
"Ap ... Apa-apaan?!" Lluminos tak bisa mempercayai kejadian yang baru saja terjadi di depan mereka. Khell hilang entah kemana. Padahal tinggal sedikit lagi serangan Rey mengenai dirinya. Ia menjadi kesal, Lluminos uminos berpikir Khell melakukan trik tertentu agar dirinya bisa lolos. Lluminos meninju lantai sekeras mungkin seolah hal itu bisa mengikis rasa kesalnya.
Rey sendiri terdiam dan tak ingin merespon Lluminos. Ia lebih memilih untuk mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Rey merasa Khell tidak terlalu kuat, lagipula ia adalah seorang pengguna pedang. Jadi tidak mungkin Khell memiliki sihir yang bisa memindahkan dirinya cukup jauh. Rey menduga ada seseorang yang menolongnya.
"Apa boleh buat, tidak ada yang bisa kita lakukan." Rey menghela nafas berat. Ia lalu berbalik dan menghadap ke arah pintu. "Lebih baik kita bersiap,"ucap Rey sambil menggenggam erat pedangnya. Lluminos memasang ekspresi bingung sebelum berubah menjadi buruk. Ia bisa merasakan getaran yang cukup kuat. Lluminos menduga para Dark Elf sedang menuju ke sini.
Berbanding terbalik dengan Lluminos, Rey malah memasang senyum terbaiknya seolah tidak ada beban sedikit pun. Kening Lluminos berkerut. Ia hendak menanyakan hal tersebut pada Rey, alasan dirinya tetap tenang. Namun semuanya terlambat, Dark Elf Lancer yang sebelumnya mereka temui telah berada di ambang pintu. Tatapannya ganas, seolah sedang melihat mangsa. Di belakang Dark Elf Lancer itu, masih ada berpuluh-puluh atau mungkin ratusan Dark Elf lain.
Lluminos berkeringat dingin menyadari tatapan tersebut. Ia segera memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang. Rey sendiri lebih memilih menyarungkan pedangnya, ia tahu tatapan mata Dark Elf Lancer itu bukan ditujukan pada mereka.
"Dimana Khell? Dimana orang itu?" Dark Elf itu bertanya dingin dengan nada mengintimidasi. Lluminos termundur selangkah. Ia merasa lawannya akan lebih kuat daripada sebelumnya.
"Kami gagal membunuhnya. Namun setidaknya, ia telah pergi cukup jauh dari sini," jawab Rey sambil terus tersenyum.
"Benarkah?" Dark Elf Lancer itu terlihat senang. Ia segera menancapkan tombak di lantai. Ia lalu menunduk ke arah Rey dan Lluminos. "Terima kasih, pahlawan." Saat itu pula Dark Elf yang lain mengikuti perkataan pemimpinnya.
"Terima kasih banyak Pahlawan." Suara Dark Elf terdengar keras dari setiap penjuru seolah rumah itu dikelilingi ratusan Dark Elf.
"Eh?" Lluminos kembali terkejut. Ia seratus persen tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.
***
__ADS_1
[Title berhasil didapatkan
Dark Elf Savior
Para Dark Elf berterima kasih padamu karena berhasil membuat mereka terlepas dari hipnotis Khell.
Hubungan baik dengan Dark Elf +50]
Sebuah notifikasi muncul di hadapan Rey dan yang lainnya. Mereka cukup senang karena berhasil menyelamatkan desa Dark Elf dari tangan orang jahat. Dan kini mereka tengah berada di suatu ruangan yang berbeda. Dark Elf Lancer atau pemimpin desa ini menyuruh mereka tinggal sejenak untuk menjamu mereka. Bagaimana pun juga, para Dark Elf ingin membalas pertolongan Rey dan lainnya.
"Apa cuma aku yang tidak mengerti tentang kejadian yang baru saja kita alami?" celetuk Lluminos. Deon dan Scream menggeleng pelan, mereka juga sama tidak mengertinya. Psycho-B sendiri lebih memilih untuk menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal itu.
"Aku sih juga tidak paham, tapi aku punya beberapa dugaan. Namun, alangkah lebih baik kita bertanya pada orang yang lebih tahu," sahut Psycho-B.
"Bukan." Tatapan Psycho-B terarah pada Rey yang sedari tadi tersenyum simpul, seolah ia tidak memiliki beban pada pundaknya. "Bisa kau jelaskan pada kami?"
Saat Psycho-B meminta hal tersebut, barulah yang lainnya tersadar Rey bersikap terlalu santai. Jika diingat-ingat kembali, Rey juga yang memerintahkan untuk tidak menyerang Dark Elf setelah Khell pergi. Menyadari dirinya menjadi pusat perhatian, Rey menghela nafas sebelum mengangguk. Ia sebenarnya terlalu malas untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi, tapi dikarenakan temannya yang meminta hal tersebut ia tidak memiliki pilihan lain.
"Baiklah. Aku akan mulai cerita dari saat aku mulai menyadari ada keanehan di desa ini," ucap Rey mengawali cerita. Ia pun menjelaskan secara singkat, di tengah pertarungan sebelumnya Rey menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Dark Elf di desa ini. Mata dari Ras Dark Elf seharusnya berwarna biru safir, tetapi saat Rey berhadapan dengan Dark Elf di desa ini warna matanya adalah merah terang. Awalnya Rey berpikir perubahan ini dikarenakan MMO ingin melakukan perubahan dari game pendahulunya yaitu God Reason. Jadi Rey tidak memikirkan perbedaan itu lebih jauh.
Namun saat Dark Elf Lancer yang menjadi pemimpin desa ini menyerangnya, Rey bisa melihat warna dari matanya berbeda. Warnanya berubah-ubah dari biru safir menjadi merah terang. Lalu saat ia meminta tolong, warna matanya sejenak berubah menjadi biru safir sebelum berubah menjadi merah terang. Itulah yang membuat Rey yakin ada yang aneh dengan desa Dark Elf ini.
__ADS_1
Saat itulah Rey berniat untuk menyelidiki hal tersebut. Ia sebenarnya tidak benar-benar pergi dari desa tersebut, melainkan mengajak Lluminos untuk kembali menyusup. Setelah mengetahui ada orang lain di desa itu dan membuat Dark Elf Lancer kalah darinya, barulah Rey mengetahui fakta tentang Dark Elf ini dikendalikan. Lalu cerita Rey berlanjut hingga pertarungan di dalam rumah dan Khell menghilang tiba-tiba.
"Aku curiga item yang ia gunakan untuk mengendalikan Dark Elf ini ada kaitannya dengan misiku," ucap Rey pelan. Ia teringat misi yang diberikan Byakko. Jika memang itulah barang yang ia cari, maka Rey akan memburu Khell.
"Sejujurnya aku juga merasa ada sesuatu hal yang aneh," celetuk Psycho-B. Kini semua pandangan beralih ke arah dirinya. "Ingat tidak pertempuran kita saat membasmi Dark Elf yang mencoba memasuki perbatasan Starlight Empire?" Psycho-B bertanya pada teman-temannya yang berpartisipasi dalam pertempuran itu. Deon, Lluminos, dan Scream mengangguk pelan, sedangkan Rey lebih memilih untuk mendengarkan lebih jauh.
Psycho-B pun menjelaskan saat itu, Dark Elf yang mereka bunuh berubah menjadi asap dan tubuh fisiknya hilang. Namun saat mereka menghabisi Dark Elf di desa ini, tubuhnya tetap hilang dan darah segar keluar dari luka pada tubuhnya. Hal itu menimbulkan sederet pertanyaan di benak Psycho-B. Dan Psycho-B yakin ia akan menemukan jawabannya dari Khel yang baru saja Rey ceritakan.
"Saya sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi." Terdengar suara lantang, mereka semua segera menoleh dan menemukan sang pemimpin desa berjalan pelan ke arah mereka sebelum ikut duduk.
"Kau ...."
"Kalian bisa memanggilku Vale," ucapnya memperkenalkan diri. Ia lalu menghirup nafas sejenak sebelum menceritakan pusaka yang ada di tangan Khell.
Pusaka itu berbentuk sebuah belati biasa, tetapi perbedaannya ada pada sebuah batu giok di bagian gagang belati itu. Vale tidak terlalu mengerti bagaimana cara kerja belati itu, tetapi ia menjelaskan belati itu dapat mempengaruhi jiwa mahkluk hidup. Ia sengaja membuat tiruan dari jiwa Dark Elf di desa ini untuk menyerang perbatasan. Karena itulah pasukan Dark Elf seolah tidak ada batasnya. Namun sebanyak apa pun ia membuat tiruan jiwa, rasa sakitnya tetap dirasakannya oleh sang tubuh asli. Dengan kata lain penduduk desa ini sudah berkali-kali merasakan kematian sementara.
Untuk dirinya sendiri, tampaknya ia masih bisa mengendalikan sedikit tubuhnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama.
" Aku juga sempat mendengar rencana Khell untuk menaklukkan Midgard dengan bantuan 'beliau'." Vale menutup penjelasannya.
"Beliau? Siapa maksudnya?" tanya Rey penasaran. Ia yakin orang inilah yang membuat Khell menjadi bidaknya untuk melakukan rencana kotor ini.
__ADS_1
"Entahlah, saya juga tidak tahu." Vale menggeleng pelan. Ia tidak punya dugaan apa pun. Sejenak mereka semua terdiam dalam lamunan masing-masing sebelum beberapa Dark Elf masuk dan membawa banyak makanan.