
Rey mengangkat pedangnya kembali. Ia lalu berusaha menyerang wanita di hadapannya itu dengan memberikan tebasan menyilang. Namun perempuan itu dengan mudah menghindarinya dan memberikan serangan balasan. Wanita itu mengayunkan pedangnya dengan pelan, tetapi di mata Rey tebasan itu cukuplah cepat. Untung saja Rey bisa menangkis serangan itu. Dengan cepat Rey melayangkan sebuah pukulan yang mengarah ke perut dengan tangan kirinya. Dengan mudah wanita itu menangkap tinju Rey. Rey tersenyum tipis. Ia memutar pergelangan tangannya. Ia segera menangkap tang wanita itu hingga kali ini ia yang memegang tangannya. Rey sedikit menundukkan tubuhnya sebelum membanting tubuh wanita itu ke belakang.
Wanita itu terlempar ke belakang Rey, tetapi ia mendarat cukup mulus. Ia menunjukkan senyumnya.
"Cukup hebat. Tapi masih belum cukup untuk mengalahkanku," ucapnya pelan. Wanita itu mengangkat pedangnya. Rey bersiap menyambut serangan itu. Wanita itu melesat ke arah Rey. Ia terlihat hendak mengayunkan pedangnya. Namun saat Rey sadar, ia segera terpental ke belakang. Sekali lagi kecepatan serangan wanita itu tak dapat diikuti oleh kecepatan tubuhnya.
Rey sejujurnya tidak takut lagi untuk menyambut serangan wanita itu secara langsung, karena saat ini Rey telah mendapatkan salah satu bonus Job yang ia miliki. Namun ternyata dugaannya salah. Kecepatan serangan wanita itu masih berada jauh di atasnya. Jika Rey bisa melihat jalur serangan wanita itu pun, tubuhnya tidak akan mampu mengikuti. Saat ini level yang dimiliki Rey begitu rendah.
Rey kembali bangkit dan meminum sebotol ramuan Potion untuk memulihkan HP yang ia miliki.
"Sekali lagi," Rey berseru lantang dan kembali menyerang wanita itu. Namun nasibnya masih sama. Ia kembali dikalahkan oleh wanita itu. Rey terus bangkit dan kembali menyerang wanita itu.
"Akh!" Rey memegangi dadanya yang baru saja dipukul keras oleh wanita itu. Senyumnya tak luntur. Walaupun senyumnya terlihat manis, tetapi Rey tahu bahwa wanita itu sedang merendahkan Rey. Rey kembali mengangkat pedangnya dan terus mencoba berkali-kali. Hari itu, Rey menghabiskan waktunya untuk mengamati pergerakan dari wanita yang merupakan perwujudan dari Byakkou, sang Harimau Putih.
...........
__ADS_1
Psycho-B berjalan pelan memasuki sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu, ada empat orang lain yang tengah duduk mengitari sebuah meja bundar. Psycho-B segera duduk di salah satu kursi yang telah di siapkan.
"Silahkan berikan laporanmu Psycho-B," ucap ShouThor mengawali pembicaraan. Psycho-B mengangguk dan mulai berdiri.
"Saat ini pasukan Dark Elf yang mencoba menerobos masuk di perbatasan telah berhasil di bunuh. Tak ada yang berhasil kabur." Psycho-B pun menjelaskan situasi perang yang ia ikuti baru-baru ini serta arus perang yang berhasil mereka menangkan. Psycho-B juga menjelaskan seperempat dari pasukannya di perbatasan telah tewas dan lebih dari separuh lelah akibat pertempuran. Psycho-B tidak yakin mereka bisa bertahan jika ada serangan susulan yang datang dalam waktu dekat. Pasukan mereka pasti akan segera habis dan Dark Elf akan lebih mudah memasuki Starlight Empire jika kawasan perbatasan berhasil direbut oleh mereka. "Karena itu, saya berharap Raja mau mengirim pasukan bantuan secepat mungkin ke perbatasan," ucap Psycho-B sambil memandang ke arah lelaki yang menggunakan mahkota di hadapannya. Psycho-B sebenarnya tidak terlalu peduli dengan status bangsawan orang yang dipandangnya itu karena situasi yang tengah ia alami benar-benar sulit diatasi. Karena itu Psycho-B tidak takut jika sekalipun Raja Starlight Empire tersinggung akan perlakuan Psycho-B.
ShouThor terbatuk pelan. Ia setuju dengan pendapat Psycho-B agar Raja mengirimkan pasukan bantuan, karena selama ini Guild Antariksa Aksara yang telah banyak berkontribusi untuk mempertahankan perbatasan. Namun ShouThor tetap merasa perbuatan Psycho-B sedikit kasar jika berhadapan dengan Raja. Untung saja Raja Starlight Empire yang tengah berpikir itu tidaklah terlalu memikirkannya.
"Butuh waktu untuk mengumpulkan pasukan. Paling lambat seminggu lagi kami bisa mengirimkan pasukan bantuan," ucap Raja Starlight Empire itu. Psycho-B terkejut akan ucapan lelaki itu. Jika mereka harus menunggu selama seminggu, Psycho-B tidak yakin bisa menahan perbatasan selama itu. ShouThor mengerti hal tersebut, karena itubia segera berbicara.
"Saya rasa pasukan saya tidak akan bisa bertahan selama itu. Terlebih lagi pasukan Dark Elf selalu bertambah kuat setiap menyerang. Mohon dipertimbangkan lagi untuk mengirim pasukan secepat mungkin." ShouThor mengeluarkan pendapatnya. Ia tidak setuju jika bawahannya harus menunggu selama satu minggu. ShouThor tidak ingin mengambil resiko. Mereka adalah 1 dari 3 Guild terbaik di Indonesia dan semakin lama akan semakin banyak Guild kecil yang bisa mengejar mereka. Jika ditambah lagi beberapa ratus orang anggotanya mengalami penurunan level secara mendadak, mereka bisa tercoret dari 3 Guild besar Indonesia yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan Guild ini.
Psycho-B menjadi emosi mendengar ucapan pria itu. Ia segera menatap 2 jenderal yang ikut duduk mengitari meja selain mereka bertiga. 2 jenderal Starlight Empire itu tidak terlihat ingin membantu dirinya dan setuju dengan pendapat Raja. Psycho-B menjadi semakin emosi. ShouThor tak jauh berbeda ikut berdiri dan menatap Raja.
"Silahkan tentukan. 2 hari pasukan bantuan dikirim ke perbatasan atau kami menarik diri dari pertempuran ini," ucap Psycho-B sambil memberikan tatapan dingin. 2 jenderal itu terlihat marah karena Psycho-B telah menyindir sang Raja. Mereka bangkit dan menarik pedangnya.
__ADS_1
"Keparat."
"Beraninya kau bersikap kasar di depan Raja."
ShouThor berjalan pelan ke arah Psycho-B untuk meredakan keributan itu. Ia menepuk pundak Psycho-B pelan sebelum menunduk ke arah Raja.
"Maaf," ucap ShouThor sambil bangkit. " Maaf, tapi perkataan temanku benar. Jika dalam dua hari tidak ada pasukan bantuan yang dikirim ke perbatasan, kami benar-benar akan menarik diri dari pertempuran yang tak kunjung usai ini." ShouThor memberikan tatapan yang tak bersahabat ke arah sang Raja. Ia segera berbalik dan berjalan keluar diikuti oleh Psycho-B.
Tak lupa, Psycho-B membanting pintu dengan keras tanda bahwa mereka benar-benar serius.
"Para NPC sungguh merepotkan," ucap Psycho-B sambil menghela nafas berat.
"Mereka memang begitu. Bagaimana kondisi PeAce?" tanya ShouThor. Saat ini keberadaan wanita itu adalah angin baik bagi Guild-nya. Tak hanya menjadi salah satu Seven Hero, PeAce saat ini adalah pengguna Archaic. Untuk sekarang ia tak ingin menunjukkan keberadaan PeAce. Terlebih dari yang diceritakan Psycho-B, PeAce cukup dekat dengan Black Kenshi Rey.
"Ia masih menaikkan levelnya. Kemungkinan besar kekuatannya akan segera melampaui anggota generasi ketiga Guild kita," jawab Psycho-B.
__ADS_1
"Perlakukan ia dengan baik. Semoga saja saat kita memerlukan bantuan, PeAce mau meminta tolong pada Black Kenshi Rey." ShouThor percaya, dengan keberadaan PeAce di dalam Guild-nya, Rey akan membantu mereka di saat-saat terdesak.
Tanpa ShouThor sadari, Psycho-B tersenyum tipis. ShouThor tidak tahu bahwa Dead Target Psycho-B bersahabat baik dengan Black Kenshi Rey.