Might Magic Online

Might Magic Online
Eps. 99: Situasi Sulit


__ADS_3

Mira segera melompat mundur dan melemparkan dua pisau ke arah pria yang menyerangnya. Tak berhenti di sana, ia kembali melempar tiga pisau lain cepat. Namun, pria misterius itu dapat menghindarinya dengan mudah.


"Itu lemparan terbaikmu? Senior masih lebih baik," ejeknya.


"Sudah kubilang siapa kau?" Mira berteriak sambil maju ke depan dengan pedangnya. Ia segera menusukkan pedangnya berkali-kali. Pria misterius itu kembali dapat menghindarinya. Dengan cepat, ia lalu menangkap senjata Mira dengan kedua tangannya. Tangannya lalu bergerak cepat dan memelintir pergelangan tangan Mira. Pedang itu pun terlepas.


Mira segera melompat mundur melihat itu. Ia sebenarnya bisa saja menarik kembali pedangnya sebelum direbut. Hanya saja kekuatan pria itu lebih besar.


"Peraturan ketiga saat melawan Assasin, jauhkan senjatanya." Pria itu tertawa sebelum melempar jauh pedang Mira.


Mira tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Ia juga pernah mendengar perkataan yang sama dari seseorang. Hanya saja Mira tahu pria di hadapannya bukan orang itu, melainkan rekannya.


"Siapa kau?" tanya Mira sekali lagi.


"Mantanmu," jawabnya singkat. Ia lalu membuka sebuah topeng setengah wajah yang sedari tadi ia kenakan. Saat itulah tampak sebuah wajah tampan dengan khas Eropa. Rambut coklat yang ditata cukup rapi.


"Vynn?" Mira terkejut dengan identitas asli pria misterius di hadapannya. Ia sungguh tidak akan pernah mau bertemu pria itu.


"Aku tahu kau pasti mengingatku. Lagi pula kita pernah menjalin ...."


"Cukup!" Mira berteriak keras memotong perkataan Vynn. "Kenapa kau bisa di sini? Kenapa kau tahu aku di sini?"


"Kau lupa jika aku juga kelompok Corps 7? Lluminos yang meminta bantuanku untuk mencegahmu." Vynn tertawa pelan sekali lagi.


"Pergi dari hadapanku! Aku tidak ingin bertemu kau lagi!" Mira sungguh kesal. Tidak pernah sekali pun ia berniat bertemu Vynn di MMO.


"Tidak," jawabnya. Senyumnya lalu luntur. Ekspresi berubah. "Aku ingin menjelaskan sesuatu. Semua yang terjadi di masa lalu adalah kesalahpahaman."


"Aku tidak peduli. Aku tidak ingin menjalin hubungan dengan pria yang disukai banyak wanita!"


"Jangan lupakan Senior juga begitu, walau ia tidak menyadarinya," jawab Vynn cepat-cepat. Mira tahu senior yang dimaksud oleh Vynn adalah Black Kenshi Rey. Mira terdiam.


"Biarkan aku menjelaskannya dahulu. Setelah itu aku akan membiarkan kau memilih tanpa sedikit pun memaksa," ucap Vynn pelan. Mira terdiam. Walau sebenarnya ia tak ingin, tapi ia harus mendengarkan. Lagi pula ia hanya perlu menolak jika Vynn telah selesai bercerita. Mira lalu menganggukkan kepalanya pelan.


"Terima kasih. Kau tahu? Sebenarnya saat itu aku tidak benar-benar pergi. Dan juga masalah kedekatanku dengan PeAce, sebenarnya ia memintaku untuk mengawasi ...."


Brakkkk


Terdengar suara derak yang cukup jelas diikuti sebuah rak tak jauh dari sana bergeser. Vynn batal menjelaskan. Ia dan Mira menatap jalan misterius di lantai itu.


Terdengar langkah kaki cepat. Seiring berjalannya waktu, seorang pria keluar dari sana. Ketiganya terkejut. Mereka terdiam dan menatap satu sama lain.

__ADS_1


Rey sendiri lebih memilih menatap dua orang di hadapannya. Ia tahu situasi tidak berpihak padanya. Pelan tapi pasti, Rey bisa melihat ekspresi Vynn berubah begitu juga dengan Mira.


"Apa kalian kembali melanjutkan hubungan kalian?" tanya Rey sambil tertawa pelan. Saat itulah Vynn maju dengan cepat diikuti oleh Mira.


Rey buru-buru menyimpan liontin yang sedari tadi ia pegang ke dalam saku bajunya. Ia lalu segera menarik kedua pedang di pinggangnya cepat.


Vynn maju dan melesatkan tinjunya. Rey memiringkan sedikit tubuhnya lalu menendang perut Vynn hingga ia terpental cukup jauh. Mira lalu datang dan memberikan tebasan cepat dengan kedua pisau di tangannya. Rey segera menangkis serangan itu dengan pedangnya.


"Chaos Heart!" Warna pedang Rey berubah. Ia lalu mengayunkan kedua pedangnya cepat ke arah Mira. Mira berusaha menangkis, tetapi kekuatan Rey cukup besar. Mira termundur akibat serangan itu.


"Kenapa kalian menyerangku?" tanya Rey.


"Kau tidak tahu senior. Karena kau dan PeAce ...." Vynn tidak berniat melanjutkan perkataannya. Ia kembali bangkit dan mengambil kuda-kuda.


Ia kembali melesat ke depan. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya. Vynn lalu melompat dan menerjang Rey. Rey menyilangkan pedangnya segera. Hanya saja, Rey terlambat menyadari bahwa Vynn menggunakan Skill miliknya. Sebuah aura biru terlihat di terjangan.


Rey terhempas ke belakang karena tak kuat menahan serangan Vynn. Ia buru-buru bangkit. Namun, Mira sudah tiba di depannya. Ia lalu segera membuat sejumlah luka di tubuh Rey. Vynn kembali datang dari samping dan menendang Rey. Rey tak bisa menghindarinya hingga tendangan itu telak mengenainya.


Ia kembali terpental hingga ke pintu perpustakaan itu. Pintu itu bahkan hancur dan membuat Rey keluar dari ruangan karena tak sanggup menahannya. Rey bisa melihat bar HP miliknya tersisa separuh. Kekuatan Vynn sungguh besar. Jika pertarungan ini sungguh dilanjutkan, ia akan tamat.


"Aku tidak menyangka kau menjadi selemah ini, senior." Vynn menatap Rey penuh amarah sambil berjalan pelan ke arahnya.


"Jangan bunuh dia. Atau aku tidak akan pernah mendengarkan penjelasanmu!" teriak Mira menghentikan langkah Vynn.


"Katakan di mana Yun berada!" ucap wanita itu dingin. Namun, bukannya takut Rey malah tertawa pelan.


"Apa yang kau tertawakan?" Mira menatap Rey marah.


"Kau sudah tumbuh besar. Namun, kau tetap tidak pandai berakting. Kau tidak cocok mengancam seseorang," ucap Rey.


Rey diam. Matanya bergerak-gerak cepat sebelum bergerak ke atas. Mira terlalu fokus dengan mata Rey hingga ia tidak menyadari tangan kiri Rey telah bergerak cepat.


"Awas!" Vynn berteriak keras. Hanya saja semua telah terlambat.


Rey menangkap kaki Mira dan menariknya hingga wanita itu terjatuh. Ia lalu segera bangkit dan meletakkan pedangnya di leher Mira.


"Jangan lakukan hal aneh atau aku akan membunuh wanita ini!" ucap Rey lantang. "Termasuk kalian juga!" Rey menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan. Terlihat beberapa prajurit muncul dan hendak menyerang.


Namun, bukannya menuruti perkataan Rey, Vynn melesat ke depan dan menubruk Rey keras hingga dinding hancur. Mereka bertiga segera keluar dari gedung dan terjatuh di tanah.


Rey segera bangkit dan mengenakan topeng miliknya. Ia buru-buru memegang kedua pedangnya erat. Keributan itu membuat prajurit kerajaan berkumpul. Mereka bertiga dikepung dari berbagai penjuru. Namun, tidak ada yang berniat menyerang duluan.

__ADS_1


"Vynn, kau menarik kita dalam masalah besar." Rey menggelengkan kepalanya. Ia lalu menatap sekitar. Para anggota Guild Antariksa Aksara juga berkumpul dan berniat menyerang.


"Lebih baik. Lagi pula aku punya cara untuk keluar dari situasi ini. Aku juga akan membawa Mira."


Rey terdiam. Tiba-tiba sebuah tembakan terdengar. Vynn segera terjatuh ke tanah.


"Tembakan itu?" Rey mengalihkan pandangannya cepat. Ia bisa melihat Psycho-B dari atas gedung memegang senapannya sambil tersenyum hambar. Di belakang Psycho-B, ada beberapa pria lain. Salah satunya memakai mahkota emas di kepalanya.


"Aku tahu ini terdengar buruk untuk kalian. Namun, menurutku kita harus bekerja sama," ucap Rey sambil melompat ke arah Vynn dan Mira. Mereka lalu saling berdekatan.


"Ya, kita tak punya pilihan,"jawab Mira.


"Hanya kali ini saja." Vynn menggertakkan giginya. Rey lalu berbisik cukup pelan, menjelaskan rencana yang ia punya.


"Hanya seperti itu? Baguslah jika kau yang menjadi umpan," ucap Vynn.


"Mari lakukan seperti yang aku katakan." Rey segera maju ke depan. Semua prajurit yang melihat itu segera ikut maju dan menyerang mereka bertiga.


"True Vengeance!" Rey mengangkat senjatanya dan membiarkan prajurit itu menyerangnya. Mira dan Vynn segera tiba dan menghalau serangan yang memungkinkan Rey terkena damage lebih banyak. Rey juga menggunakan Skill Chaos Heart pada armor yang ia pakai hingga beberapa serangan tertahan.


2 detik.


"Tidak bisa. Semua serangan ini akan membunuhku. Balas serangan mereka!" teriak Rey. Ia tidak menyangka prajurit Starlight Empire begitu kuat. Ia segera mengayunkan pedangnya untuk membalas serangan. Namun, semakin banyak serangan yang diarahkan kepada Rey.


6 detik.


"Bodoh! Kalau begitu kenapa kau ajukan rencana ini!" Vynn berucap kesal sambil mengayunkan pukulannya.


8 detik


"Sial!"


Mira berteriak kesal sebelum membunuh lawan di hadapannya.


10 detik.


Rey tersenyum lebar. Ia sengaja memancing lawan agar semua serangan diarahkan padanya. Ia lalu bersiap menebas dengan kedua pedangnya.


"Rasakan ini! Chaos Heart! Chaos Wave!"


Rey mengayunkan kedua pedangnya ke depan. Dua gelombang pedang segera membunuh puluhan orang. Dampak yang diakibatkan oleh gabungan tiga gabungan Skill itu begitu besar. Bahkan hingga menghancurkan sebuah pintu besar di depan.

__ADS_1


"Ayo!" Rey bergerak cepat ke depan. Ia tidak peduli dirinya menginjak mayat para NPC. Yang ada dipikirannya saat ini adalah melarikan diri. Vynn dan Mira sebenarnya terkejut dengan dampak serangan Rey yang membunuh orang hanya karena terkena gelombang pedang itu. Namun, mereka memaksa tubuh mereka untuk bergerak secepat mungkin untuk keluar dari kepungan itu.


Para prajurit itu terkejut kaku karena melihat rekan mereka dibantai hanya karena satu serangan. Ditambah dengan denah yang Rey miliki dan kecepatan mereka bertiga, mereka dapat keluar dari istana itu hidup-hidup.


__ADS_2