Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 39: Dark Elf


__ADS_3

"Kau terlihat galau. Apa yang kau pikirkan?" tanya seseorang yang mengejutkan PeAce. Ia tadinya tengah memandang birunya langit Midgard Tengah sebelum suara seorang perempuan mengejutkannya. Dan dia adalah Scream. Terlihat Yun juga datang menghampirinya.


"Aku hanya kepikiran sesuatu," jawab PeAce dan kembali menatap langit.


"Sesuatu atau seseorang?" Scream tersenyum penuh makna ke arah PeAce. PeAce sendiri tersenyum kecut mendengar hal tersebut. Ia tak ingin membahasnya lebih lanjut.


"Aku sebenarnya sedikit bingung," celetuk Yun pelan pada Scream. "Sebenarnya kenapa Rey dan PeAce sedikit ... kau pasti tahu maksudku. Hubungan mereka 'kan agak ... renggang. Tapi di satu sisi mereka seperti ...." bisik Yun tak menyelesaikan perkataannya.


"Kau ingin tahu?" tanya PeAce. Walaupun Yun berbisik pada Scream dan pikirannya sedikit terganggu, tapi PeAce bisa mendengar hal tersebut dengan jelas.


"Jika kau tidak ingin memberitahunya, tidak apa-apa," jawab Yun. PeAce kembali terdiam tak ingin memberi respon apa pun.


"Sudahlah, jangan bersedih," ucap Scream lalu duduk di sebelah temannya itu. Ia lalu menepuk punggung tangan PeAce pelan.


"Aku ingin meminta maaf padanya." PeAce menundukkan wajahnya sambil menghela nafas. "Tapi kurasa aku tak pernah punya waktu yang tepat."


"Maka kau sendirilah yang membuat momen itu."


"Bagaimana caranya?" tanya PeAce bingung.


"Aku punya satu rencana. Jadi begini ...."


"Gadis-gadis!" panggil Lluminos keras. Ia tiba dengan nafas tersengal. Ia menghirup nafas sebelum menatap tiga perempuan di hadapannya dengan serius.


"Kita harus segera kembali ke markas. Ke Midgard Utara," ucap Lluminos.


"Kenapa? Ada masalah apa?" tanya Yun. PeAce dan Scream segera bangkit dan ikut memandangi Lluminos dengan ekspresi penasaran.


"Starlight Empire diserang. Ketua Guild memberi perintah untuk menarik semua anggota kembali ke Midgard Utara dan mempertahankan markas serta membantu Starlight Empire."

__ADS_1


"Apa?"


"Kau tidak bohong 'kan?"


"Aku tidak punya waktu untuk bercanda," jawab Lluminos. "Ayo segera berangkat!"


Hari itu, Lluminos, Deon, Heilige, PeAce, dan Scream serta anggota Antariksa Aksara yang berada di luar Midgard Utara, bergegas pergi kembali ke markas mereka. Berita tentang penyerangan Starlight Empire pun mulai menyebar luas.


...***...


"Ada apa sih?" Selena menarik kembali tangannya. Ia sebenarnya hendak memaki pria di sampingnya itu, tapi sayangnya Rey adalah orang penting yang dekat dengan tuannya. "Jelaskan! Apa alasanmu menarik tanganku tadi?"


Rey terdiam dan tak menggubris pertanyaan Selena. Ia mengintip dari balik pohon. Terlihat dua orang yang berjalan mendekat ke arah mereka sebelum berhenti dan memperhatikan sekitar.


"Kita tidak punya waktu untuk istirahat. Kota tadi ada begitu banyak musuhku," bisik Rey pelan.


"Cih! Bilang dari tadi dong," balas Selena. "Setidaknya 'kan aku bisa berjalan sendiri tanpa perlu kau tarik. Lagi pula itukan musuhmu, bukan musuhku." Selena ikut mengintip.


"Aku tidak takut," jawab Rey cepat-cepat. "Akan banyak anggota kelompok mereka yang datang jika kau mencari keributan. Ayo pergi!" ucap Rey dan membalikkan badannya.


"Baiklah Tuan Kecil," ucap Selena yang segera mendapatkan tatapan tajam dari Rey.


Mereka segera pergi dari wilayah itu dan terus menuju barat. Mereka akan butuh waktu beberapa hari lagi untuk sampai di Death Realm.


"Apa kau dengar berita baru-baru ini?" tanya Selena menghilangkan kesunyian di antara mereka.


"Berita tentang apa?" tanya Rey tanpa menoleh.


"Kau ini tidak peka, ya. Bahkan berita ini sudah banyak diperbincangkan orang-orang. Beberapa warga di kota tadi saja membicarakannya walau secara sembunyi-sembunyi," kata Selena tak mengerti dengan pria di sampingnya itu.

__ADS_1


"Beberapa orang memang pernah mengatakan aku tidak peka sih," ucap Rey tertawa pelan. Ia lalu menatap Selena dan berucap "Jadi, ada berita apa?"


"Midgard Utara. Pergerakan di sana semakin jelas dan terang-terangan. Bahkan kini mereka mulai menampakkan diri mereka."


"Tentang pergerakan aneh di Starlight Empire dan orang-orang hilang itu?" tanya Rey memastikan. Selena mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Rey. "Jadi, siapa mereka?"


"Orang-orang hilang itu? Warga pastinya." Selena tertawa pelan. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengerjai Rey. Dan Rey kini menatapnya tajam serta tangan kanannya telah menggenggam gagang pedang. Selena kembali tertawa, namun kini sedikit lebih keras. Ia mengusap setetes air matanya karena terlalu banyak tertawa.


"Mereka adalah Elf. Lebih tepatnya Dark Elf." Selena pun mulai menjelaskan bahwa Dark Elf semakin banyak menculik orang-orang sekitar dua minggu yang lalu. Awalnya korban mereka hanyalah anak-anak dan wanita, namun sekarang mereka mulai menculik manusia yang mereka temui tanpa peduli jenis kelamin dan umur.


"Aku juga mendengar berita bahwa mereka kini mulai menyerang Starlight Empire," ucap Selena pelan. Rey begitu terkejut mendengar hal tersebut. Bagaimana tidak, ia tahu dengan jelas bahwa markas Antariksa Aksara berada di sana. Psycho-B yang memberitahunya pada suatu kesempatan. Jika Starlight Empire memang diserang, seharusnya Antariksa Aksara akan terkena imbasnya.


"Bagaimana arus pertempurannya?" tanya Rey.


"Sejauh ini, Starlight Empire masih dapat memukul mundur serangan Dark Elf itu," sahut Selena. "Tapi, bangsa Elf bukanlah ras yang bodoh. Jika mereka berani menyerang Starlight Empire, pastinya mereka sangat yakin dengan kekuatannya," ujar Selena. Rey menjadi tak tenang setelah mendengar ucapan Selena yang masuk akal tersebut. Rey hanya bisa mendoakan Guild Antariksa Aksara dan teman-temannya baik-baik saja.


"Aku sejujurnya punya satu dugaan terkait penyerangan itu," ucap Selena pelan. "Kau mau mendengarkannya?"


Rey mengangguk mendengar perkataan Selena. Selena pun menghirup nafas panjang sebelum menjelaskan. Selena menduga bahwa perkembangan kekuatan Dark Elf ada sangkut pautnya dengan artefak kuno. Lebih tepatnya adalah satu dari sekian pusaka Demon yang harus Rey kumpulkan. Rey terkejut sekaligus menunjukkan rasa antusiasnya mendengar hal tersebut.


Selena pun melanjutkan bahwa ia pernah membaca buku kuno milik Ivan-yang tidak secara ia temukan dan kemudian ia baca tanpa izin terlebih dahulu, dikatakan jikalau ada sebuah pusaka Demon yang dapat meningkatkan kekuatan makhluk tertentu hingga beberapa tingkat. Untuk menggunakannya, diperlukan pengorbanan yang berupa nyawa manusia.


Nafas Rey sedikit memburu mendengar hal tersebut. "Apa Ivan ada mengatakan sesuatu terkait hal ini?" tanya Rey.


"Ada. Ia mengatakan sebelum kita berangkat, bahwa setelah menyelesaikan misi kita di Midgard Barat, kita akan mencari tahu tentang penyerangan di Midgard Utara," ujar Selena mengakhiri penjelasannya. Rey terdiam sesaat dan memegang dagunya berusaha mengolah setiap perkataan Selena.


"Tunggu sebentar!" Ekspresi Rey menjadi sedikit buruk. "Kau bilang Ivan akan menyuruh kita mencari tahu tentang penyerangan di Midgard Utara. Kau bilang 'kita'?" tanya Rey memastikan dengan sedikit memperjelas ucapannya pada kata 'kita'.


"Ya. Memangnya kenapa?" tanya Selena bingung.

__ADS_1


"Astaga! Harus berapa lama aku terjebak dengan wanita ini?" Rey mengutuk nasibnya sendiri karena wanita ini akan selalu berada di dekatnya. Selena tertawa pelan mendengar hal tersebut. Tawa yang penuh rasa syukur.


__ADS_2