canggung mendengar hal tersebut. Padahal di game sebelumnya, God Reason, Skill Alchemist cukup mudah didapatkan. Hal yang membuat para player malas mempelajarinya adalah karena butuh kesabaran yang tinggi untuk menaikkan level dari Skill tersebut. Setidaknya harus membuat beratus-ratus Potion baru Skill Alchemist akan naik level dan terus meningkat seiring berjalannya level.


"Kau mau menjadi kuat?" bisik Rey bertanya sambil menoleh ke arah Yun. Yun terlihat bingung. Tentu saja ia ingin bertambah kuat agar kejadian yang ia alami beberapa waktu lalu tak ingin terjadi lagi. Namun, Yun bisa merasakan jika ia menjawab "ya", akan ada sesuatu hal yang buruk terjadi padanya. Dengan enggan, ia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau begitu lawan kelompok itu sendiri " ucap Rey pelan. Namun, walaupun suara Rey pelan, kata-kata itu seakan diucapkan tepat di telinga Yun. Kalau saja tidak ada Goblin di dekat mereka, mungkin Yun telah berteriak keras karena terkejut.


"Serius? Kelompok itu ada sekitar 27 Goblin." Tentu saja Yun harus memastikan apa yang dibilang oleh Rey.


"Dengan kekuatanmu sekarang, mungkin kekuatan kalian akan berimbang. Jika kau bisa mengalahkan Goblin Archer itu terlebih dahulu, kau akan semakin lebih mudah mengalahkan kelompok itu. Dan aku tahu satu hal." Rey tersenyum lebar melihat Yun. "Aku tahu kau mendapatkan Skill baru yang hebat."


Yun berkeringat dingin mendengar hal itu. Ia tak tahu bagaimana Rey mengetahui bahwa ia mendapatkan Skill baru. Yun menghirup nafas sejenak. Ia membuat satu pedang es di tangan kirinya. Yun lalu berjalan perlahan keluar dari tempat persembunyiannya. Kelompok Goblin itu terlihat masih fokus untuk memeriksa mayat teman-temannya yang terbujur kaku itu. Yun lalu meletakkan tangannya di tanah. Rey bisa melihat Yun menyebutkan Skillnya.


Lalu tiba-tiba, jarum-jarum es muncul dari tanah menusuk barisan Goblin Archer itu. Dari 12 Goblin Archer itu, sekarang hanya tersisa 3 karena serangan itu. Beberapa Goblin biasa juga  terlihat terkena serangan itu. Rey berdecak kagum melihat Skill itu. Rey bisa melihat Skill itu begitu berbahaya. Rey hanya bisa berharap Yun tidak menjadi lawannya di masa depan.


Goblin itu terkejut. Yun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ia segera membuat satu lagi pedang es ditangannya. Ia melesat ke arah Goblin Archer itu hanya dengan beberapa serangan, 2 dari Goblin Archer itu terbunuh. Goblin Knight segera tersadar dan hendak memberikan serangan balasan. Namun, pedang Yun lebih cepat hingga pedang es di tangan kirinya itu telah menembus dada monster hijau itu. Tak berhenti disana, Yun lalu melesat untuk membunuh Goblin Archer yang tersisa. Yun menebaskan pedangnya beberapa kali. Goblin Archer itu tak dapat menghindar hingga ia menahan serangan Yun dengan busur miliknya. Namun, pedang Yun lebih kuat serta tajam. Busur itu segera hancur dengan satu kali tebasan. Tak berselang lama, Goblin Archer itu juga mati.

__ADS_1


Yun membalikkan badannya. Saat itulah ia tersadar bahwa ia terkepung oleh 4 Goblin Knight.  Lalu masih ada beberapa Goblin biasa yang tersisa. Goblin adalah monster yang bodoh, namun ia juga bukanlah monster yang tidak bisa berpikir. Keempat Goblin Knight itu mendekat perlahan. Yun tersenyum kecut karena ia tak memiliki celah untuk keluar dari posisi itu. Yun juga tak mungkin bergerak duluan.


Yun sedikit menyesali ia terlalu percaya dengan ucapan Rey. Rey dengan jelas mengatakan kekuatan mereka seimbang. Perlahan, posisi Yun semakin tidak menguntungkan. Yun menggenggam erat kedua pedangnya. Saat itulah suara teriakan seorang lelaki terdengar jelas. Yun bisa mendengar suara orang itu tak asing di telinganya.


__ADS_2