
Rey segera waspada dan memperlambat lari kudanya saat dirinya hampir tiba. Butuh waktu 2 jam penuh tanpa berhenti untuk Rey sampai di desa Dark Elf karena jarak yang terbilang cukup dekat. Terlebih lagi Rey menggunakan kuda yang kecepatan larinya lumayan tinggi.
Rey segera turun dari kudanya dan berjalan perlahan dengan pedang telah bersiap di tangan. Vale juga tak jauh berbeda telah menyiapkan tombak yang sedari tadi ia bawa. Mereka berdua berjalan perlahan ke dalam desa. Sejauh ini, Rey tidak menemukan adanya pasukan Ogre yang disebutkan Vale sebelumnya. Rey juga tak mendengar adanya pertarungan. Sungguh keanehan yang tidak biasa.
Di saat itulah Rey tersadar. Tanpa peringatan terlebih dahulu, Rey segera berlari masuk ke dalam desa itu. Alangkah terkejutnya Rey melihat bekas pertarungan di mana-mana. Pedang, perisai, baju pelindung, bahkan beberapa mayat Dark Elf ada di mana-mana.
"Sialan! Ivy! Roam! Snoppy!" Vale berteriak keras. Walaupun Rey asing dengan nama-nama tersebut, tapi ia tahu Vale sedang memanggil teman-temannya. Rey menggelengkan kepalanya pelan, ia menyadari sesuatu.
"Mereka sudah dibawa pergi. Diculik mungkin," ucap Rey berjalan ke satu arah. Ia lalu berjongkok dan mengambil sesuatu yang tergeletak di tanah.
"Lihat ini." Rey berdiri sambil menunjukkan sesuatu di tangannya pada Vale. Vale menunjukkan ekspresi bingung, ia sungguh tidak tahu masuk Rey menunjukkan sebuah akar.
"Lihatlah." Rey melemparkannya pada Vale. "Ada bekas potongan yang cukup rapi di sana. Pasti itu dipotong dengan pedang. Selain itu, aku tahu pohon di sekitar desa ini memiliki akar serabut. Jadi itu pasti dibawa dari luar. Coba kau tebak sendiri. Untuk apa akar itu?" Rey menyarungkan pedangnya kembali sambil mengedarkan pandangan.
Vale berusaha berpikir sembari melihat akar itu lekat-lekat. Memang kondisi akar itu sesuai yang dikatakan Rey. Hanya saja, ia tidak tahu apa kegunaan akar itu. Vale terus berpikir keras. Beberapa saat berlalu, barulah ia tahu kegunaan akar itu.
"Seperti yang sudah kubilang, mereka diculik. Akar itu digunakan untuk mengikat mereka." Rey kembali menarik pedangnya. Ia lalu mulai mengukir sesuatu di tanah.
"Apa tuan tahu ke mana mereka pergi? Aku tidak bisa tinggal diam. Mereka pasti ingin mengendalikan kesadaran kami lagi," ucap Vale kesal. Ia sungguh tidak terima jika rekannya kembali merasakan sakitnya kematian.
"Tenang saja. Aku tahu ke mana mereka pergi. Ayo!" Rey bergegas berlari keluar dari desa itu diikuti Vale.
Kali ini, Rey tidak menggunakan kudanya. Walaupun tidak efektif dan menguras tenaga, tetapi dalam melakukan pengejaran akan lebih mudah jika berlari. Rey yakin kelompok Ogre itu belum pergi terlalu jauh.
Mereka berdua segera menembus lebatnya hutan. Mata Rey terus bergerak seakan semua dedaunan yang lihat merupakan petunjuk. Walaupun begitu, ia juga dalam posisi yang sangat waspada.
"Oh, iya. Jika kita bertemu pasukan Ogre itu, aku ingin kau menahan diri untuk tidak langsung menyerang," ucap Rey. Ia takut Vale tidak bisa berpikir jernih.
"Aku tahu. Pastinya lawan kita sangat kuat. Apa tuan punya rencana?" tanya Vale. Jika Rey menyuruhnya untuk tidak menyerang langsung, pastinya ia mempunyai rencana.
__ADS_1
"Ya," sahut Rey. "Aku akan memancing keributan. Saat itu, selamatkan para Dark Elf petarung. Jika ada kemungkinan, selamatkan semuanya lalu segera kabur. Aku punya caraku tersendiri untuk melawan beberapa lusin pasukan Ogre," ucap Rey menjelaskan rencananya.
"Baiklah tuan. Semoga dewi alam melindungi anda."
Rey mengangguk pelan. Ia baru tahu ada kepercayaan di MMO. Hal ini pastilah karena fitur lain dari MMO.
Mereka terus berlari. Matahari telah menggantung di ufuk barat menandakan hari telah sore. Walaupun begitu, Rey berniat tetap melanjutkan perncariannya. Dark Elf adalah ras yang sangat ahli dalam hal kecepatan. Apalagi, hutan ini pastilah sudah hapal oleh Vale. Karena itu malam akan menjadi tempat yang baik melakukan penyerangan.
Perlahan, terdengar suara derap kaki di kejauhan. Suara itu semakin keras dan keras, seolah Rey mendatangi sebuah pasukan besar. Rey mengangkat tangannya ke depan, saat itulah Vale mengambil jalan yang berbeda dan segera hilang dari pandangan.
Rey bisa melihat rombongan Ogre di kejauhan. Dari yang Rey lihat, ada sekitar 500 Ogre yang berjalan sambil mengangkat kurungan. Rey memperhatikan kurungan itu lekat-lekat, saat itulah Rey melihatnya.
"Dark Elf dan Goblin? Untuk apa mereka menangkap dua ras sekaligus?" Rey memiliki perasaan buruk tentang pemandangan du depannya. Jika ia tidak menyelesaikan perkara ini secepatnya, Rey yakin masalah ini akan terus membesar.
"Pohon cukup berdekatan. Tanah keras dan tidak licin. Musuh tidak memiliki akal." Rey mulai melihat beberapa hal yang menjadi kelebihannya.
Rey tidak masuk ke dalam party mana pun, jadi ia mendapatkan bonus dari Job yang ia miliki. Rey menarik pedangnya ke luar secara perlahan. Setelah menguatkan hatinya, Rey mempercepat larinya.
Meskipun begitu, Rey tak bisa diam selamanya. Ia kembali menyerang Ogre yang masih dalam posisi terkejut itu. Rey melesat cepat dan masuk ke dalam pasukan itu.
"Chaos Heart!" Rey mengayunkan pedangnya sambil berputar. Beberapa kepala Ogre segera hilang dari tempatnya. Sekali lagi, tubuh Ogre itu menghilang.
"Groarr!"
Beberapa Ogre berteriak keras melihat rekannya dihabisi Rey. Mereka segera mengangkat senjata mereka dan segera menyerang. Sebuah serangan kapak datang dari atas. Rey segera menghindarinya. Dengan cepat, Rey segera memberikan tiga tusukan beruntun.
Rey melompat mundur keluar dari pasukan Ogre. Dengan cepat, Rey mengayunkan pedangnya. Saat itulah sebuah gelombang pedang membunuh 8 Ogre sekaligus.
"Mereka tidak sekuat yang kukira. Atau, ada hal lain yang membuat mereka menjadi lemah," gumam Rey. Ia bisa melihat para Ogre mulai menurunkan kurungan kayu yang mereka bawa.
__ADS_1
Rey bersiul pelan sebelum kembali maju ke depan. Gerakannya sungguh cepat. Terlebih lagi para Ogre tidak mempunyai reflek yang bagus hingga serangan Rey tepat mengenai mereka.
Rey melompat mundur dan berlari pelan ke balik pepohonan. Para Ogre mulai bersiaga melihat hal itu. Mereka yakin Rey memancing mereka.
Rey datang tiba-tiba dari arah yang berbeda dan menyerang pasukan Ogre kembali. Setelah menyerang Rey melompat mundur dan menggunakan Skill Chaos Wave. 7 Ogre kembali terbunuh di tangan Rey.
"Aku harus bertahan. Paling lama, 10 menit lagi bantuan akan segera tiba," ucap Rey menguatkan dirinya sendiri. Walaupun ia cukup kuat, tetapi jumlah yang harus ia lawan 500 kali lipat dari dirinya.
Rey kembali masuk ke tengah-tengah pasukan Goblin. Ia segera mengayunkan pedangnya berputar untuk membuat jarak. Beberapa Ogre mulai mendekat dan menyerang Rey. Namun, dengan mudah Rey menyerang mereka duluan hingga terbunuh.
Serangan lain segera datang dari belakang. Rey memiringkan tubuhnya sebelum berbalik dan memberikan serangan balasan. Rey bergerak sangat lincah walaupun berada di dalam kerumunan. Ia juga memiliki reflek yang bagus hingga serangan Ogre tidak dapat mengenainya.
"True Vengeance!" Rey mengangkat pedangnya ke atas saat menyadari semakin banyak Ogre yang mengerumuninya. Rey lalu mengayunkan pedangnya ke depan sambil terus menerobos ke depan.
Setiap tebasan Rey mencabut satu nyawa Ogre. Rey terus menerobos ke depan dan mengayunkan pedangnya. Ia bisa melihat di bawah bar MP miliknya ada sebuah angka yang terus bertambah. Rey tersenyum lebar saat angka itu telah menyentuh 1000. Dengan cepat Rey membalikkan badannya.
"Chaos Wave!" Sebuah gelombang pedang berkekuatan tinggi keluar dari tebasan pedang Rey. Gelombang pedang itu sangat cepat dan membunuh lebih dari 50 Ogre karena Rey berada di kerumunan.
"Gabungan Skill Chaos Heart dan True Vengance sangat mengerikan. Kekuatan yang dilepaskan sungguh di luar batas."
Rey kembali melompat mundur untuk keluar dari pasukan itu. Ia segera bersembunyi di balik pepohonan dan meminum sebotol Potion. Rey bisa melihat dari kejauhan Vale melakukan tugasnya dengan baik. Tidaj ada Ogre yang menyadari beberapa Dark Elf telah lepas dari kurungan.
Rey tersenyum lebar. Para Ogre tidak menyadari bahwa Rey sebenarnya memancing mereka untuk mundur dan menjauhi kurungan yang mereka turunkan secara perlahan. Ia senang bahwa bakatnya sebagai Black Kenshi yang terkenal licik tidak memudar.
Rey kembali melesat keluar dari tempat persembunyiannya. Ia segera membunuh beberapa Ogre. Sudah tak terhitung Ogre yang terbunuh di tangannya.
Rey sebenarnya ingin terus membunuh Ogre dan menyelamatkan Dark Elf. Namun, suara aneh seseorang terdengar di udara. Suara bernada rendah, tetapi ada tipu daya di setiap nadanya.
"Aku tidak menyangka ada semut berkaki dua yang berani menyerang pasukan Ogre."
__ADS_1
Dua sosok segera keluar dari kerumunan pasukan Ogre.