
RobKing terbunuh di tangan Yun. Ia terlihat menjatuhkan beberapa benda. Rey sendiri terkejut benda yang dijatuhkan RobKing sedikit lebih banyak. Rey menduga bahwa RobKing memiliki Mark of Murder.
Rey berjalan pelan ke arah Yun yang terlihat sedikit terganggu. Itu adalah pengalaman pertamanya membunuh player lain. Rey menghela nafas sejenak sebelum menepuk pundak Yun.
"Kau tidak perlu khawatir. Ia menuai apa yang ia tanam. Jika ia tak diberikan pelajaran, mungkin akan ada orang lain yang menjadi korban. Kau setidaknya telah menyelamatkan orang-orang itu," ucap Rey sambil memungut benda-benda yang dijatuhkan RobKing.
"Terima kasih. Aku merasa lebih baik," ucap Yun. Rey mengangguk pelan. Rey kembali menoleh ke arah benda-benda yang dijatuhkan RobKing. Rey menemukan sebuah pisau yang digunakan RobKing tadi. Selain itu ia juga menemukan sepasang sepatu yang berguna menaikkan Movement Speed, dan sebuah cincin yang menaikkan status Dex sebanyak 5 poin. Rey mengambil barang itu dan berniat memberikan sepasang sepatu yang ia dapatkan kepada Yun. Namun, Yun menolaknya. Yun berkata tidak ingin menggunakan barang-barang yang digunakan RobKing. Rey pun tersenyum canggung sebelum memakai sepasang sepatu dan cincin itu.
Rey lalu mengajak Yun untuk membantu Daesang dan Mizu. Setelah Yun mengangguk pelan, mereka berdua memasuki pertempuran itu. Rey segera menebas dua orang yang menuju ke arahnya. Rey telah memasukkan Yun ke dalam party miliknya. Akibatnya, ia tak lagi mendapatkan bonus dari Job miliknya. Namun, Rey masih menggunakan Azuria's Sword dan Scarlet Sword yang memiliki status seimbang. Rey mengalahkan kedua lawannya itu dengan beberapa kali serang. Ketajaman yang dimiliki oleh kedua pedang itu begitu tinggi. Disisi lain Yun juga baru mengalahkan seorang Swordman.
Mereka berdua terus memasuki pertempuran. Beberapa orang yang berusaha menghadang Rey tak bertahan lebih dari sepuluh tebasan. Yun juga demikian. Yun memainkan pedang di tangannya seakan pedang itu adalah bagian dari dirinya.
Beberapa tubuh segera jatuh ketanah dan tak lagi bergerak. Semua terjadi begitu cepat. Orang-orang yang sebelumnya berusaha menghadang Rey dan Yun kini menatap mereka takut. Kombinasi antara Rey dan Yun begitu kompleks dan sempurna. Saat Yun memiliki celah untuk diserang, Rey segera menutupi celah itu dengan pedang di tangan kirinya. Yun juga begitu lincah hingga membuat lawannya kewalahan. Saat Rey menunjukkan celah, Yun akan menutupi itu dengan melemparkan pedang esnya. Yun dengan mudah membentuk pedang esnya lagi. Guild Light Crusader kini menatap kedua orang itu seperti malaikat maut.
Walaupun begitu, Rey tetap terkena beberapa serangan. Rey tak mungkin bisa menghindari setiap serangan yang berasal dari 5 orang. Karena itu Rey terus meminum Small Potion. Yun juga terlihat melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Rey dan Yun akhirnya tiba di tempat yang mereka tuju setelah menumbangkan lebih dari dua puluh orang. Rey bisa melihat Mizu dan Daesang sedang melawan dua orang Swordman, seorang Cleric, dan seorang Fighter serta Swashbuckler. Cleric adalah job First-tier yang bertugas menyembuhkan nyawa rekannya. Fighter sendiri juga Job First-tier yang mengandalkan kekuatan tangan kosong. Sedangkan Swashbuckler adalah Job First-tier yang menggunakan dua senjata yang berbeda. Namun Swashbuckler di hadapannya itu menggunakan sebuah pedang pendek dan kapak. Dan kelima orang itu terlihat lebih kuat daripada anggota Guild Crusader yang lain.
Rey segera bergerak cepat. Rey menangkis serangan Swordman yang diarahkan pada Mizu. Tak berhenti disitu, Rey menyerang balik dengan menggunakan Skill miliknya.
"Chaos Heart! Slash!" Rey mengerahkan Skillnya. Swordman itu terpukul mundur. Serangan Rey membuatnya kehilangan HP sebesar 20%. Mizu bernafas lega atas kedatangan Rey dan Yun. Daesang juga tersenyum lebar. Mereka telah menyaksikan sendiri kekuatan yang dikeluarkan Rey. Setidaknya Rey berada setingkat di atas mereka. Mereka berpikir setidaknya level Rey ada di angka 65. Daesang segera menatap Yun yang segera menyerang lawan. Kekuatan Yun juga tak kalah hebat. Mendapatkan dua bantuan seperti ini membuat Mizu dan Daesang bernafas lega. Daesang bersiap meninju dan Mizu segera mengangkat pedangnya ingin memberikan serangan balasan.
"Daesang. Mizu," panggil Rey. "Serahkan yang di sini kepada kami. Kembalilah ke pasukan kalian! Mereka lebih membutuhkan kalian daripada kami," ucap Rey. Mizu dan Daesang begitu terkejut mendengar hal itu. Namun, mereka tak berani membantah karena perkataan Rey merupakan sebuah kebenaran. Mereka tersenyum canggung sebelum pergi menjauh. Yun sebenarnya juga terkejut dengan perkataan Rey. Hanya saja karena Rey terlihat begitu serius, Yun hanya bisa percaya kepada Rey.
"Dengar. Aku akan bertugas menahan serangan. Dan kau yang menjadi eksekutor," ucap Rey. Yun mengangguk pelan.
Rey menghela nafas sejenak sebelum berlari di ikuti oleh Yun. Seorang Swordman segera menghadang mereka. Swashbuckler itu juga mengikuti rekannya. Swordman itu menebaskan pedangnya. Rey menangkis tebasan itu dengan pedang di tangan kirinya. Serangan lain datang dari sang Swashbuckler yang mengayunkan kapaknya itu. Rey menahan serangan itu dengan kedua pedangnya. Rey lalu sedikit menunduk. Dengan cepat Yun meloncat dari belakang dari melepaskan beberapa serangan yang membuat poin nyawa mereka berkurang dratis. Tak berhenti disitu, Rey dan Yun mulai bergerak lagi.
Sebenarnya Rey sempat membisikkan untuk menghabisi Cleric mereka terlebih dahulu. Akan merepotkan jika Cleric tidak dihabisi lebih dulu karena poin nyawa lawan akan bertambah jika disembuhkan olehnya.
Seorang Fighter berusaha menghadang Rey. Rey menebaskan pedangnya secara menyilang. Yun lalu masuk dan menusuk Fighter itu tepat di jantung. Fighter sejujurnya adalah job yang memiliki pertahanan tertinggi. Hanya saja kombinasi antara Rey dan Yun membuatnya tak bisa bertahan hingga menjadi butiran cahaya. Rey lalu segera berlari lagi. Rey kini dihadang Swordman lain. Berbeda dari sebelumnya, Yun segera berlari meninggalkan Rey dan Swordman itu. Yun melesat cepat menuju Cleric itu. Cleric adalah Job yang tidak memiliki pertahan baik. Job Cleric juga tidak memiliki sihir serangan yang terlalu berguna. Jika ia satu lawan satu dengan Job lain, bisa dipastikan ia akan kalah. Dan benar saja. Hanya butuh beberapa serangan untuk menghabisi Cleric itu.
__ADS_1
Rey tersenyum lebar melihat Cleric itu dihabisi oleh Yun. Rey segera menghantamkan pedangnya ke arah lawan. Swordman itu termundur. Pedangnya terlepas. Rey dengan cepat melancarkan serangan.
"Chaos Heart! Slash!" Rey segera mengeluarkan Skill miliknya. Swordman itu tak bertahan lama dan menyusul Fighter dan Cleric tadi. Rey menatap Swashbuckler dan Swordman yang tersisa. Poin nyawa orang itu tak lebih dari seperempat. Bukan hal yang sulit untuk Rey dan Yun menghabisi kedua orang itu.
"Silahkan istirahat lebih dulu. Aku akan membantu yang lainnya," ucap Rey pada Yun sambil memberikan sebotol ramuan penambah Mana. Yun mengangguk sejenak. Yun memang telah mencapai batasnya. Mana yang ia miliki juga nyaris habis. Yun segera berjalan ke sebuah pohon dan bersandar di sana.
Rey sendiri menyempatkan diri untuk mengambil item yang terjatuh dari kelima orang tadi. Rey lagi-lagi terkejut menemukan item yang dijatuhkan kelima orang itu sedikit lebih banyak. Rey tak ingin berlama-lama dan mengambil semua item itu. Ia lalu segera membantu pasukan Guild Aozora dan Azure Rose. Kedatangan Rey yang membantu mereka menaikkan semangat juang mereka. Daesang juga berdecak kagum melihat stamina yang dimiliki Rey seakan tak ada habisnya.
Rey terus mengaktifkan Chaos Heart terus menerus. Armor yang dimiliki anggota Guild Light Crusader yang tersisa tak jauh lebih baik. Akibatnya mereka terkena serangan Rey beberapa kali sebelum jatuh ke tanah dan berubah menjadi butiran cahaya.
[Level Up]
[Skill Chaos Wave berhasil didapatkan]
Rey sempat melihat beberapa notifikasi di depannya. Namun Rey tak bisa melihat itu secara baik dan lebih memilih mengabaikannya.
__ADS_1
Rey terus menerus membunuh anggota Light Crusader yang tersisa. Beberapa saat kemudian, kondisi Light Crusader memburuk. Tak butuh waktu lama, mereka segera dihabisi. Pihak Aozora dan Azure Rose bersorak sorai akan kemenangan mereka.