Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 40: Kaktus


__ADS_3

Butuh tiga hari untuk Rey dan Selena tiba di tempat tujuannya. Menurut prediksi Selena, seharusnya mereka akan sampai sekitar 5 hari lagi atau lebih. Perjalanan mereka menjadi sedikit lebih cepat dikarenakan tidak ada hewan buas yang menghalangi mereka. Rey juga terus melanjutkan perjalanan saat siang hari tanpa beristirahat, membuat Selena menjadi menggerutu.


"Aku ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum memasuki padang tandus ini," ucap Selena sambil mengatur pernafasannya. Ia bernafas tersengal-sengal dan segera jatuh terduduk. Rey sendiri menggeleng pelan sebelum ikut duduk dan memberikan kantong kulit yang berisi air padanya. Selena menerima barang itu cepat dan segera meminum air di dalamnya.


Rey mengalihkan pandangannya ke depan. Hamparan padang tandus yang tak terlihat ujungnya membuat Rey berpikir dua kali untuk menjelajahinya. Rey kembali memeriksa perbekalan yang ia bawa agar mereka tidak mati kelaparan atau pun mati karena kekurangan cairan tubuh.


Bukan hal aneh dalam MMO jika hal tersebut terjadi. Jika seorang player tidak makan dalam waktu yang cukup panjang, ia akan terkena status Hungry yang membuat semua Statusnya turun sebanyak 20%, tergantung seberapa lapar dirinya sebelum akhirnya mati, sama halnya dengan status Thirsty atau haus.


Setelah memeriksa kembali perbekalannya, Rey kembali menoleh ke arah Selena yang kini tengah bersandar di sebuah pohon besar dengan mata terpejam. Memang posisi mereka saat ini masih berada di perbatasan antara hutan dan padang tandus di dekat mereka. Rey sedikit mendekati Selena dan menjentikkan jarinya tepat di depan wajah wanita itu. Tak ada respon sama sekali.


"Ia tertidur," gumam Rey sambil merebahkan dirinya dan terbaring di rumput. Ia menggunakan kedua tangannya yang diletakkan secara menyilang untuk digunakan sebagai sandaran kepalanya. Angin berhembus pelan datang dari dalam hutan menerpa tubuhnya. Terlihat rambut Rey sedikit bergerak karena hembusan angin itu. Sinar matahari segera menghangatkan tubuh Rey. Ditambah dengan aroma bunga serta beberapa kupu-kupu yang terbang pelan, membuat suasana kala itu menjadi sangat nyaman. Mungkin hal itulah yang membuat Selena menjadi tertidur pulas.


"Yah, aku tidak bisa menyalahkannya. Dia pasti kelelahan," ucap Rey pelan sambil melihat Selena sekali lagi. Rey tersenyum tipis saat memandang wajah Selena beberapa saat. Ia teringat akan seorang teman yang mirip dengan Selena. Hanya saja bukan bentuk fisik yang menurutnya mirip, melainkan adalah sifat serta prilaku yang dimiliki Selena.


"Setelah kuingat lagi, namanya terdengar lagi. Bahkan ia sangat terkenal di MMO." Rey mengalihkan pandangannya ke arah atas, tepatnya ke dedaunan pohon. Beberapa sinar pohon menebus celah yang tertutupi daun hingga membuat Rey sedikit silau. Ia pun kembali duduk dan mulai membayangkan wajah seorang wanita imut yang selalu menjahilinya di masa lalu.


"Aku berhutang janji pada orang itu." Rey menggaruk bagian kepala belakangnya yang tidak gatal itu.


"Pada siapa?" Terdengar suara seseorang. Rey segera menoleh dan menemukan Selena yang tengah mengusap salah satu matanya.


"Bukan siapa-siapa." Rey menggelengkan kepalanya pelan. Ia segera berdiri diiringi ucapan "Ayo berangkat!"


Selena mengangguk pelan dan ikut berdiri. Ia lalu menatap Rey sambil tersenyum jahil. "Kau tidak melakukan sesuatu saat aku tertidur tadi, 'kan?" Selena menggerakkan sebelah alisnya membuat Rey segera mencabut pedangnya. Rey mengumpat di dalam hatinya.


"Wanita ini tidak sama dengan orang itu. Dia terlalu gila," ucap Rey dalam hati. Ia melotot ke arah Selena tajam seakan ingin menelan bulat-bulat wanita itu.


"Baiklah-baiklah. Aku minta maaf Tuan Kec ...."


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu." Rey segera memotong ucapan Selena. Selena mengangkat tangannya cepat-cepat saat ujung pedang Rey telah berada satu ruas jari di depan lehernya.


"Baiklah. Maaf Tu- ah maksudku Rey," Selena segera meralat ucapannya saat Rey kembali melotot ke arahnya. "Kau tidak asik," sungutnya saat pedang Rey telah kembali masuk ke dalam sarungnya.


"Ayo berangkat!" ucap Rey tak menggubris perkataan Selena tentang dirinya. Ia pun segera melangkah tanpa memperdulikan Selena mengikutinya atau tidak. "Akan lebih menyenangkan jika ia tidak mengikutiku," gumam Rey pelan. Ia menoleh ke belakang dan menemukan Selena berjalan dengan enggan sambil menggerutu. Rey menggelengkan kepalanya dan kembali menatap ke depan.

__ADS_1


Mereka telah masuk ke dalam kawasan padang tandus itu. Tidak terlihat sedikit pun tumbuhan hidup. Tanah yang mereka pijak pun sangat gersang. Seringkali saat angin berhembus, pasir-pasir membumbung tinggi hingga membuat pandangan mereka menjadi kabur. Seakan kesialan mereka belum cukup, matahari bersinar sangat terik hingga membuat mereka menjadi kepanasan. Rey bisa melihat Selena terus meminum air karena tak kuat menahan dahaga.


Rey menelan air liurnya saat melihat Selena meminum air dengan santai seolah tak ada masalah. Rey sebenarnya sejak tadi juga ingin minum, namun sayangnya ia harus berhemat karena tak tahu akan sampai berapa lama mereka di padang tandus ini. Terlebih sampai saat ini Rey belum terkena Status Thirsty.


"Jadi? Dimana Death Realm itu?" tanya Rey saat satu jam mereka telah berjalan.


"Hah?! Aku kira kau tahu dimana tempatnya," sahut Selena.


"Tidak sama sekali. Aku hanya tahu tempat itu ada di padang tandus ini," ucap Rey sambil mengedarkan pandangannya. Selena segera tersenyum pahit mendengar ucapan Rey.


Selena kembali menggerutu. Ia berpikir Rey tahu jalan menuju Death Realm, karena itulah ia membiarkan Rey berjalan di depan.


Selena segera berputar pelan untuk melihat sekelilingnya. Ia lalu melihat ke atas, yaitu ke arah matahari sebelum berjalan ke satu arah. Rey segera mengikuti wanita itu. Tak ada percakapan diantara mereka, jadi Rey lebih memilih statusnya.


[Name: Rey


Ras: Human


Level: 56


Str: 916


Vit: 796


Int: 824


Dex: 893


Lck: 881


Skill:


-Slash (Active)

__ADS_1


-Sword Mastery (Passsive)


-Chaos Heart (Active)


-Chaos Wave (Active)


-Sky Alchemist(Production)


Bonus:


-saat bertarung seorang diri All Stat +50%


-saat menggunakan pedang str +20%


-jika menggunakan dua pedang yang seimbang mendapatkan bonus Str +5%, Dex +15%


-dapat menggunakan semua senjata


-dapat menggunakan semua armor


-dapat mempelajari semua skill]


Tidak terlalu buruk. Seharusnya dengan levelku yang sekarang, aku seimbang dengan Swordman berlevel 90 jika aku mendapatkan semua bonus Job Twin Heart yang kumiliki, ucap Rey dalam hati sambil melihat panel statusnya. Rey segera memeriksa beberapa Drop Item yang tak sempat ia periksa sebelumnya. Ada beberapa yang menarik perhatiannya, namun sisanya tidak terlalu berguna. Rey berniat menjual barang-barang tersebut.


"Hey," panggil Selena pelan. Rey segera menoleh dan menatap wanita itu bingung. "Bukankah dikatakan tidak ada tumbuhan yang hidup di padang ini?" tanya Selena sambil melihat ke arah sekitar. Rey segera ikut melihat ke sekitarnya dan menemukan beberapa pohon kaktus. Rey segera melihat kaktus itu baik-baik.


"Apakah ini memang jalannya?" tanya Rey memastikan.


"Ya. Tuan Ivan memang mengatakan jalannya ke arah sini. Memangnya kenapa?" tanya Selena balik saat menyadari tatapan Rey tak terlalu senang.


"Bersiaplah. Beberapa saat kita melanjutkan perjalanan, akan ada serangan yang mungkin tidak akan pernah kau duga," jawab Rey. Ia menyadari bahwa Selena tidak mengenal kaktus-kaktus yang terlihat tumbuh di sekitar mereka itu. Rey sendiri memiliki pengalaman yang cukup luas di God Reason. Walaupun ia tak pernah bertemu langsung kaktus di sekitarnya itu, tapi ia tahu bahwa kaktus itu bukanlah tumbuhan biasa. Dan benar saja. Dua menit mereka berjalan menjauhi posisi itu, serangan datang ke arah mereka yang segera ditangkis oleh Rey.


...***...

__ADS_1


Jangan lupa ikuti Ig penulis


@maniak_huruhara


__ADS_2