
Setelah lima hari perjalanan, Rey tiba di perbatasan Starlight Empire. Ia berusaha ke Midgard Utara secepat yang ia bisa karena sebuah pesan darurat dari Deon. Rey bahkan meninggalkan misi yang diberikan Ivan. Maka Rey berangkat hari dimana ia menerima pesan darurat tersebut.
Rey bisa melihat banyak tenda yang terpasang di sekeliling dinding. Namun, perkemahan itu terlihat menjadi dua bagian Ia memang mengetahui kondisi perbatasan saat ini memanglah tidak stabil. Terjadi masalah internal dalam pasukan gabungan antara pasukan Starlight dan Guild Antariksa Aksara. Rey mengetahui hal ini dari pesan darurat tersebut.
Rey bergegas menuju perkemahan Guild Antariksa Aksara. Dalam perjalanannya, Rey merasa dirinya menjadi pusat perhatian. Banyak anggota Guild Antariksa Aksara memandangnya dengan ekspresi bingung dan penasaran. Sebenarnya hal itu wajar, karena Rey sekarang memakai sebuah topeng yang menutupi wajahnya. Ia tak ingin identitas dirinya diketahui banyak orang, terlebih jika dirinya sudah diketahui telah bermain MMO. Pasti hal itu akan membawa hal yang merepotkan daripada sesuatu yang menyenangkan.
Rey tiba disebuah tenda besar yang berada di tengah-tengah perkemahan Guild Antariksa Aksara tersebut. Ia sebelumnya sudah mengirim pesan kepada Deon bahwa dirinya sudah tiba, jadi sebentar lagi Deon akan segera datang menemuinya. Rey memandangi sekitarnya. Ia bisa melihat selain pemain, ternyata ada beberapa NPC yang tergabung dalam Guild Antariksa Aksara. Rey memang mengetahui hal ini wajar di dalam Guild besar. Memang ada sebagian Ras Manusia yang memiliki bakat lebih tinggi daripada kebanyakannya. Bahkan Rey pernah mengalahkan seorang NPC yang lumayan kuat di God Reason. Jika dilatih seperti pemain pada umumnya, maka perkembangan NPC juga bisa mengalahkan pemain. Sayangnya tidak ada yang mau melakukan hal tersebut dikarenakan NPC hanya memiliki satu nyawa. Jika mereka mati, maka mereka tidak akan bisa dihidupkan kembali, kecuali ada Item tertentu yang bisa membuat NPC hidup kembali. Namun Rey tidak mengetahui Item seperti itu ada atau tidak, ia hanya mendengar dari kabar burung saja.
Rey terbangun dari pikirannya karena sebuah tepukan pelan di bahunya. Ia segera memutar tubuhnya 180˚. Rey menemukan Deon tersenyum hangat padanya. Selain itu, ada seorang wanita lagi di belakangnya yang membuat kepala Rey dipenuhi kenangan-kenangan saat berada di God Reason.
Wanita yang bersamanya hampir beberapa saat karena ia dikejar anggota Nirvana Garden. Wanita yang menjadi bagian dari Seven Hero. Wanita yang dikenal menjadi Tiefling terjahat dan tergila di God Reason. Siapa lagi jika bukan Nabila, wanita yang dikenal dengan nama Scream pada game God Reason.
Scream tersenyum hangat pada Rey. Walaupun pria itu menutupi wajahnya dengan sebuah topeng putih dengan beberapa motif sederhana, Scream tahu hanya dengan melihat postur tubuhnya saja.
__ADS_1
"Mari ikut aku. Lebih nyaman mengobrol di dalam, lagipula ketua Guild sedang menunggu," ajak Deon sambil berjalan lebih dulu memasuki tenda besar di hadapannya. Rey hanya mengangguk pelan diikuti oleh Scream.
Saat Rey masuk, ia bisa melihat ada seorang lelaki sedang duduk di sebuah kursi kayu menghadap ke arah meja di depannya. Di sekitar meja itu ada beberapa kursi lain. Deon segera mempersilahkan Rey dan Scream duduk. Saat itulah pria tadi memandangi Rey dari atas ke bawah.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya pria itu. Ia bisa merasakan Rey sedikit santai saat berada di dekatnya.
Rey menggaruk bagian belakang kepalanya pelan. Ia tak tahu apa yang terjadi, tetapi Rey bisa menyimpulkan sesuatu dari pertanyaan pria yang diyakini ketua Guild Antariksa Aksara tersebut. Pria itu tidak mengenal Rey, tetapi Rey mengenalnya sebagai ShouThor yang dulu diperkenalkan Ria padanya. Namun yang membuat Rey bingung adalah kenapa ShouThor menunggu dirinya sedangkan pria itu bahkan tidak tahu siapa yang ia tunggu?
ShouThor mengangguk pelan, kemudian tatapannya beralih ke arah Deon. Deon segera mengerti tatapan tersebut. Ia menghirup nafas sejenak sebelum menatap Rey dan menjelaskan situasi yang kini tengah mereka alami.
"Aku sudah menjelaskan semuanya padamu di dalam pesanku. Namun, aku akan menjelaskannya lagi secara rinci dan menambahkan beberapa informasi lagi agar kau bisa melacak wilayah tersebut," ujar Deon. Rey mengangguk, ia menggarisbawahi kata 'melacak' yang baru saja diucapkannya. Deon menghirup nafas sekali lagi sebelum menjelaskan kejadian beberapa hari yang lalu.
Saat itu Psycho-B memutuskan untuk melacak keberadaan dari desa Dark Elf. Ia memasuki hutan sendirian dan menyerahkan tanggung jawab pasukan kepada Deon. Namun, selama 2 hari ia tak kunjung kembali. Pada hari ketiga, ia mengirim sebuah pesan pada Deon dan berkata dirinya disekap oleh pasukan Dark Elf. Ia juga mengatakan Dark Elf yang menyergapnya lebih kuat daripada yang mereka lawan sebelumnya. Walaupun Job yang dimiliki Psycho-B cukuplah kuat, tetapi ia tidak bisa melawan mereka sekaligus.
__ADS_1
Psycho-B sekarang berada di sebuah penjara besi. Banyak yang menjaga penjara itu hingga ia tak bisa meloloskan dirinya. Di MMO, seorang pemain tidak bisa bunuh diri menggunakan senjata yang ia gunakan. Karena itu ia sampai sekarang terus terkurung di sana menunggu bantuan tiba.
Deon pun segera memberitahukan hal ini pada ShouThor. Guild Antariksa Aksara adalah Guild yang cukup kuat dan memiliki anggota yang banyak. Namun diantara semua anggotanya, tidak ada yang memiliki keahlian untuk melacak seseorang. Karena itulah Deon memutuskan untuk memberitahu Rey terkait hal ini dan ShouThor mengizinkannya. Deon juga menambahkan informasi lainnya terkait hutan yang dimasuki oleh Psycho-B.
Rey mengangguk sejenak. Ia juga memastikan hal ini dengan Rian di dunia nyata. Rey sedikit terkejut Guild Antariksa Aksara tidak memiliki seseorang yang bisa melacak Psycho-B. Rey sendiri sejujurnya tidak yakin bisa menemukan keberadaan Psycho-B. Namun dikarenakan hal ini berkaitan dengan Psycho-B, maka Rey akan berjuang sekuat tenaga.
"Bagaimana? Bisakah kau menolong kami menemukan Psycho-B?" tanya ShouThor pelan. Rey terlihat berpikir sejenak. Ia lalu bangkit dan berjalan pelan hendak keluar. Rey berhenti tepat di depan pintu keluar.
"Aku akan melakukannya," ucap Rey tanpa membalikkan badannya. "Tapi aku melakukan hal ini karena diriku sendiri, bukan karena permintaanmu. "
Scream tersenyum hangat, sedangkan Deon bernafas lega. Ia berpikir Rey hendak menolak untuk mencari Psycho-B.
"Deon, Scream. Aku membutuhkan bantuan kalian. Panggil juga Lluminos. Kita akan mencari dia. Aku akan menunggu 5 menit lagi di luar perkemahan," ucap Rey dan berjalan keluar meninggalkan mereka bertiga yang kini tersenyum lebar.
__ADS_1