
"Aku jamin sebentar lagi kalian akan kami habisi," ucap Rey lantang.
"Aku tidak melihat kalian tidak punya kekuatan untuk melakukan itu," balas Fuu.
Fuu segera maju bersama 20 orang anggotanya dengan berbagai kemampuan. Tubuh mereka cukup besar dengan dilapisi zirah yang cukup bagus. Senjata mereka juga terlihat sangat berkualitas. Rey yakin 20 orang ini adalah anggota elit dari Guild Light Crusader.
Namun, sepertinya sepertinya Fuu lupa telah melawan siapa. Rey bahkan tak gentar sedikit pun melihat orang-orang itu. Kombinasikan dua orang wakil ketua saja tidak menyulitkan dirinya, apalagi jika harus melawan orang-orang yang memiliki tingkatan di bawah wakil ketua.
Tiba-tiba, suara tembakan terdengar. Seorang lawan Rey jatuh menyusul suara tersebut. Rey tersenyum lebar sambil melirik ke belakang.
"Jangan lupakan kami," kata Psycho-B. Ia hendak menembak sekali lagi.
"Yun, maju saja dan bantu Rey. Kami akan memberikan support dari belakang," ucap Celine sambil mengangkat tongkatnya. Beberapa bola api segera melayang di udara dan melesat ke arah lawan.
Yun mengangguk sebelum maju ke depan. Awalnya langkah Yun begitu pelan. Namun, setelah melewati Rey ia mulai berlari dengan dua pedang es di siap di tangan.
Fuu bersiap menyambut serangan Yun dengan tombak miliknya. Ia belum pernah sekali pun berhadapan dengan wanita itu, jadi ia tidak bisa sembarangan untuk melawannya. Ia setidaknya harus mengetahui sampai sejauh mana kekuatan Yun.
Yun mengayunkan salah satu pedangnya yang segera disambut oleh Fuu. Fuu begitu terkejut, setidaknya kekuatan Yun hampir setara dengan Rey. Namun, itu bukanlah bagian yang paling mengejutkan. Sedetik berselang, perlahan tombak Fuu mulai dilapisi es.
Fuu merespon dengan melompat mundur untuk menjauhkan senjatanya segera dari pedang es milik Yun. Fuu sejauh ini belum pernah bertemu lawan seperti Yun yang bisa memanipulasi es sesuka hatinya. Namun, Fuu memang pernah mendengar pada masa God Reason ada seorang wanita yang bisa mengendalikan es.
"Kau pengguna Job Special-Tier ?" tebak Fuu.
Yun mengerutkan dahinya. Ia tahu bahwa pedang es miliknya merupakan sesuatu hal yang aneh dan begitu mencolok. Namun, ia tidak menyangka bahwa Fuu dapat menebak secara tepat. Tanpa sadar, Yun telah memberikan jawaban pada Fuu dari ekspresi wajahnya saat ini.
Fuu terdiam beberapa saat sebelum berlari secepat yang ia bisa untuk keluar dari pertempuran itu. Rey menatap bingung ke arah Fuu pergi, begitu pula dengan Yun. Kepergian Fuu secara mendadak membuat pertanyaan-pertanyaan timbul di kelompok Light Crusader.
"Cih, kenapa ia pergi?" Mark berucap kesal. Ia baru saja memulihkan HP miliknya. Ia lalu menatap anggota Light Crusader di sekitarnya yang paling tidak berjumlah 200 orang.
__ADS_1
"Kepung mereka dengan 50 orang terkuat di lapisan pertama dan selebihnya di lapisan kedua. Kita harus menyerang mereka secara berkelompok. Jika tidak, kita yang akan terbunuh nantinya. Kalian paham?"
Anggota Guild Light Crusader mengangguk pelan. Mark segera berbalik dan menatap Rey penuh waspada. Ia sudah melihat kekuatan Rey yang sesungguhnya, setidaknya ia harus mulai berhati-hati saat ini.
Mark lalu maju ke depan sambil mengangkat pedangnya ke atas. Melihat aba-aba yang diberikan, anggota Light Crusader segera maju bersamaan secara kompak.
Sesuai rencana, mereka bergerak cepat mengepung Rey dan yang lainnya. Rey segera menyadari hal tersebut dan melompat mundur, begitu pula dengan Yun. Rey dan Psycho-B saling berpandangan sesaat sebelum mulai memunggungi satu sama lain.
"Ada rencana?" tanya Rey pada Psycho-B.
"Ada sih, tapi terlalu berbahaya. Lagipula ada Celine di sini. Kita tidak bisa bertarung jika harus melindungi dirinya."
"Ooh. Kau ingin melakukan itu?" Rey dapat dengan mudah menebak jalan pikir Psycho-B. Memang ada satu cara yang bisa membuat mereka keluar dari kepungan itu. "Tenang saja, aku yakin Yun bisa melindungi Celine. Lagipula itu alasan aku mengajak Yun ke sini. Celine juga bisa menutup kelemahan Yun," ujar Rey.
"Bagaimana caranya?" tanya Psycho-B penasaran.
"Apa yang kau ingin aku lakukan?" tanya Yun. Ia segera tahu Rey ingin memintanya melakukan sesuatu tanpa harus mendengarkan permintaan lelaki itu.
"Hehe, kau benar." Rey menggaruk bagian belakang kepalanya malu karena bisa ditebak. " Tolong buat tanah di sekitar menjadi es. Usahakan radiusnya mencapai 25 meter. Bisa, 'kan?"
Yun mengangguk pelan. Walaupun ia tidak tahu apa rencana Rey, ia segera melakukan apa yanh dipinta lelaki itu. "Ice Realm!" Yun menghentakkan kakinya ke tanah. Saat itulah lapisan es segera menyelimuti tanah di sekitar mereka cukup lebar. Psycho-B begitu terkejut dan berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan keseimbangannya.
"Lalu, Celine. Tembakkan 10 sihir api dengan jarak yang berbeda. Jaraknya adalah 2 setengah meter."
"Cih, kau meminta tolong pada Yun, tapi memerintah kepadaku. Ini tidak adil."
Walaupun Celine bersungut kesal, tetapi ia segera memerintahkan apa yang disuruh Rey.
"Nah." Rey melihat es yang terkena sihir api Celine mencair. "Kalian tunggu kami di sini. Usahakan menyerang dengan sihir jarak jauh. Sampai nanti!" Rey melambaikan tangannya sebelum melompati es-es yang telah mencair itu diikuti oleh Psycho.
__ADS_1
Yun menatap punggung keduanya kesal. Sekali lagi Yun dilindungi oleh mereka. Walaupun begitu Yun tidak bisa berbuat apa pun. Ia hanya bisa membuat tombak es untuk menyerang lawan dari jarak jauh.
"Kalian sengaja membuat tanah dilapisi es dengan diameter 50 meter agar kami tidak bisa menyerang wanita itu. Memikirkan teman di saat seperti ini, sungguh patut diberikan apresiasi," ucap Mark sambi bertepuk tangan dua kali.
"Mereka lebih dari teman." Rey memasang senyum terbaiknya, sedangkan Psycho-B menatap Rey penasaran.
"Maksudmu?" tanya Mark yang tidak mengerti maksud dari perkataan Rey.
"Yah, Yun dan aku mungkin bersahabat baik. Dan Celine itu mantan pacar pria di sebelahku ini."
Psycho-B tersenyum kecut mendengar perkataan Rey yang memberitahukan hubungannya dan Celine di masa lalu. Ia ingin sekali memberikan pukulan pada Rey, tapi ia merasa hal itu tidak perlu. Psycho-B menghela nafasnya pelan.
"Ah, aku gagal membuatmu kesal," celetuk Rey.
"Berengsek!" Sebuah pukulan segera mendarat di bahu Rey cukup keras. Psycho-B tidak menyangka bahwa Rey sengaja memancing emosinya. Rey tergelak melihat Psycho-B yang kini sedikit kesal.
"Kalian sungguh orang-orang aneh." Mark menggelengkan kepalanya pelan. Rey sekali lagi tertawa untuk beberapa saat.
"Sudahlah. Mari mulai serius," ucap Rey.
"Kukira kau tidak akan pernah serius selamanya."
"Tenang saja, setelah pertempuran ini selesai aku akan serius pada PeAce. Aku ingin mendatanginya," kata Rey menyahuti ucapan Psycho-B.
Psycho-B bersorak senang mendengarkan perkataan Rey. Ia segera mengangkat senjatanya dengan semangat. Seolah perkataan Rey adalah minyak, api semangat di dalam tubuh Psycho-B berkobar-kobar karenanya. Psycho-B segera maju tanpa memperdulikan Rey yang tengah mematung kebingungan.
"Aku yakin, sebentar lagi pertempuran ini akan selesai," gumam Rey pelan sambil mengangkat pedangnya dan segera menyusul Psycho-B.
......
__ADS_1