
Nama Dead Target melekat erat pada Psycho-B saat ia telah mengembangkan Job miliknya dari ADC ke Job Second-tier Sharpshooter. Ia terkenal selalu membunuh targetnya. Jika Psycho-B sudah menentukan targetnya, maka tidak ada jalan lagi untuk lari. Ia juga menjadi 1 dari tiga penembak MMO terbaik saat ini. Ketenaran dirinya membuat nama Guild Antariksa Aksara ikut naik. Para pemain menjadi lebih segan saat melihat sosok yang menggunakan senapan laras panjang sebagai senjatanya ini.
Psycho-B baru saja melepaskan tembakan lainnya yang mengambil satu nyawa Dark Elf. Sudah lebih dari 15 menit ia berjibaku dalam pertempuran ini. Amunisi cadangan yang ia miliki juga tak banyak lagi. Paling-paling hanya sekitar seratus butir peluru.
Setelah mengisi penuh amunisi senapannya, Psycho-B mengamati arus pertempuran yang mulai berbalik karena ikut andil dirinya. Namun pasukan Dark Elf itu tampak belum menyerah dan berniat mundur dari pertempuran ini. Seharusnya Dark Elf yang mereka lawan sudah mengambil langkah mundur karena banyak rekan mereka yang terbunuh. Pasukan gabungan Starlight Empire dan Antariksa Aksara jelas unggul, tetapi semangat Dark Elf itu tak kunjung padam dan terus menyerang.
Psycho-B terdiam. Pertempuran kali ini jelas berbeda dengan pertempuran sebelumnya. Psycho-B masih ingat perkataan Rey saat berada di God Reason.
"Lihatlah dari sudut lain. Mungkin kau akan tahu kebenarannya jika kau tidak fokus pada satu sudut pandang saja." Begitulah kira-kira perkataan Rey pada dirinya di masa lalu.
Psycho-B terlihat berpikir. Jika ia ingat-ingat, pada pertempuran sebelumnya lawan segera mundur saat pasukannya kalah jumlah melawan pasukan Psycho-B. Namun kali ini berbeda. Dark Elf itu tak terlihat gentar melawan pasukan Starlight Empire. Atau mungkin ada orang lain yang membuat mereka seperti terlihat begitu.
Psycho-B segera tersadar. Ia lalu menatap pasukan lawan seakan mencari sesuatu. Psycho-B menduga pasti diantara pasukan Dark Elf ini, paling tidak ada ketua kelompok yang sedang menyembunyikan diri dan mengamati pertempuran. Dark Elf bukanlah makhluk yang bodoh. Psycho-B merasa ketua dari pasukan ini akan meloloskan diri di saat-saat terakhir dan akan memberikan informasi terkait kekuatan dari pasukan Starlight Empire dan Antariksa Aksara. Dengan begitu pada serangan berikutnya, mereka bisa membuat rencana agar bisa memasuki perbatasan yang tengah mereka jaga itu.
__ADS_1
"Itu dia," ucap Psycho-B setengah berteriak. Ia segera berlari cepat menuruni menara itu. Scream yang tak begitu mengerti hanya menaikkan tudung jubahnya dan mengikuti pria itu dari belakang. Tak butuh waktu lama, mereka segera tiba dan langsung memasuki pertempuran. Psycho-B kembali menembakkan senapannya, tapi kali ini dalam jarak dekat hingga peluru yang ia tembakkan tembus dan mengenai Dark Elf lainnya. Dua Dark Elf tewas dalam satu tembakan.
Anggota Guild Antariksa Aksara terkejut melihat pemimpin mereka terjun dalam pertempuran secara langsung. Lluminos yang melihat hal itu bergerak cepat menuju ke arah Psycho-B dalam bentuk bayangan.
"Bantu aku menerobos ke depan," ucap Psycho-B pada Lluminos yang baru saja menghabisi lawan di depannya. Lluminos mengangguk dan mengangkat pedangnya. Mereka bertiga segera maju menerobos pasukan lawan.
Lluminos mengayunkan pedangnya berkali-kali. Ayunan pedangnya begitu cepat oleh mata orang biasa, hingga hanya sekelebat bayangan saja yang terlihat. Psycho-B mengetahui itu adalah Skill yang dimiliki Lluminos hingga membuat pedangnya terlihat seperti bayangan saja. Scream sendiri bergerak hati-hati agar tudung jubahnya tidak terlepas. Walaupun begitu, ia terus merapalkan mantra dan menyerang menggunakan sihir apinya. Psycho-B tak mau kalah menembakkan senapannya dengan gagah. Ia juga memukul Dark Elf yang mencoba menghadangnya dengan senapan agar Dark Elf itu terjatuh. Saat ini prioritasnya bukanlah membunuh sebanyak mungkin Dark Elf yang ada, melainkan membunuh pemimpin dari pasukan Dark Elf ini.
"Dapat kau," Psycho-B berseru keras. Ia maju dengan cepat mendahului Lluminos dan menembakkan senapannya. Peluru itu tepat mengenai kaki salah satu Dark Elf yang berada 25 meter jauhnya dari Psycho-B. Psycho-B tersenyum senang. Lluminos segera maju dan kembali mengayunkan pedangnya. Tiga Dark Elf yang mencoba menyerang Psycho-B kembali terbunuh. Mereka bertiga kembali bergerak cepat menuju ke depan. Tak butuh waktu lama, mereka segera tiba di tempat yang mereka tuju.
"Habisi tiga Dark Elf ini dahulu, baru yang di belakangnya. Lalu saat pasukan Dark Elf yang lain kacau, segera bunuh mereka," ucap Psycho-B memberi arahan.
"Aye-aye Captain." Lluminos maju ke depan. Saat itu pula Psycho-B menembakkan senapannya. Dark Elf yang menjadi targetnya telat bereaksi hingga ia tewas dengan cepat. Lluminos mengayunkan pedangnya yang segera ditahan oleh Dark Elf itu. Lluminos tersenyum sesaat sebelum memiringkan kepalanya ke kanan. Suara tembakan kembali menggelegar. Dark Elf yang menahan serangan Lluminos ikut terbunuh menyusul rekannya. Scream tak mau kalah merapal mantra dan memunculkan tiga bola api. Namun belum sempat bola api itu mengenai lawannya, Psycho-B sudah kembali menembakkan senapannya.
__ADS_1
"Hey, itu bagianku!" Scream berteriak kesal karena Psycho-B mengambil mangsanya. Namun Psycho-B tak menggubris ucapan wanita itu. Ia menyapa Dark Elf Archer yang menjadi targetnya telah berada di kejauhan mencoba kabur.
"Dia kabur. Bagaimana ini?" tanya Lluminos. Dark Elf adalah makhluk yang cukup gesit. Terlebih ia adalah makhluk yang bisa menggunakan Skill Stealth untuk menyamarkan keberadaannya.
"Biarkan dia mencoba," Psycho-B tersenyum lebar. Ia segera berlutut satu kaki, dengan kaki sebagai tumpuan. "Eagle Vision." Skill inilah yang membuat dirinya tidak pernah melepaskan targetnya. Ia sengaja menebak kaki Dark Elf Archer itu agar posisinya sudah ditandai. Jadi kemanapun ia pergi, Psycho-B bisa tahu karena Skill Eagle Vision miliknya.
Psycho-B mulai membidik. Terlihat sekelebat bayangan yang bergerak meliuk-liuk di tengah kerumunan. Setelah dirasa pas, ia menggerakkan senapannya sedikit ke kiri. Psycho-B menarik nafasnya cukup dalam. Ia lalu menarik pelatuk senapannya.
"Dead Shot."
DUARR
Suara tembakan menggelegar keras. Bahkan suara itu lebih keras daripada sebelumnya. Peluru yang dikeluarkan senapan Psycho-B melesat cepat melewati celah-celah kecil. Peluru itu sangat cepat hingga tidak ada yang bisa melihatnya. Psycho-B tersenyum menang.
__ADS_1
Saat itulah ledakan kecil terjadi cukup jauh di depan. Dark Elf Archer yang menjadi targetnya mati meledak. Pasukan Antariksa Aksara kembali terkejut melihat hal itu. Namun rasa terkejut mereka tak bertahan lama. Seolah Psycho-B telah menyalakan api semangat mereka, pasukan Antariksa Aksara dan Starlight Empire berkoar keras sambil mengangkat senjata mereka. Mereka kembali melawan dengan api semangat baru yang berkoba di dada. Saat itu pula pasukan Dark Elf itu telah ditentukan juga nasibnya.
Psycho-B, sang Dead Target telah membuktikan dirinya cocok menyandang nama Ranker tersebut.